06

Visual Bingwen (Saat Jadi Pegasus)

Visual Bingwen (Saat Jadi Manusia)

Di dalam hutan yang rimbun, terdapat dua jenis makhluk hidup yang berbeda. Yang satunya siluman kuda bersayap dan yang satunya adalah seorang gadis manusia.

Mereka berdua duduk dengan tenang di bawah pohon besar yang ada di hutan bernama Lourest.

Hutan itu ada di pinggir kota yang berada di negeri Anming kekaisaran Tao.

Berada cukup jauh dari tempat mereka berdua istirahat, tiba-tiba saja Xin Qian Li melihat ada segerombolan preman atau bandit.

"Bingwen, lihatlah disana ada kereta kuda yang akan di hadang oleh para bandit." Ucap Xin Qian Li memberitahukan kepada Bingwen apa yang ia lihat.

Bingwen yang sudah merubah bentuknya menjadi manusia, ikut melihat kearah yang di tunjukkan oleh tuannya itu. Benar saja, disana ada sekitar delapan belas orang bandit yang menghadang laju kereta kuda yang akan lewat.

"Aku akan kesana, cukup lihat jangan ikuti aku. Apapun yang terjadi kau cukup diam di tempatmu saja oke." Ucap Xin Qian Li kemudian ia mencabut pedang miliknya yang beberapa saat lalu di berikan oleh Bingwen untuknya.

Saat hendak protes, ucapan Bingwen terpotong oleh Xin Qian Li.

"Tidak ada protes!" Ucap Xin Qian Li menekan kata-katanya.

Dengan pasrah Bingwen mengangguk lesu dan hanya memperhatikan sang tuan dari kejauhan.

Melangkahkan kakinya dengan tegas, Xin Qian Li kemudian berteriak dengan lantang.

"Hei kalian para penjahat! Berhenti menindas yang lemah! Atau kalian semua akan kehilangan kepala kalian satu persatu!" Ucap Xin Qian Li dengan aura dingin.

Mendengar ucapan seorang gadis yang tiba-tiba saja muncul membuat ke delapan belas orang bandit itu menggeram marah, lalu mereka menyerang Xin Qian Li dengan brutal.

Trang

Trang

Sret

Jleb

Sret

Jleb

Pertarungan antara delapan belas orang bandit dengan seorang gadis itu berlangsung dengan sangat cepat.

Bahkan Bingwen yang hanya menyaksikan dari kejauhan pun di buat takjub dengan kecepatan yang di miliki oleh tuannya itu.

"Luar biasa! Aku tidak salah untuk menjadikan Xin sebagai tuanku." Gumam Bingwen bangga akan keputusannya.

Pertarungan tidak seimbang itu berlangsung selama 5 menit saja sudah selesai dengan membunuh semua bandit itu.

Kepala terlepas dari tubuh, tangan dan kaki yang terputus dari tempanya, sampai mereka dada yang terdapat luka tusukan yang menganga lebar.

Sedangkan sang pelaku pembantaian? Xin Qian Li hanya tersenyum psikopat seperti biasanya.

"Ah... Pemandangan yang sangat indah!" Ucap Xin Qian Li dengan wajah sumringah.

Melihat tuannya seperti itu membuat Bingwen bergidik ngeri.

"Xin, kau sangat mengerikan. Tapi aku suka!" Gumam Bingwen dengan senyum senang.

Kereta yang tadinya di hadang berhenti begitu saja tanpa ada satu orang pun yang tersisa.

Seorang kusir dari kereta kuda yang membawa banyak barang itu mati mengenaskan.

"Bingwen, kemarilah!" Teriak Xin Qian Li memanggil siluman pendamping miliknya itu.

Dengan semangat Bingwen menghampiri Xin Qian Li. "Ada apa Xin?" Tanya Bingwen saat sudah tiba di hadapan Xin Qian Li.

"Ambil semua barang berharga yang ada di dalam kereta itu, setelah itu kita pergi dari sini. Ingat! Jangan tinggalkan jejak sedikit pun, biarkan orang mengira kalau kereta ini benar-benar di rampok oleh para bandit.

"Baiklah Xin." Balas Bingwen kemudian ia sesegera mungkin mengambil semua barang yang menurutnya sangat berharga dan menyimpannya di ruang dimensi miliknya.

Sedangkan Xin Qian Li, ia tertarik dengan salah satu barang disana. Yaitu, sebuah kalung berbentuk burung phonix di tempeli sebuah batu permata berwarna merah di tengahnya.

Mengambil kalung itu kemudian ia pasangkan di lehernya.

"Cantik sekali, aku suka warna permata merahnya. Phonix ini juga sangat cantik, perpaduan yang sangat keren dan indah." Ucapnya lalu pergi dari sana bersama dengan Bingwen.

Saat sudah jauh dari tempat tadi, Xin Qian Li meminta di ambilkan cadar untuk menutupi wajahnya.

"Bingwen, ambilkan untukku cadar. Kita akan pergi ke ibu kota untuk membeli beberapa pakaian dan keperluan lainnya disana." Ucap Xin Qian Li.

Dengan segera Bingwen mengambil cadar untuk Xin Qian Li dari ruang dimensi miliknya.

"Sepertinya aku juga harus memakai penutup wajah." Ucap Bingwen lalu ia menyodorkan kain cadar sebagai penutup wajah untuk tuannya itu, kemudian ia langsung memakai penutup wajah.

Di ibu kota

"Untung saja kau tadi bisa kepikiran untuk mengambilkan untukku sepasang sepatu wanita ini, jika tidak aku akan berjalan di ibu kota seperti gembel tanpa mengenakan alas kaki." Ucap Xin Qian Li dengan membayangkan dirinya berjalan tanpa alas kaki di ibu kota.

"Tentu saja aku memikirkan itu, akan menjadi lelucon jika gadis cantik sepertimu tanpa alas kaki berjalan di sebuah ibu kota yang banyak di huni oleh para gadis bangsawan." Ucap Bingwen merasa konyol jika hal itu terjadi.

"Aku juga seorang putri bangsawan. Aku terlahir di keluarga perdana menteri, tapi aku sekarang menyesalinya! Status sebagai putri perdana menteri tidak ada gunanya." Ucap Xin Qian Li dengan malas.

Jangan tanyakan bagaimana caranya mereka berdua masuk ke ibu kota. Karena tadi saat masuk Bingwen menggunakan tanda pengenal khusus miliknya saat prajurit yang berdiri di depan gerbang ibu kota untuk mengecek setiap identitas orang-orang yang ingin masuk kedalam. Tanda pengenal khusus itu ia dapat dari mana, tentu jawabannya ialah dari kereta kuda yang tadi mereka rampok, anggap saja begitu.

Di toko pakaian pria dan wanita.

"Aku akan memakai pakaian yang sederhana saja untuk sementara. Dan kau Bingwen, ganti juga bajumu itu. Kau terlalu mencolok jika kita berdua sedang berjalan bersama." Ucap Xin Qian Li memberi tahu kepada Bingwen agar ia juga mengganti pakaiannya.

Menganggukkan kepalanya sekali.

"Baiklah Xin, aku rasa itu tidak buruk." Balas Bingwen dengan patuh.

Setelah selesai memilih beberapa pakaian, Xin Qian Li bersama dengan Bingwen pergi menuju sebuah rumah makan besar yang ada di ibu kota itu untuk mencari beberapa informasi, lebih tepatnya Xin Qian Li ingin tahu banyak hal tentang dunia yang ia tinggali sekarang ini.

Saat mereka Ingin masuk kedalam rumah makan terbesar di ibu kota itu, mereka di hadang oleh seorang pelayan pria yang terlihat ketara sekali tidak menyukai mereka berdua.

"Berhenti! Rakyat jelata tidak di perbolehkan masuk kedalam. Rumah makan ini hanya di sediakan untuk para bangsawan dan keluarga kerajaan." Ucap pria pelayan itu dengan raut wajah tak bersahabat.

Mendengar ucapan pelayan itu membuat Xin Qian Li tertawa terbahak-bahak. Menghentikan tawanya dengan cepat merubah raut wajahnya, meskipun tertutup cadar akan tetapi itu terlihat jelas.

"Apakah kau lupa berkaca sebelum kau pergi untuk bekerja? Mulutmu yang sombong itu tak sesuai dengan kastamu. Kau bahkan lebih rendah dari seorang rakyat jelata!" Ucap Xin Qian Li dengan sinis.

"Jaga bicaramu!" Ucap marah dengan menunjuk wajah gadis di depannya. Diketahui bahwa pria itu seorang pelayan bernama BaoBao.

"Kau yang memulai, kau juga yang marah. Dasar tidak waras!" Ucap Xin Qian Li dengan tampang mengejeknya.

"Kurang ajar!" Ucap pelayan itu dengan mengeluarkan elemen angin miliknya dan mengarahkannya kepada Xin Qian Li.

Wus

Wus

Kedua serangan itu dapat dengan mudah Xin Qian Li hindari.

"Ingin bermain-main denganku rupanya!" Ucap Xin Qian Li dingin.

Mengeluarkan pedang miliknya. Lalu, ia menyerang pria pelayan itu dengan membabi buta. Gerakan yang sangat cepat, seolah semua pasang mata yang menonton keributan itu hampir tak dapat berkedip karena kecepatan gerakan yang di ciptakan oleh Xin Qian Li.

Sret

Sret

Jleb

Jleb

Sret

Dug

Sebuah kepala milik pelayan pria tadi menggelinding bebas di atas tanah.

"Melenyapkan sampah sepertimu tidak sulit untukku!" Ucap Xin Qian Li dengan dingin.

"Bingwen, beli rumah makan ini dengan harga tinggi dan atur semua ulang sistemnya. Aku tak mau sampai ada kejadian seperti ini lagi kedepannya. Aku mau para sampah sepertinya tidak di injinkan untuk bekerja disini." Ucap Xin Qian Li masih dengan raut wajah dingin.

Dengan segera Bingwen menjalankan semua tugas yang di perintahkan oleh Xin Qian Li.

Sedangkan semua orang yang ada disana melongo tak percaya dengan ucapan gadis itu. Sekaya apa gadis itu sehingga mampu membeli rumah makan terbesar di kota itu dengan sangat mudahnya.

Sedangkan seorang pemuda yang dari tadi menyaksikan dari atas lantai dua rumah makan itu merasa takjub dengan kecepatan yang di miliki seorang gadis bercadar.

"Dia cepat sekali, bahkan dia dapat dengan mudah membunuh orang yang menggunakan sihir elemen. Sedangkan dia sendiri hanya menggunakan sebuah pedang. Siapa gadis itu? Aku harus mencari tahu tentang dia secepatnya." Gumam pemuda itu di dalam hatinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!