Raka sungguh membawa Ratih menuju ke rumahnya. Ratih awalnya takut dan merasa tidak enak, tapi ya itu, mau tidak mau dia harus ikut Raka. Ratih tidak memiliki pilihan lain. Ia sungguh tidak punya pilihan lain, ratih tidak memiliki kerabat di sana. Dia benar-benar hidup seorang diri.
" Assalamualaikum." Raka mengucapkan salam sambil masuk ke rumah.
" Waalaikumsalam, Ka, siapa itu?" tanya sang ibu.
Ibu Raka keluar dari rumah, Raka menjelaskan mengenai Ratih dan apa yang menimpa wanita itu. Ibu Raka yang bernama Fitri itu sangat terkejut, pun dengan Barja bapak dari Raka. Kedua orang tua itu kemudian meminta Raka untuk membawa Ratih ke dalam rumah.
Fitri bahkan membawa Ratih ke kamar mandi untuk membersihkan kakinya. Ya, Ratih tidak mengenakan alas kaki tadi saat berlari ke luar, terlihat beberapa bagian di telapak kaki Ratih terluka. Fitri juga memberi Ratih kerudung sebagai pengganti handuk yang digunakan untuk menutupi kepalanya tadi.
" Terimakasih bu," ucap Ratih dengan rasa malu."
" Sama-sama nduk. Ibu turut prihatin dengan apa yang menimpamu. Semoga masalah yang kamu hadapi segera selesai nduk." Doa Fitri tulus.
Ratih mengangguk pelan, ia lalu mengusap perutnya. Ratih merasa sedikit sakit nyeri di sana. Semakin lama rasa sakit itu semakin hebat. Perut Ratih seakan diremass-remass.
" Kenapa nduk?" Fitri terlihat cemas
" Ndak tahu bu, rasanya sungguh sakit. Auchh ... "
Ratih meringis kesakitan sambil terus memegangi perutnya. Fitri tentu bingung, ia kemudian memanggil putra dan suaminya.
" Pak, Ka, sini, ini Ratih sakit perutnya."
" Astaghfirullah, buk ayo bawa ke rumah sakit. Ratih sedang hamil buk. Aku takut kenapa-napa itu masalah perutnya."
Mata Fitri membulat sempurna mengetahui fakta tersebut. Ia sungguh tidak habis pikir, bagaimana bisa ada laki-laki yang berbuat buruk kepada istrinya bahkan saat istrinya tengah mengandung buah hati mereka.
Ratih terlihat sangat lemah dan kesakitan. Barja langsung berlari untuk menyalakan mobil dan Raka mengangkat tubuh Ratih atas perintah Fitri.
" Maaf, aku harus mengangkat tubuhmu," ucap Raka.
Ratih sudah tidak bisa menanggapi apa yang diucapkan oleh Raka. Ia juga membiarkan tubuhnya diangkat oleh pria yang baru 4 kali ia temui itu. Rasa sakit itu membuatnya tidal mampu berucap.
Barja langsung menekan pedal gas nya dalam-dalam dan membawanya ke rumah sakit. Hanya 15 menit mereka sudah di salah satu rumah sakit daerah tersebut. tepat di depan ruang IGD Barja menghentikan mobilnya. Fitri keluar terlebih dulu dan memanggil petugas medis. Mereka bergerak cepat, sebuah brankar di bawa ke depan mobil. Oleh Raka tubuh Ratih langsung dipindahkan dari mobil ke atas brankar dan langsung di dorong ke dalam ruang penanganan.
Tampak kekhawatiran di wajah semua orang yang saat ini menunggu Ratih. Dan Raka lah yang terlihat begitu khawatir. Pikiran buruk memenuhi pikiran pemuda itu
" Buk, aku khawatir Ratih keguguran."
" Huss, ndak boleh ngomong begitu. Doain yang terbaik buat Ratih."
Fitri mengusap punggung sang putra. Baru kali ini Raka terlihat begitu perhatian pada seorang wanita. Namun mengapa harus istri orang, Fitri sedikit merasa gelisah akan hal itu. Selama ini Raka selalu acuh jika ada wanita yang mendekati tapi melihat ia yang begitu perhatian kepada Ratih membuat Fitri jadi berpikiran begitu jauh.
Setelah beberapa saat seorang dokter kaluar dari ruangan yang tadi ratih masuk ke dalamnya.
" Apa Anda suaminya? kandungan pasien tidak bisa diselamatkan. Tadi si ibu mengalami pendarahan, jadi kami harus melakukan kiret."
" Innalillahi, buk piye iki ( gimana ini)."
Raka jelas bingung dengan pa yang harus ia lakukan. Dia jelas tidak berhak memutuskan hal itu. Tapi bagaimanapun itu memang harus dilakukan.
" Apakah Ratih sudah dikasih tahu dok, maksud saya pasien yang di dalam apakah sudah tahu tentang hal ini?"
" Sudah pak, kami sudah memberitahunya."
" Baik, lakukan penanganan seperti prosedur yang ada. Saya akan menandatangi surat persetujuannya."
Dokter tersebut kembali memasuk, tak lama dokter perempuan dayang ikut masuk juga. Sepertinya itu dokter kandungan. Sedangkan Raka menuju bagian administrasi untuk menyelesaikan administrasi yang harus diselesaikan untuk penanganan Ratih.
" Bu, prasangkaku benar. Kasihan dia."
" Cobaan hidupnya yang berat akan Allaah ganti dengan sesuatu yang indah dan akan Allaah naikkan derajatnya."
" Aamiin."
Barja mengajak istrinya untuk pulang terlebih dulu. Mereka tentu harus mengambil pakaian untuk Ratih. Fitri akan mencari pakaian miliknya yang sekiranya cocok dipakai untuk ratih sementara di rumah sakit.
Raka membiarkan kedua orang tuanya pulang. Ia memilih untuk menunggu di sana. Raka mengambil ponsel milik Ratoh yang ia masukkan ke dalam kantong Jaket. Ia melihatnya sekilas dna ingin memasukkannya kembali. Tapi Raka merasa penasaran. Ia ingat waktu itu Ratih mengatakan punya bukti mengenai perbuatan suaminya.
Berhasil, dan ternyata ponsel Ratih tidak dikunci. Raka langsung menuju ke galeri ponsel. Di sana ia melihat ada beberapa video. Raka membuka salah satunya. Ternyata, itu adalah rekaman kejadian dimana Ratih diperlakukan buruk oleh Hari. Tangan Raka mengepal, dada pria itu naik turun menahan marah.
" Ini pria benar-benar biadab. Dia jelas tahu istrinya sedang hamil, mengapa tega begitu."
Sepanjang melihat video tersebut diputar tak henti-hentinya Raka mengucap istighfar. Setelah selesai dnegan video yang satu, ia pun melihat video yang lainnya. Kali ini dia menahan nafasnya, video yang ia lihat adalah video seorang pria dan wanita yang sedang berhubungan intim. Raka melihatnya dengan seksama.
" Ini suaminya Ratih, gila. Pria brengsek memang. Udah nggak punya otak nih laki. Tapi tunggu, mengapa sepertinya aku mengenal wanita itu. Mengapa wajahnya tidak asing?"
Raka menghentikan video tersebut lalu membesarkan gambarnya. Dan sebuah keyakinan Raka dapat bahwa wanita dalma video itu adalah wanita yang pernah lihat. Raka jelas tersulut amarah bagaimana bisa wanita itu melakukan perbuatan zina dnegan suami orang dna dengan percaya dirinya ingin menikah dnegan pria yang lain.
" Sungguh pasangan tidka bermoral. Sama-sama nggak punya otak, iman, dna hati. Menjijikkan. Ya Allaah, betapa sakit hati Ratih mendapatkan semua ini dalma hidupnya. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan setelah semua kemalangan yang kamu alami."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
ike sihab
bancanya ampe tegang krn ada kdrt sungguh bikin emosi ketambah keguguran pulaa yaa ammpun tuk suami diberipelajaran diapain yaa
2023-09-08
2