Setelah permaisuri Xio Lu selesai membersihkan dirinya, ia meminta kepada pelayan pribadinya untuk menyiapkan makanan.
"Mei-yin, siapkan untukku makanan. Aku sudah sangat lapar sekarang." Ucap Permaisuri Xio Lu.
"Baik yang mulia permaisuri." Ucap pelayan Mei-yin, kemudian ia berlalu pergi dari paviliun teratai untuk mengambilkan makanan yang di minta oleh junjungannya itu.
Sementara menunggu makanan datang, permaisuri Xio Lu merebahkan dirinya di atas peraduan.
"Ah... Nyaman sekali!" Ucapnya dengan memejamkan mata.
Saat ia sedang memejamkan mata, tiba-tiba dari arah luar kediamannya terdengar suara langkah kaki. Tidak banyak yang datang, ia tebak yang datang hanya empat orang.
Brak
Pintu kamarnya di dobrak dengan kasar oleh dua orang prajurit kediaman.
Terlihat di depan pintu yang di dobrak itu ada ibu suri dan seorang pelayan wanita yang ikut bersamanya.
Seorang wanita paruh baya langsung masuk dengan wajah tak bersahabat. Wanita paruh baya itu ialah ibu suri Mei-mei Kong Tao, permaisuri kekaisaran Tao terdahulu.
"Wanita kurang ajar! Beraninya kau kembali tanpa seijin ku!" Ucap Mei-mei Kong Tao dengan marah.
Menghadapi wanita paruh baya di hadapannya dengan santai tanpa sedikitpun rasa takut di dalam dirinya.
"Kau mengasingkan ku juga tanpa seijin dariku dan suamiku, bahkan suamiku tidak tau kalau aku sedang menderita di hutan kematian dan itu semua karenamu ibu suri yang kejam!" Balas permaisuri Xio Lu dengan berani.
Melihat wanita dihadapannya ini sangat berani membalas ucapannya, ibu suri Mei-mei pun semakin marah.
"Beraninya kau menjawab ucapan ku!" Ucapnya marah lalu tangannya bergerak terangkat ingin menampar wajah permaisuri Xio Lu.
Dengan gerakan cepat, permaisuri Xio Lu menahan tangan yang hendak melukai wajahnya itu.
"Jangan pernah sekalipun kau berpikir dapat menggunakan tangan kotormu ini untuk melukai dan menyiksa ku I-BU SU-RI!"Ucap permaisuri Xio Lu dengan dingin menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
"Kenapa dia bisa seberani ini? Dia berubah!" Gumam ibu suri Mei-mei didalam hati, ia merasa heran dan sedikit takut saat berhadapan dengan menantunya yang sekarang ini terlihat sangat jauh berbeda.
Menghempaskan tangan ibu suri Mei-mei dengan kasar, permaisuri Xio Lu pun berbalik.
"Aku akan membalas semua perlakuanmu terhadapku ibu suri. Saat waktunya tiba, kau akan merasakan penyesalan yang akan membuatmu memilih mengakhiri hidupmu sendiri!" Ucap permaisuri Xio Lu dingin tanpa ekspresi.
Dengan wajah yang sudah puas, ibu suri Mei-mei marah kepada permaisuri Xio Lu.
"Omong kosong! Akan ku singkirkan kau secepatnya dari istana ini dan akan ku pastikan kau akan mati di tanganku!" Setelah mengucapkan itu, ibu suri Mei-mei pun pergi dari paviliun milik Xio Lu.
Melihat kepergian ibu suri membuat permaisuri Xio Lu tersenyum miring.
"Tunggu saja tanggal mainnya, kepalamu yang akan menjadi taruhannya!" Jedanya. "Aku sudah memikirkan rencana. Besok pagi aku hari pergi ke perbatasan untuk ikut berperang, disana pasti ada Xia dan Xiu. Sudah lama sekali rasanya tidak meregangkan otot." Ucap permaisuri Xio Lu.
Tak lama pelayan pribadinya datang membawa makanan yang sangat banyak.
"Permisi yang mulia permaisuri, makanan sudah datang." Ucap pelayan Mei-yin sambil mendorong troli tempat makanan disimpan.
