Heboh

Usai shalat taraweh berjamaah, semua kembali ke kediaman Abi. Stella dan Geya yang kebetulan sedang berhalangan, membantu Naya dan Azra yang juga sedang tidak bisa menunaikan shalat. Aneka hidangan untuk makan sudah tersedia di ruangan tengah. Semua langsung mengambil posisi masing-masing.

Azzam memandangi aneka hidangan yang tersaji. Hampir setahun lamanya, lidahnya terbiasa mengkonsumsi, tempe, tahu, telur dan aneka sayuran lainnya. Jarang-jarang dia bisa menikmati ayam atau daging. Nasi yang biasa dimakannya juga jauh dari kata pulen. Azzam menerima piring yang sudah diambilkan nasi oleh kakaknya.

“Zam.. katanya kalau tentara makan nasinya tuh yang beras pera gitu ya,” tanya Firhan.

“Iya. Kalo di kita, beras raskin gitu deh.”

“Itu teori tojaiyah namanya,” celetuk Zar.

“Maksudnya?”

“Ya lo dilatih sebagai TNI, kan diharuskan untuk menjaga persatuan, sesama taruna juga harus saling bantu, yang salah satu, yang dihukum semua. Tapi kenapa nasi tidak memberi contoh yang baik. Yang makan harus kompak, sedangkan nasi malah napsi-napsi, egois banget. Pas diraup pake tangan, buyar kemana-mana, hahaha…”

“Dasar somplak, ngomong panjang kali lebar kali tinggi kaga ada manfaatnya,” ledek Arya.

“Jangan ngobrol aja, ayo makan.”

Mendengar ucapan Kenzie, mereka langsung menutup mulut dan mulai berkonsentrasi dengan makanan masing-masing. Sesuai kebiasaan, Azzam menghabiskan makanan di piringnya dengan cepat. Tak sampai lima menit, nasi beserta lauknya sudah masuk ke dalam perutnya.

“Buset Zam.. cepet amat lo makan, kaga dikunyah apa?” tanya Ervano.

“Makannya jangan cepat-cepat, Zam. Ngga bagus buat pencernaan kamu,” ujar Nina.

“Udah kebiasaan nek. Kalau pelatihan, kita harus habisin makanan ngga boleh lebih dari tiga menit. Makanya udah kebiasaan.”

“Hah? Serius? Tiga menit? Kaga keselek tuh?” tanya Zar.

“Gila tiga menit, gue mah baru lima suap kali,” timpal Arya.

“Ya gitu deh. Di sana itu serba tertib, serba cepat. Makan atau mandi, waktunya terbatas. Kalau salah, semua pasti kena hukum.”

Abi terseyum melihat cucunya yang sudah mulai terbiasa hidup ala militer, padahal belum ada satu tahun Azzam berada di sana. Pria itu bangga sekaligus salut pada cucunya ini. Azzam memiliki tekad yang kuat untuk menggapai cita-citanya sebagai TNi Angkatan Udara.

“Untung KiJomu ngga ikut latihan bareng kamu. Kalau dia makan ala tentara, yang ada gigi palsunya copot semua, hahaha..” seru Abi.

“Bagus komandanmu bukan kakek Abi. Kalau komandannya dia, begitu salah langsung dikirim nemenin komodo,” balas Jojo.

“Hahaha…”

“Lebih parah lagi kalau komandannya opamu. Yang ada para taruna puyeng diperintah pake bahasa isyarat sama dia,” celetuk Cakra.

“Kenapa pake bahasa isyarat, eyang?” tanya Arya.

“Opa kamu itu pelit, saking pelitnya, ngomong aja dia ngirit, hahaha..” jawab Anfa.

“Tapi kalau komandannya, grandpa, pasti pada senang. Soalnya grandpa kan baik hati, ramah dan tidak bikin turun bero. Pasti grandpa bakalan banyak penggemarnya di sana,” ujar Juna memuji dirinya sendiri.

“Narsis..” seru Abi, Jojo, dan Cakra bersamaan.

“Udah tua juga masih ada tebar pesona,” sambung Kevin. Namun hanya dibalas oleh Juna dengan suara tawanya saja.

Setelah acara makan bersama, mereka tidak langsung pulang, melainkan masih berkumpul dan berbincang. Para tetua memilih berbincang di dalam. Kenzie dan yang lain berbincang di teras. Seperti biasa, mereka pasti membahas tentang pekerjaan. Istri-istri mereka berada di dapur, membereskan peralatan dan sisa-sisa makanan. Sedang para cucu berkumpul di halaman belakang. mereka melanjutkan obrolan saat makan tadi.

Pembicaraan masih didominasi kisah Azzam selama menjadi taruna. Pemuda itu menceritakan pengalamannya selama mengikuti pelatihan militer di Magelang. Banyak hal yang diceritakannya, dari mulai peraturan yang ketat, sampai masa-masa pelatihan yang melelahkan.

“Jadi setiap mau ngapa-ngapain kalian pasti baris dulu. Abis ngapa-ngapain juga baris lagi?” tanya Ervano.

“Iya.”

“Abis boker baris juga, ngga?” celetuk Zar.

“Abis boker ya cebok, bukan baris,” jawab Arya.

“Hahaha..”

“Kalau taruninya banyak?” tanya Arsy.

“Ngga banyak. Dari AAU aja cuma 10 orang. Tapi lumayanlah kalau digabung.”

“Yang taruni sama, kalau makan cuma tiga menit waktunya?” tanya Dayana.

“Ya, sama. Awal-awal kita sering kena hukuman karena taruninya ngga bisa ngabisin makan dalam waktu tiga menit.”

“Sekarang udah pada bisa?”

“Ada yang belum juga. Tapi kita siasatin, duduknya diseling, jadi kita bisa bantu taruni ngabisin makanan.”

“Cakep,” celetuk Zar.

Dayana membayangkan dirinya berada di posisi Azzam. Pasti dia tidak akan sanggup hidup dengan aturan ketat dan disiplin tinggi. Apalagi fisik mereka juga digojlok habis-habisan. Baru membayangkan saja sudah membuatnya mengangkat bendera putih.

“Latihan paling berat apa, Zam?”

“Sejauh ini menurutku yang paling berat dan menguji mental, latihan dopper.”

“Apaan tuh?”

“Kita merayap di kolam lumpur sambil ditembakin sama pelatih.”

“Nembaknya pake peluru kosong, apa peluru karet?”

“Peluru tajam lah.”

“Buset, yang bener? Kalau salah sasaran kan berabe.”

“Makanya penembak dopper itu ngga sembarangan. Penembak itu dari personel paskhas dan yang sudah sangat terlatih. Mereka ngga hanya harus punya kemampuan menembak, tapi harus ikut tes kejiwaan juga. Kan nembak itu ngga mudah, apalagi yang ditembak makhluk hidup dan taruna yang sedang berlatih. Beban mental juga buat penembaknya.”

“Oh gitu… ngeri juga ya. Gue yakin kalau si Zar jadi taruna, dia bakalan kencing di celana pas latihan dopper, hahaha..” seru Arya.

“Woi kampret, masih mending gue kencing di celana, nah elo boker di celana, hahaha..”

Gelak tawa kembali terdengar. Mendengar cerita Azzam tentang latihan dopper ngeri-ngeri sedap. Yang pasti latihan tersebut sangat menguji adrenalin. Merayap di tengah berondongan peluru seperti itu, tidak hanya membutuhkan mental yang kuat, tapi juga konsentrasi tinggi.

“Selain latihan dopper, apalagi yang bikin elo ketar-ketir?” tanya Sam.

“Makan nasi komando, hahaha…”

“Apaan tuh nasi komando?”

“Nasi komando tuh isinya nasi, sayur, lauk plus telur mentah. Lebih sering sih pake telur bebek. Diaduk-aduk terus dimakan.”

“HOEK…”

Arsy, Dayana dan Geya langsung mual mendengar cerita Azzam tentang nasi komando. Baru membayangkan bentuknya saja, sudah membuat perut mereka terasa diaduk-aduk. Azzam hanya terkekeh melihat reaksi ketiga gadis itu. Dulu juga dia merasakan hal yang sama. Tapi setelah merasakan nasi komando beberapa kali, lidahnya sudah mulai terbiasa.

“Harusnya pas makan nasi komando, lo bawa si pppsssttt,” celetuk Zar.

“Biar apa?”

“Biar ada yang bantuin elo ngabisin tuh nasi. Si pppsssttt kan apa aja digabres sama dia, hahaha..”

PLAK

PLAK

Dua buah pukulan mendarat di lengan Zar, sang pelaku sudah pasti adalah Stella. Itu adalah balasan atas apa yang pria itu lakukan. Pertama, Zar sudah seenaknya mengganti panggilannya menjadi pppsssttt. Kedua, pria itu sudah memfitnahnya dengan mengatakan dirinya tukang asal gabres makanan. Walau dia memang doyan makan, namun gadis itu akan berpikir ulang jika harus memakan nasi komando.

“Zam.. nih gue kasih tau. Pas elo latihan dopper, lo kudu, wajib bawa abang lo. Tuh mulut merepetnya bisa bikin peluru minder, hahahaha…” balas Stella.

“Buset mulutnya si Zar beneran lemes kalau sampe bisa bikin peluru minder,” sambung Arya.

“Si Zar kalau daftar dari taruna, bakal langsung dipulangin sama komandannya. Mencoreng citra tentara. Mana ada tentara yang mulutnya persis kaya petasan renteng, hahaha..”

“Pas latihan mulutnya pasti dikaretin dulu,” sambung Ervano.

“Karetnya lima, biar kaga lepas,” lanjut Arsy.

“Hahaha..”

“Dasar kamvret,” rutuk Zar.

Tak ayal Azzam ikut tertawa mendengar celeteukan demi celetukan yang disampaikan para sepupunya. Hal inilah yang sangat dirindukannya jika sedang berada jauh dari keluarga besarnya.

🌻🌻🌻

Suara takbir bergema sejak semalam, menandakan sudah saatnya umat muslim merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa menahan haus, lapar dan juga nafsu. Kini tiba saatnya merayakan hari kemenangan. Sejak shubuh, orang-orang sudah bersiap untuk mengikuti shalat ied di masjid. Tak terkecuali Kenzie dan keluarga kecilnya. Kesibukan sudah nampak di kediaman pria itu.

Kenzie, Zar dan Azzam sudah siap di ruang tengah. Mereka nampak tampan mengenakan baju koko, sarung dan juga kopeah. Ketiganya masih menunggu Nara dan Arsy yang masih bersiap. Tak lama kemudian kedua wanita itu muncul. Dengan mengenakan kaftan berwarna putih dan mukena serta sajadah di tangannya, mereka bersiap ke masjid.

Setelah siap, mereka segera menuju masjid yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Kelimanya memilih berjalan kaki menuju masjid, bersama para tetangga lainnya. Sudah banyak jamaah yang datang. Kenzie. Zar dan Azzam segera menuju barisan laki-laki, sedang Nara dan Arsy menuju barisan wanita.

Usai melaksanakan shalat ied, mendengarkan ceramah dan bersalaman dengan para tetangga, Kenzie beserta keluarganya bersiap menuju kediaman Juna. Sebagai yang tertua, kediaman Juna memang selalu dijadikan tempat berkumpul saat hari raya idul fitri. Abi, Cakra, Jojo dan Anfa langsung mendatangi rumah pria itu selesai soal ied bersama anak-anak mereka tentunya.

Hanya Kevin saja yang datang belakangan. Sudah tiga tahun ini rumah Kevin selalu dijadikan ajang berkumpul untuk para keponakannya, karena semua kakaknya sudah berpulang ke Rahmatullah. Setelah shalat ied, para keponakannya selalu datang untuk melakukan tradisi sungkeman dan makan bersama. Freya dan Alisha yang selalu menyiapkan hidangan untuk open house. Selepas dzuhur, barulah mereka menuju kediaman Juna.

Untuk lebaran kali ini tidak ada perubahan. Semua keluarga Hikmat berkumpul di kediaman Juna. Pertama-tama, para sesepuh yang bermaafan, kemudian mereka duduk berjejer, anak dan cucu mereka bersiap untuk melakukan sungkeman dan saling bermaaf-maafan. Usai acara sungkeman, dilanjutkan dengan menikmati hidangan yang sudah tersedia sambil bercengkerama.

“Kakek, mana angpawnya?” tanya Zar.

“Nanti tunggu opamu dulu, biar sekalian.”

“Asik.”

Walau cucu mereka tidak pernah kekurangan uang, namun tradisi memberi angpaw masih diberlakukan di keluarga ini. Mereka senang saja mendapat salam tempel, berapa pun jumlahnya.

Personil terakhir yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. setelah semua anak dan cucu sungkeman pada personil terakhir pandawa lima, Kevin bersiap untuk memberikan salam tempel pada cucu-cucunya. Abi, Juna, Cakra, Jojo, Anfa dan Kevin duduk berjejer, bersiap untuk memberikan uang untuk cucu-cucu mereka. Sang penerima dana BLT sudah mengantri dengan tertib.

🌻🌻🌻

Yang mau dapet dana BLT dari Pandawa Lima plus Anfa, antri!🤣

Terpopuler

Comments

Mama Rara

Mama Rara

kl beneran ada di real world...aku juga mau ngantriii angpaw teeehh

2024-06-07

1

DhilaZiya Ulyl

DhilaZiya Ulyl

siyaaap mamake.... 😂

2023-12-14

2

DhilaZiya Ulyl

DhilaZiya Ulyl

😂🤣🤣🤣

2023-12-14

2

lihat semua
Episodes
1 Soraya
2 Merekam Kenangan
3 Taruna Karbol
4 Akademi Militer
5 Pesiar Pertama
6 Enchanting Azzam
7 Nasi Komando
8 Mudik
9 Heboh
10 Angpaw Isinya Wow!
11 (Bukan) Kencan
12 Kembali Ke Akademi
13 Donor Darah
14 Perawan Atau Janda?
15 Latihan Berganda
16 Kejutan Dari Pelatih
17 Adu Yel-yel
18 Kejutan Untuk Eko
19 Ulang Tahun Pernikahan
20 Para Dasar
21 Bertemu Abimanyu Hikmat
22 Rival Hati
23 Aksi Para Taruna
24 Wing Day
25 Rencana Reuni
26 Gita Dirgantara
27 Senioritas
28 Kekhawatiran Eko
29 Pesiar Ke Palbapang
30 Hadiah Untuk Gendis
31 Jumpa Fans
32 Enam Sekawan
33 Adu Strategi
34 Waktu Santai
35 Pembalasan Gusti
36 Insiden Mengerikan
37 Menunggu
38 Selamat Tinggal
39 Kabar Duka
40 Saat Terakhir
41 Permintaan Azzam
42 Menagih Hutang
43 Peringatan Mayor Indra
44 Lolos Dari Maut
45 Bukti
46 Umpan
47 OTW Sleman
48 Bertemu Elang
49 Bagi Tugas
50 Mulai Panas
51 Ilmu Kompor
52 Sikap Irjenau
53 Menengok Seno
54 Tangisan Seno
55 Kebenaran Yang Memilukan
56 Pelangi Setelah Hujan
57 Mimpi
58 Semangat Yang Kembali
59 Kejutan
60 Besan Nurjanah
61 Tentang Gusti
62 Perwita vs Astari
63 Hukuman Untuk Gusti
64 Back To Academy
65 Terbang Layang
66 Brevet Terla
67 Nasehat Puji
68 Konser Duet
69 Sea Survival
70 Jungle Survival
71 Gara-gara Ular Lidi
72 Latihan Bhuwana Paksa
73 Pertahanan Pangkalan
74 Aksi Gita Dirgantara
75 Curhatan Arsy
76 Cakra Wahana Paksa
77 Muhibah Ke Jepang
78 Shinjuku - Shibuya
79 Kepulangan Azzam
80 Pasangan Menggemaskan
81 Oleh-oleh
82 Pengakuan
83 Latsitardanus
84 Passing Out Parade
85 Prasetya Perwira
86 Kumpul Keluarga
87 Menemui Eko
88 Suasana Baru
89 Menjelang Tikungan
90 Jodoh di Tangan Tuhan
91 Curhat
92 Pertanda
93 Permainan Takdir
94 Kenangan Terakhir
95 Lamar Dia
96 Undangan
97 Merayu Tuhan
98 Let's Have Fun Together
99 Wingday Sekbang
100 Skadud 16
101 Elang Indopura
102 Air Combat Training
103 Alei
104 Azzam vs Alei
105 Serangan Teror
106 Lollipop Lagi
107 Berkumpul Lagi
108 Gendis Untuk Seno
109 Impian Alei
110 Kembali ke Kota Kelahiran
111 Operasi Dharma Yudha
112 MOT & Super Garuda Shield
113 Asmara Trio Jomblo
114 Rinun
115 Pelangi Diantara Hujan
116 Jomblo Ngenes
117 Kontingen Garuda
118 Pasukan Pemberontak
119 Mendobrak Benteng Pertahanan
120 Penambangan Ilegal
121 Keinginan yang Sama
122 Pindah Tugas
123 Serangan Roket
124 Reuni di Khmeimim
125 Merebut Pangkalan Militer
126 Hiburan di tengah Ketegangan
127 Adu Domba
128 Encounter
129 Kehilangan
130 Mencari Jejakmu
131 Ale-ale atau Aep?
132 Firasat Aneh
133 Habis Tak Bersisa
134 Strong Woman Alei
135 Move to Lebanon
136 Pertempuran di Udara
137 Operasi Pembebasan Sandera
138 Pembantaian
139 Konferensi Meja Persegi
140 Mencari Sekutu
141 Mayday, Mayday
142 Lolos Dari Maut
143 Behind Enemy Lines
144 Pembicaraan Salah Arah
145 Tom and Jerry
146 Escape
147 Bertahan Hidup
148 Di Ujung Maut
149 Ketegangan Berakhir
150 Rusuh
151 Finally Found You
152 Drama IGD
153 Sayap Pelindung
154 Nasehat Daffa
155 Mau Menikah Denganku?
156 Memories
157 Melempar Umpan
158 Duel
159 Jebakan
160 Negosiasi
161 Kejar Daku, Kau Kujerat
162 Pembebasan Sandera
163 Pasukan Elit
164 Shock
165 Taktik Sang Kolonel
166 Pertempuran Sengit
167 Kemenangan Besar
168 Tamu Istimewa
169 SAH
170 Pernikahan Fenomenal
171 Musik Pemersatu Bangsa
172 Prediksi Taruhan
173 Romantisme Pengantin Baru
174 Salju di Zahle
175 Enemies Have Been Slain
176 Badai Mulai Mereda
177 Perang Terakhir
178 Warisan
179 Going Home
180 Melihat Mantan
181 Wisata Kuliner
182 Keluarga Absurd
183 Satu Lawan Satu
184 Bertemu Mantan
185 Kangen-kangenan
186 Pasangan OTW Halal
187 Upacara Jajar Kehormatan
188 Heboh yang Menyenangkan
189 Berkelana di Yogyakarta
190 My Trip, My Honeymoon
191 LDR Dimulai
192 Touring ala Gilang
193 Healing Bikin Pening
194 Resepsi Seno dan Gendis
195 Melepas Rindu
196 Joker
197 Salah Paham
198 Bahagia Plus-plus
199 Hamil Simpatik
200 Best Friends Forever
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Soraya
2
Merekam Kenangan
3
Taruna Karbol
4
Akademi Militer
5
Pesiar Pertama
6
Enchanting Azzam
7
Nasi Komando
8
Mudik
9
Heboh
10
Angpaw Isinya Wow!
11
(Bukan) Kencan
12
Kembali Ke Akademi
13
Donor Darah
14
Perawan Atau Janda?
15
Latihan Berganda
16
Kejutan Dari Pelatih
17
Adu Yel-yel
18
Kejutan Untuk Eko
19
Ulang Tahun Pernikahan
20
Para Dasar
21
Bertemu Abimanyu Hikmat
22
Rival Hati
23
Aksi Para Taruna
24
Wing Day
25
Rencana Reuni
26
Gita Dirgantara
27
Senioritas
28
Kekhawatiran Eko
29
Pesiar Ke Palbapang
30
Hadiah Untuk Gendis
31
Jumpa Fans
32
Enam Sekawan
33
Adu Strategi
34
Waktu Santai
35
Pembalasan Gusti
36
Insiden Mengerikan
37
Menunggu
38
Selamat Tinggal
39
Kabar Duka
40
Saat Terakhir
41
Permintaan Azzam
42
Menagih Hutang
43
Peringatan Mayor Indra
44
Lolos Dari Maut
45
Bukti
46
Umpan
47
OTW Sleman
48
Bertemu Elang
49
Bagi Tugas
50
Mulai Panas
51
Ilmu Kompor
52
Sikap Irjenau
53
Menengok Seno
54
Tangisan Seno
55
Kebenaran Yang Memilukan
56
Pelangi Setelah Hujan
57
Mimpi
58
Semangat Yang Kembali
59
Kejutan
60
Besan Nurjanah
61
Tentang Gusti
62
Perwita vs Astari
63
Hukuman Untuk Gusti
64
Back To Academy
65
Terbang Layang
66
Brevet Terla
67
Nasehat Puji
68
Konser Duet
69
Sea Survival
70
Jungle Survival
71
Gara-gara Ular Lidi
72
Latihan Bhuwana Paksa
73
Pertahanan Pangkalan
74
Aksi Gita Dirgantara
75
Curhatan Arsy
76
Cakra Wahana Paksa
77
Muhibah Ke Jepang
78
Shinjuku - Shibuya
79
Kepulangan Azzam
80
Pasangan Menggemaskan
81
Oleh-oleh
82
Pengakuan
83
Latsitardanus
84
Passing Out Parade
85
Prasetya Perwira
86
Kumpul Keluarga
87
Menemui Eko
88
Suasana Baru
89
Menjelang Tikungan
90
Jodoh di Tangan Tuhan
91
Curhat
92
Pertanda
93
Permainan Takdir
94
Kenangan Terakhir
95
Lamar Dia
96
Undangan
97
Merayu Tuhan
98
Let's Have Fun Together
99
Wingday Sekbang
100
Skadud 16
101
Elang Indopura
102
Air Combat Training
103
Alei
104
Azzam vs Alei
105
Serangan Teror
106
Lollipop Lagi
107
Berkumpul Lagi
108
Gendis Untuk Seno
109
Impian Alei
110
Kembali ke Kota Kelahiran
111
Operasi Dharma Yudha
112
MOT & Super Garuda Shield
113
Asmara Trio Jomblo
114
Rinun
115
Pelangi Diantara Hujan
116
Jomblo Ngenes
117
Kontingen Garuda
118
Pasukan Pemberontak
119
Mendobrak Benteng Pertahanan
120
Penambangan Ilegal
121
Keinginan yang Sama
122
Pindah Tugas
123
Serangan Roket
124
Reuni di Khmeimim
125
Merebut Pangkalan Militer
126
Hiburan di tengah Ketegangan
127
Adu Domba
128
Encounter
129
Kehilangan
130
Mencari Jejakmu
131
Ale-ale atau Aep?
132
Firasat Aneh
133
Habis Tak Bersisa
134
Strong Woman Alei
135
Move to Lebanon
136
Pertempuran di Udara
137
Operasi Pembebasan Sandera
138
Pembantaian
139
Konferensi Meja Persegi
140
Mencari Sekutu
141
Mayday, Mayday
142
Lolos Dari Maut
143
Behind Enemy Lines
144
Pembicaraan Salah Arah
145
Tom and Jerry
146
Escape
147
Bertahan Hidup
148
Di Ujung Maut
149
Ketegangan Berakhir
150
Rusuh
151
Finally Found You
152
Drama IGD
153
Sayap Pelindung
154
Nasehat Daffa
155
Mau Menikah Denganku?
156
Memories
157
Melempar Umpan
158
Duel
159
Jebakan
160
Negosiasi
161
Kejar Daku, Kau Kujerat
162
Pembebasan Sandera
163
Pasukan Elit
164
Shock
165
Taktik Sang Kolonel
166
Pertempuran Sengit
167
Kemenangan Besar
168
Tamu Istimewa
169
SAH
170
Pernikahan Fenomenal
171
Musik Pemersatu Bangsa
172
Prediksi Taruhan
173
Romantisme Pengantin Baru
174
Salju di Zahle
175
Enemies Have Been Slain
176
Badai Mulai Mereda
177
Perang Terakhir
178
Warisan
179
Going Home
180
Melihat Mantan
181
Wisata Kuliner
182
Keluarga Absurd
183
Satu Lawan Satu
184
Bertemu Mantan
185
Kangen-kangenan
186
Pasangan OTW Halal
187
Upacara Jajar Kehormatan
188
Heboh yang Menyenangkan
189
Berkelana di Yogyakarta
190
My Trip, My Honeymoon
191
LDR Dimulai
192
Touring ala Gilang
193
Healing Bikin Pening
194
Resepsi Seno dan Gendis
195
Melepas Rindu
196
Joker
197
Salah Paham
198
Bahagia Plus-plus
199
Hamil Simpatik
200
Best Friends Forever

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!