Taruna Karbol

Pukul sepuluh pagi, Azzam sudah berada di akademi angkatan udara yang berada di daerah Sleman. Dia dan calon taruna lainnya kembali akan melakukan pantukhir atau pemantauan terakhir. Jika sebelumnya pantukhir dilaksanakan di tempat masing-masing mendaftar. Kali ini pantukhir akan dilakukan secara terpusat di akademi angkatan udara. Dari 305 taruna dan taruni yang datang di pantukhir kali ini, hanya 140 taruna dan 10 taruni saja yang diterima di akademi angkatan udara.

Azzam mendaftar di lanud Husein Sastranegara. Dia bersaing dengan banyaknya pelamar dan harus menjalani beberapa tes. Terakhir, dia bersaing dengan 21 casis saat melakukan pantukhir. Pertama-tama mereka melakukan tes administrasi, tes kesehatan dan tes psikologi. Setelah itu dilanjutkan dengan tes samapta dan tes postur.

Tes samapta sendiri terdiri atas tiga bagian, samapta A, B da C. Samapta A, casis harus lari selama 12 menit dengan tolak ukur jarak tempuh. Sampata B, casis diminta melakukan pull up, push up dan shuttle run. Sedang pada samapta C, dinilai dari kemampuan renang casis dengan jarak 25 meter dengan waktu tempuh sebagai tolak ukur.

Terakhir adalah tes postur. Di sini postur tubuh casis akan diteliti secara mendetil, meliputi bentuk tubuh, bentuk tangan, bentuk kaki, kondisi telapak tangan dan kaki, keseimbangan tubuh, geometri simetris tubuh casis, hingga cara berjalan setiap casis akan menjadi penilaian.

Sebelum mendaftar menjadi calon taruna AAU, tentu saja Azzam sudah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Azzam memiliki postur tubuh yang tinggi untuk anak seusianya. Saat mendaftar, usia Azzam 17 tahun lebih enam bulan, dan memiliki tinggi 181 cm, dengan berat badan ideal. Tidak terlalu kurus dan juga tidak terlalu gemuk. Dia juga sudah rajin melatih tubuhnya dengan melakukan kegiatan fisik, mempelajari beladiri dan juga berlatih renang. Tak heran kalau akhirnya, dia bisa mengalahkan para pesaingnya dan lolos pantukhir. Dari 21 orang casis, hanya 7 orang saja yang terpilih dari lanud Husein Sastranegara. Dan mereka kembali bersaing di pantukhir akhir.

Taruna dan taruni yang berhasil melewati pantukhir diumumkan keesokan harinya. Bagi yang tidak lolos, bisa mencoba kembali tahun depan. Sedang yang lolos, akan langsung mendapatkan pendidikan di akademi ini. Setelah pengumuman dilakukan, para orang tua diperkenankan untuk bertemu dengan anak mereka sebelum sang anak menjalani pendidikan.

Kenzie dan Nara sudah berada di akademi saat menerima kabar kalau sang anak lolos pantukhir dan secara resmi sudah diterima sebagai taruna AAU, atau yang biasa disebut sebagai taruna karbol.

Nara memeluk anaknya dengan erat. Doa-doa tak pernah lepas dari bibirnya saat melepas anak bungsunya menjadi taruna dan mendapatkan pendidikan dan pelatihan di kawah candradimuka. Kenzie juga memeluk sang anak dengan erat. Besar harapannya, sang anak bisa berhasil mencapai cita-cita yang diinginkannya.

“Jangan lupa shalat dan berdoa. Kamu berusaha menjadi taruna terbaik di sini, dan jangan lupa berdoa supaya diberi kemudahan. Hasil akhirnya serahkan pada Allah SWT. Usaha dan doa, tidak akan pernah mengkhianati hasil akhir.”

“Iya, pa.”

“Mama dan papa akan terus mendoakanmu. Doa kami, doamu dan usahamu akan berjalan selaras sampai kamu mencapai tujuanmu,” lanjut Nara.

“Terima kasih, ma. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik dan terus berdoa.”

“Jangan lupa kasih kabar, kalau kamu sudah diperbolehkan berkomunikasi.”

“Iya, ma.”

Sekali lagi, Azzam memeluk mama dan papanya. Pemuda itu kemudian bergabung dengan taruna dan taruni lainnya, membentuk barisan. Para orang tua yang mengantarkan anak mereka, dipersilahkan untuk kembali. Anak-anak mereka selama tiga bulan ke depan akan terputus dari dunia luar, untuk digembleng menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.