"Terimakasih Mei-yin." Jedanya. "Oh ya, tak perlu terlalu formal, jika kita sedang berdua saja kau boleh memanggilku namaku Xio saja, tak perlu embel-embel apapun. Mungkin sebentar lagi gelar permaisuri akan aku lepas pada saatnya tiba nanti." Ucap permaisuri Xio Lu dengan tersenyum manis yang membuatnya tampak semakin cantik saja.
Mendengar ucapan dari junjungannya membuat pelayan Mei-yin tertegun.
"Ba...baik yang mu...lia eh maksud hamba Xi...Xio." Ucap pelayan Mei-yin gugup.
"Tak perlu gugup begitu, santai saja. Anggap saja kalau kita ini teman jika sedang berdua saja." Ucap santai permaisuri Xio Lu.
Menganggukkan kepalanya patuh, pelayan Mei-yin pun tersenyum bahagia karena junjungannya sangat baik padanya.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sebuah kediaman keluarga jendral kekaisaran Tao bermarga Tang. Terlihat ada dua orang gadis cantik yang baru saja tiba di depan pintu gerbang kediaman.
"Buka pintu gerbangnya!" jedanya. Menarik nafas panjang. "Atau aku akan menghancurkan pintu gerbang kediaman ini!" Teriak Xia He Tang sangat kesal.
"Aku akan menghitung sampai tiga! Jika tidak juga di buka maka bersiaplah, aku akan menghancurkan pintu gerbang ini!" Teriak Xia He Tang lagi dengan sangat keras.
"Satu!" Teriaknya lagi.
"Dua!" Lagi.
Sedangkan seorang gadis satunya ia hanya diam membiarkan adiknya untuk melakukan apa yang dia mau.
Xiu He Tang melihat apa yang di lakukan adik kembarnya itu dengan tenang tanpa ekspresi.
Para penjaga yang ada di balik pintu gerbang kediaman itu hanya diam, karena mereka tau suara siapa yang meneriaki mereka. Tentu itu ialah gadis pembawa sial dan tak berguna menurut mereka semua.
"Tiga!" Teriak Xia He Tang, ia sudah benar-benar sangat marah sekarang.
"Baiklah, kalian sudah membuat kesabaran ku menipis." Gumam Xia He Tang lalu ia memusatkan energi yang lumayan besar di tangannya, ia mengeluarkan sihir elemen api.
Mengucapkan mantra-mantra.
Boomm
Suara ledakan yang sangat nyaring. Membuat ke dua orang penjaga yang ada di balik pintu itu terlempar dan mengalami luka yang sangat parah hingga mereka berdua memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Aku sudah bilangkan dari tadi! Kalian tuli atau bagaimana hah?!" Ucap marah Xia He Tang dengan berkacak pinggang di hadapan kedua orang penjaga yang sedang sekarat itu.
"Ayo ka, kita langsung masuk saja!" Ucap Xia He Tang kemudian mereka berdua masuk kedalam kediaman dengan wajah datar.
Para pelayan dan para penjaga yang melihat kejadian yang baru saja terjadi, segera berdesas desus dan ada juga yang bergegas pergi dari sana untuk melapor kepada tuan rumah tempat mereka bekerja.
Para penjaga langsung saja terpesona akan kecantikan mereka berdua. Meskipun mereka memakai pakaian yang lusuh tetapi tidak mengurangi sedikitpun kecantikan sempurna milik mereka.
"Siapa mereka?" Ucap pelayan disana
"Bukankah si kembar tak berguna itu di kurung di dalam gudang sudah seminggu ini." Ucap pelayan lainnya.
"Kalau itu mereka tidak mungkin sekali, si kembar sangat jelek tidak cantik seperti mereka." Ucap pelayan yang lain.
Sedangkan si kembar hanya cuek tak perduli dengan banyaknya pelayan yang menggosipi mereka berdua.
Mereka berdua berjalan terus sampai di depan sebuah gubuk yang berada di belakang kediaman keluarga jendral kekaisaran bermarga Tang itu.
"Gila! Bahkan tempat tinggal kita berdua pun tidak jauh berbeda dari gudang tempat terakhir kali kita di kurung." Ucap Xia He Tang yang tak menyangka kalau mereka berdua memiliki tempat tinggal yang tidak layak seperti ini.
Saat mereka berdua akan masuk kedalam gubuk itu. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang menghampiri tempat tinggal mereka berdua.
