Tuduhan Palsu

Aku menggelengkan kepalaku dengan kuat. Pasti ada kesalahan di sini. Aku yakin Baltazar tidak bersalah. Meski aku belum mengenalnya dengan begitu dekat, namun aku yakin bahwa dia bukanlah orang jahat. Pasti ada kekeliruan yang sedang terjadi. Aku menatap ke arah wajahnya yang menampakkan ekspresi terluka.

Sorot mata Baltazar menampakkan rasa kecewa yang begitu mendalam. Aku bisa membaca kekecewaan yang jelas terpancar di wajah dan matanya. Ia melihatku sedang menatapnya dan seolah ia memberi isyarat kepadaku dengan gerakan lemah kepalanya yang menggeleng. Aku tahu pasti dia ingin mengatakan bahwa dia tidak bersalah.

"Kau!" Seru Evander memecahkan keheningan yang sedang terjadi di depan penjara.

"Hukuman mati nampaknya sangat pantas bagi pengkhianat seperti dirinya." Suara Dalish menyusul kemudian.

Jantungku berdebar seolah akan melompat keluar dari rongga dadaku. Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Orang yang tidak bersalah tidak boleh dijatuhi hukuman. Apalagi hukuman mati.

"Tidakkah kita perlu bukti terlebih dahulu sebelum menjatuhi hukuman terhadapnya?" Suaraku sontak menarik semua perhatian. Semua yang hadir di sana menatap ke arahku dengan tatapan heran.

"Sejak kapan manusia penyusup seperti dirimu diperbolehkan bicara di sini tanpa izin Raja?" Dalish mengangkat dagunya ke arahku dengan sombong.

"Bukankah bukti yang kuat diperlukan untuk membuktikan apakah kau benar-benar menangkap orang yang tepat atau tidak?" Aku balas menantangnya.

Tampaknya perdebatan antara aku dan pemimpin penyihir itu menarik perhatian semua elf yang ada di sana. Mungkin ini adalah pemandangan yang baru bagi mereka. Aku tertawa dalam hati. Berani-beraninya aku menentang penyihir.

"Cukup!" Seru Evander.

Aku bernafas dengan berat. Aku merasakan tatapan Dalish yang penuh amarah seolah ia ingin segera membakar ku saat itu juga.

"Apa yang dikatakan olehnya ada benarnya juga," ujar Evander seraya menatap ke arah Dalish. "Aku perlu bukti yang nyata." tambahnya.

"Apa?" Dalish mendengus dan meludah ke samping.

Tidak ada yang berkomentar mengenai situasi ini.

"Ya, aku memerlukan bukti apakah kau benar-benar menangkap orang yang tepat atau tidak." Evander mengatakannya dengan suara datar.

"Kau mulai terpengaruh oleh perkataan manusia lemah ini?" tanya Dalish dengan nada mengejek ke arah Evander.

"Berhati-hatilah! Kau tahu kau sedang berbicara dengan siapa." Tatapan Evander berubah menjadi tajam.

"Hah! Dasar Raja konyol yang kekanak-kanakan!" dengus Dalish.

"Cukup!" Evander nyaris berteriak.

"Kau tidak sepantasnya menghina pemimpin penyihir hanya karena kau lebih mendengarkan pendapat manusia!" dengusnya.

Evander melangkah mendekat ke arah Dalish dengan tatapan mengancam. Dalish tidak mundur dan tidak menampakkan ketakutan sedikitpun.

"Bukti apa yang bisa membuktikan bahwa Baltazar adalah penyebab kekacauan di lembah naga?" tanya Evander dengan nada dingin.

"Hah! Kau terlalu menyayanginya hingga kau tidak tahu bahwa dia ingin melihatmu celaka!"

"Tutup mulutmu!" Kali ini Evander memelototkan matanya ke arah Dalish.

Ketegangan terasa begitu mencekam di halaman penjara. Entah kenapa, aku merasa bahwa Dalish sengaja menjebak Baltazar.

Tiba-tiba terdengar raungan Azelyn yang membuat semua orang yang hadir di sana mengernyitkan dahi karena suara yang begitu memekakkan telinga.

"Ada apa?" Aku mencoba berkomunikasi dengan Azelyn.

"Baltazar bukanlah pelakunya. Ia tidak mungkin melakukan hal semacam itu. Aku mempercayainya seperti aku mempercayai Evander dan dirimu," ucap Azelyn di pikiranku.

"Kalau begitu beritahu Evander tentang hal ini," balasku.

Beberapa detik kemudian aku merasakan Azelyn mengirimkan pikirannya pada Evander. Ia sengaja menghubungkan pikiran kami bertiga agar aku bisa mengikuti percakapannya dengan Evander.

Evander melirik ke arahku ketika ia menerima pesan dari Azelyn. Aku mengangguk ke arahnya.

"Orin!" Teriak Evander.

"Ya, Yang Mulia." Seorang pria bertubuh tinggi dan tegap maju dari kerumunan.

"Apakah kau melihat Baltazar tadi pagi di dalam istana saat aku sedang bersama Azelyn?" tanyanya ke pengawal itu.

"Ya, saya melihatnya sedang bertugas di dalam istana sepanjang hari ini, Yang Mulia!" jawabnya dengan tegas.

"Itu artinya, ia tidak ada di lembah naga ketika kejadian itu berlangsung." balas Evander menatap langsung ke arah Dalish.

"Ya, Yang Mulia." jawab Orin.

"Baiklah kalau begitu, sepertinya sudah jelas di sini bahwa penyihir kita menangkap orang yang salah!" jelas Evander.

Aku merasa lega mendengar ucapan Evander. Aku menoleh ke arah Baltazar dan melihat wajahnya juga menampakkan kebahagiaan karena dia telah terbebas dari tuduhan keji yang diberikan padanya oleh Dalish.

"Kalau begitu, lepaskan Baltazar!" seru Evander ke arah sipir penjara.

Sipir itu segera mematuhi perintah Evander dan segera melepaskan borgol di tangan Baltazar. Baltazar mengibaskan kedua tangannya ketika borgol itu terlepas. Tatapannya kini terarah pada Dalish.

"Aku akan memberimu satu kesempatan lagi untuk melakukan pekerjaanmu dengan benar." Evander mengucapkannya dengan dingin ke arah Dalish.

Dalish tidak menjawab, alih-alih ia membalikkan badannya dan melangkah pergi dengan angkuh. Baltazar berjalan cepat menghampiri kami.

"Berani-beraninya dia menuduhmu dengan tuduhan seperti ini!" ujar Evander ke arah Baltazar.

"Sudahlah. Saat ini aku sudah terlepas dari borgol sialan itu." Ia tertawa dan mengibaskan tangannya bekas borgol itu menahannya tadi.

Baltazar menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku membalas senyumnya.

"Semuanya boleh meninggalkan tempat ini dan kembali ke tempat kalian masing-masing!" Perintah Evander kepada semua elf yang hadir di sana.

Semuanya berbalik dan pergi meninggalkan kami. Azelyn berjalan mendekati kami bertiga.

"Lalu siapa sebenarnya yang menyebabkan kerusakan di lembah naga?" tanyaku penasaran.

"Kita akan segera menemukannya," balas Evander dengan tatapan menerawang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!