Setelah mengucapkan selamat tinggal, Xio Lu menghilang bersamaan dengan cahaya yang tadi datang bersamanya.
"Baiklah, aku akan menutup mata dan bersiap untuk melanjutkan kehidupan kedua ku sebagai Xio Lu sang permaisuri." Gumamnya kemudian ia langsung saja menutup kedua matanya.
Dilain tempat, lebih tepatnya di jaman dinasti Tao abad kedua.
Terlihat seorang gadis yang terbaring lemas di atas tumpukan jerami, ia mulai menggerakkan tangan dan membuka kedua matanya lalu ia mengerjap perlahan.
"Eungghh... Aku dimana? Kotor sekali tempat ini." Ucap gadis itu dengan melihat sekelilingnya saat ini. Gadis itu tak lain ialah Grace yang saat ini jiwanya telah masuk kedalam raga sang permaisuri bernama Xio Lu.
"Benar-benar tidak layak! Kasihan sekali permaisuri Xio Lu. Aku akan memulai dari awal! Sekarang akulah Xio Lu, bukanlah perempuan lemah yang dapat di tindas!" Ucapnya bermonolog sendiri dengan kilat tajam terlihat di matanya. Kemudian ia bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan keluar dari gubuk reyot itu.
Saat baru saja ia keluar, langsung saja ia menghancurkan gubuk itu hanya dengan sekali tendangan pada tiang reyot gubuk itu.
Brugghh
"Gubuk reyot Si*lan! Bahkan untuk di sebut tempat tinggal pun itu sangat tidak cocok!" Ucapnya marah entah pada siapa, karena dia hanya sendirian disana.
Tak ada satupun orang yang menemaninya, bahkan pelayan pribadinya pun tidak di bolehkan untuk ikut bersamanya.
Berjalan tanpa alas kaki dan memakai pakaian hanfu yang compang-camping, Grace atau sekarang bisa kita panggil dengan permaisuri Xio Lu sedang mengamati sekitarnya, hutan rimbun yang memiliki nama lembah kematian ini sangat minim cahaya walaupun disaat siang hari seperti saat ini.
"Apa ini? Kenapa sangat gelap sekali disini?" Ucapnya dengan bingung.
Ruuuaaarrrrhhh
Suara auman singa tiba-tiba saja terdengar dengan sangat nyaring di telinganya. Saat mendengar suara singa itu, Xio Lu langsung saja bersembunyi di balik pohon dan segera untuk memanjatnya.
Hap
Dari atas pohon ia mencari dari mana asal suara auman itu. Tak lama terlihat sekitar 20 meter dari pohon yang ia panjat terdapat seekor singa jantan, tapi... Kenapa singa itu memiliki sepasang sayap seperti burung? Melihat itu Permaisuri Xio Lu atau jiwa Grace menjadi semakin kebingungan.
"Sebenarnya ini dunia seperti apa? Kenapa bisa ada makhluk jadi-jadian seperti itu?" Gumam permaisuri Xio Lu.
Namun tiba-tiba saja...
Hap
Tanpa rasa takut, permaisuri Xio Lu melompat dari atas pohon tempat persembunyiannya dan di tangannya sudah ada sebuah ranting yang berbentuk runcing. "Hei singa jelek! Aumanmu sungguh menyakiti telinga ku, kau tau!" Teriak Permaisuri Xio Lu tepat di hadapan singa bersayap itu.
Mendengar ejekan dari seorang gadis yang tiba-tiba muncul di hadapannya, membuat singa bersayap itu mengerutkan dahinya pertanda bingung.
"Siapa gadis ini? Kenapa dia seperti tidak ada takutnya denganku?" Gumam Singa bersayap itu di dalam hati, ia yang sebenarnya merupakan seorang siluman merasa heran melihat tingkah seorang gadis dihadapannya saat ini.
Melihat singa bersayap itu yang hanya diam saja membuat permaisuri Xio Lu bertambah bingung.
"Hei kucing bodoh! Kenapa kau hanya diam saja? Kau mau ku jadikan santapan makan malam? Baiklah, aku akan menangkapmu, aku sudah sangat lapar sekarang!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan lantang.
Apa tadi katanya? Menjadi santapan makan malamnya? Yang benar saja! Hei... Dia hanya seorang gadis kecil! Lancang sekali!
Dengan geram, siluman singa bersayap itupun marah kemudian ia mengaum dengan sangat nyaring dan berlari secepat mungkin untuk menyerang gadis kecil yang sudah sangat berani menghinanya.
