14

Di kediaman utama

"Suara apa itu? Sepertinya ada keributan di luar." Ucap seorang pria paruh baya yang berada di sebuah ruangan.

Melangkahkan kakinya menuju asal suara dentuman keras yang terdengar oleh telinganya.

"Apa yang terjadi? Kenapa kediaman menjadi hancur seperti ini." Ucap pria paruh baya itu di ketahui bernama Ang Bei Li yang merupakan seorang perdana menteri tingkat tinggi di kekaisaran Tao.

Sedangkan orang yang menjadi pelaku dari keributan dan hancurnya kediaman keluarga perdana menteri Li, saat ini berada di Paviliun milik ibu sang pemilik tubuh asli bernama Zhi Yang Li.

"Indah sekali, ibu Zhi ternyata sangat pandai melukis. Andai saja aku bisa bertemu dengannya, sayang sekali dia sudah tiada." Ucap Xin Qian Li saat ia melihat sebuah lukisan di gulungan yang ada di atas lemari. Ia tidak sengaja melihat lukisan itu saat masuk kedalam dan melihat sekeliling kamar itu.

Xin Qian Li duduk di atas peraduan dengan kaki menggantung.

"Sebaiknya aku tidur sebentar." Gumamnya kemudian ia memejamkan matanya.

Namun, tiba-tiba saja ada suara seseorang yang berteriak memanggil namanya dengan marah.

"Xin Qian!" Teriak marah perdana menteri Ang Bei Li.

Dengan segera Xin Qian Li membuka kedua matanya dan langsung mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk.

"Apa lagi ini, sangat melelahkan! aku hanya ingin beristirahat sebentar, selalu saja ada yang mengacau!" Gumamnya kesal.

Ia bangun dan berdiri melangkahkan kakinya keluar dari dalam.

"Ada apa?" Tanya Xin Qian Li datar.

Melihat gadis yang di bencinya, perdana menteri Ang Bei Li menggeram.

"Anak kurang ajar! Apa yang kau lakukan di Paviliun milik mendiang istriku hah? Kau membuat keributan di kediaman ku, aku akan menghukummu!" Ucapnya dengan marah.

"Apa salahnya jika aku berada di Paviliun milik ibu kandungku? Lagipula adik dan keponakan bodohmu itu yang sudah menyerangku duluan! aku tidak akan segan untuk menghabisi siapa saja yang sudah mengusikku!" Ucap Xin Qian Li dingin.

Mendengar ucapan gadis di hadapannya membuat perdana menteri Ang Bei Li tertegun.

"Apa ini, kenapa dia berubah?" Ucap perdana menteri Ang Bei Li didalam hatinya.

Melihat pria paruh baya di hadapannya terdiam, Xin Qian Li berucap dengan datar dan dingin.

"Aku beri dua pilihan untukmu pak tua." Jedanya. "Mati atau mati?" Tersenyuman iblis di balik cadarnya.

Melototkan matanya lebar, Perdana menteri Ang Bei Li terkejut bukan main mendengar ucapan gadis itu.

"A-apa maksudmu?" Tanyanya yang tiba-tiba saja ia merasa gugup.

"Sayangnya itu bukan pilihan, melainkan itu adalah takdirmu!" Ucap Xin Qian Li menekan dingin kalimatnya.

Mengeluarkan pedang miliknya, Xin Qian Li menyerang perdana menteri Ang Bei Li dengan brutal. Berbagai macam sihir elemen yang ia keluarkan sehingga terjadi pertarungan hebat disana.

Sret

Sret

Wus

Sret

Wus

Bugggh

Brakk

Tubuh perdana menteri Ang Bei Li terpental menabrak dinding dengan sangat kencang.

Uhuk...

Karena Perdana menteri Ang Bei Li lengah dan tidak siap dengan serangan brutal Xin Qian Li terjadilah ia dapat dengan mudah terkena serangan.

"Ka-kau..." Ucap perdana menteri Ang Bei Li lemah.

"Pergilah ke neraka pak tua!" Ucap Xin Qian Li dengan tersenyum miring.

Mengangkat tangannya yang memegang sebuah pedang, kemudian ia menusukkan pedang itu dalam di dada Perdana menteri Ang Bei Li.

"Ahkkk!" Pekik perdana menteri Ang Bei Li kesakitan karena pedang yang tertusuk dalam di dadanya.

Perdana menteri Ang Bei Li mati di tangan Xin Qian Li.

"Selesai. Aku akan memulai hidup baru dengan marga yang baru, aku muak dengan keluarga perdana menteri ini!" Gumam Xin Qian Li kemudian ia pergi dari kediaman perdana menteri Li begitu saja.

Note :

Keluarga perdana menteri Li hanya terdiri dari empat orang saja. Karena yang lain sudah tiada. Bibi Yu Jie Li yang hanya memiliki seorang putra karena ia berstatus janda yang tinggal bersama di kediaman keluarga perdana menteri. Sedangkan, Perdana menteri Ang Bei Li hanya memiliki seorang anak gadis yang tidak ia anggap karena telah membuat istri tercintanya mati saat melahirkan putrinya itu. Dan Perdana menteri Ang Bei Li adalah seorang duda yang tidak ingin menikah lagi.

Di penginapan

"Bingwen, aku ingin membeli sebuah kediaman keluarga bangsawan. Apakah koin yang kita punya cukup untuk membelinya?" Tanya Xin Qian Li kepada pemuda tampan yang ada di hadapannya saat ini.

"Sepertinya cukup, tapi kenapa kau tiba-tiba ingin membeli sebuah kediaman Xin?" Ucap Bingwen berbalik bertanya.

Menghela nafasnya berat.

"Aku hanya malas memakai marga keluarga perdana menteri itu lagi! Keluarga sampah seperti itu akan membuat namaku jelek saja." Ucap Xin Qian Li datar.

Tanpa bertanya apapun lagi Bingwen sudah paham maksud dari tuannya itu.

"Baiklah aku akan segera membelikan untukmu sebuah kediaman." Ucapnya meyakinkan.

"Terimakasih Bingwen." Ucap Xin Qian Li dengan tersenyum manis, yang di balas senyuman juga oleh Bingwen.

"Huh! aku sangat bosan, aku ingin pergi berkeliling." Jedanya. "Bingwen, ayo pergi bersama, aku ingin pergi ke pasar." Ajak Xin Qian Li.

Menganggukkan kepalanya, Bingwen ikut pergi bersama dengan Xin Qian Li.

Di pasar

"Sebaiknya kita mengisi perut terlebih dahulu, setelah itu kita akan berkeliling sepuasnya!" Ucap Xin Qian Li.

Mereka masuk kesebuah tempat makan pinggir jalan yang ada di pasar.

"Duduk disini saja, aku akan pesan makanan." Ucap Xin Qian Li yang langsung menduduki kursi meja disana yang juga diikuti oleh Bingwen.

Mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan. "Paman, tolong berikan untukku dua potong ayam bakar dan minumnya air putih saja." Ucap Xin Qian Li memesan makanan.

"Baiklah nona, di tunggu sebentar." Ucap pelayan pria paruh baya itu saat ia selesai mencatat pesanan.

Tak lama makanan sampai di meja mereka berdua, Xin Qian dan Bingwen pun makan dengan tenang.

"Apa kau mendengar gosip terbaru dari ibu kota?" Ucap salah seorang pemuda pelanggan yang juga ada di rumah makan itu bersama dengan kedua temannya.

"Iya, aku dengar kediaman perdana menteri Li terjadi pembantaian, kediaman perdana menteri Li di buat hancur dan para penghuni kediaman mati terbunuh." Ucap seorang pemuda satunya.

"Ya, yang aku dengar pelakunya adalah putri sampah perdana menteri Ang Bei Li. Apa mungkin seorang gadis yang lemah seperti dia mampu membuat kekacauan dan membunuh semua anggota keluarga perdana menteri Li dengan begitu mudahnya?" Ucap pemuda lainnya.

"Aku rasa itu tidak mungkin, bisa saja itu hanya berita untuk mengalihkan perhatian orang-orang supaya kasus ini yang menjadi tersangka nya adalah putri sampah itu, jadi saat di tindak lanjuti oleh pihak keamanan kerajaan, orang yang benar-benar menjadi tersangka bebas begitu saja karena sudah ada yang di jadikan sebagai kambing hitam." Ucap pemuda satunya lagi.

"Tapi bisa saja kan semua itu benar adanya."

"Sudahlah, bikin pusing saja."

Mendengar pembicaraan mereka bertiga membuat Xin Qian Li dan Bingwen tersenyum miring.

"Cepat sekali beritanya tersebar." Ucap Xin Qian Li.

"Sudah biasa jika ada keluarga bangsawan yang mengalami musibah akan di bicarakan dan itu sangat mudah tersebar." Ucap Bingwen.

"Biarkan saja, bahkan aku saja tidak peduli sama sekali dengan gosip itu." Ucap Xin Qian Li santai.

Mereka berdua melanjutkan makan dengan tenang tanpa terganggu sedikitpun.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!