Akademi Militer

Hari ini semua taruna dan taruni sudah bersiap di lapangan. Di dekat mereka terdapat tas atau koper yang berisi seragam dan barang bawaan mereka. Setelah sah diterima sebagai taruna karbol, mereka akan diberangkatkan ke Akademi Militer di Magelang untuk menjalani pendidikan integrasi bersama taruna Akmil dan AAL. Mereka akan tinggal selama satu tahun dan menjalani pendidikan militer.

Wakil gubernur AAU melepas 150 taruna dan taruni yang akan berangkat menuju Magelang. Selama setahun penuh mereka akan dididik dasar-dasar kemiliteran, berlatih fisik, latihan memegang dan menembakkan senjata, bertahan hidup, sekaligus mengatur strategi pertahanan. Satu per satu taruna masuk ke dalam kendaraan yang sudah disiapkan.

Setiap taruna yang mendaftar di AAU atau angkatan lain memang wajib menjalani pendidkan militer selama setahun penuh. Setelah pendidikan militer mereka selesai, barulah mereka kembali ke akademi masing-masing. Pelatihan militer ini bertujuan untuk mengubah budaya dan cara berpikir sipil menjadi militer. Taruna dan taruni akan ditempa jasmani dan mentalnya pada pelatihan ini agar bisa menjadi prajurit TNI yang tangguh, pantang menyerah dan memiliki jiwa nasionalis tinggi.

Magelang dipilih sebagai tempat akademi militer, karena lokasi ini memiliki latar belakang militer yang kuat, karena menjadi lokasi parade tentara Belanda. Kota ini juga dianggap penting, karena di sini terdapat gunung Tidar, yang dianggap sebagai titik pusat Jawa atau sering disebut sebagai pakuning tanah Jawa.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, akhirnya mereka tiba di akademi militer. Kedatangan mereka bersamaan juga dengan kedatangan taruna dari akademi angkatan laut dan akademi polisi. Taruna angkatan darat yang memang menempuh pendidikan di sini juga sudah berkumpul di lapangan. Mereka semua akan berbaur, agar tidak terjadi chauvinisme terhadap angkatan masing-masing.

Seluruh taruna dan taruni berkumpul dan mendengarkan sambutan dari gubernur akademi militer. Setelah selesai, mereka dipersilahkan menuju asrama yang akan ditempati selama menjalani pendidikan. Para senior membimbing junior mereka menuju asrama. Peraturan di sini tidak beda dengan peraturan di akademi masing-masing.

Azzam, Eko, Zakariya dan Seno ditempatkan satu barak bersama taruna lainnya. Di barak ini terdapat 12 kasur dan lemari yang disusun berdampingan serta berhadapan. Selain mereka, terdapat juga taruna dari Akmil, AAL dan Akpol. Dengan cepat mereka membereskan pakaian dan sepatu ke dalam lemari. Nanti akan ada pelatih yang memeriksa kerapihan lemari mereka.

Tempat tidur Azzam berhadapan dengan Eko, di samping kanannya adalah Zakariya, sedang di samping kirinya adalah taruna dari Akmil. Sambil membereskan barang bawaannya, mereka berkenalan sambil mengatakan dari mana mereka berasal. Taruna Akmil yang ada di samping kiri Azzam bernama Yakob dan berasal dari Ambon.

“Kalian sudah bisa makan cepat?” tanya Yakob dengan aksen khas Ambon.

“Masih usaha,” jawab Eko sambil tertawa.

“Sebenarnya yang kasihan itu para taruni. Kemarin ada taruni yang nangis karena tidak bisa menghabiskan makanannya. Kami semua kena hukum.”

“Sama. Kita juga. kayanya harus ada strateginya nih. Biasanya taruni yang susah ngabisin makanan. Gimana kalau pas makan, harus ada taruni di meja kita, supaya kita bisa bantu dia ngabisin makanan,” usul Azzam.

“Usul bagus. Saya siap bagian habiskan makanan, hahaha..” seru Yakob.

Tubuh Yakob tidak terlalu tinggi, 168 cm. Namun tubuhnya lumayan berisi dan cukup kekar juga. menurut pengakuannya, ini adalah percobaan ketiganya melamar ke Akmil. Dua tahun sebelumnya, dia tidak lolos pantukhir. Baru tahun sekarang dia berhasil lolos dan bisa menyandang status sebagai taruna Akmil.

“Selama dua tahun, saya terus latih fisik. Saya belajar bagaimana cara hidup tentara, termasuk latihan fisik dan soal makan. Tahun ini saya berhasil diterima jadi taruna. Kalau kalian bagaimana? Apa ini percobaan pertama kalian?”

Azzam, Zakariya, Eko dan Seno mengangguk bersamaan. Tahun ini adalah percobaan pertama mereka dan langsung diterima sebagai taruna. Hampir semua taruna yang ada di barak ini sama seperti para taruna karbol, baru pertama mencoba mengikuti seleksi. Tapi Yakob tidak sendirian, ada juga taruna dari AL yang baru masuk di tahun keduanya.

Saat sedang berbincang, terdengar suara lonceng. Semua segera keluar dan berbaris di lapangan. Mereka harus sudah memulai kegiatan di Akmil ini. Semua taruna dan taruni berbaris rapih di lapangan.

🌻🌻🌻

Berada di Akmil, Azzam mulai menjalani hari-harinya sebagai taruna. Semua kegiatan yang dilakukannya sudah diatur dari mulai bangun tidur, sampai hendak tidur lagi. para taruna sudah dibangunkan pukul empat shubuh. Bagi yang beragama Islam, langsung bersiap untuk menunaikan shalat shubuh. Untuk yang non muslim, bersiap untuk olahraga pagi.

Usai melaksanakan shalat shubuh, semua taruna berkumpul di lapangan. Mereka bersiap untuk berolahraga pagi. Seorang pelatih datang dan memberi aba-aba pada taruna dan taruni untuk bersiap lari mengelilingi Akmil. Beberapa senior mengikuti dan mengawasi mereka. Semua taruna berlari sambil menyanyikan lagu-lagu yang membangkitkan semangat patriotisme.

“Selamat datang pahlawan muda. Lama nian kami rindukan dikau. Bertahun bercerai mata. Kini kita dapat berjumpa pula.”

Sebelum berangkat ke Sleman, Azzam memang sudah banyak mencari informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia TNI. Termasuk lagu-lagu yang mereka nyanyikan saat sedang berlari. Tak jarang dia ikut menyanyikannya dengan suara keras, sampai terdengar protesan dari Zar. Namun ternyata latihannya berguna untuk saat ini.

Setelah berlari, olahraga dilanjutkan dengan melakukan aktivitas fisik lainnya. Para taruni dan taruna ditempatkan terpisah. Ada seorang pelatih yang memandu mereka melakukan olah fisik. Para taruna diminta melakukan push up sebanyak 30 kali, dilanjut dengan sit up sebanyak 30 kali juga. Eko nampak kesulitan menyelesaikan push up-nya. Berkali-kali pelatih meneriakinya dan memintanya mengulang.

Usai olahraga, mereka dipersilahkan kembali ke asrama untuk istirahat sejenak dan membersihkan diri. Dikarenakan kapasitas kamar mandi yang tidak sesuai dengan jumlah taruna, maka mereka diharuskan mandi dengan kecepatan kilat. Waktu mereka untuk mandi tidak lebih dari tiga menit, karena harus bergantian dengan taruna lainnya.

Bergiliran mereka memasuki kamar mandi. Antrian di kamar mandi, sudah seperti antrian sembako saja. Selesai mandi, mereka langsung berpakaian dan bersiap untuk apel pagi. Seno masih mengenakan sabuknya, ketika terdengar suara lonceng. Buru-buru pria itu menyelesaikan kegiatannya. Azzam membantu Seno merapihkan pakaian, kemudian bergegas menuju lapangan.

🌻🌻🌻

Pelatihan di akademi militer ini memang terasa berat untuk para taruna dan taruni. Fisik mereka digojlok sampai ke titik penghabisan. Waktu tidur mereka pun terbatas. Setelah apel malam, mereka dipersilahkan kembali ke barak. Sebelum tidur, banyak dari mereka yang memanfaatkan waktu dengan mencuci pakaian, menyetrika atau mencuci sepatu. Setiap detik yang ada dimanfaatkan dengan baik untuk mereka.

Hari ini mereka kembali akan melakukan pelatihan. Dengan menggunakan pakaian loreng, mereka menuju tempat latihan. Sebagai awal, mereka diminta berlari dengan membawa beban sebanyak dua puluh kilo di punggungnya. Di tangan mereka terdapat senjata. Seorang pelatih memberi aba-aba. Serentak mereka segera berlari mengikuti arahan pelatih.

Usia berlari, mereka diminta berlatih ketangkasan. Mereka harus berlari melewati lubang ban mobil. Setelah berlari satu putaran, mereka kemudian berlari melewati lubang ban. Selain tidak boleh terjatuh, waktu yang harus mereka lalui juga harus cepat. Untuk latihan kali ini tidak banyak yang menemui kesulitan.

Setelahnya, pelatih meminta para taruna melakukan latihan merayap. Di punggung mereka terdapat ransel, kepala memakai helm dan tangan memegang senjata. Latihan merayap ini dilakukan di tempat terbuka. Kemudian berlanjut merayap di bawah kawat berduri.

Azzam mulai merayap dengan senjata di tangannya. Tubuhnya terus bergerak melewati kawat berduri yang tingginya hanya beberapa senti saja. Di samping kanan, kiri dan belakangnya taruna lain menyusul. Azzam menggerakan kaki dan sikutnya dengan hati-hati, jangan sampai kepala atau ranselnya tersangkut di kawat berduri tersebut.

Eko berada di barisan paling belakang. Pemuda itu mulai merayap melewati kawat berduri. Awalnya semua lancar saja. Saat akan sudah hampir sampai ke ujung, tiba-tiba saja dia tidak bisa bergerak. Kepalanya menoleh, ternyata ujung ranselnya terkena kawat berduri. Eko menggerak-gerakkan tubuhnya, berusaha melepaskan diri dari kawat tersebut.

“Tulung.. iki tulung,” ujar Eko dengan suara berbisik. Semoga saja Zakaria yang ada di depannya, bisa mendengarnya.

“Zak.. tulung.. iki.. iki..” ujar Eko lagi. Mendengar namanya dipanggil, Zakaria menolehkan kepalanya.

“Apa?”

“Iki.. tulung.. iki..”

“Iki apaan? Iki anaknya Sule?”

“Haaiissshh.. Iki lho, tulung ransele kecantol.”

Zakaria melihat ke arah kawat, benar saja, ransel temannya tersangkut kawat berduri. Tapi dia sendiri bingung bagaimana cara menolongnya, sedangkan pelatih sudah berada di sampingnya.

“Taruna!!”

“Siap!!”

“Kenapa kalian egois sekali? Kalian tidak melihat ada teman kalian yang tertinggal?!” tangan pelatih itu menunjuk pada Eko yang masih belum keluar dari kawat berduri.

“Kalian itu harus melihat kanan, kiri, depan, belakang. Pastikan tidak ada teman kalian yang tertinggal! Kalau ini di medan perang, teman kalian sudah mati ditembak musuh!”

Pelatih tersebut menunjuk pada Azzam dan Zakaria untuk menolong Eko. Bergegas mereka mendekat, lalu melepaskan ujung ransel yang terkait kawat berduri. Ketiganya segera kembali ke dalam barisan.

“Jalan jongkok sampai ke pos!!”

Insiden tersangkutnya ransel Eko menyebabkan semua taruna terkena hukuman. Mereka berjalan jongkok menuju pos. Sebentar lagi adzan dzuhur akan berkumandang. Sudah waktunya mereka untuk shalat dan makan siang. Dengan senjata berada di belakang kepala, semua taruna mulai berjalan jongkok menuju pos mereka.

🌻🌻🌻

Usai menunaikan ibadah shalat dzuhur, semua taruna sudah berbaris. Di tangan mereka terdapat ompreng dan juga gelas. Satu per satu mereka mendekati pelatih untuk mendapatkan jatah makanan.

Ompreng milik Azzam ditambahkan nasi, tumis labu siam, telur bumbu kecap, kerupuk dan pisang. Setelah gelas yang dibawanya diisi air putih, pemuda itu segera menuju ke barisan. Di taruhnya ompreng di depannya, lalu dia duduk bersila. Menunggu taruna lain selesai mengambil makanan.

Dengan membawa ompreng yang sudah terisi makanan, Seno berjalan menuju barisan. Sebelah kakinya menginjak tanah yang sedikit legok, membuat ompreng di tangannya bergerak. Telur yang ada di atas jatuh ke tanah dan menggelinding sampai ke dekat kaki salah seorang pelatih. Seno buru-buru kembali ke barisannya, sebelum pelatih tersebut melihatnya.

