Saat berada di hutan kematian, Grace, Gabriella dan Gissella mulai menyusun rencana untuk menjalani kehidupan kedua mereka di dunia yang aneh menurut mereka ini.
Keesokan paginya.
Saat sudah selesai membersihkan diri terlebih dahulu, ketiganya duduk di bawah pohon besar bersama dengan Huizhong Jun juga.
"Apakah kau tau bagaimana cara supaya kita bisa memilih sihir elemen kak?" Tanya Gissella kepada kakak kembarnya.
"Berkultivasi." Balas Gabriella.
"Apakah kau tau bagaimana berkultivasi Huizhong?" Ucap Grace meminta penjelasan tentang kultivasi kepada siluman singa pendamping itu.
"Berkultivasi itu dengan cara memusatkan pikiran dan tenaga dalam. Ada juga mantra-mantra yang harus di ucapkan." Jelas Huizhong Jun.
"Aku bisa mengajari kalian." Ucap Gabriella.
Kemudian, ia langsung saja berdiri dan mulai melatih kedua gadis lainnya. Mulai memberikan mantra-mantra yang akan mereka ucapkan saat berkultivasi.
Di tengah-tengah berkultivasi, tiba-tiba Gabriella bersuara.
"Sihir elemen api dan tumbuhan milikmu sangat cepat untuk kau pelajari. Dan kau Grace, sihir elemen tanah dan angin milikmu sangat luar biasa." Ucap Gabriella saat ia melihat bahwa Gissella adiknya dapat dengan mudah menguasai kedua elemen yang baru saja ia pelajari.
"Terimakasih ka Ela." Ucap Gissella dengan senyuman manisnya.
"Terimakasih Gabriella." Ucap Grace.
"Jangan dulu berpuas diri, kalian berdua masih memiliki banyak sihir elemen lagi yang akan kalian berdua pelajari setelah ini." Ucap Gabriella.
Mereka bertiga melanjutkan berkultivasi, sedangkan Huizhong Jun hanya memperhatikan.
"Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa dia dapat dengan mudah mengajarkan berbagai macam jenis sihir elemen kepada kedua gadis lainnya?" Gumam Huizhong Jun dengan membatin di dalam hatinya.
Setelah seharian berlatih berkultivasi, ketiganya sudah selesai saat sore hari. Grace dan Gissella sudah berhasil menguasai sihir elemen Api, air, angin, tanah, tumbuhan, cahaya dan logam.
"Aku lapar sekali." Keluh Gissella sambil memegang perutnya yang keroncongan.
"Kalian tunggu saja disini, aku yang akan berburu. Sebaiknya siapkan kayu bakar yang banyak untuk memasak hasil buruan nanti." Ucap Gabriella, lalu ia pergi begitu saja dari sana.
Ketiganya hanya menurut saja, mereka juga pergi untuk mencari kayu bakar yang di minta oleh Gabriella.
Saat sedang berjalan-jalan mencari mangsa, Gabriella melihat 7 ekor kelinci. Secepat kilat Gabriella menangkap semua kelinci dengan cara memegangi telinga kelinci itu menggantung.
Memandangi hasil buruannya, Gabriella terdiam sesaat.
"Sepertinya sudah cukup." Gumamnya, lalu ia melangkah kembali menuju dimana kedua orang gadis yang menunggunya.
Di saat ia sedang asik berjalan, Gabriella melihat sesuatu yang sangat menarik perhatiannya. Terdapat sebuah simbol lingkaran hitam dan putih yang terpisah di sebuah batang pohon besar disana.
"Sepertinya aku menemukan sesuatu yang besar." Gumamnya.
Dengan elemen tanah yang ia miliki, membelah tanah yang berada tepat di bawah pohon besar yang terdapat simbol itu.
Tanah terbuka sekitar satu setengah meter kedalamannya. Lalu ia dapat melihat di sana ada dua butir telur, entah itu telur apa yang pasti telur itu sangat besar dan berwarna hitam dan putih. Langsung saja ia membawa kedua telur itu beserta dirinya yang berjalan kembali ke tempat dimana yang lainnya berada.
Melihat kedatangan kakak kembarnya, membuat Gissella bernafas lega.
"Huh, akhirnya kau kembali juga." Ucap Gissella dengan menghela nafas.
"Wah, banyak sekali kelinci buruan mu." Ucap Grace senang melihat begitu banyak kelinci yang di bawa oleh sahabatnya itu.
"Bersihkan, lalu masaklah." Ucap Gabriella menanggapi.
"Berubah wujudlah Huizhong Jun, aku tau kau bisa berwujud manusia." Lanjut Gabriella berbicara yang membuat Huizhong Jun melototkan matanya.
"Ba... bagaimana kau bisa tau?" Tanya Huizhong Jun dengan gagap karena terkejut. Lagi-lagi ia di buat terkejut saat tau jika gadis di depannya ini tau banyak hal tak seperti dua gadis lainnya.
Visual Huizhong Jun (Saat jadi Singa)
"Kau tak perlu tau. Berubah wujudlah Huizhong Jun." Ucap Gabriella lagi.
Mau tak mau Huizhong Jun harus mengikuti apa yang di katakan oleh gadis di hadapannya ini.
Saat sudah merubah wujudnya, ternyata Huizhong Jun adalah seorang pria tampan.
Visual Huizhong Jun (Saat jadi manusia)
"Astaga! Apa mataku tidak salah liat? Kau seorang pria Huizhong! Kau tampan juga ya, hehehe..." Ucap Gissella dengan genitnya.
"Ish... Kau tak berubah Gissella, tetap genit dan tak tahu malu." Ucap Grace dengan mendengus.
"Aku hanya bercanda kau tau. Hehehe..." Balas Gissella dengan cengengesan.
