Personil terakhir yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. setelah semua anak dan cucu sungkeman pada personil terakhir pandawa lima, Kevin bersiap untuk memberikan salam tempel pada cucu-cucunya. Abi, Juna, Cakra, Jojo, Anfa dan Kevin duduk berjejer, bersiap untuk memberikan uang untuk cucu-cucu mereka. Sang penerima dana BLT sudah mengantri dengan tertib.
“Barisnya dari urutan yang paling tua ya,” usul Zar sambil mengambil tempat di bagian depan.
Di belakangnya berturut-turut menyusul Arsy, Arya, Stella dan disambung yang lainnya. Antriannya cukup panjang, sudah seperti antrean sembako saja. Satu per satu mulai maju untuk menerima bantuan tunai langsung dari para tetua. Kompak semua mengeluarkan uang yang disimpan di saku baju koko masing-masing. Abi menarik selembar uang kertas yang masih baru, lalu memberikannya pada Zar.
Zar hanya melongo saja melihat uang pemberian Abi yang hanya selembar. Uang itu diangkatnya dan diterawang seperti tengah menilik keasliannya. Sudah lah hanya satu lembar, nominal yang diberikan Abi hanya dua ribu rupiah saja.
“Kek.. yang benar ini? Masa angpawnya cuma segini? Cuma cukup buat bayar toilet umum ini, mah.”
“Iya. Mau ngga?” Abi bermaksud mengambil kembali uang tersebut dari tangan Zar. Namun pria itu segera menariknya.
“Ngga apa-apa deh. Dari pada ngga dapet.”
Kemudian Zar menuju pada Juna, grandpanya ini memberikan selembar uang dua puluh ribuan, lebih manusiawi dibanding Abi. Selanjutnya menuju Cakra, sang eyang memberikan selembar sepuluh ribuan. Berikutnya Anfa, pemberian pria ini yang paling royal. Dia memberikan selembar lima puluh ribuan.
“Nono.. I love you sekebon jengkol, mmuuaachh…” Zar mencium pipi Anfa.
Jojo memberikan uang selembar lima ribuan. Terakhir, Kevin. Dengan wajah tanpa ekpresi, pria yang biasa dipanggil opa oleh para cucunya, memberikan selembar uang senilai seribu rupiah.
“Buset.. punya sesepuh sultan, uang angpawnya emejing!” celetuk Zar. Dia menghitung total pemberian pandawa lima plus Anfa.
“Angpaw tahun ini dapet delapan puluh delapan ribu rupiah gaaeess… kalah gue ama anak SD sebelah rumah. Dompetnya tebel banget pas lebaran,” lanjut Zar.
Bukan hanya Zar yang terkejut, tapi semuanya juga dibuat terkejut, terhenyak dan shock dengan pemberian para tetua. Tahun ini, Abi dan yang lainnya sengaja mengerjai para cucunya.
“Kakek.. opa.. ter..la..lu,” ujar Stella.
“Duh kalau orang-orang tau, gue dapet angpaw segini, bisa hancur lebur pesona gue jadi laki,” seru Arya.
“Kakek, opa, KiJo peliiiiiittttt,” celetuk Geya.
Gilang yang berada di urutan paling buncit, juga hanya terbengong melihat angpaw yang diterimanya. Setelah menerima pemberian terakhir dari Kevin, dia kembali ke tengah-tengah para tetua.
“Kakek, grandpa, eyang, nono, KiJo, opa, tambahin dong. Aku kan masih piyik, masa sih jatahnya segini. Aku masih dalam masa pertumbuhan, tambahin ya.. ya…” bujuk Gilang. Pemuda ini memang cucu termuda di keluarga Hikmat. Umurnya baru 14 tahun.
“Kamu masih muda, ngga bagus pegang uang banyak-banyak,” ujar Juna.
“Lumayan itu bisa beli bakso sama es krim,” sahut Cakra.
“Atau masukin ke celengan ayam,” sambung Anfa.
“Selipin bawah bantal juga boleh,” lanjut Jojo.
“Sama beli snack petualang,” saran Kevin.
“Apaan tuh opa?”