Guberbur AAU, Marsma TNI Cahyo Nugroho memberikan pidato singkatnya, menyambut kedatangan taruna dan taruni Akademi Angkatan Udara tahun ini. Tak lupa pria itu memberikan motivasi pada para taruna dan taruni, agar tetap fokus pada pendidikan dan menjadi lulusan TNI AU yang membanggakan dan dapat diandalkan. Setelah acara penyambutan singkat, para taruna dan taruni dipersilahkan menuju aula untuk pembagian seragam.

Selama menjadi taruna di AAU, mereka hanya diperbolehkan memakai pakaian atau seragam yang sudah disediakan pihak akademi, dari mulai seragam, sepatu, kaos kaki, sampai dalaman. Ada enam kategori seragam yang diberikan, yakni Pakaian Dinas Umum, Pakaian Dinas Harian, Pakaian Dinas Lapangan, Pakaian Dinas Pesiar, Pakaian Dinas Drumband dan Pakaian Olahraga. Dari enam kategori tersebut, masih dibagi lagi menjadi beberapa seragam, seperti pakaian dinas pesiar, terbagi atas pesiar siang dan malam. Total ada 13 seragam yang akan digunakan taruna selama menempuh pendidikan di akademi.

Begitu pembagian seragam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberitahuan kegiatan selama di asrama. Mereka sudah diberi jadwal kegiatan, dari mulai bangun tidur sampai menjelang tidur. Satu yang mereka tahu, setiap akan dan sesudah melakukan kegiatan, mereka akan diminta berbaris. Bahkan saat akan dan selesai shalat berjamaah pun mereka diharuskan berbaris.

Setelah mendapatkan seragam dan mendengarkan aturan yang berlaku di asrama dan juga akademi, para taruna dipersilahkan kembali ke kamarnya masing-masing. Para taruna harus menjaga kerapihan kamar, setiap pagi, akan dilakukan pemeriksaan kamar. Jika ada kamar taruna yang berantakan, maka harus siap terkena hukuman.

Usai merapihkan pakaian di dalam kamarnya, Azzam keluar untuk berkenalan dengan taruna lainnya. Dalam menjalin semangat kebersamaan korps, tentu saja mereka harus saling mengenal satu sama lain. Azzam berkenalan dengan taruna di sebelah kanan, kiri dan depan kamarnya.

“Azzam, Bandung,” ujarnya memperkenalkan diri sambil bersalaman.

“Seno, Banyuwangi.”

“Eko, Bantul.”

“Zakaria, Sinjay.”

“Sinjay itu Sulawesi Selatan, ya?” tanya Seno dengan logat Jawanya yang kental.

“Iya.”

“Manggilnya apa nih yang enak?” tanya Eko.

“Bebas.”

“Jangan bebas, harus jelas. Soalnya nama kamu tuh kalau dipenggal ngga enak,” seru Seno. Sosok Seno terlihat yang paling humoris di antara yang lain.

“Ngga enak, gimana?” tanya Zakaria polos.

“Namamu kan Zakaria, kalau dipanggil dari belakang, Ria, kaya cewek. Kalau ngga salah, ada taruni yang namanya Ria juga. Kalau dari depan jadi….”

“Zakar, hahaha..” celetuk Azzam.

“Nah.. itu tau, hahaha..”

Sontak terdengar tawa empat orang tersebut, termasuk Zakaria. Awalnya dia tidak mempermasalahkan panggilan untuknya. Di kampungnya dulu, dia dipanggil Ria, santai-santai saja. Tapi di sini, sepertinya riskan memanggilnya dengan sebutan Ria. Apalagi ada taruni yang bernama Ria. Tapi kalau dipanggil *****, juga tidak enak di telinga.

“Terserah kalian ajalah, asal jangan ***** atau Ria.”

“Ehmm.. gimana kalau, Zak. Lebih keren, kan?” usul Azzam.

“Sekalian aja, Jack. Biar kaya orang bule,” celetuk Eko.

“Ngga pantes. Mohon maaf nih, mukamu ngga cocok jadi bule, hahaha,” lanjut Seno.

Dengan cepat pertemanan di antara keempatnya mulai terjalin. Mereka banyak bertukar informasi soal diri masing-masing. Keempatnya juga mendiskusikan jadwal yang sudah diberikan oleh pelatih. Yang mereka bingung adalah waktu makan yang hanya diberikan waktu tiga menit.

