Keesokkan harinya, permaisuri Xio Lu sudah siap dengan pakaian sederhana berwarna hitam bercampur dengan warna merah di sisi lengan dan kakinya.
Dengan di bantu oleh pelayan Mei-yin, permaisuri Xio Lu menyiapkan segala keperluan yang akan ia butuhkan nantinya, termasuk beberapa botol racun dan penawar yang di berikan oleh Xia He Tang tempo hari. Tak lupa ia juga membawa sekotak jarum tajam.
"Mei-yin, jaga paviliun ku dengan baik. Aku akan pergi ikut berperang bersama kaisar." Ucap permaisuri Xio Lu kepada gadis pelayan pribadinya itu.
"Tapi Xio, kau tak mungkin pergi sendirian ke medan perang." Ucap Mei-yin takut jika terjadi apa-apa dengan junjungannya itu.
"Kau tenang saja Mei-yin, aku akan baik-baik saja disana." Ucap permaisuri Xio Lu. "Lagipula, disana ada kedua sahabatku. Jadi, aku rasa disana nanti akan sangat menyenangkan jika kami membantai musuh bersama-sama!" Lanjutnya berucap di dalam hatinya.
"Mana pedang yang aku minta semalam?" Tanya permaisuri Xio Lu.
Dengan segera pelayan Mei-yin mengambil pedang yang diminta oleh junjungannya itu.
"Ini Xio, semua sudah sesuai dengan apa yang kau mau." Ucap pelayan Mei-yin sambil menyerahkan sebuah pedang yang terbungkus oleh kain hitam kepada permaisuri Xio Lu.
Menerima dengan baik pedang yang di serahkan oleh pelayan Mei-yin. Permaisuri Xio Lu menggenggam kuat pedang yang terbungkus kain itu.
"Aku berjanji akan membawa kemenangan bagi kekaisaran Tao." Ucap permaisuri Xio Lu dengan bertekad.
"Huizhong, apa kau siap?" Ucap permaisuri Xio Lu berbicara lewat batin dengan siluman singa pendamping miliknya yang ada di ruang dimensi.
"Ya, aku sudah siap Xio." Balas Huizhong Jun yang juga melalui batinnya.
Permaisuri Xio Lu pun berangkat menuju ke medan perang menggunakan teleportasi.
Setibanya ia di lokasi peperangan. Saat ini ia berada di atas pohon besar guna memantau pergerakan musuh.
Seperti seorang ninja yang memakai penutup wajah, permaisuri Xio Lu bersembunyi di atas pohon tanpa ketahuan.
Dari atas pohon ia dapat melihat ada banyak sekali prajurit perang yang sedang mempersiapkan diri untuk berperang melawan musuh.
"Banyak juga, tapi mereka kalah jumlah." Ucap permaisuri Xio Lu saat melihat para prajurit perang milik musuh lebih banyak hampir setengah dari jumlah prajurit perang milik kaisar Zhaoyang Kong Tao, suaminya.
Sedangkan di bawah sana, terlihat seorang pria tampan berdiri dengan sangat gagah.
"Bersiaplah, kita akan memulai perang!" Teriaknya dengan lantang kepada seluruh prajurit perang kekaisaran Tao.
"Siap yang mulia!" Seru semua prajurit perang itu dengan bersemangat.
Mereka tidak melihat jumlah prajurit musuh karena jarak yang lumayan jauh, hanya permaisuri Xio Lu yang dapat melihat dengan jelas karena dia berada di atas pohon besar yang menjulang tinggi. Jadi memudahkan dia untuk melihat jauh kedepan.
Sedangkan dua orang gadis kembar yang saat ini juga berada di medan peperangan. Kini mereka berdua sudah bersiap di atas pohon yang berdekatan dengan lokasi tempat sang jenderal besar Jiazhen Tang berada. Mereka berdua mengenakan pakaian seperti ninja. Namun, pakaian yang mereka berdua pakai berwarna putih dan hitam.
"Lihat ka, jumlah prajurit kekaisaran Tao sangat berbeda jauh dari jumlah para prajurit musuh." Bisik Xia He Tang kepada gadis di sampingnya yang tak lain ialah Xiu He Tang kakak kembarnya.
"Tak apa, disini ada aku,kau dan Xio yang akan membantu mereka." Ucap Xiu He Tang dengan tenang.
"Kau benar ka. Baiklah, kalau begitu semangat!" Ucap Xia He Tang dengan mengepalkan tangannya dan mengangkatnya dengan semangat.
Tak berselang lama, para prajurit musuh sudah terlihat dan mendekat.
"SERANG!" Ucap seorang jenderal dari kubu lawan.
Mendengar itu, jendral perang Jiazhen Tang juga berseru dengan kata yang sama kepada seluruh prajurit kekaisaran Tao.
"SERANG!" Serunya dengan lantang.
Mendengar aba-aba dari pimpinan perang mereka, para prajurit musuh pun maju dengan brutal.
Trang
Trang
Sret
Jleb
Sret
Jleb
Trang
Trang
Suara pedang yang saling menghunus dan menyerang lawan, membuat medan peperangan menjadi lautan darah. Dengan banyaknya para prajurit yang terluka dan bahkan banyak yang meregang nyawa.