“Chicki Taro,” jawab Kevin santai.
“Sisanya yang uang dari opa, pake buat bayar parkir,” pungkas Abi.
“Kurang buat parkir juga. Kan opa cuma ngasih seceng.”
“Sisanya kamu kedipin aja tukang parkirnya,” jawab Abi enteng.
Gilang hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sia-sia saja dirinya membujuk para tetua yang hari ini begitu seret membuka dompetnya. Dia memasukkan dana BLT yang diterimanya barusan ke dalam dompet, lalu menghampiri sepupunya yang lain.
Usai mendapatkan dana BLT yang di luar ekspektasi, mereka semua berkumpul di ruang tengah untuk mengambil foto keluarga. Ravin menyiapkan kameranya yang dipasang di tripod. Beberapa kali dia mengatur pose agar semuanya dapat tertangkap kamera. Setelah pas, pria itu memasang timer, kemudian bergegas menuju keluarganya.
Beberapa kali mereka mengambil foto keluarga dengan berbagai pose. Selesai dengan foto keluarga, semua berkelompok sesuai dengan umur masing-masing. Arya mengajak sepupunya yang lain berfoto bersama. Mereka memilih taman belakang sebagai lokasi pemotretan.
“Zam.. hape kamu mana?” tanya Stella.
“Buat apa?”
“Siniin aja, kita foto bareng.”
“Kamu pasti di akademi banyak penggemar, nah biar mereka tambah klepek-klepek, kita foto terus posting di IG kamu,” seru Arsy.
Awalnya Azzam menolak. Dia memang jarang memposting sesuatu di laman IG-nya. Namun karena terus didesak kakak dan kakak sepupunya, akhirnya pria itu menyerah. Dia mengambil ponsel dari saku celananya. Saat menyalakan ponsel, dia melihat beberapa notif masuk ke ponselnya. Sahabatnya di akademi sudah memposting momen idul fitri bersama keluarga.
Stella memanggil sepupunya yang lain. Arsy mendudukkan Azzam di kursi yang ada di taman, kemudian dia dan sepupunya yang lain berpose di kanan, kiri, depan dan belakang Azzam. Arsy berdiri di belakang sang adik, sambil memeluk lehernya. Stella dan Dayana berada di samping kanan Azzam. Adisty dan Vanila berada di samping kirinya. Terakhir Geya duduk di rumput, tepat di depan Azzam. Gadis itu menyandarkan punggungnya ke kaki Azzam. Gilang yang bertugas sebagai fotografer mengarahkan Azzam untuk menautkan jari-jari tangannya di depan dada.
Pose pertama selesai, kini pose kedua. Sekarang Azzam diminta berdiri, Arsy dan yang lain bergaya di dekat Azzam. Ada saja bagian tubuh yang disentuh oleh mereka, dari mulai wajah, tangan, perut sampai kaki. Azzam pasrah saja saat dijadikan foto model dadakan oleh para sepupunya.
Terakhir Arsy foto berdua dengan Azzam. Mereka duduk di kursi berdampingan. Azzam memeluk bahu Arsy, dan sang kakak memeluk lehernya, kemudian gadis itu mencium pipi Azzam. Wajah keduanya yang tidak terlalu mirip, pasti akan membuat orang yang melihatnya dan belum tahu hubungan keduanya akan salah paham.
Selesai mengambil foto, Arsy mengambil ponsel adiknya, kemudian memposting ketiga foto tersebut ke laman IG Azzam. Di foto pertama dan kedua, Arsy menambahkan caption, Sultan Azzam di antara para Bidadari. Sedang di foto ketiga, gadis itu menambahkan caption Prince and Princess.
Baru saja diposting, sudah banyak yang melihat postingan tersebut dan mendapatkan berbagai komentar. Teman-teman Azzam di akademi yang sudah tahu media sosialnya langsung saja berkomentar.
[Zak_9999 : Widih bening-bening banget. Bagi satu, Zam]
[Pa_Eko : Beneran Sultan]
[Sen_0112 : Cewekmu yang mana, Zam?]
