Oricon merasa kesal karena dirinya harus terjebak dengan pertunangannya. Dirinya segera menghempaskan tubuhnya ke ranjang sambil melepaskan dasinya secara kasar. Ini benar-benar membuatnya frustasi. Setelah kehilangan kontak gadis yang begitu disayanginya sekarang dia juga kehilangan jejak gadis itu.
Oricon sangat gusar sambil mengusap kasar wajahnya, dia bisa gila memikirkan Abigail. Dia butuh bantuan dari seseorang untuk bisa menemukan gadisnya kembali.
Oricon teringat kepada salah satu orang kepercayaannya. Langsung saja dia menghubungi orang itu melalui ponselnya.
"Halo Jackob, kau dimana?"
"Ya tuan muda, saya lagi berada diluar. Saat ini saya sedang mengantarkan pesanan tuan besar,"
Memang benar saat ini Jackob sedang melakukan pekerjaan yang diberikan oleh Emilio padanya, yaitu mengantarkan pesanannya pada seseorang. Namun, sebagai orang kepercayaan Oricon, dirinya juga harus mengikuti setiap perkataan tuannya.
"Baiklah, kau selesaikan saja pesanan itu dahulu. Setelah itu kau lakukan tugasmu untukku,"
"Baik tuan. Aku akan segera menghubungi anda kembali,"
Jackob mengakhiri pembicaraan mereka dan melanjutkan terlebih dahulu mengantarkan pesanan Emilio. Tidak butuh waktu lama dirinya telah sampai ditempat tujuannya.
"Jackob, syukurlah kau datang tepat waktu," sambut Emilio pada lelaki muda itu.
"Maaf tuan, perjalanannya cukup lama ditambah lagi harus melewati pemeriksaan dari polisi laut yang cukup ketat. Untung saja orang-orang kita telah memberikan upeti kepada mereka,"
"Hm, aku mengerti yang penting barang-barang kita selamat. Aku tidak ingin para costumer kita kecewa karena kita gagal mengirimkan pesanan. Dan aku sangat percaya padamu, kau pasti bisa mengatasinya," Emilio menepuk pelan bahu Jackob.
Dia cukup kagum dengan orang kepercayaannya ini, karena setiap pekerjaan yang diberikannya tidak satupun ada kegagalan. Ya, Jackob cukup mengenal dan memahami setiap orang-orang yang berkaitan dengan bisnis tuannya itu dan dia harus melakukan yang terbaik agar bisnis itu tetap berjalan lancar, jika melakukan kesalahan sedikit saja maka nyawanya yang menjadi taruhannya.
Setelah menyelesaikan pesanan dari Emilio, Jackob bergegas untuk menemui Oricon. Sesuai janjinya tadi, setelah menyelesaikan pesanan dia akan segera menghubungi Oricon.
"Tuan, aku sudah menyelesaikan pesanan dari tuan besar. Apa yang bisa saya bantu untuk anda?" tanya lelaki itu penuh dengan keramahan pada tuan mudanya.
"Aku mempunyai tugas untukmu, kau harus menemukan keberadaan Abigail secepatnya dan pastikan dia dalam keadaan baik-baik saja," titah Oricon padanya.
"Tapi tuan, bukankah keluarga anda telah menyuruh gadis itu pergi saat di rumah sakit?" sela Jackob mengingat kembali bagaimana keluarga Oricon memperlakukan Abigail dan Mia dengan tidak bersahabat.
"Aku tidak mau tahu. Kau harus temukan dia secepatnya untukku dan jangan ada seorangpun yang tahu kau melakukannya untukku, apalagi keluargaku. Aku benar-benar sangat khawatir pada gadis itu,"
"Baiklah tuan, akan saya lakukan,"
Tanpa banyak bertanya lagi, Jackob segera melaksanakan apa yang diperintahkan tuan mudanya itu. Hanya saja yang masih menjadi tanda tanya besar didalam hatinya mengapa tuan mudanya begitu menginginkan gadis yang bernama Abigail? Bukankah dia telah memiliki kekasih? Lantas apa istimewanya gadis belia itu?
Sudahlah, itu semua bukan urusannya, yang teroenting saat ini Jackob harus melacak keberadaan gadis itu dan segera membawanya pada Oricon tanpa ada luka sedikitpun.
***
Saat ini Abigail sedang disibukkan dengan pekerjaannya. Sebagai karyawan baru, dia harus menunjukkan kualitas dirinya di tempat dia bekerja. Terlebih lagi tempatnya bonafit seperti saat ini, dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas yang dimilikinya.
