Suami Pelunas Hutang 13

Watik mencoba memikirkan apa yang dikatakan oleh sang ibu. Ia merasa semuanya itu masuk akal dan benar adanya. Jika dia bisa menikah dengan Tuan Danu maka sebuah kedudukan akan ia terima. Siapa yang tidak tahu seorang Danu Saputro, orang kaya di daerah Watik itu jelas memiliki pengaruh yang besar di masyarakat.

" Istri kedua. Apakah benar-benar menjadi solusinya bagi Danu 50 juta mungkin tidak ada apa-apanya. Lagi pula sepertinya istrinya baik. Nyatanya dia mau datang kemari untuk melamar diriku."

Watik bergumam pelan. Tampaknya ia sudah mengambil sebuah keputusan untuk menerima pinangan Danu sebagai istri ke dua.

Di sisi lain Ratih yang baru pulang dari rumah ibu mertuanya itu menyempatkan mampir makan di sebuah kedai bakso dan mie ayam . Jam menunjukkan pukul 11. 30 siang. Perutnya mulai terasa lapar dan ia kali ini menginginkan bakso.

" Apa kali ini kamu yang mau hmm?" ucap Ratih lirih sembari mengusap perutnya yang belum terlihat itu.

Mengapa Ratih berkata begitu, pasalnya ia tidak terlalu suka dengan bakso dan entah mengapa kali ini dia sungguh ingin. Mungkin ini yang dikatakan ngidam.

Saat menunggu pesanan bakso nya datang, Ratih dikejutkan oleh seorang pria yang tiba-tiba duduk di sebelahnya dan menyapanya.

" Maaf, mbak yang tadi di pengadilan bukan?"

Ratih terdiam sejenak lalu mengangguk. Ia ingat, pria itu tadi yang hampir bertabrakan dengannya di depan gerbang pengadilan.

" Aah mas yang tadi. Maaf ya mas, saya beneran ndak sengaja tadi."

" Tidak apa-apa mbak. Aah ini kartu nama saya mbak. Siapa tahu kalau mbak butuh."

Raka Ardiansyah, SH. Pengacara.

Ratih mengambil kartu nama tersebut dan membacanya sekilas. Ia pun lalu menyimpannya ke dalam sling bag miliknya. Tak lama kemudian pesanan bakso Ratih datang. Wanita itu langsung mengambil sendok dan garpu lalu mulai memakannya. Pun dengan Raka, pria ity juga mulai makan pesanan mie ayam yang sampai berbarengan dengan bakso milik Ratih.

" Mbak, stop jangan banyak-banyak. Bukannya mbak sedang hamil. Maaf bukannya mau ikut campur, tapi sekedar mengingatkan saja."

Raka spontan mengatakan hal tersebut saat melihat Ratih hendak menyendok sambel kedua kalinya ke dalam mangkok baksonya. Ia mendengar tadi di pengadilan dari bagian administrasi bahwa Ratih tengah hamil sekarang. Maka dari itu, Raka berani berkata begitu.

Ratih akhirnya urung mengambil sambel lagi. Apa yang dikatakan oleh pria yang duduk di sampingnya itu benar adanya. Ia baru ingat bahwa sekarang ada nyawa lain dalam tubuhnya yang makanannya bergantung pada dirinya.

Baik Ratih maupun Raka makan dengan hikmad. Masing-masing dari mereka menikmati makan siang mereka tanpa ada kata lagi yang terucap.

Tapi sepintas Raka melirik ke arah Ratih. Ia melihat wajah ibu hamil itu dari samping, cantik alami, itulah yang Raka pikirkan.

" Astagfirullah, istri orang itu."

Raka merutuki dirinya yang mengagumi wanita yang jelas merupakan wanita bersuami dan tengah mengandung. Ia lalu menyudahi makannya dan langsung bangkit pergi dari sana setelah membayar. Tampaknya Raka menyadari bahwa dia tidak boleh berlama-lama berada di dekat wanita tersebut.

" Gila, hampir saja aku mengagumi istri orang lain. Dosa Ka ... Dosa."

Brummmm

Raka benar-benar seperti orang yang kabur dari kejaran satpol pp karena terciduk mangkal sembarangan.

Disisi lain Ratih tidak ambil pusing dnegan perilaku pria yang baru saja ia temui itu. Setelah selesai makan ia segera membayar, tapi Ratih terkejut saat penjual bakso mengatakan bahwa bakso yang dimakan sudah dibayar.

" Mas yang tadi duduk di sebelah mbak yang bayar."

" Oh begitu pak, ya sudah terimakasih pak."

Ratih menggaruk kepalanya yang berbalut hijab tersebut. Ia sungguh tidak mengerti dengan apa yang dilakukan pria yang baru dia kenal itu. Tapi Ratih tak mau ambil pusing. Ia kemudian segera kembali ke toko untuk menyelesaikan pembayaran gaji terakhir Watik. Ya, Ratih yakin untuk memberhentikan Watik dari toko miliknya.

🍀🍀🍀

Hari kembali tidak masuk kerja. Ia memilih untuk bersama dengan Cita. Cita saat ini mendapat jatah off jadi Hari dan Cita memutuskan untuk pergi berdua.

Mereka berdua pergi ke pantai dan menghabiskan waktu berdua. Hari sungguh merasa seperti orang ynag bebas tanpa beban. Padahal ia bafu saja melakukan hal burik kepada sang istri.

" Mas,"

" Hmmm."

" Mas, aku menerima lamaran Mas Ridwan."

Hari sungguh terkejut mendengar pernyataan Cita. Ia langsung menarik tubuh Cita untuk menghadap ke arahnya. Saat ini mereka berdua sedang duduk di bawah pohon yang ada di pantai.

" Kamu gila ya Cit. Kamu sungguh menerima lamaran pria itu? Kamu bercanda kan?"

Cita menggelengkan kepalanya pelan. Wanita itu sungguh serius dengan ucapannya.

" Cit, aku kan sudah bilang, tunggu, tunggu sebentar lagi. Aku akan pisah dengan Ratih."

" Tapi dia hamil mas. Aku tidak sanggup untuk menunggumu dan Ridwan, dia sungguh serius ingin menikahi ku."

Hari mengacak rambutnya dengan kasar. Ia sungguh kesal saat ini. Terlebih kepada Ratih. Ia selalu menganggap Ratih adalah sumber masalah dalam hidupnya.

Tapi suatu hal muncul di kepala Hari. Ia kini menatap Cita dengan tajam.

" Lalu, apakah kamu yakin pria itu akan menerimamu saat dia tahu bahwa kamu tidka lagi suci? Apa dia benar akan berjiwa besar menerima wanita yang lebih dulu memberikan kehormatannya kepada orang lain terlebih dulu dari pada dirinya."

Glek

Cita menelan saliva nya dengan susah payah. Ia lupa akan hal itu. Ya, dia tentu sudah tidak perawan lagi dan itu ia lakukan bersama Hari. Bukan karena paksaan tapi atas dasar suka sama suka.

Seketika wanita itu terdiam. Ia menerawang jauh, membayangkan bagaimana rekasi Ridwan jika mengetahui hal tersebut.

Terlebih keluarga Ridwan yang Cita tahu berasal adalah keluarga yang taat agama. Hal itu diketahui oleh Cita saat dibawa ke rumah oleh Ridwan. Makanya Ridwan sendiri bukannya mengajak Cita pacaran tapi langsung meminta untuk menikah.

" Apa yang harus ku lakukan? Apakah Mas Ridwan akan menerimaku atau tidak?"

Cita bermonolog dalam hati. Ia sendiri sebenarnya juga tidak mencintai Ridwan tapi menunggu Hari sungguh ia tidak bisa.

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!