Melihat peperangan yang sudah di mulai, dengan para prajurit kekaisaran Tao yang hanya tersisa separuhnya. Para prajurit yang tadinya berjumlah 50 ribu orang, sekarang hanya tersisa sekitar 20 ribu orang. Sedangkan jumlah prajurit musuh tersisa sekitar 50 ribu orang dari yang awalnya sekitar 70 ribu orang.
"Wah, sepertinya mereka semua akan mati sia-sia. Ayo kita turun sekarang ka!" Ucap Xia He Tang yang sudah tidak sabar untuk ikut turun berperang.
"Pakai penutup wajahmu, kita akan turun sekarang." Ucap Xiu He Tang yang bergerak menutupi wajahnya dengan cadar, lalu turun dari atas pohon besar itu dengan cara melompat bebas. Hal yang sama di lakukan oleh Xia He Tang.
Sringg
Sringg
Suara pedang yang terlepas dari sarungnya. Mereka berdua mengeluarkan botol racun dari balik baju dan menumpahkan isi botol itu ke pedang yang mereka berdua pegang.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Xia dan Xiu terlihat seperti sebuah bayangan hitam yang bergerak dengan cepat membasmi para prajurit musuh.
"Ini sangat menyenangkan!" Ucap Xia He Tang di sela bertarungnya. Darah musuh yang muncrat mengenai wajah cantiknya dan bajunya seakan tak ia perdulikan.
Toh menurutnya darah berwarna merah itu seakan sebagai corak yang akan terlihat indah.
Visual Xia He Tang
Visual Xiu He Tang
Xiu He Tang tersenyum tipis saat ia mendengar ucapan adik kembarnya yang begitu menikmati kegiatannya saat ini.
Trang
Sret
Jleb
Ctas
Gludug
Buk
Para prajurit musuh yang terkena sabetan dari pedang yang mereka berdua gunakan, mayat mereka akan berubah menjadi berwarna biru dan langsung berubah kaku.
Mereka berdua begitu menikmati peperangan itu, sampai-sampai sudah banyak korban jiwa yang mati mengenaskan di tangan mereka berdua. Tangan dan kaki yang terputus dari tempanya, kepala yang terlepas dan banyak luka tusukan yang menganga lebar disana, di tubuh para prajurit musuh.
Melihat aksi kedua gadis di depan sana membuat jenderal besar Jiazhen Tang mengerutkan keningnya heran.
Siapa kedua gadis itu pikirnya? Kenapa mereka bisa ada di medan peperangan.
Tetapi ia berusaha menepis pikirannya, ia kembali fokus melawan musuh. Nanti saja setelah peperangan selesai baru ia akan mencari tau siapa kedua gadis itu, karena ia merasakan tidak asing dengan kedua gadis itu.
Sedangkan di atas pohon besar yang lain, tempat dimana permaisuri Xio Lu bersembunyi.
"Astaga, mereka tidak mengajakku untuk bersenang-senang bersama!" Ucap permaisuri Xio Lu saat ia melihat dengan jelas kalau kedua sahabatnya itu sudah turun ke medan peperang dan sudah bergerak membantai para musuh, ia segera melompat turun.
Melakukan hal yang sama dengan si kembar, ia mengeluarkan satu botol yang ia bawa dari balik bajunya, menumpahkan seluruh isi botol racun itu ke pedang miliknya dan membuang kesembarang arah botol racun yang sudah kosong itu.
Visual Permaisuri Xio Lu
Berlari dengan sangat cepat, permaisuri Xio Lu langsung mengambil bagian dan berdiri di tempat yang lumayan dekat dengan kedua gadis kembar yang merupakan sahabatnya itu.
"Hei, kalian berdua curang! Seharusnya kita pergi bersama saat ingin bersenang-senang." Ucap permaisuri Xio Lu sedikit meninggikan nada bicara supaya kedua gadis kembar itu mendengar ucapannya.
Sadar akan kedatangan Xio Lu, si kembar tersenyum di balik cadar.
"Kau sangat lama, jadilah kami tinggal saja!" Ucap Xia He Tang di sela bertarungnya melawan musuh.
"Yasudahlah, mari habisi mereka semua dan bersenang-senang!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan bersemangat.
Menganggukkan kepalanya sekali, si kembar kembali fokus bertarung melawan para prajurit musuh.
Trang
Trang
Ctas
Sret
Jleb
Sementara ketiga orang gadis yang tiba-tiba datang dan langsung bertarung melawan para prajurit musuh, membuat kaisar Zhaoyang Kong Tao dan jenderal besar Jiazhen Tang merasa heran sekaligus takjub akan gerakan cepat dan kekuatan mereka bertiga.
Kaisar Zhaoyang Kong Tao mendekat kearah jenderal besar Jiazhen Tang.
"Siapa ketiga gadis itu? Kenapa mereka bisa ada disini dan ikut berperang?" Tanya kaisar Zhaoyang Kong Tao kepada bawahannya itu.
"Saya tidak tau yang mulia kaisar, saya juga tidak mengenal mereka." Ucap jenderal besar Jiazhen Tang yang juga merasa heran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments