Saat kaisar Zhaoyang Kong Tao dan juga jenderal besar Jiazhen Tang sedang membicarakan ketiga gadis itu yang di buat kebingungan.
Tiba-tiba seorang jenderal dari kubu lawan berseru dengan suara yang sangat nyaring.
"Gadis-gadis sialan! Akan ku bunuh kalian!" Teriaknya dengan sangat marah karena saat ini para prajurit milik kekaisarannya semakin sedikit karena di bantai habis-habisan oleh ketiga gadis itu.
Jenderal dari kubu musuh itu berlari dan menyerang Xio dan si kembar dengan membabi buta.
Melihat kedatangan jenderal kubu musuh itu membuat Xiu memasang kuda-kuda dan berdiri di depan Xia.
"Mundurlah Xia, biarkan pria ini menjadi bagianku." Ucap Xiu dengan nada datar dan raut wajah tanpa ekspresi seperti biasa.
Xia pun menuruti perintah dari kakak kembarnya itu.
"Baiklah, bersenang-senanglah!" Ucap Xia He Tang kemudian ia menjauh dari sana.
"Xia, ayo kita serang kaisar dari kubu lawan." Ucap permaisuri Xio Lu dengan mengkode Xia untuk melihat seorang pria paruh baya yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.
Menganggukkan kepalanya tanda setuju, mereka berdua pun segera mendekati pria yang di maksudkan oleh permaisuri Xio Lu.
"Hai tampan!" Ucap Xia He Tang menggoda pria paruh baya itu dengan mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
Meskipun Xia He Tang memakai cadar, tetapi wajah cantiknya terpampang dengan sangat jelas.
Pria paruh baya yang merupakan seorang kaisar kerajaan seberang itu terpesona melihat kecantikan milik Xia He Tang. "Cantik sekali." Gumamnya sangat kecil akan tetapi masih bisa terdengar oleh telinga tajam milik Xia He Tang dan permaisuri Xio Lu.
Menggelengkan kepalanya tak percaya, permaisuri Xio Lu sudah tau bagaimana tentang perangai Xia He Tang saat di dunia modern saat mereka masih sering menjalankan misi waktu dulu.
"Astaga, Xia memang tidak berubah. Bersiaplah pria bodoh, kau akan menjadi santapan empuk untuk gadis gila seperti Xia." Ucapnya dengan tawa kecil. Tanpa ia sadari dari jarak yang tak terlalu jauh dari tempatnya berdiri, ada seorang pria tampan yang sedari tadi memperhatikannya di sela pertarungan.
"Tawa itu sangat mirip dengan tawa milik Xio Lu, di saat pertama kali aku bertemu dengannya dahulu." Gumam kaisar Jianheeng Kong Tao mengingat kembali masa dimana ia bertemu dengan seorang gadis yang pernah mencuri hatinya.
Akan tetapi, ia tidak mengingat banyak hal tentang gadis itu, hanya sepenggal ingatan yang ia punya mengenai gadis itu. Seolah seperti mimpi tidur kemudian terbangun dan ia tiba-tiba saja sudah melupakan segalanya.
Saat kaisar Zhaoyang Kong Tao terlalu terhanyut kedalam lamunannya, tiba-tiba ada yang menyerang dari arah samping kirinya.
Wus
Cras
Tes
Tes
Berusaha dengan secepat mungkin, permaisuri Xio Lu menolong kaisar Zhaoyang Kong Tao dari serangan prajurit musuh saat ia sedang lengah.
Akibat melindungi kaisar dari sabetan pedang, cadar yang di kenakan oleh permaisuri Xio Lu pun talinya putus dan berhasil melukai pelipis matanya.
Darah mengalir deras dari luka yang ada di pelipisnya. Dengan cepat ia langsung saja memenggal kepala orang yang sudah berani menyerangnya itu.
Ctas
Clap
Dug
Kepala prajurit musuh itu menggelinding di tanah.
Kaisar Zhaoyang Kong Tao yang tersadar pun membelalakkan matanya terkejut melihat darah yang mengalir deras di wajah gadis yang sangat ia kenali di hadapannya sekarang ini.
"Xio Lu, kau terluka!" Ucap kaisar Zhaoyang Kong Tao dengan panik lalu ia buru-buru mendekat kearah Permaisuri Xio Lu.
"Aku tak apa." Ucap permaisuri Xio Lu.
"Aku akan membuatmu ingat siapa aku dan dengan begitu aku akan dapat dengan mudah menyingkirkan ibu suri yang kejam itu." Lanjutnya bergumam didalam hati.
Kemudian kaisar Zhaoyang Kong Tao membawa permaisuri Xio Lu pergi dari sana menuju tenda yang ada di perbatasan.
Sedangkan Xia, ia dengan brutal menyerang dan penuh tekad untuk membunuh kaisar dari kubu musuh itu.
"Hahaha... Kau boleh juga, tapi kau tetap bukanlah tandingan ku!" Ucap Xia He Tang memancing amarah kaisar itu.
Sedangkan Xiu He Tang, ia sudah selesai dengan bertarungnya. Jendral dari kubu musuh itu mati dengan kepala terlepas dari tubuhnya.
Semua prajurit musuh sudah rata di bantai oleh Xiu. Ia tinggal menunggu Xia selesai dengan mainannya.
Para prajurit perang milik kekaisaran Tao bersorak gembira atas kemenangan mereka melawan banyaknya para prajurit musuh.
Kembali kepada Xia He Tang.
Trang
Trang
Sret
Sret
Trang
Jleb
Jleb
"Ahkkk!" Teriak kesakitan pria itu.
Paha dan dadanya tertusuk sangat dalam oleh seorang gadis yang menjadi lawannya.
"Bagaimana, masih mau menyombongkan diri huh?!" Ucap Xia He Tang dengan sinis.
Dari tempatnya berdiri, Xiu yang bersandar pada pohon besar itu pun sudah lelah menunggu.
"Cepatlah Xia, sudah cukup bermain-main!" Teriak Xiu He Tang yang masih setia bersandar pada pohon.
"Baiklah ka, akan aku selesaikan dengan cepat!" Balas Xia berteriak.
Dengan satu gerakan cepat, Xia He Tang langsung mengayunkan pedangnya menebas kepala kaisar kubu musuh itu.
Mereka berdua menjadi tontonan menarik disana. Sebab, para prajurit yang masih tersisa menatap dengan takjub melihat mereka berdua. Bagaimana tidak, seorang jenderal dan juga kaisar kerajaan seberang dapat dengan mudah mereka berdua bunuh. Hanya dengan sebuah pedang tanpa sihir elemen apapun dapat dengan mudah mereka berdua kalahkan.
Xia He Tang berjalan menghampiri tempat dimana Xiu He Tang menunggunya.
"Aku sudah selesai bermain, ayo kita pulang!" Ucap Xia dengan ceria.
Jenderal besar Jiazhen Tang yang melihat mereka berdua pun menghampirinya.
"Permisi nona-nona, apa aku boleh tau siapa nama kalian?" Ucap jenderal besar Jiazhen Tang dengan sopan saat ia sudah berada di hadapan kedua gadis itu.
Melihat siapa pria yang ada di hadapannya, membuat Xia ingin tertawa terbahak-bahak. Tetapi segera ia tahan dengan senyum aneh yang tak terlihat oleh siapapun, kecuali Xiu sang kakak kembarnya.
"Namaku Xia He Tang dan dia adalah kakak kembarku Xiu He Tang. Senang berkenalan denganmu ayah!" Ucap Xia He Tang dengan tersenyum miring di balik cadarnya.
Mendengar ucapan gadis bercadar di hadapannya membuat jenderal besar Jiazhen Tang melototkan matanya lebar.
Apa katanya tadi? Mereka berdua bermarga Tang dan memanggilnya dengan sebutan ayah! Hei, yang benar saja!
"Jangan bercanda nona! Putri kembar yang ada di keluarga saya saat ini berada di kediaman. Lagipula mereka itu lemah dan tak memiliki kemampuan apapun!" Ucap jenderal besar Jiazhen Tang merasa tersinggung.
"Kami memang putri kembarmu pak tua! Lihatlah wajah kami baik-baik!" Ucap Xia He Tang kemudian ia dan Xiu He Tang kakaknya membuka penutup wajah bersamaan.
"Ti...tidak mungkin!" Ucap jenderal besar Jiazhen Tang tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Mau bagaimana pun jika ingin tidak percaya tapi bukti sudah di depan mata.
"Sudahlah, terserah kau saja mau percaya atau tidak. Satu lagi yang ingin aku sampaikan, aku telah membunuh adik perempuanmu yang ada di kediaman. Aku lupa namanya siapa, dia menyerangku saat kami baru saja sampai di kediaman. Karena kesal ya aku bunuh saja bibi itu." Ucap Xia He Tang tanpa beban dan tanpa takut sedikitpun.
Lagi-lagi jenderal besar Jiazhen Tang melototkan matanya lebar karena terkejut mendengar ucapan gadis di hadapannya ini yang tak lain adalah putrinya sendiri. Lebih tepatnya putri kembar yang tak di inginkan.
Sebelum jenderal besar Jiazhen berbicara sudah terlebih dahulu di potong oleh Xiu He Tang.
"Jangan menyalahkan adikku, salahkan saja adik bodohmu itu, karena dia yang terlebih dahulu menyerang adikku." Ucap Xiu He Tang dengan aura dinginnya.
Jenderal besar Jiazhen Tang yang ingin marah pun tidak bisa karena tiba-tiba saja suaranya tercekat di tenggorokan.
"Kenapa auranya sangat pekat dan menyesakkan?" Batin jenderal besar Jiazhen Tang merasa udara di sekitarnya tiba-tiba hilang dan membuat dada sesak.
Tanpa sepatah kata lagi Xia He Tang dan Xiu He Tang pergi dari disana.
Gerakan yang sangat cepat membuat mereka berdua hampir tak terlihat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments