Begitu kembali ke akademi, taruna langsung disibukkan dengan pelatihan demi pelatihan. Menjelang berakhirnya pelatihan integrasi, kesibukan para taruna semakin bertambah. Mereka mengulang pelatihan yang pernah dilakukan sebelumnya dengan tingkat yang lebih tinggi lagi.
Kali ini, mereka juga melakukan pelatihan Pioneer. Latihan pioneer adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap prajurit sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas nantinya. Karena pekerjaan Pioneer ini merupakan awal sebelum melakukan pekerjaan lainnya. Seorang prajurit harus memiliki keterampilan Pioneer ini.
Dihadapkan pada kepentingan lapangan, seorang prajurit harus mampu dan terampil melakukan berbagai pekerjaan yang mendukung tugas pokoknya. Dalam pelatihan Pioneer ini, taruna diajarkan menguasai teknik tali menali, berkemah, memasak di lapangan, perkubuan dan rintangan.
Kegiatan praktek Pioneer dimaksudkan sebagai dasar untuk menjaga kelangsungan hidup prajurit di lapangan. Mereka harus cukup makan, minum, dan juga harus memiliki keterampilan dan kesiapan dalam bergerak, sehingga tidak dijadikan sasaran empuk musuh. Di samping itu juga harus memiliki kecermatan dalam memilih medan dalam bergerak, sehingga dapat mencapai tujuannya dengan aman dan cepat.
Selama satu hari penuh, taruna berlatih keterampilan Pioneer. Masing-masing taruna dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka kemudian membagi tugas, siapa yang membuat perkubuan, mendirikan tenda atau memasak. Kegiatan ini dilaksanakan dilaksanakan di lereng gunung Tidar. Medan di sana dapat memberikan suasana yang mendukung bagi para taruna dalam berlatih.
🌻🌻🌻
Usai melakukan pelatihan Pioneer yang melelahkan, keesokan harinya para taruna bisa bersantai. Mereka mendapatkan jatah pesiar. Tentu saja para taruna memanfaatkan waktu pesiar ini dengan baik. Ada yang pulang ke rumah, jika rumah mereka berada di daerah Magelang dan sekitarnya. Ada pula yang berjalan-jalan mengisi waktu luang, dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Ada pula yang hanya bersantai di asrama.
Azzam dan para sahabatnya yang lain memilih menghabiskan waktu pesiar di asrama. Mereka berkumpul bersama, melakukan hal-hal yang menyenangkan dan mengisi kembali tenaga mereka untuk latihan selanjutnya. Selepas ashar, mereka berkumpul di luar asrama. Mereka duduk di dekat pohon, sambil berbincang santai.
Yakob datang dengan membawa gitar di tangannya. Dia baru saja meminjam gitar dari salah satu seniornya di akademi militer. Pria itu langsung menghampiri Azzam dan yang lainnya.
“Aku sudah pinjam gitar. Ayo kita nyanyi.”
“Emang bisa main gitar?” tanya Zakaria.
“Ngga. Kalian ada yang bisa, ngga? Kalau ngga ada, sia-sia aku pinjam gitar ini.”
“Sini, aku yang mainkan,” ujar Eko.
Yakob langsung menyerahkan gitar di tangannya pada Eko. Tidak disangka, pemuda yang sedikit kalem ini ternyata pintar bermain gitar. Eko menyetem gitar tersebut sambil sesekali memetik senarnya. Sambil menunggu Eko selesai, mereka kembali berbincang.
“Zam.. kamu bisa nyanyi?”
“Ngga bisa. Suaraku sember, warisan dari papaku, hahaha…”
“Main gitar?”
“Ngga bisa juga.”
“Apa yang kau bisa?”
“Menjerat hati perempuan, hahaha…” timpal Seno.
"Wah ngga usah disebut kalau itu. Dari Niken, Endah, Cici sampai tukang pecel terpesona sama kharismanya."
"Lebay," jawab Azzam.
“Kalau kau bisa menyanyi dan bermain gitar, pesonamu semakin bertambah.”
“Itulah keadilan Tuhan. Kalau Azzam bisa nyanyi dan main gitar, semua perempuan bakalan nengok ke dia. Kita udah kaya bubuk rempeyek, yang ngga dilirik sama sekali.”
“Hahaha..”
Mendengar percakapan absurd teman-temannya, Eko tak ayal ikut tertawa. Setelah beberapa saat, pemuda itu selesai menyetem gitar dan siap untuk mengiringi siapa pun yang hendak bernyanyi. Dia melihat pada teman-temannya.
“Siapa yang mau nyanyi?”
“Bang Yakob. Orang Ambon itu biasanya suaranya bagus-bagus,” ujar Seno.
“Sudah pasti, suaraku ini tidak kalah merdu dari Andre Hehanusa, Glend Fredly atau Elo. Mau nyanyi lagu apa?”
“Dangdut.. dangdut,” seru Zakaria.
“Boleh. Lagu perawan atau janda, bisa ngga?”
“Oke.”
Eko mulai memetik gitarnya, memainkan lagu yang sampai sekarang masih sering dinyanyikan di tempat tongkrongan. Zakaria, Seno dan Willi langsung berdiri, menemani Yakob yang sudah berjoged mengikuti irama gitar. Sedang Azzam hanya duduk memperhatikan sambil menepukkan tangannya.
“Abang pilih yang mana? Perawan atau janda?”
“Janda!”
“Perawan memang menawan, janda lebih menggoda.”
“Tarik, mang!” Zakaria dan Willi menggoyangkan pinggulnya.
Semuanya bergoyang mengikuti irama lagu, kecuali Azzam. Suara Yakob begitu merdu. Tidak salah kalau dia menyombongkan diri setara dengan para penyanyi terkenal yang berasal dari daerahnya. Pria itu kemudian mendekati Azzam.
“Azzam pilih yang mana? Niken, Endah atau Cici?”
“Niken!” seru Seno.
“Niken memang menarik, Endah, Cici lebih menggoda.”
“Aseeekkkk…”
Senyum tercetak di wajah Azzam. Ada-ada saja kelakuan teman-temannya ini. Soal banyaknya taruni yang menyukainya, sepertinya sudah menjadi rahasia umum di akademi ini. Bukan hanya ketiga gadis itu saja yang menyukai Azzam, tapi masih ada yang diam-diam mengaguminya. Usai menggoda Azzam, kini Yakob mendekati Zakaria.
“Zaka pilih yang mana? Indah atau Idar?”
“Idar!” jawab Zakaria.
“Indah bodinya yahud. Idar gagah perkasa.”
“Hahaha..”
“Asem.”
PLAK
Sebuah pukulan mendarat di punggung Yakob. Ternyata sang empu nama sudah berada di belakang mereka, bersama dengan Niken, Cici dan Sarwendah. Keempat taruni itu bergabung dengan yang lainnya. Zakaria meminta Zuhaidar duduk di dekatnya, namun gadis itu memilih duduk di dekat Azzam. Berada dekat pemuda itu lebih aman dan tidak akan terkena rayuan gombal Zakaria.
“Siapa yang mau nyanyi lagi nih?” tawar Eko.
“Niken aja, suaranya bagus,” ujar Cici.
Semua mata langsung tertuju pada Niken. Taruni cantik itu hanya tersipu malu. Yakob membujuk gadis itu untuk bernyanyi, dan karena terus didesak, akhirnya dia setuju. Eko memetik gitarnya kembali, memainkan lagu yang akan dinyanyikan oleh Niken.
“Andai kau ijinkan, walau sekejap memandang. Kubuktikan kepadamu, aku memiliki rasa. Cinta yang kupendam, tak sempat aku nyatakan. Karena kau t’lah memilih, menutup pintu hatimu. Ijinkan aku membuktikan. Inilah kesungguhan rasa. Ijinkan aku menyayangimu.”
Ketika menyanyikan lirik tersebut, mata Niken sesekali melihat pada Azzam. Gadis itu menundukkan pandangannya, saat Azzam juga melihat ke arahnya. Semua yang mendengarkan terpukau dengan suara merdu Niken. Saat menyanyikan part refrain, semua ikut bernyanyi. Yakob yang duduk di samping Azzam, menggoda pemuda itu. Seolah-olah dirinya sedang bernyanyi untuk Azzam.
🌻🌻🌻
Menjelang akhir pelatihan integrasi, semua taruna harus menjalani pelatihan terakhir, yakni pelatihan berganda. Pelatihan berganda merupakan pelatihan tahap akhir dari pendidikan pertama. Taruna diminta melakukan hal-hal yang sudah diajarkan selama pelatihan. Waktu pelatihan berlangsung selama beberapa hari, dan dilakukan di wilayah Bantir Sumowono, tepatnya di lereng gunung Ungaran.
Dalam latihan berganda ini, para taruna kembali diuji melakukan semua yang sudah diajarkan sebelumnya. Materi pelatihan berganda meliputi keterampilan menembak, infiltrasi course atau perembesan, How To Find Fighter (HTF), ilmu medan, teknik dasar tempur (Niksarpur), mengesan jejak (Sanjak), serta pioneer.
Pagi hari, semua taruna sudah berkumpul di lapangan. Mereka berbaris rapih dengan mengenakan seragam dinas lapangan, lengkap dengan helmnya. Di depan mereka terdapat ransel dan juga senjata laras panjang atau senapan. Sebelum memulai latihan berganda, wakil komandan Akademi Militer membuka dan melepas pemberangkatan latihan berganda taruna tingkah 1 yang akan dilaksanakan selama enam hari.
Selama itu pula para taruna harus membuktikan kemampuan dan keterampilan mereka mengaplikasikan materi yang sudah diterimanya. Mereka tidak hanya dituntut untuk mengerti dan mengaplikasikan setiap pengetahuan dan keterampilan individu tentang teknik dasar tempur, tapi juga akan diuji pada kemampuan fisik taruna dihadapkan pada situasi tempur.
Usai memberikan sambutannya, wakil komandan melepas para taruna menuju tempat latihan berganda. Pemimpin pasukan membubarkan barisan. Para taruna diminta berbaris dan berjalan rapih menuju kendaraan militer yang sudah disiapkan untuk membawa mereka semua.
🌻🌻🌻
Siapin fisik dan mental ya Zam, buat latihan berganda😬
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Christ Mlg
authornya detail ttg akmil... ehm 👍
2024-04-19
1
Ainy Bundanya Gilang
pengen nya jodoh Azam nanti yg rada² somplak gitu Thor,biar rame,hidup nya GK menonton.
2023-11-16
2
🍭ͪ ͩᵇᵃˢᵉ fj⏤͟͟͞R ¢ᖱ'D⃤ ̐
risetnya kemana aja ini,bun...
2023-11-13
2