"Sudahlah lebih baik kita segera membersihkan dan memasak kelinci-kelinci ini." Ucap Grace dengan mengangkat tangannya yang sudah menggenggam telinga kelinci-kelinci hasil tangkapan Gabriella.
Tanpa berdebat lagi mereka bertiga pun melakukan tugas dengan tenang dan damai.
Saat yang lain sedang membersihkan dan memasak kelinci-kelinci itu, saat ini Gabriella duduk bersandar dengan tenang di bawah pohon besar.
Mengeluarkan kedua telur yang ia dapatkan tadi lalu meletakkannya di atas tanah di depannya, entah apa yang ia pikirkan. Tiba-tiba saja ia mengambil ranting kayu dan melukai jari telunjuknya dengan ranting itu.
Mengarahkan jari telunjuknya keatas telur berwarna hitam.
Tes
Tes
Muncul cahaya hitam dari telur itu, kemudian tiba-tiba saja muncul di hadapannya seekor naga kecil berwarna hitam dengan aura kegelapan yang mengelilingi tubuh naga itu.
Visual Naga Yuchen dan Yichen
"Salam tuan, namaku adalah Yichen dan aku adalah makhluk legendaris pendamping. Aku naga hitam kegelapan yang berasal dari dalam telur itu, karena tuan sudah melakukan kontrak darah denganku maka aku sudah resmi menjadi milik tuan sepenuhnya." Ucap naga hitam itu yang keluar dari dalam cangkang telur hitam itu.
"Hem... Kau boleh memanggilku Xiu tanpa embel-embel tuan." Ucap Gabriella.
Mulai sekarang ia harus terbiasa saat di panggil dengan namanya yang ada di dunia baru baginya ini.
Menganggukkan kepalanya patuh.
"Baiklah Xiu." Ucap naga hitam bernama Yichen itu.
Setelah selesai melakukan kontrak darah, Gabriella atau mulai sekarang kita panggil Xiu He Tang. Tiba-tiba terdengar suara canda tawa yang mendekat.
Dengan membawa dua kelinci bakar di tangannya, Gissella berujar dengan bahagia.
"Kak lihatlah, kelinci bakarnya sudah matang." Ucap Gissella dengan menyodorkan dua ekor kelinci kepada kakak kembarnya itu.
Menyambut kelinci bakar dari tangan adiknya, Gabriella tersenyum lembut dan mengangguk.
"Terimakasih." Ucapnya kepada sang adik.
Di balas senyuman manis dari Gissella.
Saat sadar ia melihat sesuatu yang baru pertama kali ia lihat, Gissella terkejut dan langsung melayangkan pertanyaan dengan antusias.
"Wah, keren sekali. Apakah dia siluman milikmu ka?" Tanya Gissella penasaran.
Menganggukkan kepalanya. "Ya, tapi dia bukan siluman, dia adalah makhluk legendaris pendamping. Apakah kau mau memiliki yang sama juga denganku?" Ucap Gabriella atau Xiu He Tang.
"Tentu saja aku mau!" Balasnya antusias.
Sedangkan Grace, ia takjub melihat ada seekor naga hitam yang sangat keren menurutnya itu.
Huizhong Jun tersadar dari keterkejutannya.
"Bagaimana bisa kau membebaskan dan melepas segel yang di pasang di seekor naga hitam yang sudah ratusan ribu tahun di sembunyikan. Hanya orang-orang utusan dewa suci yang bisa mengontrak dan memiliki mereka makhluk legendaris pendamping." Ucap Huizhong Jun menjelaskan.
"Suatu saat nanti kau akan tau apa jawabannya Huizhong Jun." Ucap Gabriella atau Xiu He Tang dengan tenang.
Setelah mengatakan itu, Xiu He Tang kemudian mengeluarkan telur satunya yang berwarna putih dan menyodorkan telur itu ke depan Gissella adiknya.
"Mulai sekarang namamu adalah Xia He Tang. Ini milikmu, lakukan kontrak darah dengan meneteskan darahmu di atas telur ini." Ucap Xiu He Tang.
Mendengar apa yang di ucapkan kakaknya, Gissella atau bisa kita panggil Xia He Tang mulai sekarang. Ia menerima telur berwarna putih itu lalu ia menggigit jari telunjuknya dan meneteskan darahnya atas telur itu.
Sama halnya yang terjadi dengan yang di alami oleh Xiu He Tang sang kakak. Telur itu mengeluarkan cahaya putih kemudian keluar seekor naga putih kecil yang di kelilingi oleh kekuatan sihir berwarna putih.
Menundukkan kepalanya dengan hormat.
"Salam tuan, namaku adalah Yuchen dan aku adalah makhluk legendaris pendamping. Aku naga putih kesucian. Karena tuan sudah melakukan kontrak darah denganku maka aku sudah resmi menjadi milik tuan sepenuhnya." Ucap naga putih itu.
"Baiklah Yuchen, jangan panggil aku tuan karena aku bukan seorang pria, panggil saja namaku Xia tanpa embel-embel apapun." Ucap Gissella alias Xia He Tang.
Menganggukkan kepalanya dengan patuh.
"Baiklah Xia." Ucap Yuchen.
Melihat interaksi mereka membuat Huizhong Jun semakin penasaran dengan para gadis yang ada di hadapannya ini.
"Mereka bukan para gadis biasa, bahkan mereka memiliki daya tarik masing-masing. Mereka sama sekali tidak berbahaya ketika tidak di ganggu. Tapi aku tidak tau apa-apa tentang mereka saat ini. Aku tidak bisa merasakan apapun dari aura mereka, seolah tak terbaca sama sekali." Gumam Huizhong Jun didalam hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments