Para taruna sudah berbaris rapih untuk melaksanakan upacara pemberangkatan kontingen latihan para dasar Taruna AAU Tingkat II yang dipimpin oleh Gubernur Akademi Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI Edi Purnomo, S.T., MT. di lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara.
Sersan Taruna Tingkat II akan mengikuti latihan para dasar terjun payung selama satu bulan di Lanud Sulaiman, Bandung. Para dasar terjun payung merupakan latihan kematraan yang wajib diikuti oleh Taruna AAU Tingkat II. Para dasar ini bertujuan untuk memperkuat karakter air crew serta calon Perwira TNI AU, juga untuk memberikan pengalaman tentang teknik terjun statik, sekaligus menanamkan semangat cinta dirgantara dan kebanggaan sebagai calon Perwira TNI AU.
Gubernur mengingatkan para taruna untuk senantiasa memperhatikan, mematuhi serta melaksanakan arahan-arahan dari para instruktur dan pelatih. Tak lupa untuk melakukan cek dan ricek, serta saling mengingatkan sesama rekan sebelum memulai latihan, agar tidak terbuka peluang terjadinya kecelakaan.
Usai upacara pelepasan, para taruna secara tertib berjalan menuju kendaraan yang sudah disiapkan untuk mengantar mereka menuju kota kembang sambil membawa barang bawaan mereka. Terlebih dulu mereka akan menuju Yogyakarta. Dari sana mereka akan diterbangkan ke Bandung dengan menggunakan pesawat Hercules.
Sebanyak 150 Taruna Tingkat II sudah sampai di bandara Adi Sutjipto. Pemberangkatan terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama yang terdiri atas 55 taruna dan 8 orang pendukung, berangkat menggunakan pesawat Hercules A-1335. Sedangkan sisanya, sebanyak 95 taruna dan 7 orang pendukung diangkut menggunakan pesawat Hercules A-1330.
Setelah mengudara selama satu jam lebih, akhirnya pesawat yang ditumpangi para taruna mendarat di Lanud Husein Sastranegara. Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan menuju Lanud Sulaiman melalui jalur darat. Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Sulaiman, adalah pangkalan tipe B dan sebagai pelaksana Pendidikan TNI AU yang berkedudukan langsung di bawah Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara. Pangkalan udara ini berada di daerah Kopo, Bandung.
Setibanya di Lanud Sulaiman, para taruna dan pendukung mengikuti dulu acara serah terima siswa. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembagian Helm Para Dasar. Baru kemudian melakukan pembagian mess. Nantinya para taruna akan tinggal di mess selama latihan sampai selesai.
Azzam tentu saja senang, pelatihan para dasar kali ini diadakan di kota kelahirannya. Saat pesiar nanti, dia bisa mengunjungi kediaman orang tuanya. Pemuda itu merapihkan barang bawaannya lebih dulu di dalam mess, sebelum mereka kembali berkumpul untuk menerima pengarahan dari pelatih terkait pelatihan para dasar yang akan mereka lakukan.
🌻🌻🌻
Dengan menggunakan pakaian dinas lapangan berwarna loreng, semua taruna berkumpul. Mereka siap menerima pengarahan untuk latihan para dasar. Pada latihan kali ini, mereka akan mendapat materi latihan teori ground training dan praktek terjun. Sebelum praktek terjun, mereka harus lebih dulu menguasai materi ground training.
Materi ground training merupakan salah satu latihan yang wajib dilaksanakan oleh taruna saat latihan para dasar. Materi ini harus dikuasai sebelum melakukan penerjunan. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat bagian tubuh untuk meminimalisir terjadinya cedera atau kesalahan saat melakukan penerjunan.
Materi yang akan diberikan terdiri dari penguatan kaki, cara exit dari pesawat, mengatasi kesulitan di udara, darat dan air. Serta proses mengemudikan payung dan melakukan pendaratan.
Semua taruna kini sudah berada di Skadik 04 atau Skuadron Pendidik 04 yang ada di Lanud Sulaiman. Mereka akan berlatih fisik untuk penguatan kaki. Hal ini penting, karena kekuatan kaki diperlukan saat proses pendaratan aksi terjun payung. Setelah apel pagi, para taruna berbari dan mengikuti arahan pelatih.
Azzam bersiap untuk melakukan latihan fisik. Setelah pemanasan, dia melanjutkan latihan untuk penguatan kaki. Azzam menaruh kedua tangan di pinggang kemudian meloncat dengan posisi kedua kaki rapat. Dia meloncat ke arah kiri, tengah, kanan dan kembali ke tengah dengan kecepatan yang teratur. Tidak lupa mulutnya berteriak menghitung gerakan yang sudah dilakukan.
“Satu.. dua.. tiga.. empat”
Selanjutnya pemuda itu mengambil posisi push up. Dia menggerakkan kakinya maju hingga posisinya berjongkok dengan kedua telapak tangan menyentuh aspal, lalu dengan cepat mengembalikan posisi seperti akan push up.
“Satu.. dua.. tiga.. empat.”
Latihan berikutnya adalah melompat dengan posisi kaki rapat. Semua taruna melompat dengan gerakan serempak, berhenti sebentar, lalu meloncat kembali sampai ke tempat yang sudah ditentukan. Jika dilihat sekilas, gerakan melompat ini sudah seperti gerakan loncat pocong. Mungkin sebelum menjadi pocong, mereka adalah atlit terjun payung.
Gerakan selanjutnya adalah gerakan melompat sambil menjatuhkan diri. Posisi menjatuhkan diri begitu penting, sehingga semua taruna harus melakukannya dengan benar. Di depan para taruna terdapat matras tebal sebagai alas tubuh mereka saat menjatuhkan diri.
Azzam meloncat dengan posisi menyamping, kedua tangan berada di samping kepalanya. Setelah melompat ke samping kanan, pemuda itu menjatuhkan dirinya ke matras. Tangannya terentang ke depan saat akan menjatuhkan diri, lalu punggungnya lebih dulu menyentuh matras, kemudian berbalik dan posisi terakhir tubuh melengkung seperti pisang.
Setelah beberapa kali melatih cara menjatuhkan diri di matras dengan posisi seperti pisang, latihan dilanjutkan ke tempat lain, dengan memeragakan hal serupa. Kali ini mereka akan meloncat dari palang besi. Tempat mendarat diberi pasir agar tidak terjadi cedera saat pendaratan. Azzam meloncat dari palang setinggi kurang lebih satu hingga satu setengah meter, dan memposisikan tubuhnya seperti pisang ketika sampai di bawah.
Usai melakukan latihan melompat menggunakan palang. Kali ini dia akan melakukan latihan pendaratan menggunakan flying fox. Bergiliran para taruna naik ke tempat mereka melakukan flying fox. Tempat terjun dibuat dari badan pesawat yang ditaruh di atas ketinggian. Azzam berpegangan pada alat seluncur, sedetik kemudian tubuhnya mulai meluncur ke bawah. Begitu berada di atas tempat pendaratan, Azzam menjatuhkan diri dan posisi tubuhnya seperti yang dilakukan sebelumnya, melengkung seperti pisang.
Setelah latihan melompat dan mendarat, kini mereka melakukan latihan bagaimana cara ketika mengudara. Sama seperti tadi, para taruna di bawa ke badan pesawat yang ditaruh di ketinggian. Di depan badan pesawat terdapat papan untuk berlatih repling. Para taruna bersiap keluar dari badan pesawat melalui pintu yang ada di bagian samping, seolah-olah mereka akan melakukan terjun payung.
Para taruna yang bersiap terjun sudah berbaris di dalam badan pesawat. Azzam menaruh kedua tangannya di bagian atas pintu pesawat, pelatih memasangkan tali karmantel di tubuhnya, kemudian pria itu terjun keluar dengan kedua tangan berada di depan dada. Dia merentangkan kaki dan tangannya, kemudian menarik-narik tali karmantel seolah itu adalah tali kemudi payung, lalu mendarat dengan sempurna.
Latihan tersebut terus mereka ulangi dan lakukan, sampai semua taruna bisa melakukannya dengan baik. Selanjutnya mereka akan berlatih bagaimana mengendalikan payung yang terkembang saat berada di darat. Mereka berada di lapangan lokasi pendaratan latihan terjun payung. Mereka harus bisa mengendalikan payung yang sudah terkembang, agar tidak kembali terbawa naik.
Payung yang sudah terkembang terpasang di tubuh Azzam. Dengan bantuan dua orang pelatih, mereka menarik Azzam, kemudian melepaskannya. Pemuda itu berusaha menarik payung yang masih terkembang agar berhasil diturunkan olehnya. Kekuatan dan keseimbangan tubuh diperlukan untuk melakukan ini. Latihan fisik yang sudah dilakukannya, berguna pada saat sekarang.
Latihan selanjutnya adalah mengenal payung atau parasut yang akan mereka gunakan. Dengan seksama para taruna memperhatikan saat para pelatih menerangkan, bagaimana cara menarik tali begitu tubuh keluar di udara dan payung dapat terkembang. Mereka juga belajar bagaimana mengarahkan payung dengan mengikuti arah angin. Terakhir mereka diajarkan bagaimana cara melipat payung.
Setelah para taruna sudah menguasai materi ground training, kini tiba saatnya mereka melakukan latihan praktek terjun. Masih dengan menggunakan pakaian dinas lapangan loreng, mereka berkumpul di landasan pacu Sulaiman. Mereka sudah mengenakan helm dan menggendong tas berisi parasut. Begitu pelatih selesai memberi pengarahan, mereka mulai menaiki pesawat Hercules yang akan membawa mereka ke ketinggian.
Beberapa kali Azzam menarik dan menghembuskan nafas panjang. jantungnya berdetak tak karuan saat akan melakukan atraksi terjun payung untuk pertama kalinya. Dia mengingat semua latihan yang sudah diterimanya. Sebisa mungkin dia berkonsentrasi saat melakukan ini. Salah sedikit saja, maka akibatnya akan fatal.
Pria itu berbaris di belakang beberapa rekannya yang sudah siap terjun. Tali karmantel sudah terkait ke ransel di belakangnya. Tali tersebut akan menjaganya saat keluar dari pesawat. Nantinya tali tersebut akan terlepas begitu posisi tubuhnya menjauh dari pesawat. Deru angin menerpa wajahnya. Degup jantungnya semakin berdetak tak karuan, ketika waktunya untuk terjun semakin mendekat.
🌻🌻🌻
Ini emak²nya Azzam pada cerewet nyariin jodohnya Azzam, anaknya belum selesai pendidikan oii.. Sabar ngapa🤣 stok cewek yang lain juga belum keluar😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Kas Mi
emng brp thor stock cwe azzam..😀
2024-01-26
1
DhilaZiya Ulyl
biyuuuh akeh men setok e😅😅😅
2023-12-17
2
Supartin Titin
Azzam SM Soraya aja
2023-12-14
1