07

Sedangkan di hutan kematian, terdapat tiga orang gadis bersama siluman singa pendamping yang berwujud seorang pria tampan milik Xio Lu, mereka sedang membicarakan tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya setelah ini.

"Aku rasa, Xia dan aku akan kembali ke kediaman keluarga jendral Jiazhen Tang. Aku berencana untuk pergi ikut berperang. Jendral itu akan sangat membutuhkan kami berdua saat di perbatasan nanti." Ucap Xiu He Tang.

"Aku rasa akan sangat menyenangkan jika kita ikut berperang. Aku sudah lama tidak merasakan berdarah-darah!" Ucap Xia He Tang dengan antusias.

"Dasar gadis nakal, persiapkan banyak racun dan penawar. Aku yakin nanti disana kau akan sangat lancar untuk mencari muka di hadapan pak tua itu." Ucap Xin Qian Li dengan menggoda sahabatnya itu. Ia sangat tau perangai dari gadis di hadapannya ini.

"Kau tenang saja, sudah sangat banyak bahan herbal yang sudah aku racik semalaman ini. Aku sudah menyimpan dan menyiapkan banyak racun dan penawar racun yang aku simpan di ruang dimensi milik Yuchen." Ucap Xia He Tang dengan mata berbinar.

"Baiklah, aku dan Xia akan pergi. Jaga dirimu baik-baik Xio, pergunakan sihir elemen yang aku ajarkan untuk melenyapkan semua orang yang mengganggumu. Jadilah permaisuri Xio Lu yang mematikan!" Ucap Xiu He Tang memperingati sahabatnya itu.

Mengambil beberapa botol racun dan juga penawar dari ruang dimensi milik Yuchen. Xia He Tang memberikan botol-botol itu kepada Xio Lu.

"Ini adalah racun-racun terbaik milikku dan juga penawar segala racun milikku untukmu. Simpan dan pakai itu untuk berjaga-jaga Xio." Ucap Xia He Tang.

"Kami pamit pergi dulu." Ucap Xiu He Tang kemudian melambaikan tangannya.

"Jaga Xio ku dengan baik ya Huizhong Jun! Sampai bertemu lagi." Teriak Xia He Tang saat mereka sudah berjalan lumayan jauh.

Menghela nafasnya berat. Xio Lu bertekad untuk kembali ke istana dan membalas semua perlakuan ibu suri terhadapnya.

"Baiklah Huizhong Jun, kita akan kembali ke istana sekarang juga. Aku sudah tidak sabar untuk membalas ibu suri jahat itu!" Ucap Xio Lu dengan keyakinan.

Menganggukkan kepalanya, Huizhong Jun berjalan mengikuti langkah dari tuannya menuju istana.

Saat sudah dekat gerbang untuk memasuki ibu kota kekaisaran Tao negeri Anming, Xio Lu memberi tahu bahwa Huizhong Jun harus masuk kedalam ruang dimensi. Karena tidak mungkin ia kembali ke istana dengan membawa seorang pemuda meskipun ia siluman, tetap saja akan repot jika hal tak di inginkan terjadi. Salah paham lah yang sangat ia hindari.

Berjalan mendekat pada dua orang prajurit yang berjaga di depan gerbang pintu masuk ibu kota.

"Ijinkan aku masuk." Ucap Xio Lu kepada prajurit itu.

Saat melihat wajah gadis di hadapan mereka, membuat kedua prajurit itu terpesona.

Wajah yang cantik dan mulus, serta tubuh indah milik Xio Lu dapat dengan mudah menarik perhatian para lelaki yang melihatnya.

Saat sadar dari terpesonanya, kedua prajurit itu segera menormalkan kembali reaksi tubuh dan raut wajah mereka.

"Tunjukkan identitasmu terlebih dahulu." Ucap salah seorang prajurit dengan menengadahkan tangannya meminta tanda pengenal pada Xio Lu.

Dengan perlahan Xio Lu mengeluarkan sebuah tanda pengenal berbentuk batu giok biru bertuliskan namanya Xio Lu dengan tanda pengenal seperti tanda cap kerajaan di bawah namanya.

Para prajurit itu membelalakkan matanya terkejut saat melihat nama dan tanda pengenal khusus kerajaan milik seorang yang mereka kira adalah seorang gadis.

"Ya... yang mulia Pe... permaisuri." Ucap kedua prajurit itu dengan langsung saja berlutut di hadapan Xio Lu.

"Tak usah berlebihan seperti itu, biarkan aku masuk. Aku sudah lelah berjalan sangat jauh." Ucap Xio Lu yang sudah sangat lelah karena berjalan sangat jauh. Tiga jam perjalanan sangatlah menguras tenaganya saat ini.

Tanpa berlama-lama lagi, Xio Lu langsung masuk begitu saja melewati dua orang prajurit itu.

"Menyebalkan, mereka lebay sekali. Mereka kira aku gila hormat! Huh dasar orang-orang tidak waras!" Omel Xio Lu bermonolog seorang diri.

Sepanjang jalan Xio Lu mengomel dengan sesekali menghentakkan kakinya kesal. Bagaimana tidak! Semua orang menatapnya remeh dan hina.

Saat sampai di depan pintu gerbang istana kerajaan. Xio Lu menatap jengkel kedua prajurit yang tidak juga membukakan pintu gerbang istana untuknya.

para prajurit yang terpesona melihat kecantikannya, segera sadar saat permaisuri Xio Lu berucap.

"Hei prajurit! Buka pintu gerbangnya!" Ucap Xio Lu sudah sangat lelah.

Kedua prajurit itu saling pandang kemudian menoleh lagi pada gadis di hadapan mereka saat ini. "Maaf nona, bisa tunjukkan identitasmu." Ucap prajurit satunya yang berada di sebelah kanan.

Xio Lu menunjukkan tanda pengenal khusus anggota kerajaan miliknya.

Kedua prajurit itu membelalakkan matanya.

"A...anda yang mulia pe... permaisuri Xio Lu?" Tanya prajurit itu dengan ragu.

"Cepatlah buka pintu gerbangnya! Aku sudah sangat lelah." Keluh Xio Lu karena sekarang ia sudah sangat lelah. Tubuhnya perlu istirahat secepatnya sekarang.

Dengan cepat kedua prajurit itu menunduk tanda hormat.

"Salam kepada yang mulia permaisuri Xio Lu. Semoga yang mulia selalu di berkahi oleh dewa kehidupan." Ucap kedua prajurit itu Kemudian buru-buru membuka pintu gerbang istana kerajaan untuk sang permaisuri.

Dengan berbekalkan ingatan dari pemilik tubuh asli yang jiwanya tinggali saat ini. Permaisuri Xio Lu berjalan dengan cepat menuju paviliun teratai miliknya. Paviliun teratai adalah paviliun khusus untuk sang ratu.

"Sangat merepotkan! Paviliunnya sangat jauh sekali. Kaki ku rasanya sudah seperti jelly." Omel permaisuri Xio Lu sepanjang jalan menuju paviliun miliknya.

Melihat gadis yang sedang berbicara sendiri itu membuat para pelayan yang ada di kediaman keluarga kerajaan menjadi timbul banyaknya desas-desus.

"Siapa gadis itu? Kenapa dia bisa masuk kedalam istana?" Ucap salah seorang pelayan disana.

"Kita harus melaporkan kepada ibu suri." Ucap pelayan lainnya.

Mereka semua tidak mengenali permaisuri Xio Lu karena wajahnya yang sangat cantik. Saat masih di hutan kematian, permaisuri Xio Lu merawat tubuh dan wajahnya dengan di bantu oleh Xia He Tang yang selalu membuatkan untuk mereka ramuan herbal untuk di jadikan ramuan kecantikan.

Mereka semua bubar dari sana lalu mengerjakan kembali tugasnya masing-masing. Dan salah satu seorang pelayan pergi dari sana untuk segera melaporkan apa yang barusan ia lihat kepada junjungannya ibu suri.

Permaisuri Xio Lu tidak memperdulikan mereka semua. Yang ia pikirkan hanya pergi istirahat secepatnya.

Saat ia sampai di depan paviliun yang bertuliskan "Paviliun Teratai" yaitu paviliun khusus miliknya sebagai seorang permaisuri seorang kaisar.

"Akhirnya sampai juga!" Gumamnya dengan menghela nafas lega.

Melangkah masuk menuju kediaman miliknya. Xio Lu segera merebahkan tubuhnya di atas peraduan.

"Astaga, kakiku sakit sekali." Keluhnya sambil memijit kakinya yang terasa kebas.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan sangat kencang karena di tubruk oleh seorang pelayan pribadinya yang bernama Mei-yin. Ia mengenali gadis pelayan itu karena ingatan pemilik tubuh yang ia tempati raganya.

"Yang mulia... Hiks...hiks... Akhirnya yang mulia permaisuri kembali hiks." Suara tangis Mei-yin begitu nyaring memenuhi seisi ruangan di dalam kamar milik permaisuri Xio Lu.

"Astaga, Mei-yin! Aku rasa sebentar lagi gendang telinga ku akan pecah." Ucap permaisuri Xio Lu sambil menutup kedua telinganya.

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

hmmm like like like 😍

2023-10-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!