Merekam Kenangan

Kediaman Abi sudah mulai ramai dengan kedatangan anak, cucu dan para sahabatnya. Mereka berkumpul di hari Minggu ini, selain sebagai kebiasaan keluarga, juga sebagai ajang perpisahan bagi Azzam. Besok pemuda itu akan berangkat ke Yogyakarta, tepatnya ke daerah Sleman, untuk menempuh pendidikan di akademi angkatan udara.

Pagi harinya, diadakan dulu acara pengajian untuk mendoakan cucu tercinta, agar selamat dan lancar selama menempuh pendidikan. Sepanjang hari, Nina, Adinda dan Nara tidak melepaskan Azzam. Ketiga wanita itu selalu berada di sisi pemuda itu. Mulai besok, mereka akan jarang bertemu dengannya.

“Nenek.. ninda… mama… aku pinjam Azzam bentar, ya. Dari tadi dikekepin terus, tar bulukan tuh anak,” celetuk Zar.

“Ngga bisa. Azzam di sini aja,” cegah Nina.

“Ya ampun nenek, kita pinjam sebentar aja. Nanti aku kembaliin utuh kok. Ok ya, para wanita cantik.”

Zar mengedipkan matanya, seraya menarik Azzam menjauh. Azzam cukup lega sang kakak datang menyelamatkannya. Sedari tadi telinganya tak berhenti mendengar nasehat oleh ketiga wanita itu. Perutnya juga sudah kenyang dijejali makanan.

“Makasih ya, bang. Akhirnya aku bisa lepas juga dari para wanita cantik pada zamannya.”

“Hahaha… kedengaran mereka, bisa dijewer estafet, lo.”

Kedua pria itu segera menuju halaman belakang. Mereka menaiki rumah pohon yang usianya sudah lumayan tua. Di sana, Arya, Firhan, Sam, Gilang, Dipa, Farzan dan Alden sudah menunggu. Kedatangan keduanya disambut senang oleh semuanya. Arya meminta Azzam duduk di dekatnya. Dirangkulnya adik sepupunya itu. Walau berat, tapi dia harus melepas Azzam mengejar cita-citanya dan tentu saja mendoakannya.

“Zam.. lo beneran udah mantap mau jadi TNI?” tanya Arya.

“Pikirin lagi, Zam. Ngga mudah jadi taruna,” timpal Firhan.

“Alhamdulillah, udah gue pikirin, dan gue udah yakin banget.”

“Hati-hati selama di sana. Lo tau sendiri kan, udah banyak kejadian akademi kaya gitu kena kasus bully. Bully nya ngga tanggung-tanggung, disiksa. Apalagi yang namanya senioritas dominan banget di sana,” pungkas Alden.

“Iya, doain aja gue bisa menyelesaikan studi dan jadi perwira TNI AU.”

“Aamiin.. yang kenceng,” teriak Gilang.

Sam mengambil camilan yang tersedia, lalu menyodorkannya ke dekat Azzam. Pemuda itu langsung menolaknya. Perutnya sudah hampir meledak, saat Nina dan Adinda terus memintanya memakan makanan olahan mereka berdua.

“Sebenernya yang cocok jadi TNI itu si Zar,” celetuk Arya.

“Ck.. kasihan komandannya kalau bang Zar yang jadi taruna. Tiap hari harus ke dokter THT, periksain kupingnya, hahaha..” timpal Sam.

“Kebayang kalau bang Zar jadi taruna, tiap hari ngoceh mulu. Pas lagi lari pagi atau latihan militer, mulutnya ngga bisa diem. Apa aja pasti dikomentarin,” sambung Firhan.

“Kalau pas lagi latihan covering sama camouflage, pasti langsung ketahuan. Mulut embernya susah mingkem, hahaha,” lanjut Farzan.

“Teroooosss.. lanjutkan, mumpung yang punya nama lagi boker,” celetuk Zar.

“Hahaha..”

Azzam tak bisa menahan tawanya. Pastinya dia akan merindukan momen seperti ini. Berkumpul bersama kakak dan para sepupunya. Pemuda itu berusaha merekam apa yang terjadi hari ini. Kenangan indah seperti ini akan menjadi obat untuknya di saat kerinduan melanda.

“Azzam!! Dipanggil kakek!!”

Terdengar suara Stella memanggil pemuda itu. Azzam bangun dari duduknya, kemudian turun dari rumah pohon. Dia segera menuju gazebo yang ada di halaman bekalang. Di sana pandawa lima sudah menunggunya. Abi menepuk ruang kosong di sebelahnya. Azzam segera duduk di samping sang kakek.

“Kamu sudah menyiapkan semua kebutuhanmu?”

“Sudah, kek. Nanti malam tinggal dipacking.”

“Jaga kesehatan, Zam.. KiJo doakan semoga kamu bisa mencapai apa yang kamu cita-citakan. Walau berat melepasmu, tapi KiJo sadar, kalau kami harus mendukung apa yang kamu lakukan. Selama itu positif dan baik untukmu.”

Raut kelegaan terlihat di wajah Azzam. Dari semua orang di keluarganya, Jojolah yang paling menentang keputusannya. Pria itu sempat tidak ingin bertemu dengan Azzam, bahkan sampai melakukan aksi mogok makan. Tapi beruntung, sang kakek berhasil membujuknya. Tentu saja dibantu oleh grandpa, opa dan juga eyangnya.

“Azzam, ketika kamu sudah masuk dan diterima sebagai taruna, maka di saat itu kamu harus menanggalkan nama besar Hikmat di belakang namamu. Statusmu sama seperti taruna yang lainnya. Kamu harus mematuhi pengajar dan juga komandan sebagai atasanmu. Tapi.. kalau kamu membutuhkan bantuan, jangan segan untuk datang pada kakek, pasti kakek akan membantumu. Grandpa, KiJo, Eyang dan opa juga pasti akan membantumu.”

“Iya, kek.”

“Grandpa yakin, kalau kamu bisa menggapai cita-citamu.”

“Aamiin.. makasih, grandpa.”

“Eyang pengen lihat kamu melakukan atraksi pesawat tempur saat ulang tahun kemerdekaan kita.”

“Kalau kamu mau atraksi pakai parasut, jangan lupa sebut nama KiJo tiga kali sebelum terjun,” celetuk Jojo.

“Biar apa, KiJo?”

“Biar kamu mendarat dengan selamat.”

“Musyrik, jangan didengerin. Kalau kamu nyebut nama KiJo, doamu ngga akan dikabulin. Dia itu lagi dimusuhin malaikat,” ujar Abi asal.

“Mendarat ngga, nyangkut iya kalau nyebut nama KiJo, hahaha..” sambung Kevin.

Jojo mendengus kesal. Dilihatnya wajah Abi dan Kevin bergantian dengan wajah keki. Azzam memeluk akinya ini. Mendapat pelukan dari sang cucu, kekesalan Jojo menguap begitu saja.

“Kakek, KiJo, grandpa, eyang dan opa harus tetap sehat ya. Begitu aku lulus dan jadi pilot pesawat tempur, aku masih mau berkumpul dengan kalian semua. Kalian harus tetap sehat, lihat aku nikah dan punya anak.”

“In Syaa Allah, semoga saja kami semua diberi umur panjang dan bisa melihatmu berkeluarga,” ujar Juna.

“Aamiin.. setiap shalat, aku bakal berdoa untuk kakek, KiJo, grandpa, eyang dan opa.”

“Kalau nanti kamu sudah lulus dan berhasil menjadi pilot pesawat tempur, bilang saja kalau mau dijodohkan,” ujar Abi.

“Kamu udah punya calon, belum?” tanya Jojo.

“Ya ampun, aku belum mikir ke sana, KiJo.”

“Masa? Terus Soraya gimana?” Cakra menaikturunkan alisnya.

“Dia sahabat aku, eyang.”

“Sahabat aja, atau sahabat tapi mesra?” goda Juna.

“Sahabat aja, grandpa. Soraya itu baik, ngga neko-neko, ngga kecentilan. Pokoknya aku suka aja berteman dengan dia.”

“Yakin? Kali aja kamu mau ngikutin jejak grandpa dan grandma? Mereka kan awalnya dari sahabat, jadi nikah,” ujar Jojo.

“Mereka nikah karena andil kakek.”

“Heleh.. bangga banget,” celetuk Kevin.

“Ngga usah komen. Di antara kita, kamu yang paling mengenaskan. Kalau ngga dijodohin sama mamamu, sampe sekarang pasti jadi jomblo tua,” balas Abi.

“Alot juga,” timpal Jojo.

“Untung ngga bulukan,” sambung Cakra.

“Untung juga Rindu mau terima dia.”

“Hahaha..”

Kevin tak bisa membalas lagi. Habis sudah dia dijadikan bulan-bulanan oleh para sahabatnya. Azzam pun ikut tertawa sambil memperhatikan wajah pandawa lima, satu per satu. Dia bersyukur semua anggota keluarganya memberikan kenangan manis padanya, sebelum berangkat menimba ilmu di akademi angkatan udara.

🌻🌻🌻

Nara membantu anaknya berkemas. Dia menyusun pakaian Azzam ke dalam koper. Tidak banyak pakaian yang dibawa anak bungsunya itu. Selain pakaian, Azzam juga membawa laptop dan juga peralatan lain untuk menunjang dirinya dalam belajar. Berkat bantuan sang mama, acara packing berjalan lebih cepat.

“Jangan lupa bawa obat-obatan juga.”

“Iya, ma. Paling aku bawa paracetamol sama vitamin aja. Kan di sana juga ada klinik, kalau aku sakit.”

“Makan yang teratur.”

“Pasti, ma. Di sana kan kita belajar disiplin, semuanya sudah diatur, dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Jam makan kita juga udah pasti dijadwal setiap harinya.”

“Kamu jangan lupa kasih kabar sama mama.”

“Iya, ma. Tapi selama tiga bulan, kita belum boleh komunikasi.”

“Kenapa?”

“Sengaja, ma. Biar kita bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun semangat korps dengan taruna yang lain. Nanti kalau udah tiga bulan, kita baru boleh pegang hape, tapi itu juga pas jam bebas atau waktu pelesir. Di luar waktu itu, ngga boleh.”

“Oh gitu.. pokoknya, setiap kamu punya kesempatan buat pegang hape, kamu harus hubungi mama.”

“Iya, mama sayang.”

Azzam menaruh koper di dekat pintu, dan tas ransel di atas meja belajarnya. Kemudian pemuda itu menghampiri mamanya dan memeluknya. Dia tahu kalau Nara masih berat melepasnya. Ibu mana yang tahan tinggal berjauhan dengan anaknya. Azzam mengajak Nara duduk di sisi ranjang.

“Mama ngga usah khawatir. Aku minta doanya aja dari mama. Doa mama dan papa yang akan membantuku menggapai cita-citaku, ya mama sayang.”

“Iya, sayang. Tapi mama rasanya masih belum puas ngurus kamu. Besok kamu udah harus masuk asrama. Dan mungkin kamu baru bisa pulang pas lebaran aja. Mama pasti kangen banget sama kamu.”

“Jaman kan udah canggih, ma. Nanti kalau pas libur atau jam bebas, aku video call sama mama.”

“Iya, sayang.”

Nara mencium kening anak bungsunya itu, lalu memeluknya erat. Pelukannya terurai ketika mendengar ketukan di pintu. Ternyata sang suami yang datang ke kamar anak bungsunya. Kenzie mendekat, lalu mendudukkan diri di samping Azzam.

“Sudah selesai packingnya?”

“Sudah, pa.”

“Tidak ada yang tertinggal?”

“Ngga ada, pa. Aku dibantu mama packing, makanya cepat beres.”

“Besok, papa dan mama yang akan mengantarmu ke Sleman.”

“Iya, pa.”

“Sekarang kamu istirahat, sudah malam. Kita harus berangkat pagi-pagi.”

“Iya, pa.”

Kenzie mengusak puncak kepala anaknya, kemudian mengajak istrinya keluar dari kamar sang anak. Sepeninggal kedua orang tuanya, Azzam menutup pintu kamarnya. Saat akan naik ke ranjang, pandangannya tertuju pada figura yang ada di atas meja belajarnya. Diambilnya figura tersebut. Di sana terpasang foto keluarganya. Mereka berfoto bersama saat liburan bersama tahun lalu. Azzam mengambil figura tersebut, lalu memasukkannya ke dalam ransel. Dia akan membawa foto tersebut, sebagai penyemangatnya di sana.

🌻🌻🌻

Cerita ini bermula saat Azzam baru mau jadi taruna, ya. Jadi kakak dan para sepupunya masih pada jomblo.

Terpopuler

Comments

EmakKece

EmakKece

Sleman itu nama Kabupaten thor, kalo org sini (jateng/jogja) lebih familiar nyebut lokasi AAU daerah Maguwo/Maguwoharjo

2024-11-13

1

Mur Wati

Mur Wati

sabar ya bang Kevin

2024-04-26

1

Mur Wati

Mur Wati

papa abi masih Istiqomah sama bon cabenya😃

2024-04-26

1

lihat semua
Episodes
1 Soraya
2 Merekam Kenangan
3 Taruna Karbol
4 Akademi Militer
5 Pesiar Pertama
6 Enchanting Azzam
7 Nasi Komando
8 Mudik
9 Heboh
10 Angpaw Isinya Wow!
11 (Bukan) Kencan
12 Kembali Ke Akademi
13 Donor Darah
14 Perawan Atau Janda?
15 Latihan Berganda
16 Kejutan Dari Pelatih
17 Adu Yel-yel
18 Kejutan Untuk Eko
19 Ulang Tahun Pernikahan
20 Para Dasar
21 Bertemu Abimanyu Hikmat
22 Rival Hati
23 Aksi Para Taruna
24 Wing Day
25 Rencana Reuni
26 Gita Dirgantara
27 Senioritas
28 Kekhawatiran Eko
29 Pesiar Ke Palbapang
30 Hadiah Untuk Gendis
31 Jumpa Fans
32 Enam Sekawan
33 Adu Strategi
34 Waktu Santai
35 Pembalasan Gusti
36 Insiden Mengerikan
37 Menunggu
38 Selamat Tinggal
39 Kabar Duka
40 Saat Terakhir
41 Permintaan Azzam
42 Menagih Hutang
43 Peringatan Mayor Indra
44 Lolos Dari Maut
45 Bukti
46 Umpan
47 OTW Sleman
48 Bertemu Elang
49 Bagi Tugas
50 Mulai Panas
51 Ilmu Kompor
52 Sikap Irjenau
53 Menengok Seno
54 Tangisan Seno
55 Kebenaran Yang Memilukan
56 Pelangi Setelah Hujan
57 Mimpi
58 Semangat Yang Kembali
59 Kejutan
60 Besan Nurjanah
61 Tentang Gusti
62 Perwita vs Astari
63 Hukuman Untuk Gusti
64 Back To Academy
65 Terbang Layang
66 Brevet Terla
67 Nasehat Puji
68 Konser Duet
69 Sea Survival
70 Jungle Survival
71 Gara-gara Ular Lidi
72 Latihan Bhuwana Paksa
73 Pertahanan Pangkalan
74 Aksi Gita Dirgantara
75 Curhatan Arsy
76 Cakra Wahana Paksa
77 Muhibah Ke Jepang
78 Shinjuku - Shibuya
79 Kepulangan Azzam
80 Pasangan Menggemaskan
81 Oleh-oleh
82 Pengakuan
83 Latsitardanus
84 Passing Out Parade
85 Prasetya Perwira
86 Kumpul Keluarga
87 Menemui Eko
88 Suasana Baru
89 Menjelang Tikungan
90 Jodoh di Tangan Tuhan
91 Curhat
92 Pertanda
93 Permainan Takdir
94 Kenangan Terakhir
95 Lamar Dia
96 Undangan
97 Merayu Tuhan
98 Let's Have Fun Together
99 Wingday Sekbang
100 Skadud 16
101 Elang Indopura
102 Air Combat Training
103 Alei
104 Azzam vs Alei
105 Serangan Teror
106 Lollipop Lagi
107 Berkumpul Lagi
108 Gendis Untuk Seno
109 Impian Alei
110 Kembali ke Kota Kelahiran
111 Operasi Dharma Yudha
112 MOT & Super Garuda Shield
113 Asmara Trio Jomblo
114 Rinun
115 Pelangi Diantara Hujan
116 Jomblo Ngenes
117 Kontingen Garuda
118 Pasukan Pemberontak
119 Mendobrak Benteng Pertahanan
120 Penambangan Ilegal
121 Keinginan yang Sama
122 Pindah Tugas
123 Serangan Roket
124 Reuni di Khmeimim
