Hari dimana dilaksanakannya acara pernikahan kaisar Zhaoyang dan putri Tingting pun tiba.
"Ibu, apakah aku sudah terlihat cantik? Jantungku sangat berdebar sekarang, impianku menjadi istri kaisar Zhaoyang akhirnya terwujud, meskipun aku hanya menjadi selir tapi suatu saat nanti aku akan merebut gelar permaisuri di kerajaan Tao ini." Ucap putri Tingting kepada ibunya permaisuri Yi Yie.
"Kau sangat cantik sayang, tiada perempuan yang dapat menyaingi kecantikan seorang putri dari kerajaan bulan." Ucap permaisuri Yi Yie kepada putrinya.
"Tentu saja ibu, bahkan permaisuri Xio Lu yang buruk rupa itupun tidak ada apa-apanya dibanding denganku." Ucap putri Tingting dengan pedenya.
"Ayo sayang, sebentar lagi acara pernikahanmu akan di mulai." Ucap permaisuri Yi Yie.
Mereka berdua pun keluar menuju tempat dimana acara pernikahan akan di laksanakan.
"Astaga, Xio kau serius mengijinkan kaisar Zhaoyang menikah dengan putri Tingting itu?" Tanya Xia He.
Saat ini 4X dan kedua makhluk legendaris pendamping yang berwujud manusia itu sudah berada di dalam ruangan yang di gunakan untuk melaksanakan acara pernikahan. Mereka berenam duduk di meja yang sama.
"Tak masalah, lagipula aku tidak mencintainya, jadi untuk apa aku melarang mereka berdua untuk menikah." Ucap Xio Lu santai tanpa beban sambil kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Bagaimana jika selir itu membuat ulah denganmu?" Tanya Xin Qian.
"Gampang, tinggal buat perhitungan saja dengannya, beres." Ucap Xio Lu kelewat santai.
"Memangnya di istana boleh melakukan hal apapun dengan bebas? Aku rasa tidak, pasti akan di beri hukuman." Ucap Xia He.
"Aku kan punya kalian yang bisa membantu ku." Ucap Xio Lu.
"Kau benar, tapi bagaimana caranya kami bisa masuk kedalam istana dengan bebas? Pasti akan ada yang curiga jika kami masuk kedalam istana tanpa seijin dari kaisar." Ucap Xia He.
"Diam-diam." Ucap Xiu He tiba-tiba.
"Ck! Begitu saja membuat mu menjadi bodoh Xia, kau lupa siapa kita sebelum berada di dunia aneh ini?" Ucap Xin Qian.
"Astaga, aku jadi melupakannya. Semenjak aku di dunia ini, aku jadi lupa identitas kita yang sebenarnya." Ucap Xia He menepuk jidatnya.
Acara pernikahan pun terlaksana dengan kegembiraan para rakyat dan di sambut dengan bahagiaan oleh semua orang, kecuali 4X dan Kedua makhluk legendaris pendamping yang selalu mengikuti kemana mereka pergi.
"Sudah sore, kami akan kembali. Jaga dirimu baik-baik Xio, sampai bertemu lagi di lain waktu." Ucap Xia He mewakili mereka untuk berpamitan kepada Xio Lu.
"Ya, kalian hati-hati." Balas Xio Lu.
Kemudian mereka berlima pergi meninggalkan istana dan kembali ke penginapan.
Tiga hari sudah berlalu semenjak hari terlaksananya pernikahan kaisar Zhaoyang dan putri Tingting.
"Sudah tiga hari aku tidak kemana-mana, aku ingin keluar istana untuk jalan-jalan tapi selalu tidak di ijinkan oleh kaisar Zhaoyang." Gumam permaisuri Xio Lu merasa bosan karena ia beberapa hari ini hanya berdiam diri di paviliun teratai miliknya.
"Sudahlah, lebih baik aku berkeliling istana saja." Ucap permaisuri Xio Lu beranjak dan pergi menyusuri lorong kediaman.
"Aku ingin bebas, berada disini membuatku terkekang. Bagaimana ya kabar mereka? Pasti menyenangkan jika bisa bebas seperti mereka di luar sana." Batin permaisuri Xio Lu mengeluh.
Saat ia sedang larut dalam pemikirannya, ia tidak sadar sedang melewati perpustakaan istana yang di jadikan sebagai ruang kerja untuk kaisar Zhaoyang.
"Sayang, apa kau merindukanku?" Ucap selir Tingting dengan manja, ia meninggikan suaranya dengan sengaja agar permaisuri Xio Lu mendengarnya dan cemburu.
"Kau bicara apa selir Tingting? Aku sedang bekerja sekarang, bisakah kau tak menggangguku dulu." Ucap kaisar Zhaoyang datar dan sibuk dengan aktivitasnya tanpa memperdulikan wanita yang berstatus sebagai selirnya itu.
Mendengar respon kaisar Zhaoyang membuat selir Tingting cemberut dan semakin gencar merayu kaisar.
"Sayang, temani aku sebentar. Aku hampir saja mati kebosanan karena selalu berada di dalam kamar." Ucap manja selir Tingting.
"Mintalah pelayan untuk menemanimu, aku sedang sibuk sekarang dan tidak bisa menunda pekerjaan ku." Ucap kaisar Zhaoyang tanpa menghentikan aktivitasnya.
Dengan kesal selir Tingting duduk di pangkuan kaisar Zhaoyang tiba-tiba.
"Temani aku sebentar saja." Ucap selir Tingting dengan posisi duduk di pangkuan kaisar dan mengalungkan tangannya di leher kaisar Zhaoyang.
Dengan kasar, kaisar Zhaoyang berdiri dan gerakannya berhasil membuat selir Tingting terjatuh terhempas ke lantai.
"Awh... Sakit sekali." Pekik selir Tingting meringis kesakitan.
Melihat semua kejadian yang berlangsung di depan matanya, membuat permaisuri Xio Lu tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... Niat ingin bermesraan, malah terhempas mencium lantai." Ucap permaisuri Xio Lu di sela tawanya.
Mendengar tawa nyaring dan ucapan permaisuri Xio Lu membuat kedua orang yang menjadi bahan tontonan nya menoleh menatap wajahnya.
"Permaisuri Xio Lu, apa yang kau lakukan disitu?" Jedanya. "Apa kau melihat semuanya?" Tanya kaisar Zhaoyang.
"Aku hanya berkeliling. Tentu saja aku melihatnya, wajah kesakitan selir Tingting sangat lucu hahaha..." Ucap permaisuri Xio Lu masih dengan sisa tawanya.
"Awas saja kau permaisuri bodoh, berani sekali kau menertawakan ku!" Batin selir Tingting menggeram marah.
Berjalan menghampiri permaisuri Xio Lu.
"Aku temani berkeliling." Ucap kaisar Zhaoyang menggenggam tangan permaisuri Xio Lu dan mulai melangkahkan kakinya.
"Tapi tunggu dulu." Jedanya menghentikan langkah kaisar Zhaoyang. "Aku ingin berkeliling sendirian saja. Kau temani saja selir mu itu." Ucap permaisuri Xio Lu dengan kode mata menuju selir Tingting yang masih terduduk di lantai.
"Aku temani saja kau permaisuri Xio Lu, lagipula selir Tingting bisa sendiri." Ucap kaisar Zhaoyang.
"Tak apa kaisar, aku akan berkeliling sendirian saja. Kalau begitu aku pamit, salam yang mulai, salam selir Tingting." Ucap permaisuri Xio Lu memberi salam kemudian ia pergi dengan langkah cepat tanpa mendengar jawaban apapun dari kaisar Zhaoyang.
"Huh, untung saja aku bisa cepat pergi dari sana. Aku sangat malas jika harus berhadapan dengan mereka." Gumam permaisuri Xio Lu.
"Mau berduaan, mau buat anak atau apapun itu terserah saja. Lagipula aku tidak akan perduli! Masa bodoh sama mereka, tidak penting sama sekali."
"Aku bosan berada disini terus, secepatnya aku akan meminta dekrit perceraian! Setelah itu aku dan ketiga sahabatku bisa berpetualang bersama di dunia kuno yang aneh ini."
"Dunia luar sepertinya sangat menyenangkan, daripada harus tinggal di istana yang seperti neraka ini, huh... Sangat mengesalkan sekali. Hidup seperti di dalam penjara saja!"
"Oh ayolah, sepertinya hanya aku yang mengalami hal buruk seperti ini! Kasihan sekali Xio Lu yang asli, pantas saja dia lebih memilih untuk mati." Gumam permaisuri Xio Lu terus menerus.
"AKU BISA MATI KEBOSANAN JIKA TERUS BERADA DISINI! AKU HANYA INGIN HIDUP BEBAS!" Jerit permaisuri Xio Lu di dalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Ibuk'e Denia
ku tunggu kelanjutannya thor
2023-09-05
1