Pesiar Pertama

“Telur siapa, ini?!!”

Dengan tetap memegang telur di tangannya, mata sang pelatih melihat pada taruna dan taruni di depannya. Masih belum ada yang menjawab pertanyaannya. Seno masih bimbang, jawab terkena hukuman, tidak jawab juga sama. Hanya saja mungkin hukuman jika tidak ada yang menjawab lebih berat. Istilahnya Seno itu, maju kena mundur kena.

“Telur siapa, ini?!!” tanya pelatih itu lagi.

“Siap! Telur saya, komandan!” teriak Seno sambil mengangkat sebelah tangannya.

Pelatih itu berjalan mendekati Seno. Sontak semua mata taruna dan taruni tertuju pada Seno. Dalam hati mereka berkata, aduuhh... alamat kena hukum lagi.

“Banyak orang tidak bisa makan. Tapi kamu malah membuang-buang makanan!”

“Siap! Saya tidak buang telurnya. Telurnya tidak sengaja jatuh.”

“Jaga telur satu saja kamu ngga mampu. Gimana mau jaga negara?!”

Seno hanya menundukkan kepalanya. Gara-gara legokan tanah, dia harus kehilangan telurnya dan sudah pasti akan terkena hukuman. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga.

“Semuanya! Kalian merayap sampai ke pos!!”

“Siap, laksanakan!!”

Semua taruna dan tarunia langsung berbaring di tanah dengan posisi menelungkup. Kemudian mereka mulai bergerak, merayap dengan senjata di tangannya, menuju pos.

“Hadeuh.. kemarin dihukum gara-gara iki, sekarang gara-gara telor,” ujar Zakaria pelan.

“Endhogku ilang, endhogku malang. Apes.. apes…” sambung Seno.

“Telurmu yang di bawah, hilang juga ngga?” sahut Yakob.

Azzam terus merayap sambil menundukkan kepala, untuk menyembunyikan senyumnya. Di saat terkena hukuman pun, teman-temannya ini selalu bisa membuatnya tersenyum. Mereka semua terus bergerak sampai tiba di pos.

🌻🌻🌻

Malamnya, setelah apel malam, semua taruna dan taruni dipersilahkan kembali ke asrama. Mereka masih mempunyai waktu setengah jam sebelum jam tidur. Hal tersebut dimanfaatkan oleh para taruna untuk mencuci atau menyetrika seragam.

Azzam membawa pakaiannya yang sudah kering untuk disetrika. Sejak menjadi taruna, pria itu harus terbiasa melakukan apa-apa sendiri, termasuk mencuci dan menyetrika. Tidak ada orang lain yang membantunya, seperti saat di rumah. Willi, teman satu baraknya yang berasal dari AAL juga ikut menyetrika seperti dirinya. Sedang Zakariya, Eko dan Seno mencuci baju. Yakob mencuci sepatunya.

“Masak-masak sendiri. Makan makan sendiri. Cuci baju sendiri. Tidurpun sendiri.”

Dengan cengkok dangdutnya, Zakaria menyanyikan lagu milik Caca Handika yang sangat populer di masanya, sampai sekarang.

“Tarik mang!” seru Seno sambil memutar-mutar pakaian yang akan dicucinya.

“Yiihaaaa..” sambung Yakob. Pinggul pria itu bergoyang ke kanan dan kiri.

Sementara Eko, menggoyang-goyangkan kepalanya sambil mengucek baju. Willi yang berada di dekat Azzam, menggerak-gerakkan jempolnya. Azzam sendiri hanya menggerakkan kepalanya pelan, dengan wajah tak henti menyunggingkan senyuman. Momen seperti ini yang menjadi pelepas penat setelah seharian berlatih.

Selesai dengan kegiatannya, semua taruna masuk ke dalam barak atau kamar masing-masing. Karena lonceng belum berbunyi, mereka masih berbincang di dalam kamar. Mereka membahas insiden telur yang terjadi tadi siang.

“Eh Seno.. itu telurmu baik-baik sajakah?” ledek Yakob.

“Jangan bahas lagi. apes bener aku. Udah ngga bisa makan telor, dihukum juga.”

“Hahahaha..”

“Harusnya waktu komandan bilang ‘jaga telur satu saja tidak becus, apalagi jaga negara’, kamu jawab ‘saya sudah berat menjaga dua telur saya komandan’ hahaha..”