125 Merebut Pangkalan Militer
126 Hiburan di tengah Ketegangan
127 Adu Domba
128 Encounter
129 Kehilangan
130 Mencari Jejakmu
131 Ale-ale atau Aep?
132 Firasat Aneh
133 Habis Tak Bersisa
134 Strong Woman Alei
135 Move to Lebanon
136 Pertempuran di Udara
137 Operasi Pembebasan Sandera
138 Pembantaian
139 Konferensi Meja Persegi
140 Mencari Sekutu
141 Mayday, Mayday
142 Lolos Dari Maut
143 Behind Enemy Lines
144 Pembicaraan Salah Arah
145 Tom and Jerry
146 Escape
147 Bertahan Hidup
148 Di Ujung Maut
149 Ketegangan Berakhir
150 Rusuh
151 Finally Found You
152 Drama IGD
153 Sayap Pelindung
154 Nasehat Daffa
155 Mau Menikah Denganku?
156 Memories
157 Melempar Umpan
158 Duel
159 Jebakan
160 Negosiasi
161 Kejar Daku, Kau Kujerat
162 Pembebasan Sandera
163 Pasukan Elit
164 Shock
165 Taktik Sang Kolonel
166 Pertempuran Sengit
167 Kemenangan Besar
168 Tamu Istimewa
169 SAH
170 Pernikahan Fenomenal
171 Musik Pemersatu Bangsa
172 Prediksi Taruhan
173 Romantisme Pengantin Baru
174 Salju di Zahle
175 Enemies Have Been Slain
176 Badai Mulai Mereda
177 Perang Terakhir
178 Warisan
179 Going Home
180 Melihat Mantan
181 Wisata Kuliner
182 Keluarga Absurd
183 Satu Lawan Satu
184 Bertemu Mantan
185 Kangen-kangenan
186 Pasangan OTW Halal
187 Upacara Jajar Kehormatan
188 Heboh yang Menyenangkan
189 Berkelana di Yogyakarta
190 My Trip, My Honeymoon
191 LDR Dimulai
192 Touring ala Gilang
193 Healing Bikin Pening
194 Resepsi Seno dan Gendis
195 Melepas Rindu
196 Joker
197 Salah Paham
198 Bahagia Plus-plus
199 Hamil Simpatik
200 Best Friends Forever
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Soraya
2
Merekam Kenangan
3
Taruna Karbol
4
Akademi Militer
5
Pesiar Pertama
6
Enchanting Azzam
7
Nasi Komando
8
Mudik
9
Heboh
10
Angpaw Isinya Wow!
11
(Bukan) Kencan
12
Kembali Ke Akademi
13
Donor Darah
14
Perawan Atau Janda?
15
Latihan Berganda
16
Kejutan Dari Pelatih
17
Adu Yel-yel
18
Kejutan Untuk Eko
19
Ulang Tahun Pernikahan
20
Para Dasar
21
Bertemu Abimanyu Hikmat
22
Rival Hati
23
Aksi Para Taruna
24
Wing Day
25
Rencana Reuni
26
Gita Dirgantara
27
Senioritas
28
Kekhawatiran Eko
29
Pesiar Ke Palbapang
30
Hadiah Untuk Gendis
31
Jumpa Fans
32
Enam Sekawan
33
Adu Strategi
34
Waktu Santai
35
Pembalasan Gusti
36
Insiden Mengerikan
37
Menunggu
38
Selamat Tinggal
39
Kabar Duka
40
Saat Terakhir
41
Permintaan Azzam
42
Menagih Hutang
43
Peringatan Mayor Indra
44
Lolos Dari Maut
45
Bukti
46
Umpan
47
OTW Sleman
48
Bertemu Elang
49
Bagi Tugas
50
Mulai Panas
51
Ilmu Kompor
52
Sikap Irjenau
53
Menengok Seno
54
Tangisan Seno
55
Kebenaran Yang Memilukan
56
Pelangi Setelah Hujan
57
Mimpi
58
Semangat Yang Kembali
59
Kejutan
60
Besan Nurjanah
61
Tentang Gusti
62
Perwita vs Astari
63
Hukuman Untuk Gusti
64
Back To Academy
65
Terbang Layang
66
Brevet Terla
67
Nasehat Puji
68
Konser Duet
69
Sea Survival
70
Jungle Survival
71
Gara-gara Ular Lidi
72
Latihan Bhuwana Paksa
73
Pertahanan Pangkalan
74
Aksi Gita Dirgantara
75
Curhatan Arsy
76
Cakra Wahana Paksa
77
Muhibah Ke Jepang
78
Shinjuku - Shibuya
79
Kepulangan Azzam
80
Pasangan Menggemaskan
81
Oleh-oleh
82
Pengakuan
83
Latsitardanus
84
Passing Out Parade
85
Prasetya Perwira
86
Kumpul Keluarga
87
Menemui Eko
88
Suasana Baru
89
Menjelang Tikungan
90
Jodoh di Tangan Tuhan
91
Curhat
92
Pertanda
93
Permainan Takdir
94
Kenangan Terakhir
95
Lamar Dia
96
Undangan
97
Merayu Tuhan
98
Let's Have Fun Together
99
Wingday Sekbang
100
Skadud 16
101
Elang Indopura
102
Air Combat Training
103
Alei
104
Azzam vs Alei
105
Serangan Teror
106
Lollipop Lagi
107
Berkumpul Lagi
108
Gendis Untuk Seno
109
Impian Alei
110
Kembali ke Kota Kelahiran
111
Operasi Dharma Yudha
112
MOT & Super Garuda Shield
113
Asmara Trio Jomblo
114
Rinun
115
Pelangi Diantara Hujan
116
Jomblo Ngenes
117
Kontingen Garuda
118
Pasukan Pemberontak
119
Mendobrak Benteng Pertahanan
120
Penambangan Ilegal
121
Keinginan yang Sama
122
Pindah Tugas
123
Serangan Roket
124
Reuni di Khmeimim
125
Merebut Pangkalan Militer
126
Hiburan di tengah Ketegangan
127
Adu Domba
128
Encounter
129
Kehilangan
130
Mencari Jejakmu
131
Ale-ale atau Aep?
132
Firasat Aneh
133
Habis Tak Bersisa
134
Strong Woman Alei
135
Move to Lebanon
136
Pertempuran di Udara
137
Operasi Pembebasan Sandera
138
Pembantaian
139
Konferensi Meja Persegi
140
Mencari Sekutu
141
Mayday, Mayday
142
Lolos Dari Maut
143
Behind Enemy Lines
144
Pembicaraan Salah Arah
145
Tom and Jerry
146
Escape
147
Bertahan Hidup
148
Di Ujung Maut
149
Ketegangan Berakhir
150
Rusuh
151
Finally Found You
152
Drama IGD
153
Sayap Pelindung
154
Nasehat Daffa
155
Mau Menikah Denganku?
156
Memories
157
Melempar Umpan
158
Duel
159
Jebakan
160
Negosiasi
161
Kejar Daku, Kau Kujerat
162
Pembebasan Sandera
163
Pasukan Elit
164
Shock
165
Taktik Sang Kolonel
166
Pertempuran Sengit
167
Kemenangan Besar
168
Tamu Istimewa
169
SAH
170
Pernikahan Fenomenal
171
Musik Pemersatu Bangsa
172
Prediksi Taruhan
173
Romantisme Pengantin Baru
174
Salju di Zahle
175
Enemies Have Been Slain
176
Badai Mulai Mereda
177
Perang Terakhir
178
Warisan
179
Going Home
180
Melihat Mantan
181
Wisata Kuliner
182
Keluarga Absurd
183
Satu Lawan Satu
184
Bertemu Mantan
185
Kangen-kangenan
186
Pasangan OTW Halal
187
Upacara Jajar Kehormatan
188
Heboh yang Menyenangkan
189
Berkelana di Yogyakarta
190
My Trip, My Honeymoon
191
LDR Dimulai
192
Touring ala Gilang
193
Healing Bikin Pening
194
Resepsi Seno dan Gendis
195
Melepas Rindu
196
Joker
197
Salah Paham
198
Bahagia Plus-plus
199
Hamil Simpatik
200
Best Friends Forever

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!