"Oh ayolah, apa lagi ini!" Ucap Xia He Tang sangat kesal.
Rombongan orang yang datang empat orang.
Sepertinya mereka semua adalah penghuni kediaman jendral kekaisaran bermarga Tang ini.
"Hei kau gadis tak tahu malu! Berani sekali kalian berdua membuat keributan di kediaman jendral Jiazhen Tang. Kalian harus di hukum!" Ucap seorang wanita paruh baya, terlihat kalau ia sangat marah kepada si kembar.
Dengan bersedekap dada, Xia He Tang membalas ucapan wanita paruh baya itu dengan sinis.
"Jangan salahkan kami wanita tua! Para penjaga itu yang bodoh dan tuli! Aku menyuruh mereka untuk membuka pintu gerbang kediaman tetapi tak satupun yang melakukan apa yang aku perintahkan!" Ucap Xia He Tang sangat lancar tanpa rasa takut.
Wanita paruh baya yang mendengar ucapan Xia He Tang pun melototkan matanya dengan garang.
"Gadis sialan! Tak tahu di untung! Sudah berani kau melawan ucapanku hah!" Teriak marah wanita paruh baya itu tersulut emosi. Wanita paruh baya itu adalah bibi kedua dari pemilik tubuh asli. Wanita paruh baya itu bernama Lien-hua Tang, ia adalah adik dari ayah kandung si kembar yang ikut tinggal bersama di kediaman jendral Jiazhen Tang.
Bibi Lien-hua mulai memusatkan energi sihir elemen api miliknya, ia berniat untuk menyerang kedua gadis kembar di hadapannya ini.
Wus
Boomm
Wus
Boomm
Dengan gerakan yang indah dan sangat cepat. Xia He Tang dan Xiu He Tang menghindari serangan dengan lincah.
"Dasar nenek lampir, aku akan membalasmu!" Ucap Xia He Tang dengan mata tajam yang tersirat amarah.
Wus
Boomm
Wus
Boomm
Wus
Boomm
Brugghh
Bukkk
Xia He Tang menyerang bibi Lien-hua dengan membabi buta. Saat serangan ketiga ia memusatkan energi yang sangat besar pada sihir elemen api miliknya dan menikam tepat di dada sang bibi sehingga bibi Lien-hua terpental jauh menabrak sebuah pohon besar di kediaman mereka, lalu bibi Lien-hua memuntahkan darah segar yang sangat banyak dari mulutnya.
Melihat kejadian itu membuat mereka semua yang ada disana membelalakkan matanya kaget. Gadis kembar yang mereka kenal tidaklah berguna karena tidak memiliki sihir elemen apapun. Tapi sekarang? Bagaimana bisa si kembar dapat menggunakan sihir elemen api untuk menyerang bibi Lien-hua pikir mereka semua.
Uhuk...uhuk...
"Ka...kau..." Tak sempat berbicara lagi bibi Lien-hua pun mati dengan mengenaskan akibat serangan yang di lakukan oleh Xia He Tang.
"Ibu." Ucap kedua anak bibi Lien-hua.
"Istriku." Ucap suami bibi Lien-hua dengan mata melotot melihat wajah pucat istrinya yang sudah meregang nyawa.
Semua anggota keluarga bibi Lien-hua menangis histeris karena kematian wanita paruh baya itu.
"Tunggu pembalasan dariku!" Ucap kedua putri bibi Lien-hua bersamaan dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.
"Aku akan membunuh kalian!" Gumam didalam hati suami bibi Lien-hua dengan mengepalkan tangannya kuat.
Xia He Tang bersama dengan Xiu He Tang pergi dari kediaman jendral Jiazhen Tang setelah mengambil pakaian dan alas kaki serta semua yang nanti akan mereka butuhkan saat di medang perang.
"Kau sudah siap Xia?" Tanya Xiu He Tang yang akhirnya mengeluarkan suara juga setelah saat di kediaman jendral Jiazhen Tang tadi hanya diam menyimak saja.
"Aku sudah siap ka, supaya lebih cepat kita teleportasi saja." Ucap Xia He Tang kemudian mereka berdua menghilangkan menggunakan sihir teleportasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
azka aldric Pratama
GK di jelasin para MC udh pada di ranah berapa (kekuatan dn element apa aja)🤔🤔🤔
2023-09-22
2