Pelatih tersebut tidak menyadari keberadaan telur milik Seno. Dia terus mengawasi taruna yang sedang menghabiskan makanannya. Setelah tiga menit, terdengar aba-aba untuk menghentikan makan. Saat akan menaruh omprengnya yang sudah kosong, matanya melihat telur yang ada di dekat sepatunya. Diambilnya terlur tersebut kemudian berjalan ke depan barisan. Sambil mengangkat telur di tangannya, pelatih tersebut berteriak.

“Telur siapa, ini?!!”

🌻🌻🌻

Alamat dihukum lagi🤣

Mohon maaf kalau penjabaran kehidupan taruna di akademi masih banyak kekurangan. Aku cuma riset literatur aja. Dan penjabaran sesuai persepsiku aja ditambah pengalaman pernah nginep di kodim Meulaboh🤭 (pengalaman yang tidak pernah terlupakan). Jadi kalau masih jauh dari ekspektasi,mohon maaf🙏

Terpopuler

Comments

de_ayshie

de_ayshie

risetnya keren uey, hampir detail banget itu 👍🏻👍🏻👍🏻
meski ga paham ama kehidupan hari2 para calon akmil,, ttp keren laah 🥰

2024-05-24

1

duoNaNa

duoNaNa

endok....oh endok

2024-03-07

1

duoNaNa

duoNaNa

novel ini bisa jadi bahan referensi bagi kaum awam yang tidak paham dengan dunia militer tetapi ingin mendaftarkam keluarganya jd tni 👍

2024-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Soraya
2 Merekam Kenangan
3 Taruna Karbol
4 Akademi Militer
5 Pesiar Pertama
6 Enchanting Azzam
7 Nasi Komando
8 Mudik
9 Heboh
10 Angpaw Isinya Wow!
11 (Bukan) Kencan
12 Kembali Ke Akademi
13 Donor Darah
14 Perawan Atau Janda?
15 Latihan Berganda
16 Kejutan Dari Pelatih
17 Adu Yel-yel
18 Kejutan Untuk Eko
19 Ulang Tahun Pernikahan
20 Para Dasar
21 Bertemu Abimanyu Hikmat
22 Rival Hati
23 Aksi Para Taruna
24 Wing Day
25 Rencana Reuni
26 Gita Dirgantara
27 Senioritas
28 Kekhawatiran Eko
29 Pesiar Ke Palbapang
30 Hadiah Untuk Gendis
31 Jumpa Fans
32 Enam Sekawan
33 Adu Strategi
34 Waktu Santai
35 Pembalasan Gusti
36 Insiden Mengerikan
37 Menunggu
38 Selamat Tinggal
39 Kabar Duka
40 Saat Terakhir
41 Permintaan Azzam
42 Menagih Hutang
43 Peringatan Mayor Indra
44 Lolos Dari Maut
45 Bukti
46 Umpan
47 OTW Sleman
48 Bertemu Elang
49 Bagi Tugas
50 Mulai Panas
51 Ilmu Kompor
52 Sikap Irjenau
53 Menengok Seno
54 Tangisan Seno
55 Kebenaran Yang Memilukan
56 Pelangi Setelah Hujan
57 Mimpi
58 Semangat Yang Kembali
59 Kejutan
60 Besan Nurjanah
61 Tentang Gusti
62 Perwita vs Astari
63 Hukuman Untuk Gusti
64 Back To Academy
65 Terbang Layang
66 Brevet Terla
67 Nasehat Puji
68 Konser Duet
69 Sea Survival
70 Jungle Survival
71 Gara-gara Ular Lidi
72 Latihan Bhuwana Paksa
73 Pertahanan Pangkalan
74 Aksi Gita Dirgantara
75 Curhatan Arsy
76 Cakra Wahana Paksa
77 Muhibah Ke Jepang
78 Shinjuku - Shibuya
79 Kepulangan Azzam
80 Pasangan Menggemaskan
81 Oleh-oleh
82 Pengakuan
83 Latsitardanus
84 Passing Out Parade
85 Prasetya Perwira
86 Kumpul Keluarga
87 Menemui Eko
88 Suasana Baru
89 Menjelang Tikungan
90 Jodoh di Tangan Tuhan
91 Curhat
92 Pertanda
93 Permainan Takdir
94 Kenangan Terakhir
95 Lamar Dia
96 Undangan
97 Merayu Tuhan
98 Let's Have Fun Together
99 Wingday Sekbang
100 Skadud 16
101 Elang Indopura
102 Air Combat Training
103 Alei
104 Azzam vs Alei
105 Serangan Teror
106 Lollipop Lagi
107 Berkumpul Lagi
108 Gendis Untuk Seno
109 Impian Alei
110 Kembali ke Kota Kelahiran
111 Operasi Dharma Yudha
112 MOT & Super Garuda Shield
113 Asmara Trio Jomblo
114 Rinun
115 Pelangi Diantara Hujan
116 Jomblo Ngenes
117 Kontingen Garuda
118 Pasukan Pemberontak
119 Mendobrak Benteng Pertahanan
120 Penambangan Ilegal
121 Keinginan yang Sama
122 Pindah Tugas
123 Serangan Roket
124 Reuni di Khmeimim
125 Merebut Pangkalan Militer
126 Hiburan di tengah Ketegangan
127 Adu Domba
128 Encounter
129 Kehilangan
130 Mencari Jejakmu
131 Ale-ale atau Aep?
132 Firasat Aneh
133 Habis Tak Bersisa
134 Strong Woman Alei
135 Move to Lebanon
136 Pertempuran di Udara
137 Operasi Pembebasan Sandera
138 Pembantaian
139 Konferensi Meja Persegi
140 Mencari Sekutu
141 Mayday, Mayday
142 Lolos Dari Maut
143 Behind Enemy Lines
144 Pembicaraan Salah Arah
145 Tom and Jerry
146 Escape
147 Bertahan Hidup
148 Di Ujung Maut
149 Ketegangan Berakhir
150 Rusuh
151 Finally Found You
152 Drama IGD
153 Sayap Pelindung
154 Nasehat Daffa
155 Mau Menikah Denganku?
156 Memories
157 Melempar Umpan
158 Duel
159 Jebakan
160 Negosiasi
161 Kejar Daku, Kau Kujerat
162 Pembebasan Sandera
163 Pasukan Elit
164 Shock
165 Taktik Sang Kolonel
166 Pertempuran Sengit
167 Kemenangan Besar
168 Tamu Istimewa
169 SAH
170 Pernikahan Fenomenal
171 Musik Pemersatu Bangsa
172 Prediksi Taruhan
173 Romantisme Pengantin Baru
174 Salju di Zahle
175 Enemies Have Been Slain
176 Badai Mulai Mereda
177 Perang Terakhir
178 Warisan
179 Going Home
180 Melihat Mantan
181 Wisata Kuliner
182 Keluarga Absurd
183 Satu Lawan Satu
184 Bertemu Mantan
185 Kangen-kangenan
186 Pasangan OTW Halal
187 Upacara Jajar Kehormatan
188 Heboh yang Menyenangkan
189 Berkelana di Yogyakarta
190 My Trip, My Honeymoon
191 LDR Dimulai
192 Touring ala Gilang
193 Healing Bikin Pening
194 Resepsi Seno dan Gendis
195 Melepas Rindu
196 Joker
197 Salah Paham
198 Bahagia Plus-plus
199 Hamil Simpatik
200 Best Friends Forever
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Soraya
2
Merekam Kenangan
3
Taruna Karbol
4
Akademi Militer
5
Pesiar Pertama
6
Enchanting Azzam
7
Nasi Komando
8
Mudik
9
Heboh
10
Angpaw Isinya Wow!
11
(Bukan) Kencan
12
Kembali Ke Akademi
13
Donor Darah
14
Perawan Atau Janda?
15
Latihan Berganda
16
Kejutan Dari Pelatih
17
Adu Yel-yel
18
Kejutan Untuk Eko
19
Ulang Tahun Pernikahan
20
Para Dasar
21
Bertemu Abimanyu Hikmat
22
Rival Hati
23
Aksi Para Taruna
24
Wing Day
25
Rencana Reuni
26
Gita Dirgantara
27
Senioritas
28
Kekhawatiran Eko
29
Pesiar Ke Palbapang
30
Hadiah Untuk Gendis
31
Jumpa Fans
32
Enam Sekawan
33
Adu Strategi
34
Waktu Santai
35
Pembalasan Gusti
36
Insiden Mengerikan
37
Menunggu
38
Selamat Tinggal
39
Kabar Duka
40
Saat Terakhir
41
Permintaan Azzam
42
Menagih Hutang
43
Peringatan Mayor Indra
44
Lolos Dari Maut
45
Bukti
46
Umpan
47
OTW Sleman
48
Bertemu Elang
49
Bagi Tugas
50
Mulai Panas
51
Ilmu Kompor
52
Sikap Irjenau
53
Menengok Seno
54
Tangisan Seno
55
Kebenaran Yang Memilukan
56
Pelangi Setelah Hujan
57
Mimpi
58
Semangat Yang Kembali
59
Kejutan
60
Besan Nurjanah
61
Tentang Gusti
62
Perwita vs Astari
63
Hukuman Untuk Gusti
64
Back To Academy
65
Terbang Layang
66
Brevet Terla
67
Nasehat Puji
68
Konser Duet
69
Sea Survival
70
Jungle Survival
71
Gara-gara Ular Lidi
72
Latihan Bhuwana Paksa
73
Pertahanan Pangkalan
74
Aksi Gita Dirgantara
75
Curhatan Arsy
76
Cakra Wahana Paksa
77
Muhibah Ke Jepang
78
Shinjuku - Shibuya
79
Kepulangan Azzam
80
Pasangan Menggemaskan
81
Oleh-oleh
82
Pengakuan
83
Latsitardanus
84
Passing Out Parade
85
Prasetya Perwira
86
Kumpul Keluarga
87
Menemui Eko
88
Suasana Baru
89
Menjelang Tikungan
90
Jodoh di Tangan Tuhan
91
Curhat
92
Pertanda
93
Permainan Takdir
94
Kenangan Terakhir
95
Lamar Dia
96
Undangan
97
Merayu Tuhan
98
Let's Have Fun Together
99
Wingday Sekbang
100
Skadud 16
101
Elang Indopura
102
Air Combat Training
103
Alei
104
Azzam vs Alei
105
Serangan Teror
106
Lollipop Lagi
107
Berkumpul Lagi
108
Gendis Untuk Seno
109
Impian Alei
110
Kembali ke Kota Kelahiran
111
Operasi Dharma Yudha
112
MOT & Super Garuda Shield
113
Asmara Trio Jomblo
114
Rinun
115
Pelangi Diantara Hujan
116
Jomblo Ngenes
117
Kontingen Garuda
118
Pasukan Pemberontak
119
Mendobrak Benteng Pertahanan
120
Penambangan Ilegal
121
Keinginan yang Sama
122
Pindah Tugas
123
Serangan Roket
124
Reuni di Khmeimim
125
Merebut Pangkalan Militer
126
Hiburan di tengah Ketegangan
127
Adu Domba
128
Encounter
129
Kehilangan
130
Mencari Jejakmu
131
Ale-ale atau Aep?
132
Firasat Aneh
133
Habis Tak Bersisa
134
Strong Woman Alei
135
Move to Lebanon
136
Pertempuran di Udara
137
Operasi Pembebasan Sandera
138
Pembantaian
139
Konferensi Meja Persegi
140
Mencari Sekutu
141
Mayday, Mayday
142
Lolos Dari Maut
143
Behind Enemy Lines
144
Pembicaraan Salah Arah
145
Tom and Jerry
146
Escape
147
Bertahan Hidup
148
Di Ujung Maut
149
Ketegangan Berakhir
150
Rusuh
151
Finally Found You
152
Drama IGD
153
Sayap Pelindung
154
Nasehat Daffa
155
Mau Menikah Denganku?
156
Memories
157
Melempar Umpan
158
Duel
159
Jebakan
160
Negosiasi
161
Kejar Daku, Kau Kujerat
162
Pembebasan Sandera
163
Pasukan Elit
164
Shock
165
Taktik Sang Kolonel
166
Pertempuran Sengit
167
Kemenangan Besar
168
Tamu Istimewa
169
SAH
170
Pernikahan Fenomenal
171
Musik Pemersatu Bangsa
172
Prediksi Taruhan
173
Romantisme Pengantin Baru
174
Salju di Zahle
175
Enemies Have Been Slain
176
Badai Mulai Mereda
177
Perang Terakhir
178
Warisan
179
Going Home
180
Melihat Mantan
181
Wisata Kuliner
182
Keluarga Absurd
183
Satu Lawan Satu
184
Bertemu Mantan
185
Kangen-kangenan
186
Pasangan OTW Halal
187
Upacara Jajar Kehormatan
188
Heboh yang Menyenangkan
189
Berkelana di Yogyakarta
190
My Trip, My Honeymoon
191
LDR Dimulai
192
Touring ala Gilang
193
Healing Bikin Pening
194
Resepsi Seno dan Gendis
195
Melepas Rindu
196
Joker
197
Salah Paham
198
Bahagia Plus-plus
199
Hamil Simpatik
200
Best Friends Forever

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!