“Ngga salah nih, kalau makan cuma dikasih waktu tiga menit?” tanya Eko.

“Ya ini aturannya kaya gitu,” jawab Seno.

“Kalau lebih dari tiga menit gimana?”

“Bakalan kena hukum kayanya,” timpal Azzam.

“Waduh!”

Dari keempat orang tersebut, Eko terlihat paling panik. Sebelum masuk AAU, Eko termasuk orang yang paling lambat soal makan. Selain itu, porsi makannya juga tidak banyak. Saat menjadi taruna, kini dia harus siap dengan kehidupan yang penuh dengan kedisiplinan dan keteraturan, termasuk soal makan.

“Kenapa?” tanya Zakaria.

“Aku kalau makan paling lama.”

“Sekarang kalau makan, langsung telen aja, ngga usah dikunyah, hahaha..” timpal Seno.

“Weh tambah bahaya itu.”

Bukan hanya Eko saja, tapi hampir semua taruna merasakan kekhawatiran yang sama, terutama para taruni. Mereka hanya bisa berdoa, semoga saja ada kelonggaran di masa-masa awal mereka menjadi taruna dan taruni.

🌻🌻🌻

Usai melaksanakan shalat isya berjamaah bagi yang melaksanakan, para taruna dan taruni langsung berbaris di depan ruang makan. Mereka masuk bergiliran setelah mendapat komando dari pelatih. Ruang makan di akademi ini cukup luas. Di dalamnya terdapat banyak meja panjang dan kursi untuk para taruna dan taruni menikmati hidangan. Satu meja terdiri dari enam kursi yang duduk berhadapan.

Para taruna dan taruni berbaris untuk mendapatkan ompreng atau tempat makan yang kemudian akan diisi dengan nasi, sayur, lauk dan buah. Azzam mengambil ompreng dan gelas yang terbuat dari alumunium dari tempatnya, kemudian menuju pelatih yang akan memberi mereka makanan. Dia terkejut dengan nasi yang dimasukkan ke dalam omprengnya. Porsinya lebih banyak dari porsi makannya sehari-hari.

Selanjutnya pelatih kedua memberikan sayur sop ke ompreng milik Azzam, kemudian pelatih berikutnya memberikan tempe mendoan dan kerupuk. Azzam kembali berjalan dan mendapatkan pisang sebagai buahnya. Terakhir, dia mendapatkan air putih untuk mengisi gelasnya. Setelah omprengnya terisi makanan, dia segera menuju meja yang sudah tertata rapih.

Zakaria, Eko dan Seno memillih duduk bersamanya. Mereka meletakkan ompreng dan gelas di atas, lalu duduk dengan sikap sempurna, menunggu taruna dan taruni lain selesai mengambil makanan. Setelah semua taruna dan taruni mengambil makanan, mereka masih harus menunggu ketua regu melapor pada pelatih, kalau mereka sudah siap untuk makan bersama. Sang pelatih membunyikan lonceng, tanda untuk semua berdoa sebelum makan. Kemudian dia membunyikan lonceng dua kali, tanda semua diperkenankan untuk makan.

Azzam memandangi sejenak ompreng miliknya. Hanya ada sayur sop, tempe mendoan dan kerupuk saja yang menjadi menu makannya sekarang. Nasinya juga tidak pulen, mirip seperti beras raskin. Hal ini berbanding jauh dengan menu yang biasa dinikmati olehnya ketika berada di rumah. Pemuda itu mulai menyantap makannya. Sebisa mungkin dia menghabiskan dengan cepat makanan tersebut, sebelum lonceng kembali berbunyi.

TENG

TENG

TENG

Lonceng berbunyi tiga kali. Terdengar suara pelatih meminta para taruna dan taruni menghentikan makan mereka. Beberapa pelatih memeriksa meja para taruna dan taruni baru. Hampir semua belum menghabiskan makan mereka. Berbeda dengan para senior yang sudah menghabiskan makan mereka. Bahkan tidak sebutir nasi pun tersisa di atas ompreng.

“Lambat!!” teriak salah satu pelatih.

“Semua taruna dan taruni baru!! Baris di lapangan!!”

“Siap, laksanakan!!”