[Yakob Ajah : Kasihlah buat beta satu, bidadarimu]
[Bacot_Willi : Yang di depan kamu, imut banget. Kenalin dong]
Dan masih banyak komentar lain yang masuk. Azzam hanya tersenyum saja. Membaca komentar mereka, Azzam jadi merindukan momen bersama mereka saat latihan dan di asrama. Tak lama kemudian, sebuah komentar lain masuk. Soraya yang mengirimkan komentar terbaru.
[Sora47 : Minal Aidin Wal Faidzin, Zam]
[Azzam_AH : Mohon maaf lahir batin juga]
[Sora47 : Kalau ada waktu, kopdar yuk]
[Azzam_AH : Ok]
Azzam memasukkan kembali ponsel ke saku celananya. Selama masih bisa berkumpul dengan keluarganya, dia ingin menikmati setiap detik kebersamaan mereka, dan tidak menyibukkan diri dengan ponselnya. Pemuda itu kembali bergabung dengan sepupunya yang lain
🌻🌻🌻
Setelah seharian mengunjungi sanak saudara, akhirnya Niken bisa kembali ke rumahnya. Hari sudah malam, ketika gadis itu bersama keluarganya sampai di rumah. Dia langsung membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Tubuhnya lumayan letih berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya dan menghadiri acara halal bihalal keluarga besarnya.
Usai membersihkan tubuhnya, Niken langsung naik ke atas kasur. Sebelumnya dia mengambil ponsel dari dalam tasnya. Ternyata banyak pesan dan notif yang masuk ke ponselnya. Yang menarik perhatiannya adalah notif tentang Azzam yang sudah memposting sesuatu. Segera saja gadis itu membuka aplikasi instagram.
Senyum di wajah Niken terbit melihat foto Azzam yang tengah bersama para sepupunya. Hanya melihat fotonya saja, sudah bisa menebus kerinduan yang dirasakannya. Namun dia juga iri dengan para gadis cantik yang ada di sekeliling pemuda itu.
Cukup lama Niken memandangi foto di mana Arsy tengah mencium pipi Azzam. Tanpa sadar ada rasa cemburu menelusup dalam hatinya. Pikirannya mulai menerka-nerka, siapakah gadis yang tengah mencium Azzam. Di captionnya hanya bertuliskan prince and princess.
Lalu dia melihat-lihat komentar yang masuk. Pandangannya terhenti ketika melihat komentar dari Soraya. Apalagi hanya komentar itu yang mendapat balasan dari Azzam. Dilihat dari namanya, sudah pasti pemilik akun adalah perempuan. Karena penasaran, dia melihat akun milik Soraya. Gadis itu banyak memposting kegiatannya sehari-hari. Dan yang paling mengganggunya adalah foto Soraya bersama dengan Azzam saat berada di More and Most Coffee. Foto tersebut diposting sebelum Azzam berangkat ke Sleman.
Soraya, dia cantik dan sepertinya sangat dekat dengan Azzam. Apa dia pacarnya Azzam?
Niken merebahkan tubuhnya, namun dirinya masih belum bisa memejamkan mata. Pikirannya terus tertuju pada Soraya dan juga Arsy. Menyukai pria secara diam-diam ternyata sangat menyiksa. Gadis itu ingin secepatnya kembali ke akademi dan menyibukkan dirinya dengan pelatihan, sehingga tidak terus memikirkan Azzam.
🌻🌻🌻
Yang ngarep angpaw gede, ternyata zonk🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
baby zid
hahahaha Mamake emang paling jago 🤣🤣🤣🤣
2024-01-27
2
ꪶꫝAaliyah Salsabilaꪶꫝ
Anakku yang umurnya 5tahun lebaran kemaren pun angpawnya dapet gede karna dia tamat puasanya full sebulan hadiah puasanya aja lebih gede loh 150rb goceng dikali 30 belum lain2nya 🤭🤭🤭🤭
Bener2 nih pandawa lima anti mainstream angpawnya 😂😂😂😂😂
2023-12-16
2
DhilaZiya Ulyl
katanya Sultan tp angpawnya selilitan😂😂😂
2023-12-14
1