Berdiri di tempat dengan memasang kuda-kuda bersiap, permaisuri Xio Lu tersenyum miring.
"Bagus, singa bodoh ini akhirnya menyerangku!" Gumamnya didalam hati.
Melesat dengan sangat cepat, permaisuri Xio Lu juga mulai menyerang siluman singa bersayap itu dengan brutal yang terlihat seperti bayangan.
Disaat pertarungan sengit itu berlangsung, tiba-tiba saja siluman singa bersayap itu terpental jauh dan terjatuh di atas tanah dengan mengenaskan.
Buggghh
Brugghhh
Bunyi tendangan yang sangat keras terdengar sangat jelas, serta bunyi dentuman di tanah juga terdengar sangat nyaring.
Setelah beberapa saat siluman singa bersayap itu tersadar dari keterkejutannya. Dengan buru-buru ia bangun dari tersungkurnya di tanah.
"Siapa sebenarnya kau? Bagaimana bisa kau mengalahkan ku?" Ucap siluman singa bersayap itu dengan lantang.
Mendengar singa bersayap yang ada di hadapannya berbicara membuat permaisuri Xio Lu mengernyitkan dahinya bingung. Namun itu hanya sebentar, ia mampu menetralkan kembali keterkejutannya.
"Kau bisa bicara? Kau siluman!" Ucap Permaisuri Xio Lu.
"Perkenalkan namaku Huizhong Jun, aku memanglah siluman. Lebih tepatnya aku siluman pendamping singa bersayap legendaris yang banyak di buru oleh manusia. Aku berasal dari lembah terlarang negeri Zhi Yang." Ucap siluman singa bersayap itu yang ia sebut namanya adalah Huizhong Jun.
"Benarkah, apa alasannya sehingga kau banyak di buru oleh para manusia?" Tanya permaisuri Xio Lu.
"Seperti yang aku katakan tadi, itu karena aku adalah siluman singa bersayap yang legendaris dan kuat." Ucap Huizhong Jun dengan sombong.
"Baiklah, tapi aku tidak tertarik. Aku hanya akan menjadikan mu santapan makan malam. Jadi bersiaplah untuk itu!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan tersenyum smirk.
Ia sengaja berkata seperti itu supaya siluman singa bersayap bernama Huizhong Jun itu semakin terpancing oleh kata-katanya.
Membelalakkan matanya dengan mulut terbuka lebar. "Gadis ini sungguh tidak masuk akal! Siluman singa bersayap legendaris seperti ku mau di jadikan santapan? Sungguh gil*!" Gumamnya didalam hati.
Setelah cukup lama menetralkan rasa tidak percayanya. Huizhong Jun langsung saja membuat penawaran terbaik menurutnya.
"ehem... begini saja, daripada aku... kau jadikan santapan, lebih baik kau jadikan aku siluman pendamping milikmu saja, bagaimana?" Ucap Huizhong Jun membuat kesepakatan bersama dengan gadis yang sempat membuat otaknya mendadak error.
Mendengar ucapan Huizhong Jun, permaisuri Xio Lu mulai menimbang-nimbang.
"Apa keuntungan yang aku dapatkan jika kau menjadi siluman pendamping milikku?" Tanyanya untuk lebih meyakinkan lagi saat ia mengambil keputusannya nanti.
Menghela nafas dengan kasar, Huizhong Jun sangat lelah menghadapi seorang gadis yang ternyata sangat bodoh menurutnya ini. Masa masih di pertanyakan lagi? Sedangkan banyak manusia yang mengincarnya hanya untuk di jadikan siluman pendamping. Tapi ini? Seorang gadis kecil ini, terlalu banyak bertanya seperti sensus penduduk kerajaan saja. Huizhong Jun semakin gusar, berkeringat dingin, ia menyesali perbuatannya sendiri karena sudah menawarkan diri menjadi siluman pendamping. Ia jamain, hidupnya kedepan akan sangat buruk jika bersama dengan seorang gadis kecil ini.
"Oh ayolah! Kau tidak terlalu bodoh bukan sehingga masih bertanya apa keuntungan mu? Kau adalah manusia paling aneh yang pernah aku temui selama aku berkelana di berbagai hutan atau lembah di beberapa negeri ini." Ucap Huizhong Jun lelah.
Mendengar ucapan siluman singa bersayap itu yang mengatakan bahwa ia bodoh, membuat permaisuri Xio Lu geram.