Kompak mereka segera berdiri, dengan rapih mereka keluar dari ruang makan dan berbaris di lapangan. Mereka akan terkena hukuman karena tidak menghabiskan makanan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Mereka dihukum lari keliling lapangan sebanyak tiga putaran. Di antara para taruna, ada beberapa orang yang sudah menyelesaikan makannya, namun mereka juga ikut dihukum karena kesalahan teman-temannya. Kesalahan yang dilakukan satu atau dua orang, akan ditanggung oleh bersama. Ini dimaksudkan untuk menjaga kekompakan dan juga saling jaga antara taruna satu dan lainnya.

🌻🌻🌻

Itu gimana ceritanya makan cuma tiga menit🙀

Terpopuler

Comments

monika leo samantha

monika leo samantha

Kata 'karbol' berasal dari bahasa Belanda yakni 'krullebol' . Artinya kurang lebih 'si keriting yang cerdas'. Panggilan tersebut diberikan oleh seorang dosen Belanda semasa Abdulrachman Saleh mengenyam pendidikan. Krullebol kemudian dilafalkan menjadi 'karbol' oleh orang Indonesia.

2024-04-18

1

duoNaNa

duoNaNa

beneran totalitas dalam bercerita.


makasih mak e

2024-03-07

1

baby zid

baby zid

sedikit koreksi Mamake penulisan yg tepat itu Sinjai bukan Sinjay

2024-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Soraya
2 Merekam Kenangan
3 Taruna Karbol
4 Akademi Militer
5 Pesiar Pertama
6 Enchanting Azzam
7 Nasi Komando
8 Mudik
9 Heboh
10 Angpaw Isinya Wow!
11 (Bukan) Kencan
12 Kembali Ke Akademi
13 Donor Darah
14 Perawan Atau Janda?
15 Latihan Berganda
16 Kejutan Dari Pelatih
17 Adu Yel-yel
18 Kejutan Untuk Eko
19 Ulang Tahun Pernikahan
20 Para Dasar
21 Bertemu Abimanyu Hikmat
22 Rival Hati
23 Aksi Para Taruna
24 Wing Day
25 Rencana Reuni
26 Gita Dirgantara
27 Senioritas
28 Kekhawatiran Eko
29 Pesiar Ke Palbapang
30 Hadiah Untuk Gendis
31 Jumpa Fans
32 Enam Sekawan
33 Adu Strategi
34 Waktu Santai
35 Pembalasan Gusti
36 Insiden Mengerikan
37 Menunggu
38 Selamat Tinggal
39 Kabar Duka
40 Saat Terakhir
41 Permintaan Azzam
42 Menagih Hutang
43 Peringatan Mayor Indra
44 Lolos Dari Maut
45 Bukti
46 Umpan
47 OTW Sleman
48 Bertemu Elang
49 Bagi Tugas
50 Mulai Panas
51 Ilmu Kompor
52 Sikap Irjenau
53 Menengok Seno
54 Tangisan Seno
55 Kebenaran Yang Memilukan
56 Pelangi Setelah Hujan
57 Mimpi
58 Semangat Yang Kembali
59 Kejutan
60 Besan Nurjanah
61 Tentang Gusti
62 Perwita vs Astari
63 Hukuman Untuk Gusti
64 Back To Academy
65 Terbang Layang
66 Brevet Terla
67 Nasehat Puji
68 Konser Duet
69 Sea Survival
70 Jungle Survival
71 Gara-gara Ular Lidi
72 Latihan Bhuwana Paksa
73 Pertahanan Pangkalan
74 Aksi Gita Dirgantara
75 Curhatan Arsy
76 Cakra Wahana Paksa
77 Muhibah Ke Jepang
78 Shinjuku - Shibuya
79 Kepulangan Azzam
80 Pasangan Menggemaskan
81 Oleh-oleh
82 Pengakuan
83 Latsitardanus
84 Passing Out Parade
85 Prasetya Perwira
86 Kumpul Keluarga
87 Menemui Eko
88 Suasana Baru
89 Menjelang Tikungan
90 Jodoh di Tangan Tuhan
91 Curhat
92 Pertanda
93 Permainan Takdir
94 Kenangan Terakhir
95 Lamar Dia
96 Undangan
97 Merayu Tuhan
98 Let's Have Fun Together
99 Wingday Sekbang
