Nasi Komando

TENG

TENG

TENG

Lonceng berbunyi tiga kali. Para taruna yang masih berada di kamar mereka, langsung keluar menuju lapangan. Yakob yang belum selesai memakai sepatu, segera berlari. Dia berlari menggunakan sebelah kakinya, sedang tangannya berusaha memakaikan sepatu yang sebelah. Sesampainya di lapangan, dia segera masuk ke dalam barisan dan merapihkan tali sepatunya.

Usai apel pagi, semua taruna segera memulai latihan. Kali ini, mereka akan melakukan pelatihan fisik lagi. Setelah berlari dengan membawa beban seberat dua puluh kilo, mereka akan berlatih rappelling atau repling. Taruna akan dibawa ke ketinggian tertentu, kemudian turun dengan menggunakan tali dengan papan sebagai tumpuannya.

Secara bergiliran, taruna diminta naik ke atas, kemudian turun dengan menggunakan tali. Mereka menggelantung, kemudian mengarahkan kakinya ke papan sebagai tolakan, begitu seterusnya sampai tiba di bawah.

Kaki Yakob bergerak-gerak tak karuan. Wajahnya mulai memucat, dia paling benci latihan seperti ini. kini giliran barisan Yakob diminta untuk maju. Azzam maju lebih dulu, sedang Yakob memilih di bagian paling belakang. Dengan cepat Azzam menaiki tangga dan sampai ke atas.

Pelatih yang menunggu di atas, membantu memasangkan tali karmantel, carabiner, harness dan descender ke tubuh pemuda ini. Sebelumnya, Azzam sudah sering melakukan repling bersama dengan kakak dan kakak sepupunya. Dengan mudah dia dapat melakukannya dengan baik, dan sampai di bawah dengan selamat.

Seno, Eko, Zakaria dan Willi naik bergantian untuk melakukan repling. Kini giliran Yakob yang akan melakukannya. Begitu sampai di atas, keringat dingin mulai bercucuran di tubuh Yakob. Pria itu jatuh terduduk dengan tubuh bergetar. Kini giliran Yakob untuk melakukan repling tiba. Sang pelatih mendekatinya.

“Ayo..”

“Ngga mau, ndan… takut, ndan,” ujar Yakob. Pria itu hampir saja menangis.

“Kamu.. badan kekar, muka seram, tapi takut ketinggian. Ayo berdiri!”

“Takut, ndan. Saya turun saja.”

“Kalau turun harus lompat!”

“Ngga mau.”

Dengan paksa pelatih tersebut menarik Yakob hingga berdiri. Tubuh pria itu semakin bergetar ketika pelatihnya memakaikan peralatan padanya. Setelah peralatan terpasang, dia segera membawa Yakob ke tepi.

“Ndan.. jangan, ndan.. tolong.”

Sang pelatih terus mendekatnya ke pinggir, hingga kakinya tidak bisa menapak lagi, dan tubuhnya tergantung di atas.

“Komandan!! Tolong!!! Turunin saya!!”

“Kamu cuma bisa turun dengan cara lompat. Ayo lompat!!”

Mau tidak mau, Yakob harus melompat, untuk bisa turun. Dia memegang tali erat-erat, lalu mengayunkan tubuhnya ke papan. Dengan kaki sebagai tumpuan, dia kembali menolakkan tubuhnya dan bergerak turun. Tali yang menopang tubuhnya bergoyang-goyang, hingga dirinya tidak bisa mencapai papan.

“KOMANDAN, TOLOOOONG!! SAYA BELUM NIKAH!! TOLOOOONG!!!”

“Hahaha…”

“Demi Tuhan Yesus, tolonglah hamba-Mu ini. tolonglah hambamu ini, Tuhaaaaaaannn!!!”

Teman-teman Yakob dan para pelatih malah tertawa melihat pria itu yang semakin ketakutan. Yakob terus berjuang menggerakkan tubuhnya, hingga akhirnya dia bisa mencapai papan kembali dan turun dengan selamat. Pria itu jatuh terduduk dengan lemas dan tubuh bercucuran keringat.

“Hebat! Besok kita latihan lagi,” ujar sang pelatih.

“Tidaaaakkk..”

“Hahaha…”

Setelah melakukan repling yang mendebarkan bagi mereka yang takut ketinggian, pelatihan terus berlanjut. Mereka dibawa ke pinggir danau. Para taruna akan melakukan flying fox, namun ketika berada di tengah danau, mereka dilepaskan dan harus berenang sampai ke tepian.

Azzam memakai peralatannya, sang pekatih segera mendorong pemuda itu. Tubuh Azzam meluncur, begitu sampai di tengah, pemuda itu melepaskan pegangannya, hingga tubuhnya jatuh ke air, Dengan cepat dia berenang menuju tepian. Di sana rekan-rekannya yang sudah melakukan lebih dulu sudah sampai.

“AAAAAAAAA!!!”

Terdengar teriakan kencang Yakob ketika pria itu meluncur. Belum sampai ke tengah, kepalanya melihat ke bawah, tangannya terasa lemas dan pegangannya terlepas. Tubuhnya jatuh meluncur ke dalam air. Beberapa detik kemudian dia muncul ke permukaan, dan mulai berenang menuju tepian. Begitu pria itu sampai, tepuk tangan terdengar dari rekannya yang lain. Pria itu mengangkat kedua tangannya sambil berteriak puas.

🌻🌻🌻

Setelah apel malam, para taruna kembali ke asrama. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa sebelum berangkat tidur. Kali ini Azzam dan kawan-kawannya masuk ke dalam barak lebih cepat. Yakob membaringkan tubuhnya di kasur. Latihan hari ini benar-benar menguji mentalnya. Dia harus mengalahkan ketakutannya akan ketinggian.

Usai memasukkan pakaian yang sudah disetrika ke dalam lemari, Zakaria tidak langsung naik ke atas kasur. Pria itu berdiri di tengah-tengah ruangan. Tangannya yang terkepal didekatkan ke mulutnya.

“Tes.. satu.. dua.. tiga.. perhatian.. perhatian..”

Semua yang ada di kamar langsung menolehkan kepalanya pada Zakaria. Setelah yakin semua orang melihat padanya, Zakaria melanjutkan kembali aksinya.

“Pada kesempatan kali ini, ijinkan saya… Zakaria Khan, menghibur anda semua.”

Zakaria membalikkan tubuhnya. Tangannya menyugar rambutnya ke belakang. Lalu pria itu merentangkan tangannya, dengan posisi tubuh menyamping.

“Bole chudiyan, bole kangna. Haai main ho gayi tere saajna. Tere bin jiyo naiyo lag da main te margaiya. Le jaa le jaa. Soniye le jaa le jaa. Dil le jaa le jaa, hooo..”

Zakariya menggerakkan tangan, bahu dan kepalanya. Gerakannya persis seperti Shah Rukh Khan dalam film Kabhie Kushie Kabhie Gum. Melihat itu, semua yang ada di dalam kamar langsung berdiri. Mereka ikut berjoged dengan lagu yang dinyanyikan oleh Zakariya, kecuali Azzam. Pemuda itu hanya duduk di tempatnya sambil menepukkan tangan. Senyum tak lepas dari wajahnya. Rasa penatnya tadi siang seolah menghilang melihat tingkah konyol teman-temannya.

“Bole chudiyan, bole kangna. Haai main ho gayi tere saajna. Tere bin jiyo naiyo lag da main te margaiya. Le jaa le jaa. Soniye le jaa le jaa. Dil le jaa le jaa, hooo..”

Yakob menyambung lagu yang dinyanyikan Zakaria dengan suara yang dibuat sengau. Dia juga ikut berjoged India. Tawa Azzam pecah melihat tubuh Yakob yang kekar, dan wajahnya yang sangar bergoyang ala India.

TENG

TENG

TENG

Bunyi lonceng menghentikan kegembiraan mereka. Semuanya langsung menuju kasur untuk beristirahat. Yakob yang berada di bagian paling pinggir, mematikan lampu kamar lebih dulu, baru kemudian naik ke atas kasurnya.

☘️☘️☘️

Latihan hari-hari berikutnya yang harus dilakukan para taruna semakin berat saja. Tidak hanya menguras fisik, tapi juga mental. Kali ini mereka akan latihan di hutan. Dengan ransel di punggung dan senjata di tangan, mereka menyusuri hutan. Tidak itu saja, mereka melukis wajah mereka dengan cat. Ini adalah latihan kamuflase, menyamarkan wajah mereka agar tidak terlihat mencolok ketika berlindung. Tubuh mereka juga ditutupi dengan semak.

Setelah latihan menyusuri hutan, berlindung dan bertahan. Kini mereka akan melakukan pelatihan yang sangat berbahaya dan juga menguji mental. Semua taruna dibawa ke kolam berlumpur. Kolam tersebut sudah diberi jalur. Terdapat empat buah jalur di sana. Setiap jalur akan diisi oleh tiga orang taruna. Nantinya taruna diharuskan merayap sampai ke ujung. Saat mereka merayap, pelatih akan menembak mereka dari atas menggunakan peluru tajam dengan arah zig zag. Latihan seperti ini disebut latihan dopper. Latihan dopper termasuk salah satu latihan yang berbahaya, salah sedikit saja, maka nyawa taruhannya. Dan tidak semua negara menerapkan pola latihan ini di militernya.

Semua taruna sudah dikelompokkan, dan semuanya harus melakukan latihan ini. Pelatih berdiri di tengah-tengah para taruna. Mereka memang sudah mendengar tentang latihan ini. Dan tentu saja ada perasaan takut dan was-was merayapi mereka. Setelah fisik mereka digojlok habis-habisan tadi, sekarang mental mereka yang akan diuji.

“Kali ini kita akan latihan dopper. Latihan ini maksudkan untuk menguatkan mental kalian. Anggap saja kalian sedang berada di medan perang. Kalian berada dalam keadaan antara hidup dan mati. Yang harus kalian lakukan adalah bertahan hidup, bagaimana pun caranya, kalian harus sampai di ujung. Ingat! Konsentrasi!! Jangan biarkan suara peluru merusak konsentrasi kalian! Mengerti?!!”

“Siap, mengerti, komandan!!”

Semua barisan yang sudah dibentuk mulai memasuki kolam lumpur. Azzam berada di bagian depan, di belakangnya menyusul Eko, dan terakhir Willi. Ketiga taruna itu mulai bergerak, merayap di atas kolam lumpur, bersama taruna lainnya. Sementara penembak dopper, mulai menembakkan senjatanya.

Suara desingan peluru mengiringi perjalanan mereka sampai ke ujung. Para penembak terus menembak ke arah kanan dan kiri mereka secara zig zag. Eko hampir saja menangis. Dia benar-benar takut terkena peluru dari sang penembak. Namun pemuda itu teringat apa yang dikatakan pelatih. Eko berkonsentrasi terus merayap, mengikuti pergerakan Azzam.

Seperti halnya Eko, Azzam pun merasakan ketakutan yang sama. Cipratan lumpur dari peluru yang ditembakkan cukup membuat hatinya ketar-ketir. Azzam terus menguatkan diri dan berkonsentrasi untuk sampai ke ujung. Latihan kali ini benar-benar menguji mentalnya. Di tengah berondongan peluru, akhirnya Azzam, Eko dan Willi berhasil sampai di ujung. Tubuh mereka masih bergetar karena ketakutan yang melanda tadi.

Usai latihan yang mendebarkan, para taruna dan taruni diberi waktu untuk istirahat. Mereka berkumpul di lapang yang cukup luas. Sudah waktunya bagi mereka untuk makan siang. Tiga keranjang berisi nasi bungkus sudah ada di depan mereka. Di samping keranjang, terdapat ember besar. Entah apa isi dari ember tersebut.

“Saya ucapkan selamat pada kalian semua yang sudah gagah berani melakukan latihan dopper. Atas kerja keras dan keberanian kalian, kami sudah menyiapkan makanan spesial untuk kalian. Nama makanan ini adalah nasi komando.”

Para pelatih mulai membagikan nasi bungkus pada para taruna. Setelah semua nasi dibagikan, pelatih memerintahkan membuka bungkus nasi, lalu menaruhnya di atas kepala. Semua taruna melakukan hal tersebut, nasi yang sudah terbuka sedikit, ditaruh di atas kepala mereka.

Para pelatih menuju ember besar, lalu mengambil sesuatu dari dalamnya. Mereka kembali ke barisan, dan memecahkan telur bebek mentah ke dalam bungkus nasi para taruna dan taruni. Setelah semua mendapatkan jatah telor mentah, barulah bungkus nasi diturunkan kembali. Semua taruna terkejut melihat nasi mereka yang dilengkapi tumis labu siam dan tempe mendoan, diberi telur bebek mentah di atasnya.

“Yang kalian pegang adalah nasi komando. Telur bebek mentah, bagus untuk mengembalikan stamina kalian. Aduk telur itu ke dalam nasi, lalu makan!”

Rata-rata para taruna tersebut hanya memandangi nasi mereka. Baru beberapa taruna saja yang mengaduk telur tersebut ke dalam nasi. Salah satunya adalah Yakob. Pria itu mengaduk nasi dengan telur, kemudian memakannya dengan lahap. Karena terus dipaksa, mau tak mau, para taruna mulai mengaduk dan coba memakannya.

HOEK

HOEK

Para taruni memuntahkan lagi makanan dari mulut mereka. Namun para pelatih tidak membiarkannya. Mereka terus memaksa agar para taruni tersebut memakan dan menghabiskan nasi komando tersebut. Niken, Sarwendah, Cici dan Zuhaidar sampai menangis, namun tetap tidak ada toleransi untuk mereka.

HOEK

Azzam memuntahkan kembali makanan yang masuk ke perutnya. Bau amis bercampur lendir yang berasal dari telur mentah, benar-benar membuat perutnya mual. Namun para pelatih tidak membiarkan mereka membuang makanan tersebut. Mereka, termasuk Azzam terus dipaksa untuk menelan makanan tersebut.

Buliran bening mengalir dari kedua mata Azzam, saat mati-matian menelan makanan tersebut. Dilawannya semua rasa mual yang melanda. Dia terus mensugesti dirinya, kalau yang dimakannya adalah makanan favoritnya. Rasa makanan tersebut sangat lezat dan harus dihabiskan olehnya.

🌻🌻🌻

Baru ngebayangin bentuk dan bau nasi Komando, aku udah mual duluan. Ditambah latihan dopper yang beresiko tinggi. Beneran angkat topi buat Tentara Indonesia✊

Terpopuler

Comments

Nabila hasir

Nabila hasir

baca latihannya kok kayaknya berat banget yaa

2024-04-13

1

anonim

anonim

berat bener ya latihan ala militer

2024-01-15

1

ꪶꫝAaliyah Salsabilaꪶꫝ

ꪶꫝAaliyah Salsabilaꪶꫝ

Kalo merah telornya sih aku gak masalah dicampur nasi tapi kalo telor putihnya wadaaaawww aku yang biasa dulu di pramuka diajarin jorok&harus bisa seadanya pun mual lah, tapi emang kereeeennn sih TNI tuh gak kaya pendidikan ya yang satu lagi lembek lah yang itu 🤭🤭🤭

2023-12-16

2

lihat semua
Episodes
1 Soraya
2 Merekam Kenangan
3 Taruna Karbol
4 Akademi Militer
5 Pesiar Pertama
6 Enchanting Azzam
7 Nasi Komando
8 Mudik
9 Heboh
10 Angpaw Isinya Wow!
11 (Bukan) Kencan
12 Kembali Ke Akademi
13 Donor Darah
14 Perawan Atau Janda?
15 Latihan Berganda
16 Kejutan Dari Pelatih
17 Adu Yel-yel
18 Kejutan Untuk Eko
19 Ulang Tahun Pernikahan
20 Para Dasar
21 Bertemu Abimanyu Hikmat
22 Rival Hati
23 Aksi Para Taruna
24 Wing Day
25 Rencana Reuni
26 Gita Dirgantara
27 Senioritas
28 Kekhawatiran Eko
29 Pesiar Ke Palbapang
30 Hadiah Untuk Gendis
31 Jumpa Fans
32 Enam Sekawan
33 Adu Strategi
34 Waktu Santai
35 Pembalasan Gusti
36 Insiden Mengerikan
37 Menunggu
38 Selamat Tinggal
39 Kabar Duka
40 Saat Terakhir
41 Permintaan Azzam
42 Menagih Hutang
43 Peringatan Mayor Indra
44 Lolos Dari Maut
45 Bukti
46 Umpan
47 OTW Sleman
48 Bertemu Elang
49 Bagi Tugas
50 Mulai Panas
51 Ilmu Kompor
52 Sikap Irjenau
53 Menengok Seno
54 Tangisan Seno
55 Kebenaran Yang Memilukan
56 Pelangi Setelah Hujan
57 Mimpi
58 Semangat Yang Kembali
59 Kejutan
60 Besan Nurjanah
61 Tentang Gusti
62 Perwita vs Astari
63 Hukuman Untuk Gusti
64 Back To Academy
65 Terbang Layang
66 Brevet Terla
67 Nasehat Puji
68 Konser Duet
69 Sea Survival
70 Jungle Survival
71 Gara-gara Ular Lidi
72 Latihan Bhuwana Paksa
73 Pertahanan Pangkalan
74 Aksi Gita Dirgantara
75 Curhatan Arsy
76 Cakra Wahana Paksa
77 Muhibah Ke Jepang
78 Shinjuku - Shibuya
79 Kepulangan Azzam
80 Pasangan Menggemaskan
81 Oleh-oleh
82 Pengakuan
83 Latsitardanus
84 Passing Out Parade
85 Prasetya Perwira
86 Kumpul Keluarga
87 Menemui Eko
88 Suasana Baru
89 Menjelang Tikungan
90 Jodoh di Tangan Tuhan
91 Curhat
92 Pertanda
93 Permainan Takdir
94 Kenangan Terakhir
95 Lamar Dia
96 Undangan
97 Merayu Tuhan
98 Let's Have Fun Together
99 Wingday Sekbang
100 Skadud 16
101 Elang Indopura
102 Air Combat Training
103 Alei
104 Azzam vs Alei
105 Serangan Teror
106 Lollipop Lagi
107 Berkumpul Lagi
108 Gendis Untuk Seno
109 Impian Alei
110 Kembali ke Kota Kelahiran
111 Operasi Dharma Yudha
112 MOT & Super Garuda Shield
113 Asmara Trio Jomblo
114 Rinun
115 Pelangi Diantara Hujan
116 Jomblo Ngenes
117 Kontingen Garuda
118 Pasukan Pemberontak
119 Mendobrak Benteng Pertahanan
120 Penambangan Ilegal
121 Keinginan yang Sama
122 Pindah Tugas
123 Serangan Roket
124 Reuni di Khmeimim
125 Merebut Pangkalan Militer
126 Hiburan di tengah Ketegangan
127 Adu Domba
128 Encounter
129 Kehilangan
130 Mencari Jejakmu
131 Ale-ale atau Aep?
132 Firasat Aneh
133 Habis Tak Bersisa
134 Strong Woman Alei
135 Move to Lebanon
136 Pertempuran di Udara
137 Operasi Pembebasan Sandera
138 Pembantaian
139 Konferensi Meja Persegi
140 Mencari Sekutu
141 Mayday, Mayday
142 Lolos Dari Maut
143 Behind Enemy Lines
144 Pembicaraan Salah Arah
145 Tom and Jerry
146 Escape
147 Bertahan Hidup
148 Di Ujung Maut
149 Ketegangan Berakhir
150 Rusuh
151 Finally Found You
152 Drama IGD
153 Sayap Pelindung
154 Nasehat Daffa
155 Mau Menikah Denganku?
156 Memories
157 Melempar Umpan
158 Duel
159 Jebakan
160 Negosiasi
161 Kejar Daku, Kau Kujerat
162 Pembebasan Sandera
163 Pasukan Elit
164 Shock
165 Taktik Sang Kolonel
166 Pertempuran Sengit
167 Kemenangan Besar
168 Tamu Istimewa
169 SAH
170 Pernikahan Fenomenal
171 Musik Pemersatu Bangsa
172 Prediksi Taruhan
173 Romantisme Pengantin Baru
174 Salju di Zahle
175 Enemies Have Been Slain
176 Badai Mulai Mereda
177 Perang Terakhir
178 Warisan
179 Going Home
180 Melihat Mantan
181 Wisata Kuliner
182 Keluarga Absurd
183 Satu Lawan Satu
184 Bertemu Mantan
185 Kangen-kangenan
186 Pasangan OTW Halal
187 Upacara Jajar Kehormatan
188 Heboh yang Menyenangkan
189 Berkelana di Yogyakarta
190 My Trip, My Honeymoon
191 LDR Dimulai
192 Touring ala Gilang
193 Healing Bikin Pening
194 Resepsi Seno dan Gendis
195 Melepas Rindu
196 Joker
197 Salah Paham
198 Bahagia Plus-plus
199 Hamil Simpatik
200 Best Friends Forever
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Soraya
2
Merekam Kenangan
3
Taruna Karbol
4
Akademi Militer
5
Pesiar Pertama
6
Enchanting Azzam
7
Nasi Komando
8
Mudik
9
Heboh
10
Angpaw Isinya Wow!
11
(Bukan) Kencan
12
Kembali Ke Akademi
13
Donor Darah
14
Perawan Atau Janda?
15
Latihan Berganda
16
Kejutan Dari Pelatih
17
Adu Yel-yel
18
Kejutan Untuk Eko
19
Ulang Tahun Pernikahan
20
Para Dasar
21
Bertemu Abimanyu Hikmat
22
Rival Hati
23
Aksi Para Taruna
24
Wing Day
25
Rencana Reuni
26
Gita Dirgantara
27
Senioritas
28
Kekhawatiran Eko
29
Pesiar Ke Palbapang
30
Hadiah Untuk Gendis
31
Jumpa Fans
32
Enam Sekawan
33
Adu Strategi
34
Waktu Santai
35
Pembalasan Gusti
36
Insiden Mengerikan
37
Menunggu
38
Selamat Tinggal
39
Kabar Duka
40
Saat Terakhir
41
Permintaan Azzam
42
Menagih Hutang
43
Peringatan Mayor Indra
44
Lolos Dari Maut
45
Bukti
46
Umpan
47
OTW Sleman
48
Bertemu Elang
49
Bagi Tugas
50
Mulai Panas
51
Ilmu Kompor
52
Sikap Irjenau
53
Menengok Seno
54
Tangisan Seno
55
Kebenaran Yang Memilukan
56
Pelangi Setelah Hujan
57
Mimpi
58
Semangat Yang Kembali
59
Kejutan
60
Besan Nurjanah
61
Tentang Gusti
62
Perwita vs Astari
63
Hukuman Untuk Gusti
64
Back To Academy
65
Terbang Layang
66
Brevet Terla
67
Nasehat Puji
68
Konser Duet
69
Sea Survival
70
Jungle Survival
71
Gara-gara Ular Lidi
72
Latihan Bhuwana Paksa
73
Pertahanan Pangkalan
74
Aksi Gita Dirgantara
75
Curhatan Arsy
76
Cakra Wahana Paksa
77
Muhibah Ke Jepang
78
Shinjuku - Shibuya
79
Kepulangan Azzam
80
Pasangan Menggemaskan
81
Oleh-oleh
82
Pengakuan
83
Latsitardanus
84
Passing Out Parade
85
Prasetya Perwira
86
Kumpul Keluarga
87
Menemui Eko
88
Suasana Baru
89
Menjelang Tikungan
90
Jodoh di Tangan Tuhan
91
Curhat
92
Pertanda
93
Permainan Takdir
94
Kenangan Terakhir
95
Lamar Dia
96
Undangan
97
Merayu Tuhan
98
Let's Have Fun Together
99
Wingday Sekbang
100
Skadud 16
101
Elang Indopura
102
Air Combat Training
103
Alei
104
Azzam vs Alei
105
Serangan Teror
106
Lollipop Lagi
107
Berkumpul Lagi
108
Gendis Untuk Seno
109
Impian Alei
110
Kembali ke Kota Kelahiran
111
Operasi Dharma Yudha
112
MOT & Super Garuda Shield
113
Asmara Trio Jomblo
114
Rinun
115
Pelangi Diantara Hujan
116
Jomblo Ngenes
117
Kontingen Garuda
118
Pasukan Pemberontak
119
Mendobrak Benteng Pertahanan
120
Penambangan Ilegal
121
Keinginan yang Sama
122
Pindah Tugas
123
Serangan Roket
124
Reuni di Khmeimim
125
Merebut Pangkalan Militer
126
Hiburan di tengah Ketegangan
127
Adu Domba
128
Encounter
129
Kehilangan
130
Mencari Jejakmu
131
Ale-ale atau Aep?
132
Firasat Aneh
133
Habis Tak Bersisa
134
Strong Woman Alei
135
Move to Lebanon
136
Pertempuran di Udara
137
Operasi Pembebasan Sandera
138
Pembantaian
139
Konferensi Meja Persegi
140
Mencari Sekutu
141
Mayday, Mayday
142
Lolos Dari Maut
143
Behind Enemy Lines
144
Pembicaraan Salah Arah
145
Tom and Jerry
146
Escape
147
Bertahan Hidup
148
Di Ujung Maut
149
Ketegangan Berakhir
150
Rusuh
151
Finally Found You
152
Drama IGD
153
Sayap Pelindung
154
Nasehat Daffa
155
Mau Menikah Denganku?
156
Memories
157
Melempar Umpan
158
Duel
159
Jebakan
160
Negosiasi
161
Kejar Daku, Kau Kujerat
162
Pembebasan Sandera
163
Pasukan Elit
164
Shock
165
Taktik Sang Kolonel
166
Pertempuran Sengit
167
Kemenangan Besar
168
Tamu Istimewa
169
SAH
170
Pernikahan Fenomenal
171
Musik Pemersatu Bangsa
172
Prediksi Taruhan
173
Romantisme Pengantin Baru
174
Salju di Zahle
175
Enemies Have Been Slain
176
Badai Mulai Mereda
177
Perang Terakhir
178
Warisan
179
Going Home
180
Melihat Mantan
181
Wisata Kuliner
182
Keluarga Absurd
183
Satu Lawan Satu
184
Bertemu Mantan
185
Kangen-kangenan
186
Pasangan OTW Halal
187
Upacara Jajar Kehormatan
188
Heboh yang Menyenangkan
189
Berkelana di Yogyakarta
190
My Trip, My Honeymoon
191
LDR Dimulai
192
Touring ala Gilang
193
Healing Bikin Pening
194
Resepsi Seno dan Gendis
195
Melepas Rindu
196
Joker
197
Salah Paham
198
Bahagia Plus-plus
199
Hamil Simpatik
200
Best Friends Forever

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!