“Hahaha..”

“Dasar wedus,” omel Seno sambil tertawa.

“Aduuh..”

Tawa Yakob terhenti ketika merasakan perutnya melilit. Pria itu segera bangun dari duduknya lalu keluar dari kamar sambil memegangi bokongnya.

“Awas keluar di celana, hahaha..” seru Seno.

TENG

TENG

TENG

Mendengar suara lonceng, kompak, semua yang ada di dalam kamar, segera naik ke atas ranjang dan langsung tarik selimut. Jangan sampai pelatih datang menyidak mereka dalam keadaan belum siap tidur.

Baru lima menit mereka berbaring, terdengar suara langkah kaki mendekati kamar mereka. Tak lama kemudian pintu terbuka dan lampu yang sudah padam dinyalakan kembali. Para taruna yang belum tidur, langsung bangun dan berdiri di samping ranjang. Sang pelatih masuk lalu memeriksa isi kamar. Saat melewati ranjang Yakob, taruna tersebut tidak ada di tempatnya.

“Di mana teman kalian?!”

Yakob yang sudah selesai dengan urusannya, bergegas kembali ke kamar. Dia terkejut melihat sang pelatih ada di kamarnya. Segera saja dia masuk ke dalam. Dengan sikap sempurna, dia memberikan hormat pada sang pelatih.

“Dari mana kamu?”

“Siap! Lapor komandan, saya baru dari kamar mandi. Perut saya sakit.”

“Bagaimana sekarang?”

“Siap! Sudah lega, komandan!”

Setelah penghuni terakhir masuk ke dalam kamar, pelatih tersebut segera meninggalkan kamar. Semua taruna langsung mengangkat tangannya, memberi hormat. Setelah sang pelatih pergi, semua kembali ke ranjang masing-masing dan melanjutkan tidur mereka.

🌻🌻🌻

Tak terasa sudah tiga bulan lamanya Azzam menjalani pendidikan di akademi militer. Melakukan hal yang sama setiap harinya, dari mulai shubuh sampai malam, tentunya menimbulkan kejenuhan tersendiri untuk pemuda itu. Apalagi ditambah latihan fisik yang sangat menguras tenaga. Terkadang pemuda itu ingin menyerah, karena tidak kuat menghadapi kehidupan sebagai taruna.

Namun setiap rasa frustrasi menghampirinya, ada teman-temannya yang mampu menghapus rasa lelahnya, lewat tingkah konyol mereka. Terkadang mereka berbagi cerita dan itu bisa sedikit mengurangi beban di hati. Menghadapi hal yang sama, mereka pun saling memberikan semangat dan support.

Setelah tiga bulan, taruna diijinkan sudah untuk melakukan pesiar di akhir pekan. Setelah jam sepuluh pagi, taruna diperbolehkan keluar dari akademi. Selain itu, para pelatih juga memberi kesempatan pada mereka untuk menghubungi keluarga atau sanak saudara. Bagi yang ingin melakukan panggilan, mereka bisa berkumpul di aula. Pelatih memberikan waktu lima menit pada mereka untuk melakukan panggilan.

Dengan menggunakan telepon seluler milik para pelatih, taruna dan taruni mulai menghubungi keluarganya. Setelah mengantri, kini tiba giliran Azzam. Dia sudah tidak sabar untuk melakukan panggilan video pada sang mana. Namun sampai deringan terakhir, Nara belum menjawab panggilannya.

“Kenapa?” tanya sang pelatih.

“Siap! Mama saya jarang angkat telepon dari nomor tidak dikenal. Ijin untuk mengirimkan pesan, komandan.”

“Silahkan.”

“Siap, laksanakan!” dengan cepat Azzam mengirimkan pesan untuk mamanya.

[Ma, ini Azzam. Tolong angkat teleponnya]

Pesan yang dikirimkan Azzam langsung berubah tanda menjadi centang biru, karena Nara memang sedang online. Tak lama kemudian, ponsel sang pelatih bordering, Nara yang melakukan panggilan balik. Azzam segera menjawab panggilan video tersebut.

“Assalamu’alaikum, mama.”

“Waalaikumsalam. Azzam.. kamu sehat, nak?”

“Alhamdulillah, sehat, ma. Mama sendiri gimana?”