Setelah penuh perjuangan untuk terlepas dari belenggu Hany, dirinya harus bekerja keras di kota yang baru saja ditempatinya. Dia harus mampu menunjukkan dirinya layak diperlakukan dengan baik dan harus memperbaiki dirinya.
Abigail dan Mia sangat menikmati pekerjaan mereka, para tamu juga merasa senang dengan service yang diberikannya. Ini benar-benar menjadi point penting untuk mereka menunjukkan dedikasi mereka.
Saat istirahat tiba, Abigail dan Mia beristirahat di salah satu ruangan dekat pantry yang dikhususkan untuk tempat istirahat karyawan.
Abigail mengambil tasnya untuk mengambil makanan yang disediakannya dari rumah, tapi tak sengaja ponselnya terjatuh dari tas sehingga Abigail harus mengambil ponselnya dan mengusap layar ponselnya untuk memastikan ponselnya tidak rusak.
Mata gadis muda itu kini terfokus pada layar ponselnya. Tiba-tiba dia teringat pada Oricon dan ingin rasanya untuk menghubungi lelaki itu untuk memberitahukan keadaannya, tapi dia teringat akan ucapan Emily saat di rumah sakit.
"Gadis kampung, jangan pernah berani mendekati Oricon lagi. Dia adalah tunanganku dan sebentar lagi kami akan menikah. Kau jangan coba-coba untuk menghancurkan pertunanganku dengannya, atau kau tidak akan pernah bisa melihat Oricon lagi!"
Kata-kata itu masih terngiang ditelinga Abigail, wanita itu seakan menyalahkan dirinya atas insiden waktu itu. Padahal Abigail tidak pernah meminta bantuan pada Oricon. Justru yang dia ingat saat itu dia menghubungi Mia untuk membantunya dan entah dari mana Mia menemukan lelaki itu sehingga bisa bersama-sama menyelamatkannya.
"Abigail, hei ... Abi, kau kenapa? Mengapa melamun?" Mia mencoba menyadarkan Abigail yang terpaku dari tadi.
"Ah tidak Mia, ayo lanjutkan makannya sebentar lagi kita harus bekerja. Waktu kita tidak banyak hanya tiga puluh menit," Abigail mengalihkan pembicaraan.
Mia melanjutkan makannya, tapi dirinya masih menatap heran pada Abigail yang sepertinya tidak terlalu bersemangat saat ini.
"Kau baik-baik saja Abi?" Mia mulai khawatir pada Abigail.
"Iya, aku baik-baik saja Mia," Abigail melanjutkan makannya, tapi dirinya masih kepikiran bagaimana Mia bisa bersama Oricon saat itu?
"Hm, Mia aku boleh menanyakan sesuatu padamu?" Abigail tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menanyakan semua itu pada sahabatnya.
"Ya, kau mau menanyakan apa?"
"Begini, kenapa saat aku meminta bantuan darimu waktu itu kau bisa bersama tuan Oricon?"
Mia sedikit tersedak mendengar nama Oricon. Hampir saja makanan yang berada dimulutnya tersembur keluar karena tersedak.
Abigail segera memberikan minum pada Mia supaya dia bisa lebih baik lagi.
"Maaf kalau pertanyaanku membuatmu tersedak," Abigail panik melihat Mia.
"Tidak Abi, aku hanya terlalu terburu-buru makannya," Mia mengatur nafasnta kemudian menjawab pertanyaan Abigail.
"Sebenarnya aku tidak sengaja berpapasan dengan tuan Muda, karena melihatku panik dia langsung memutuskan untuk membantuku. Padahal aku sudah mengingatkan bahwa dia harus segera mengikuti acara pertunangannya, tapi dia lebih memilih untuk membantuku menyelamatkanmu," jelas Mia pada sahabatnya.
Abigail merasa heran mengapa lelaki itu sangat perduli padanya, apakah dia begitu berarti baginya? Bagaimana bisa, padahal mereka baru sekali saja bertemu.
"Kenapa Abi? Apa kalian saling mengenal?" Mia sedikit penasaran.
Abigail hanya tersenyum tak mau menjawab dan lebih memilih melanjutkan pekerjaannya karena memang waktu istirahat juga telah selesai.
Mia hanya menatap heran pada sahabatnya itu. Sebenarnya ada hubungan apa antara Abigail dan tuan muda? Sampai lelaki itu mau menunda pertunangannya begitu saja?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments