Azzam menghentikan kendaraannya di depan kediaman Soraya. Sehabis menonton dia langsung mengantarkan gadis itu pulang ke rumah. Melihat kodisi Arsy, dia tidak mungkin berlama-lama pulang ke rumah. Soraya membereskan barang-barang yang dibelinya tadi.
“Makasih ya, Zam, kak Arsy.”
“Sama-sama, Sora. Maaf ya, gara-gara aku, acara kalian jadi keganggu.”
“Ngga kok, kak. Cepat sembuh ya, kak.”
Soraya membuka pintu mobi, Azzam pun ikut turun. Dia hendak mengantarkan sahabatnya itu sampai ke depan pintu rumah. Mendengar suara mobil, mama Soraya yang membukakan pintu.
“Sore, tante,” sapa Azzam seraya mencium punggung tangan wanita itu.
“Eh Azzam. Gimana kabarnya?”
“Alhamdulillah, baik tante.”
“Zam.. makasih ya. Kalau kamu ke Bandung kabar-kabari, nanti kita hangout bareng lagi.”
“Iya. Aku pulang dulu, ya. Tante, aku permisi,” Azzam kembali mencium punggung tangan ibu dari Soraya.
“Assalamu’alaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Dari balik kaca mobil, Arsy terus memperhatikan interaksi adiknya. Azzam mendekat, kemudian masuk ke dalam mobil. Setelah memakai sabuk pengamannya, pemuda itu menjalankan kendaraannya.
“Zam.. kamu sama Sora, gimana?”
“Gimana apanya, kak?”
“Hubungan kalian, gimana?”
“Ya, ngga gimana-gimana. Kita kan cuma sahabatan aja.”
“Tapi dia suka sama kamu.”
“Kalau dia ngga suka sama aku, ngga mungkin kita sobatan.”
“Heleh kamu ngeles aja. Pura-pura ngga ngerti.”
Azzam hanya terkekeh mendengar ucapan sang kakak. Dia tidak mau menerka-nerka sikap Soraya padanya. Saat ini, pemuda itu masih nyaman dalam friendzone yang dibangunnya bersama Soraya. Dan selama bersama dirinya, gadis itu selalu bersikap apa adanya.
“Dari pada mikirin aku, mending kakak pikirin gimana caranya dapet jodoh.”
“Dih.. ngapain dipikirin. Namanya jodoh nanti juga datang sendiri.”
“Mana ada jodoh datang sendiri. Tetap aja harus ada usahanya. Kakak tuh jadi cewek jangan jutek-jutek, nanti ngga ada yang mau jadi suami kakak.”
“Ck.. sekarang tuh, belum ada yang menarik di mata kakak.”
“Masa? Awas aja nanti kalau udah koas, klepek-klepek sama dokter di sana.”
“Ck.. sok tau.”
“Emangnya kakak pengen cowok yang kaya siapa sih?”
“Yang kaya papa, dong. Kan papa itu cinta pertama kakak.”
“Wah repot. Kalau cowoknya modelan papa, pasti bakalan ribut mulu sama kakak, hahaha..”
Terdengar suara pemuda itu mengaduh ketika Arsy memukul pundaknya. Namun tak ayal, gadis itu ikut tersenyum juga. Apa yang ditanyakan Azzam membuatnya berpikir juga. kira-kira pria seperti apa yang nanti menjadi jodohnya. Akankan dia mendapatkan suami yang sosoknya seperti sang papa, seperti yang diinginkannya.
Sesampainya di rumah, Arsy langsung masuk ke dalam kamarnya. Kepalanya masih sedikit pusing. Dia ingin rebahan sebentar sebelum makan malam. Azzam juga masuk ke kamarnya. Dia segera membersihkan diri, setelah hampir seharian berada di luar rumah. Tak banyak waktu yang digunakan Azzam untuk mandi. Kini dia sudah terlihat segar.
Azzam berdiri di depan jendela kamarnya. Matanya memandangi langit yang mulai kelabu, malam mulai beranjak naik. Pikirannya kembali tertuju pada pembicaraannya dengan Arsy tadi. Lalu dia teringat dengan Soraya. Gadis itu adalah teman perempuan pertamanya dan sampai sekarang hubungan mereka masih baik-baik saja.
Perasaan nyaman selalu dirasakan oleh Azzam setiap bersama dengan Soraya. Gadis itu selalu bisa membuat moodnya menjadi baik. Ditambah lagi dia adalah gadis yang pintar dan juga solehah. Azzam sendiri belum tahu, apakah ada perasaan lebih di hatinya untuk Soraya. Semoga saja jarak yang jauh di antara mereka, bisa menjawab perasaannya yang sebenarnya pada gadis itu.
🌻🌻🌻
Setelah enam hari melepas rindu bersama keluarga. Kini tiba saatnya, Azzam harus kembali ke Magelang dan melanjutkan pendidikannya. Sejak semalam, Arsy tidak mau jauh dari adiknya ini. Bahkan Azzam harus menemani kakaknya sampai tertidur. Sekarang pun, gadis itu terus berada di dekatnya. Dia ingin mengantar Azzam sampai ke bandara.
Nara memeluk anaknya dengan erat. Walau berat, dia harus merelakan anaknya kembali ke asrama. Hanya doa saja yang bisa dipanjatkan olehnya. Semoga Azzam bisa melanjutkan pendidikan dengan baik, dan berhasil mencapai cita-citanya. Dia harus bisa menahan kerinduan pada anak bungsunya ini. Karena mungkin Azzam hanya pulang ke rumah di saat lebaran saja.
Sebelum menuju bandara, lebih dulu Azzam mendatangi kediaman Abi dan Jojo. Tentu saja dia harus berpamitan pada kakek dan akinya. Sama seperti Nara, Nina dan Adinda pun terasa berat melepas cucunya pergi. Azzam berjanji, jika sudah kembali ke Sleman, dia akan sering menghubungi dua nenek kesayangannya di saat hari libur.
Arsy terus memeluk adiknya saat sudah sampai di bandara. Masih belum rela rasanya melepas Azzam kembali ke pendidikannya. Kenzie mendekati anaknya, kemudian melepaskan pelukan Arsy.
“Doakan adikmu, jangan seperti ini. Nanti dia berat kembali ke Magelang,” ujar Kenzie.
“Kamu harus sering telepon kalau libur.”
“Iya, kak.”
“Kalau dapet jatah libur, pulang ya. Kakak kangen, kan kamu yang selalu manjain kakak.”
“Makanya cari cowok, biar ngga ribetin si Azzam mulu,” celetuk Zar.
“Kalau udah dapet cowoknya, kasih tahu aku ya, kak.”
“Apaan sih.”
Senyum Azzam merekah melihat Arsy yang memajukan bibirnya. Zar mendekati Azzam lalu memeluknya. Sama seperti Arsy, sebenarnya dia juga berat melepas Azzam kembali. Tapi sebagai kakak, tentu saja dia harus mendukung keinginan adiknya untuk meraih cita-citanya.
“Jaga kesehatan, Zam. Latihan kamu kan berat.”
“Iya, bang.”
“Hati-hati di sana. Jaga diri baik-baik,” ujar Kenzie seraya memeluk anaknya.
“Iya, pa. Aku pergi dulu. Assalamu’alaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Setelah mencium punggung tangan papanya dan berpelukan dengan kedua kakaknya, Azzam memasuki boarding pass. Dia melambaikan tangannya lebih dulu sebelum masuk. Setelah Azzam tak terlihat lagi, ketiganya segera meninggalkan bandara. Sementara Azzam terus berjalan, sampai salah seorang crew menyambutnya. Untuk pulang ke Yogyakarta, Azzam masih menggunakan jet pribadi keluarganya. Nanti akan ada supir yang menjemputnya dan mengantarkan sampai ke akmil.
🌻🌻🌻
Setelah menempuh perjalanan melalui udara, yang dilanjut dengan perjalanan darat, akhirnya Azzam tiba kembali di akademi militer. Baru melihat pintu gerbangnya saja, sudah membuatnya rindu pada teman-temannya. Pria itu segera masuk dan langsung menuju asrama.
Ternyata sudah banyak taruna yang kembali ke asrama. Wajah mereka terlihat lebih sumringah dan bersemangat setelah bertemu dengan sanak keluarga. Azzam berjalan menuju baraknya. Saat dirinya membuka pintu, ternyata teman-temannya sudah sampai lebih dulu. Yakob berlari ke arahnya, kemudian meloncat ke atas tubuhnya.
“Azzaaaaaaammmm…”
Kaki Yakob memeluk pinggang Azzam, sedang tangannya memeluk leher pemuda itu. Tubuh Azzam terhuyung saat Yakob tiba-tiba naik ke tubuhnya. Zakaria mendekat, lalu membantu menurunkan Yakob.
“Ngga kira-kira nih abang Yakob. Itu si Azzam bisa patah tulang,” ujar Zakaria.
“Udah kaya monyet aja, nemplok di Azzam,” Willi terkekeh setelahnya.
Azzam langsung menuju kasurnya, lalu merapihkan barang-barangnya ke dalam lemari. Dia membagikan sedikit oleh-oleh yang dibawanya dari Bandung. Tentu saja semua senang mendapatkan oleh-oleh dari Azzam.
“Gimana lebaran kemarin?” tanya Azzam.
“Aku serasa kembali ke surga. Makan tidak diburu-buru, mandi bisa sepuasnya, begitu juga tidur, hahaha..” jawab Zakaria.
“Eh.. Zam.. foto yang kamu posting di IG, bolehlah kenalin padaku satu. Bening-bening kali tuh cewek,” ujar Yakob.
“Itu siapa kamu, Zam?” tanya Willi.
“Saudara sepupuku.”
“Bibitnya ngga kaleng-kaleng. Bolehlah aku jadi keluargamu, Zam. Untuk memperbaiki keturunan.”
“Tapi mereka dapet kamu, musibah, hahaha..” sela Zakaria.
Tak ayal Azzam tertawa mendengar celetukan Zakaria. Untung saja Yakob bukan tipe orang yang sensitif. Pria itu malah ikut tertawa mendengar ucapan Zakaria. Baru saja kembali, keseruan di kamar itu sudah terasa. Bukan hanya Zakaria, Yakob dan Willi saja yang menceritakan pengalaman mereka saat pulang kemarin. Seno dan Eko pun tidak mau ketinggalan.
Liburan kemarin berhasil merefil kembali tenaga dan semangat semua taruna dan taruni. Kini mereka siap menjalani pelatihan kembali. Hanya tersisa waktu dua bulan lagi untuk menyelesaikan pelatihan integrasi di akademi militer, sebelum kembali ke akademi masing-masing.
🌻🌻🌻
Yakob main nemplok aja kaya onye😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Azkayravelora
baru tahu aku ada kelanjutan keluarga hikmat langsung dehh aku baca...ternyata seru juga
2023-11-29
3
🍭ͪ ͩᵇᵃˢᵉ fj⏤͟͟͞R ¢ᖱ'D⃤ ̐
gak kerasa ya waktu setahun melakukan integrasi militer.
2023-11-12
1
🍭ͪ ͩᵇᵃˢᵉ fj⏤͟͟͞R ¢ᖱ'D⃤ ̐
ikatan batin yang kuat antara saudara kandung membuat Arsy enggan dan berat untuk berjauhan dari adiknya.
2023-11-12
1