“Alhamdulillah, mama sehat, papa dan kakak-kakakmu juga sehat.”

“Kakek, nenek dan yang lain?”

“Semua juga sehat.”

“Papa mana, ma?”

“Sebentar.”

Layar ponsel menunjukkan pergerakan Nara. Wanita itu menuju ruang kerja suaminya. Dari lantai atas, Arsy dan Zar turun bersamaan. Sekilas mereka melihat wajah Azzam di ponsel mamanya. Bergegas kedua orang tersebut mengikuti Nara ke ruang kerja pribadi Kenzie. Nara berdiri di dekat kursi kerja suaminya. Wajah Kenzie terlihat sumringah melihat anak bungsunya.

“Papa..” panggil Azzam.

“Azzam.. anak papa, bagaimana kabarmu?”

“Alhamdulillah, baik, pa. Semua berkat doa mama dan papa.”

“Azzam..” Arsy muncul, seraya melambaikan tangannya ke layar ponsel.

“Kak Arsy…”

“Oii.. mas bro.. sehat, kan?” sambung Zar.

“Alhamdulillah. Aku kangen kalian.”

“Kita juga kangen sama kamu. Gimana pendidikanmu? Lancar?” tanya Kenzie.

Hanya anggukan kepala saja yang diberikan oleh Azzam. Rasa senang bercampur haru memenuhi hatinya. Kerinduan akan orang-orang terdekatnya, akhirnya bisa dilepaskan, walau hanya lewat sambungan video. Mata pemuda itu nampak berkaca-kaca.

“Yang kuat ya, sayang. Mama dan papa akan selalu mendoakanmu. Mama yakin, kamu akan menjadi taruna terbaik dan bisa meraih cita-citamu.”

“Aamiin..” suara Azzam terdengar tercekat.

Pemuda itu melirik jam yang tergantung di dinding. Waktu lima menit yang diberikan padanya sudah habis. Walau masih belum puas melepas rindu dengan semua keluarganya, namun dia juga harus memberikan kesempatan pada rekannya yang lain untuk menghubungi keluarganya.

“Ma.. pa.. aku cuma dikasih waktu sebentar buat telelpon. Aku cuma mau kasih kabar aja kalau aku sehat dan baik-baik aja. Salam buat kakek, nenek, KiJo, Ninda, granpa, grandma, eyang kakung, eyang putri, opa, oma, dan yang lainnya.”

“Iya, sayang.”

“Sehat-sehat ya, mama, papa, kakak dan abang. Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Panggilan video pun berakhir. Azzam menyusut sudut matanya yang berair, kemudian menyerahkan ponsel pada sang pelatih. Setelah memberi hormat, pemuda itu segera keluar dari ruangan. Eko, Zakaria dan Seno yang sudah selesai menghubungi keluarganya, melambaikan tangan pada Azzam.

“Kita boleh keluar. Ada rencana kemana?” tanya Zakaria.

“Bebas aja. Enaknya kemana?”

“Jalan-jalan, makan, nonton,” usul Seno.

“Boleh.”

“Yakob sama Willi mau ikut kita katanya.”

“Oke.”

Bergegas keempatnya kembali ke kamar. mereka hendak mengganti pakaian dinasnya. Untuk acara pesiar, mereka memiliki seragam sendiri yang harus dikenakan saat keluar asrama. Jika keluar di siang hari, maka mereka akan mengenakan pakaian dinas pesiar siang. Jika keluar di malam hari, maka pakaian dinas pesiar malam yang dikenakan.

Kegembiraan nampak di wajah keenam pemuda itu saat meninggalkan akademi militer. Akhirnya mereka bisa keluar sejenak dari asrama. Kesempatan ini tentu saja digunakan mereka untuk refreshing. Mereka sepakat mengunjungi Armada Town Square atau yang biasa disebut Artos mall.

Yakob berteriak senang saat melangkahkan kaki memasuki gedung mall. Selama mengelilingi mall, wajah pria itu tidak berhenti tersenyum. Mata pengunjung yang dilintasi mereka, selalu melihat pada para taruna gagah tersebut. Apalagi kalau bukan karena seragam yang mereka kenakan.

“Makan, yuk,” ajak Yakob.

“Boleh. Mau makan di mana?” tanya Azzam.

“Makan di tempat yang enak.”

Mata Azzam berkeliling, kemudian menangkap sebuah café yang ada di sebelah kanannya. Pemuda itu segera mengajak teman yang lain ke sana. Saat akan memasuki café, mereka berpapasan dengan taruni yang juga sedang berjalan-jalan ke sini.

“Azzam...”

🌻🌻🌻

Beuuuh... Fans Azzam nongol🤣

Terpopuler

Comments

Kas Mi

Kas Mi

konyol2 tmn2.y azzam..😁😄

2024-01-19

1

anonim

anonim

part ini bikin ngakak abiiiiissss...
tapi terharu juga saat diijinkan tlp hubungi keluarga

2024-01-15

1

DhilaZiya Ulyl

DhilaZiya Ulyl

ojo smpe ndog seng kui ilang..... ancur dunia perkembangbiakan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-12-14

2

lihat semua
Episodes
1 Soraya
2 Merekam Kenangan
3 Taruna Karbol
4 Akademi Militer
5 Pesiar Pertama
6 Enchanting Azzam
7 Nasi Komando
8 Mudik
9 Heboh
10 Angpaw Isinya Wow!
11 (Bukan) Kencan
12 Kembali Ke Akademi
13 Donor Darah
14 Perawan Atau Janda?
15 Latihan Berganda
16 Kejutan Dari Pelatih
17 Adu Yel-yel
18 Kejutan Untuk Eko
19 Ulang Tahun Pernikahan
20 Para Dasar
21 Bertemu Abimanyu Hikmat
22 Rival Hati
23 Aksi Para Taruna
24 Wing Day
25 Rencana Reuni
26 Gita Dirgantara
27 Senioritas
28 Kekhawatiran Eko
29 Pesiar Ke Palbapang
30 Hadiah Untuk Gendis
31 Jumpa Fans
32 Enam Sekawan
33 Adu Strategi
34 Waktu Santai
35 Pembalasan Gusti
36 Insiden Mengerikan
37 Menunggu
38 Selamat Tinggal
39 Kabar Duka
40 Saat Terakhir
41 Permintaan Azzam
42 Menagih Hutang
43 Peringatan Mayor Indra
44 Lolos Dari Maut
45 Bukti
46 Umpan
47 OTW Sleman
48 Bertemu Elang
49 Bagi Tugas
50 Mulai Panas
51 Ilmu Kompor
52 Sikap Irjenau
53 Menengok Seno
54 Tangisan Seno
55 Kebenaran Yang Memilukan
56 Pelangi Setelah Hujan
57 Mimpi
58 Semangat Yang Kembali
59 Kejutan
60 Besan Nurjanah
61 Tentang Gusti
62 Perwita vs Astari
63 Hukuman Untuk Gusti
64 Back To Academy
65 Terbang Layang
66 Brevet Terla
67 Nasehat Puji
68 Konser Duet
69 Sea Survival
70 Jungle Survival
71 Gara-gara Ular Lidi
72 Latihan Bhuwana Paksa
73 Pertahanan Pangkalan
74 Aksi Gita Dirgantara
75 Curhatan Arsy
76 Cakra Wahana Paksa
77 Muhibah Ke Jepang
78 Shinjuku - Shibuya
79 Kepulangan Azzam
80 Pasangan Menggemaskan
81 Oleh-oleh
82 Pengakuan
83 Latsitardanus
84 Passing Out Parade
85 Prasetya Perwira
86 Kumpul Keluarga
87 Menemui Eko
88 Suasana Baru
89 Menjelang Tikungan
90 Jodoh di Tangan Tuhan
91 Curhat
92 Pertanda
93 Permainan Takdir
94 Kenangan Terakhir
95 Lamar Dia
96 Undangan
97 Merayu Tuhan
98 Let's Have Fun Together
99 Wingday Sekbang
100 Skadud 16
101 Elang Indopura
102 Air Combat Training
103 Alei
104 Azzam vs Alei
105 Serangan Teror
106 Lollipop Lagi
107 Berkumpul Lagi
108 Gendis Untuk Seno
109 Impian Alei
110 Kembali ke Kota Kelahiran
111 Operasi Dharma Yudha
112 MOT & Super Garuda Shield
113 Asmara Trio Jomblo
114 Rinun
115 Pelangi Diantara Hujan
116 Jomblo Ngenes
117 Kontingen Garuda
118 Pasukan Pemberontak
119 Mendobrak Benteng Pertahanan
120 Penambangan Ilegal
121 Keinginan yang Sama
122 Pindah Tugas
123 Serangan Roket
124 Reuni di Khmeimim
125 Merebut Pangkalan Militer
126 Hiburan di tengah Ketegangan
127 Adu Domba
128 Encounter
129 Kehilangan
130 Mencari Jejakmu
131 Ale-ale atau Aep?
132 Firasat Aneh
133 Habis Tak Bersisa
134 Strong Woman Alei
135 Move to Lebanon
136 Pertempuran di Udara
137 Operasi Pembebasan Sandera
138 Pembantaian
139 Konferensi Meja Persegi
140 Mencari Sekutu
141 Mayday, Mayday
142 Lolos Dari Maut
143 Behind Enemy Lines
144 Pembicaraan Salah Arah
145 Tom and Jerry
146 Escape
147 Bertahan Hidup
148 Di Ujung Maut
149 Ketegangan Berakhir
150 Rusuh
151 Finally Found You
152 Drama IGD
153 Sayap Pelindung
154 Nasehat Daffa
155 Mau Menikah Denganku?
156 Memories
157 Melempar Umpan
158 Duel
159 Jebakan
160 Negosiasi
161 Kejar Daku, Kau Kujerat
162 Pembebasan Sandera
163 Pasukan Elit
164 Shock
165 Taktik Sang Kolonel
166 Pertempuran Sengit
167 Kemenangan Besar
168 Tamu Istimewa
169 SAH
170 Pernikahan Fenomenal
171 Musik Pemersatu Bangsa
172 Prediksi Taruhan
173 Romantisme Pengantin Baru
174 Salju di Zahle
175 Enemies Have Been Slain
176 Badai Mulai Mereda
177 Perang Terakhir
178 Warisan
179 Going Home
180 Melihat Mantan
181 Wisata Kuliner
182 Keluarga Absurd
183 Satu Lawan Satu
184 Bertemu Mantan
185 Kangen-kangenan
186 Pasangan OTW Halal
187 Upacara Jajar Kehormatan
188 Heboh yang Menyenangkan
189 Berkelana di Yogyakarta
190 My Trip, My Honeymoon
191 LDR Dimulai
192 Touring ala Gilang
193 Healing Bikin Pening
194 Resepsi Seno dan Gendis
195 Melepas Rindu
196 Joker
197 Salah Paham
198 Bahagia Plus-plus
199 Hamil Simpatik
200 Best Friends Forever
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Soraya
2
Merekam Kenangan
3
Taruna Karbol
4
Akademi Militer
5
Pesiar Pertama
6
Enchanting Azzam
7
Nasi Komando
8
Mudik
9
Heboh
10
Angpaw Isinya Wow!
11
(Bukan) Kencan
12
Kembali Ke Akademi
13
Donor Darah
14
Perawan Atau Janda?
15
Latihan Berganda
16
Kejutan Dari Pelatih
17
Adu Yel-yel
18
Kejutan Untuk Eko
19
Ulang Tahun Pernikahan
20
Para Dasar
21
Bertemu Abimanyu Hikmat
22
Rival Hati
23
Aksi Para Taruna
24
Wing Day
25
Rencana Reuni
26
Gita Dirgantara
27
Senioritas
28
Kekhawatiran Eko
29
Pesiar Ke Palbapang
30
Hadiah Untuk Gendis
31
Jumpa Fans
32
Enam Sekawan
33
Adu Strategi
34
Waktu Santai
35
Pembalasan Gusti
36
Insiden Mengerikan
37
Menunggu
38
Selamat Tinggal
39
Kabar Duka
40
Saat Terakhir
41
Permintaan Azzam
42
Menagih Hutang
43
Peringatan Mayor Indra
44
Lolos Dari Maut
45
Bukti
46
Umpan
47
OTW Sleman
48
Bertemu Elang
49
Bagi Tugas
50
Mulai Panas
51
Ilmu Kompor
52
Sikap Irjenau
53
Menengok Seno
54
Tangisan Seno
55
Kebenaran Yang Memilukan
56
Pelangi Setelah Hujan
57
Mimpi
58
Semangat Yang Kembali
59
Kejutan
60
Besan Nurjanah
61
Tentang Gusti
62
Perwita vs Astari
63
Hukuman Untuk Gusti
64
Back To Academy
65
Terbang Layang
66
Brevet Terla
67
Nasehat Puji
68
Konser Duet
69
Sea Survival
70
Jungle Survival
71
Gara-gara Ular Lidi
72
Latihan Bhuwana Paksa
73
Pertahanan Pangkalan
74
Aksi Gita Dirgantara
75
Curhatan Arsy
76
Cakra Wahana Paksa
77
Muhibah Ke Jepang
78
Shinjuku - Shibuya
79
Kepulangan Azzam
80
Pasangan Menggemaskan
81
Oleh-oleh
82
Pengakuan
83
Latsitardanus
84
Passing Out Parade
85
Prasetya Perwira
86
Kumpul Keluarga
87
Menemui Eko
88
Suasana Baru
89
Menjelang Tikungan
90
Jodoh di Tangan Tuhan
91
Curhat
92
Pertanda
93
Permainan Takdir
94
Kenangan Terakhir
95
Lamar Dia
96
Undangan
97
Merayu Tuhan
98
Let's Have Fun Together
99
Wingday Sekbang
100
Skadud 16
101
Elang Indopura
102
Air Combat Training
103
Alei
104
Azzam vs Alei
105
Serangan Teror
106
Lollipop Lagi
107
Berkumpul Lagi
108
Gendis Untuk Seno
109
Impian Alei
110
Kembali ke Kota Kelahiran
111
Operasi Dharma Yudha
112
MOT & Super Garuda Shield
113
Asmara Trio Jomblo
114
Rinun
115
Pelangi Diantara Hujan
116
Jomblo Ngenes
117
Kontingen Garuda
118
Pasukan Pemberontak
119
Mendobrak Benteng Pertahanan
120
Penambangan Ilegal
121
Keinginan yang Sama
122
Pindah Tugas
123
Serangan Roket
124
Reuni di Khmeimim
125
Merebut Pangkalan Militer
126
Hiburan di tengah Ketegangan
127
Adu Domba
128
Encounter
129
Kehilangan
130
Mencari Jejakmu
131
Ale-ale atau Aep?
132
Firasat Aneh
133
Habis Tak Bersisa
134
Strong Woman Alei
135
Move to Lebanon
136
Pertempuran di Udara
137
Operasi Pembebasan Sandera
138
Pembantaian
139
Konferensi Meja Persegi
140
Mencari Sekutu
141
Mayday, Mayday
142
Lolos Dari Maut
143
Behind Enemy Lines
144
Pembicaraan Salah Arah
145
Tom and Jerry
146
Escape
147
Bertahan Hidup
148
Di Ujung Maut
149
Ketegangan Berakhir
150
Rusuh
151
Finally Found You
152
Drama IGD
153
Sayap Pelindung
154
Nasehat Daffa
155
Mau Menikah Denganku?
156
Memories
157
Melempar Umpan
158
Duel
159
Jebakan
160
Negosiasi
161
Kejar Daku, Kau Kujerat
162
Pembebasan Sandera
163
Pasukan Elit
164
Shock
165
Taktik Sang Kolonel
166
Pertempuran Sengit
167
Kemenangan Besar
168
Tamu Istimewa
169
SAH
170
Pernikahan Fenomenal
171
Musik Pemersatu Bangsa
172
Prediksi Taruhan
173
Romantisme Pengantin Baru
174
Salju di Zahle
175
Enemies Have Been Slain
176
Badai Mulai Mereda
177
Perang Terakhir
178
Warisan
179
Going Home
180
Melihat Mantan
181
Wisata Kuliner
182
Keluarga Absurd
183
Satu Lawan Satu
184
Bertemu Mantan
185
Kangen-kangenan
186
Pasangan OTW Halal
187
Upacara Jajar Kehormatan
188
Heboh yang Menyenangkan
189
Berkelana di Yogyakarta
190
My Trip, My Honeymoon
191
LDR Dimulai
192
Touring ala Gilang
193
Healing Bikin Pening
194
Resepsi Seno dan Gendis
195
Melepas Rindu
196
Joker
197
Salah Paham
198
Bahagia Plus-plus
199
Hamil Simpatik
200
Best Friends Forever

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!