Suami Pelunas Hutang 16

Ratih dan Ridwan membicarakan banyak hal. Dan saat tahu bahwa kedua orang tua Ratih telah tiada membuat Ridwan sungguh merasa prihatin.

Dia memang tidak dekat dengan ratih semasa sekolah dulu. Ridwan hanya Tahu bahwa Ratih termasuk gadis yang baik dan tidak banyak ikut kegiatan sekolah. Tapi meskipun begitu Tatih banyak dikenal siswa lain karena kemampuan public speaking nya yang bagus. Ia selalu didapuk untuk jadi Master of Ceremony atau MC di setiap kegiatan sekolah.

" Lalu apakah kamu sudah menikah?"

Pertanyaan ridwan membuat Ratih menaikkan kepalanya yang tadi menunduk. Tapi saat ia tahu bahwa Ridwan menatapnya dengan penuh penasaran Ratih pun kembali menundukkan wajahnya untuk menghindarai tatapan Ridwan.

" Ada apa Tih, sepertinya kamu sedang berada dalam masalah?" Ridwan seketika menanyakan hal itu. Pria tersebut bisa melihat gelagat Ratih yang tidak merasa nyaman.

Ratih membuang nafasnya kasar. Entah tindakannya ini benar atau tidak tapi bertemu Ridwan seakan membuatnya ingin menceritakan apa yang saat ini dialaminya. Tidak dipungkiri ia butuh teman untuk bercerita dan saat ini kesempatan itu hadir.

" Aku sudah menikah kak, sebulan yang lalu aku menikah, tapi saat ini aku sedang dalam proses pengajuan sidang cerai." Ratih akhirnya mengatakan apa yang saat ini sedang dialami

" Cerai? Mengapa begitu?" tanya Ridwan penuh keheranan.

Ridwan jelas terkejut. Bagaimana bisa seorang yang baru saja menikah langsung ingin bercerai. Terlebih usia pernikahannya bahkan belum seumur tanaman jagung.

" Dia selingkuh kak, ditambah dia melakukan KDRT terhadapku?"

" Ya Allaah, teganya pra itu. Apa luka di bibirmu dan di tanganmu itu adalah perbuatan dia?"

Ratih mengangguk dan Ridwan mengeram marah. Bagaimana bisa seorang suami begitu tega melakukan hal tersebut kepada wanita yang menjadi istrinya. Ridwan benar-benar tidak habis pikir.

Ada keinginan dalam diri Ridwan untuk membantu Ratih. Pria itu kemudian mengambil ponselnya dan terdengar sedang menghubungi seseorang. Dalam pembicaraan di sambungan telepon dapat Ratih tangkap Ridwan meminta seseorang untuk datang ke tempat mereka saat ini berada.

Sekitar 15 menit berlalu seseorang yang ditunggu oleh Ridwan datang. pria itu langsung mengulurkan tangannya untuk menyalami Ridwan dan Ratih.

" Lhoh,mbak yang waktu itu."

" Eh mas, waktu itu mas yang membayar bakso saya bukan?"

Apakah ini yang dikatakan bahwa dunia tidak selebar daun kelor, ternyata orang yang di telepon Ridwan adalah Raka. Pria yang waktu itu pernah bertemu dengan Ratih di warung bakso.

" Loooh kalian sudah saling kenal to, lho ya bagus," ucap Ridwan saat melihat Raka dan Ratih yang terlihat tidak asing.

Ridwan memastikan sekali lagi bahwa Ratih dan Raka adalah orang yang saling mengenal. Raka Ardiansyah adalah sepupu dari Ridwan Syahbandar. Ridwan berniat membantu Ratih dengan membawa Raka yang seorang pengacara tersebut. Bagaimana pun kasus ratih haruslah di dampingi seorang pengacara.

Raka juga tidak mengira kalau kakak sepupunya itu adalah kakak tingkat dari Ratih. Kini semuanya menjadi lebih mudah karena mereka mengenal satu sama lain. Dan keinginan Raka membantu Ratih juga lebih mudah direalisasikan. Tentunya melalui Ridwan.

" Lalu Mbak Ratih apa yang sudah mbak lakukan sejauh ini."

Pertanyaan Raka dijawab oleh Ratih dengan penjelasan yang panjang. Ia menceritakan mengenai laporan yang ia lakukan ke kantor polisi dan juga visum di rumah sakit. Satu hal yang membuat Raka dan Ridwan merasa was-was yakni mengetahui bahwa Ratih masih tinggal satu rumah dengan Hari. Terlebih saat Ratih bercerita kalau Hari berusaha untuk menyakiti perutnya dimana ia saat ini sedang mengandung.

Ridwan benar-benar tidak habis pikir. Mengapa ada pria semacam itu yang hidup di bumi ini. Pun dengan Raka, pengacara itu berkali-kali menggelengkan kepalanya.

" Apa kamu tidak bisa keluar dari rumah Tih," tanya Ridwan.

" Ndak bisa kak. Itu rumahku, rumah peninggalan almarhum bapak dan ibu. Yang seharusnya keluar dia bukan aku."

Jawaban Ratih membuat Ridwan mengangguk setuju pun dengan Raka. Yang jadi PR kali ini adalah bagaimana membuat Hari keluar dari rumah Ratih. Kedua pria itu benar-benar tengah memikirkan caranya.

" Kak Ridwan, Mas Raka, sudah tidak usah terlalu berpikir berat. Biar ini aku saja yang memikirkannya. Oh iya aku pamit duluan ya."

" Oke kalau begitu. Nanti Mbak Ratih hubungin aku kalau mau ke pengadilan. Biar lebih mudah untuk mengajukan gugatan."

Ratih mengangguk. Setelah pamit ia pin segera menyalakan motornya lalu kembali pulang ke rumah. Ya, Ratih tidak akan ke toko, dia sudah menghubungi Nia bahwa hari ini ia akan di rumah saja.

Kini tinggal Raka dan Ridwan di kedai makan tersebut. Ridwan membuang nafasnya kasar. Ia sungguh tidak menyangka kehidupan gadis yang terkenal sebagai gadis ramah dan lembut saat masih sekolah dulu itu sungguh berat.

Ratih hidup seorang diri. Ditambah baru saja menikah, wanita itu harus menerima rasa sakit diselingkuhi oleh sang suami. Apalagi Ratih dalam kondisi hamil. Jika biasanya wanita Hamil akan begitu membutuhkan perhatian suami, maka Ratih malah berjuang untuk lepas dari suaminya.

" Bagaimana Ka, apakah semuanya nanti akan lancar?" tanya Ridwan kepada adik sepupunya itu.

" Aman sih mas, asalkan semua bukti di dapat dan valid. Meskipun dalam keadaan hamil tapi itu tidak masalah. Terlebih perbuatan suami Ratih mengancam nyawa. Aku jadi khawatir, takutnya tuh suami nekat mencelakai Ratih."

Ridwan juga berpikiran sama. Dari cerita yang Ratih sampaikan, Hari benar-benar sudah tidak punya hati nurani. Tapi mereka pun tidka bisa berbuat banyak. Di hati keduanya berdoa agar semuanya baik-baik saja.

" Mungkin besok aku akan menghubungi Ratih dan menanyakan kapan akan ke pengadilan. Oh iya kapan Mas Ridwan rencana nikahannya. Katanya mau sat set. Katanya habis lamaran mau langsung aja."

" Iya, ini lagi nyiapin. Rencana awal bulan besok. Doain aja yang terbaik."

Raka hanya mengangguk pelan, sebenarnya ia agak ragu. Memang keluarga kakak sepupunya itu tidka suka dengan yang namanya pacaran. Jika sudah yakin maka langsung saja dinikahi biar tidak ada fitnah dan tidak menjadi zina.

Tapi entah mengapa Raka dalam hati merasa tidak sreg dengan calon istri yang dikenalkan Ridwan kepadanya beberapa hari yang lalu. Wanita itu memang cantik tapi Raka merasa ada sesuatu yang lain dari wanita tersebut.

TBC

Terpopuler

Comments

Tuxepos Jasmine

Tuxepos Jasmine

jd....authornya bakal jadiin ratih sm ridwan apa raka nih???🙈🙈🙈🙈

2023-09-08

1

Tuxepos Jasmine

Tuxepos Jasmine

ya allah kaga rela bener gw si medusa dpt cwo sebaik ridwan🤮🤮🤮🤮🤮

2023-09-08

0

Riani Y.A

Riani Y.A

seru niihhh... raka ama ridwan jantungan ga tuh ntar pas liat bukti video nya😁😁😁

2023-09-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!