100 Skadud 16
101 Elang Indopura
102 Air Combat Training
103 Alei
104 Azzam vs Alei
105 Serangan Teror
106 Lollipop Lagi
107 Berkumpul Lagi
108 Gendis Untuk Seno
109 Impian Alei
110 Kembali ke Kota Kelahiran
111 Operasi Dharma Yudha
112 MOT & Super Garuda Shield
113 Asmara Trio Jomblo
114 Rinun
115 Pelangi Diantara Hujan
116 Jomblo Ngenes
117 Kontingen Garuda
118 Pasukan Pemberontak
119 Mendobrak Benteng Pertahanan
120 Penambangan Ilegal
121 Keinginan yang Sama
122 Pindah Tugas
123 Serangan Roket
124 Reuni di Khmeimim
125 Merebut Pangkalan Militer
126 Hiburan di tengah Ketegangan
127 Adu Domba
128 Encounter
129 Kehilangan
130 Mencari Jejakmu
131 Ale-ale atau Aep?
132 Firasat Aneh
133 Habis Tak Bersisa
134 Strong Woman Alei
135 Move to Lebanon
136 Pertempuran di Udara
137 Operasi Pembebasan Sandera
138 Pembantaian
139 Konferensi Meja Persegi
140 Mencari Sekutu
141 Mayday, Mayday
142 Lolos Dari Maut
143 Behind Enemy Lines
144 Pembicaraan Salah Arah
145 Tom and Jerry
146 Escape
147 Bertahan Hidup
148 Di Ujung Maut
149 Ketegangan Berakhir
150 Rusuh
151 Finally Found You
152 Drama IGD
153 Sayap Pelindung
154 Nasehat Daffa
155 Mau Menikah Denganku?
156 Memories
157 Melempar Umpan
158 Duel
159 Jebakan
160 Negosiasi
161 Kejar Daku, Kau Kujerat
162 Pembebasan Sandera
163 Pasukan Elit
164 Shock
165 Taktik Sang Kolonel
166 Pertempuran Sengit
167 Kemenangan Besar
168 Tamu Istimewa
169 SAH
170 Pernikahan Fenomenal
171 Musik Pemersatu Bangsa
172 Prediksi Taruhan
173 Romantisme Pengantin Baru
174 Salju di Zahle
175 Enemies Have Been Slain
176 Badai Mulai Mereda
177 Perang Terakhir
178 Warisan
179 Going Home
180 Melihat Mantan
181 Wisata Kuliner
182 Keluarga Absurd
183 Satu Lawan Satu
184 Bertemu Mantan
185 Kangen-kangenan
186 Pasangan OTW Halal
187 Upacara Jajar Kehormatan
188 Heboh yang Menyenangkan
189 Berkelana di Yogyakarta
190 My Trip, My Honeymoon
191 LDR Dimulai
192 Touring ala Gilang
193 Healing Bikin Pening
194 Resepsi Seno dan Gendis
195 Melepas Rindu
196 Joker
197 Salah Paham
198 Bahagia Plus-plus
199 Hamil Simpatik
200 Best Friends Forever
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Soraya
2
Merekam Kenangan
3
Taruna Karbol
4
Akademi Militer
5
Pesiar Pertama
6
Enchanting Azzam
7
Nasi Komando
8
Mudik
9
Heboh
10
Angpaw Isinya Wow!
11
(Bukan) Kencan
12
Kembali Ke Akademi
13
Donor Darah
14
Perawan Atau Janda?
15
Latihan Berganda
16
Kejutan Dari Pelatih
17
Adu Yel-yel
18
Kejutan Untuk Eko
19
Ulang Tahun Pernikahan
20
Para Dasar
21
Bertemu Abimanyu Hikmat
22
Rival Hati
23
Aksi Para Taruna
24
Wing Day
25
Rencana Reuni
26
Gita Dirgantara
27
Senioritas
28
Kekhawatiran Eko
29
Pesiar Ke Palbapang
30
Hadiah Untuk Gendis
31
Jumpa Fans
32
Enam Sekawan
33
Adu Strategi
34
Waktu Santai
35
Pembalasan Gusti
36
Insiden Mengerikan
37
Menunggu
38
Selamat Tinggal
39
Kabar Duka
40
Saat Terakhir
41
Permintaan Azzam
42
Menagih Hutang
43
Peringatan Mayor Indra
44
Lolos Dari Maut
45
Bukti
46
Umpan
47
OTW Sleman
48
Bertemu Elang
49
Bagi Tugas
50
Mulai Panas
51
Ilmu Kompor
52
Sikap Irjenau
