Hari keluar dari rumah Sang ibu dengan wajah marah dan perasaan yang kesal. Malam ini sebenarnya merupakan jadwalnya Hari bekerja shift malam. Akan tetapi suasana hatinya saat ini sedang tidak baik. Maka dari itu Hari memilih untuk absen.
Tapi tujuan Hari bukan pulang ke rumah menemui istrinya melainkan pergi ke tempat sang kekasih. Meskipun tempat tinggal Cita tidak terlalu jauh dengan tempat kerjanya tapi Cita memilih untuk tinggal di kostan. Dengan dalih biar tidak repot hanya tinggal jalan saja sudah sampai.
Ternyata sampai di kos an Cita, si empunya belum pulang. Untuk mengelabui tetangga sekitar kos an, Hari memarkir motornya di mini market 24 jam. Lalu dia akan sedikit jalan kaki ke arah kos an.
" Baru jam 9, paling baru beres-beres. Aku akan tunggu di dalam saja."
Dengan mudahnya Hari masuk ke dalam kost Cita. Hal tersebut dikarenakan ia memiliki kunci cadangan atas pemberian Cita sendiri, jadi Hari bisa bebas keluar masuk tanpa diketahui.
Hari membaringkan tubuhnya di kasur yang berada di lantai. Cita memang lebih suka kasur ditaruh di lantai ketimbang di dipan, katanya kalau tidur dia suka sembarangan jadi takut jatuh terguling jika menggunakan dipan. Tapi tak berselang lama sebuah suara motor terdengar. Hari seketika bangkit dan berjalan menuju jendela, ia mengintip apa yang terjadi di luar. Hari pun tersenyum saat melihat Cita di sana tapi senyumnya hilang ketika ia melihat seorang pria yang sepertinya mengantarkan Cita pulang.
" Apa itu pacar Cita yang katanya serius ingin menikahinya. Huh, aku ndak bisa biarin Cita menikah dengan pria lain."
Cemburu langsung membakar hati Hari. Kekasihnya digenggam mesra tangannya oleh pria lain jelas ia marah. Agaknya dia lupa tadi pagi baru mengatakan bahwa dirinya akan berubah dihadapan sang istri. Setidaknya jika itu hanya untuk berpura-pura maka sungguh hati Hari tidak tahu terbuat dari apa.
Cekleeek
Cita sedikit terkejut saat membuka pintu kost yang sudah tidak terkunci, namun ia tersenyum saat mencium aroma parfum yang sangat ia kenal tersebut. Tentu dia tahu siapa yang melakukan hal tersebut.
Greb
Hari langsung memeluk Cita. Bukan hanya memeluk, Hari bahkan langsung menciumi leher wanita tersebut dengan sedikit brutal. Cita paham, kekasihnya itu saat ini pasti sedang cemburu. Ia membiarkan Hari melakukan apa yang diinginkan. Dan, saat ini tubuh Cita sudah dijatuhkan ke atas kasur oleh Hari.
" Kenapa mas?" Tanya Cita berlagak tidak paham.
" Aku ndak suka kamu dekat-dekat dengan pria itu."
Hari kemudian langsung mencium bibir Cita, ia mulai menjelajahi tubuh sang kekasih dengan tangannya. Saat Hari mulia membuka satu demi satu baju Cita, wanita itu bangkit dan menghentikan aksi Hari.
" Stop, ada apa mas malam-malam menyelinap kemari. Aku yakin pasti ada yang ingin dibicarakan. Mas melakukan hal seperti ini sebulan yang lalu saat akan menikahi Ratih."
Hari menyingkir dari atas tubuh Cita. Ia mengusap wajahnya kasar, hasratnya sudah naik tapi Cita menghentikannya.
" Ratuh hamil Cit."
" Apa!"
Dugh
Saking terkejutnya Cita melayangkan sebuah pukulan ke dada Hari. Ada rasa marah dan kesal di sana. Hamil? Berarti Hari melakukan itu dengan Ratih? Sungguh Cita tidak bisa menerima. Hari mengatakan bahwa dia hanya sekedar menikahi, tapi kenyataannya apa?
" Kau benar-benar ya mas. Pulanglah kepada istrimu. Sebaiknya kita sudahi hubungan ini. Bagaimanapun kita tidak akan berhasil. Dia sedang hamil, maka kalian akan selalu punya ikatan yakni anak."
" Ndak Cit, ndak bisa. Aku ndak mencintainya. Aku hanya cinta sama kamu. Aku tetap akan menceraikannya seperti rencana awal yang ku katakan padaku."
Hening
Baik Cita maupun Hari saat ini terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Cita mulai berpikir apakah dia akan mulai melepaskan Hari dan sepenuhnya menerima Ridwan? Tapi bila boleh jujur memang Cita hanya mencintai Hari. Ridwan adalah pria yang tadi mengantarkan Cita pulang ke rumah. Sudah sebulan ini memang mereka dekat.
Ridwan merupakan karyawan sebuah bank swasta. Baik, tampan dan tidak neko-neko. Tapi memang hati Cita belum tersentuh oleh ketulusan Ridwan. Sebenarnya Ridwan sungguh serius ingin meminang Cita, meskipun baru mengenal tapi Ridwan memang tidak main-main.
Lain pikiran Cita lain pula isi kepala Hari. Pria itu malah sedang berpikir bagaimana mengakhiri hubungannya dengan istrinya. Hari jelas tidak bisa melepaskan Cita. Melihat Cita menikah dengan pria lain, big no, baru melihat Cita dipegang tangannya oleh pria lain saja Hari sungguh tidak rela. Dirinya langsung terbakar amarah.
" Please Cit, aku sungguh mencintaimu. Aku ndak bisa kehilanganmu." Hari mengatakan hal tersebut sambil kembali memeluk Cita.
Cita sendiri tak mampu berbuat apa-apa. Pelukan Hari selalu membuatnya nyaman. Satu hal yang Cita pegang saat ini, Hari adalah miliknya dari awal dan Ratih hanyalah seorang wanita yang menjadi batu sandungan dalam hubungan mereka.
" Aku pun mencintaimu mas."
" Jadi apakah kamu mau menungguku?"
" Aku beri waktu sampai dia melahirkan. Ceraikan dia lalu mari kita bersama. Satu hal, aku tidak mau anak itu bersamamu. Berikan saja kepada ibunya."
" Baiklah setuju akan ku lakukan."
Hari bersorak, ini adalah hal yang menggembirakan. Ia pun membalikkan tubuh Cita lalu kembali mencium bibir wanitanya tersebut. Bukan hanya sekedar mencium keduanya kini sudah sama-sama tidak berpakaian. Mereka saling bertukar peluh. Sebuah peringatan disampaikan oleh Cita kepada hari. " Ingat, jangan melepaskannya di dalam."
" Aku tahu sayang. Aku sungguh mencintaimu Cit."
" Aku juga mencintaimu mas."
Keduanya mengerangg bersama saat sampai pada puncaknya. Hari menumpahkan isi dalam miliknya ke perut Cita. Mereka sama-sama tersenyum. Sungguh Hari tidak lagi mempunyai hati. Janjinya hanyalah janji kosong terhadap istrinya.
Apa yang dikatakan Hari semuanya berbanding terbalik dengan perbuatannya.
" Baiklah, tunggu sampai dia melahirkan dan aku akan menceraikannya. Saat ini bertahan dulu. 8 bulan lagi, aku yakin itu bukan waktu yang lama. Atau, aku bisa membuatnya lebih singkat lagi."
Hari berbicara dalam hati. Entah apa yang akan jadi rencana pria itu. Tapi seringai terbit dari bibirnya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Memyr 67
maksudnya, hari mau bunuh anaknya sendiri? dan diamuk sama ibunya?
2024-12-21
0
Îen
klo k IAS bikin hari ending nya bersatu sm bini sah nya....aku angkat tangan dahhh....krn aku adalah anti perselingkuhan apalagi suami yg ringan tangan...smoga mereka cepet cerai dan lepas dr suami toxic kek hari
2023-09-02
3