53
Menengok Seno
54
Tangisan Seno
55
Kebenaran Yang Memilukan
56
Pelangi Setelah Hujan
57
Mimpi
58
Semangat Yang Kembali
59
Kejutan
60
Besan Nurjanah
61
Tentang Gusti
62
Perwita vs Astari
63
Hukuman Untuk Gusti
64
Back To Academy
65
Terbang Layang
66
Brevet Terla
67
Nasehat Puji
68
Konser Duet
69
Sea Survival
70
Jungle Survival
71
Gara-gara Ular Lidi
72
Latihan Bhuwana Paksa
73
Pertahanan Pangkalan
74
Aksi Gita Dirgantara
75
Curhatan Arsy
76
Cakra Wahana Paksa
77
Muhibah Ke Jepang
78
Shinjuku - Shibuya
79
Kepulangan Azzam
80
Pasangan Menggemaskan
81
Oleh-oleh
82
Pengakuan
83
Latsitardanus
84
Passing Out Parade
85
Prasetya Perwira
86
Kumpul Keluarga
87
Menemui Eko
88
Suasana Baru
89
Menjelang Tikungan
90
Jodoh di Tangan Tuhan
91
Curhat
92
Pertanda
93
Permainan Takdir
94
Kenangan Terakhir
95
Lamar Dia
96
Undangan
97
Merayu Tuhan
98
Let's Have Fun Together
99
Wingday Sekbang
100
Skadud 16
101
Elang Indopura
102
Air Combat Training
103
Alei
104
Azzam vs Alei
105
Serangan Teror
106
Lollipop Lagi
107
Berkumpul Lagi
108
Gendis Untuk Seno
109
Impian Alei
110
Kembali ke Kota Kelahiran
111
Operasi Dharma Yudha
112
MOT & Super Garuda Shield
113
Asmara Trio Jomblo
114
Rinun
115
Pelangi Diantara Hujan
116
Jomblo Ngenes
117
Kontingen Garuda
118
Pasukan Pemberontak
119
Mendobrak Benteng Pertahanan
120
Penambangan Ilegal
121
Keinginan yang Sama
122
Pindah Tugas
123
Serangan Roket
124
Reuni di Khmeimim
125
Merebut Pangkalan Militer
126
Hiburan di tengah Ketegangan
127
Adu Domba
128
Encounter
129
Kehilangan
130
Mencari Jejakmu
131
Ale-ale atau Aep?
132
Firasat Aneh
133
Habis Tak Bersisa
134
Strong Woman Alei
135
Move to Lebanon
136
Pertempuran di Udara
137
Operasi Pembebasan Sandera
138
Pembantaian
139
Konferensi Meja Persegi
140
Mencari Sekutu
141
Mayday, Mayday
142
Lolos Dari Maut
143
Behind Enemy Lines
144
Pembicaraan Salah Arah
145
Tom and Jerry
146
Escape
147
Bertahan Hidup
148
Di Ujung Maut
149
Ketegangan Berakhir
150
Rusuh
151
Finally Found You
152
Drama IGD
153
Sayap Pelindung
154
Nasehat Daffa
155
Mau Menikah Denganku?
156
Memories
157
Melempar Umpan
158
Duel
159
Jebakan
160
Negosiasi
161
Kejar Daku, Kau Kujerat
162
Pembebasan Sandera
163
Pasukan Elit
164
Shock
165
Taktik Sang Kolonel
166
Pertempuran Sengit
167
Kemenangan Besar
168
Tamu Istimewa
169
SAH
170
Pernikahan Fenomenal
171
Musik Pemersatu Bangsa
172
Prediksi Taruhan
173
Romantisme Pengantin Baru
174
Salju di Zahle
175
Enemies Have Been Slain
176
Badai Mulai Mereda
177
Perang Terakhir
178
Warisan
179
Going Home
180
Melihat Mantan
181
Wisata Kuliner
182
Keluarga Absurd
183
Satu Lawan Satu
184
Bertemu Mantan
185
Kangen-kangenan
186
Pasangan OTW Halal
187
Upacara Jajar Kehormatan
188
Heboh yang Menyenangkan
189
Berkelana di Yogyakarta
190
My Trip, My Honeymoon
191
LDR Dimulai
192
Touring ala Gilang
193
Healing Bikin Pening
194
Resepsi Seno dan Gendis
195
Melepas Rindu
196
Joker
197
Salah Paham
198
Bahagia Plus-plus
199
Hamil Simpatik
200
Best Friends Forever

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!