"Hei... Jaga bicaramu siluman si*lan! Akan ku robek mulut busukmu itu jika kau berani mengatai ku bodoh lagi! Lagipula aku memang tidak tau segala sesuatu dari dunia yang aneh ini, cukup jelaskan saja tidak perlu mengatai ku atau kau akan menerima akibatnya!" Ucap permaisuri Xio Lu dengan dingin.
Semua yang di ucapkan oleh permaisuri Xio Lu mampu membuat Huizhong Jun hampir saja mengalami serangan jantung mendadak. Baru pertama kali ada manusia yang benar-benar tidak ada takutnya dengan dirinya pikirnya. Harga dirinya sebagai seorang siluman pendamping legendaris menjadi tidak ada artinya. "Ehem... Baiklah, kau bisa langsung saja melakukan kontrak darah denganku, kau dapat meneteskan darahmu di atas mahkota yang ada di kepalaku. Kontrak darah adalah cara satu-satunya untuk mengikat siluman pendamping atau hewan pendamping agar ia dapat saling terhubung dengan pemiliknya." Ucap Huizhong Jun langsung saja pada intinya, ia sudah malas berlama-lama.
Melangkah maju mendekati Huizhong Jun, permaisuri Xio Lu tanpa ba bi bu lagi langsung saja melukai telapak tangannya dengan menggoreskan ranting kayu yang dari tadi ia genggam. Kemudian ia mengarahkan tangannya yang terluka ke atas kepala Huizhong Jun yang dimana permaisuri Xio Lu baru melihat kalau di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota kecil. Saat darah sudah menetes, tiba-tiba mahkota kecil itu mengeluarkan cahaya putih, kemudian hilang dalam sekejap mata.
"Baiklah, sudah selesai singa jelek! Aku akan berburu hewan yang enak, singa jelek sepertimu pasti dagingnya pahit." Ucap permaisuri Xio Lu dengan tampang mengejeknya.
Karena sudah malas berdebat, akhirnya Huizhong Jun hanya menanggapi ucapan permaisuri Xio Lu dengan malas dan ia malah mengajukan pertanyaan yang lebih kepada perkenalan kepada pemiliknya saat ini.
"Hmm... Terserah kau saja. Oh ya, siapa namamu dan dari mana asalmu?" Dengan melangkahkan kakinya mengikuti kemanapun gadis yang telah menjadi tuan Huizhong Jun beberapa detik lalu.
Permaisuri Xio Lu menjawab pertanyaan Huizhong Jun tanpa menghentikan langkahnya.
"Namaku Xio Lu. Kau boleh memanggilku Xio saja tak apa." Ucap permaisuri Xio Lu dengan santai.
"Baiklah, nona Xio." Balas Huizhong Jun dengan menundukkan kepalanya tanda hormat kepada sang tuan.
"Tak usah terlalu formal padaku, anggap saja kita adalah seorang teman, bukan layaknya seorang bawahan kepada tuannya." Ucap permaisuri Xio Lu lagi tanpa merubah raut wajah datarnya.
Mendengar itu membuat Huizhong Jun merasa berbeda, ia sangat senang karena mendapatkan tuan yang tidak membedakan antara ia para siluman dan manusia.
"Baiklah Xio." Dengan perasaan yang sangat bahagia, Huizhong Jun menampilkan senyum yang tak pernah sekalipun ia tunjukkan pada orang lain selain tuannya saat ini.
Tak jauh dari tempat saat ini ia berdiri, terlihat ada dua ekor ayam hutan.
"Diamlah di tempatmu dan jangan berisik Huizhong, aku akan menangkap ayam hutan itu untuk santapan makan malam." Setelah mengucapkan itu, permaisuri Xio Lu mulai berjalan dengan mengendap-endap untuk mendekati dua ekor ayam hutan itu untuk ia tangkap sebagai target hewan buruan pertamanya.
Mendengar perintah dari permaisuri Xio Lu, Huizhong Jun mau tak mau harus mengikuti instruksi dari sang tuan.
"Mari kita lihat, apakah kedua ayam itu akan tertangkap oleh tuanku? Aku harap Xio dapat menangkapnya." Gumam Huizhong Jun didalam hati saat melihat aksi tuanya yang sedang berburu.
Tak butuh waktu yang lama, kedua ayam hutan itu di tangkap dengan sangat mudah oleh permaisuri Xio Lu.
Hap
Hap
"Dapat! Aku akan makan enak setelah ini." Dengan senang permaisuri Xio Lu memamerkan hasil tangkapanya pada Huizhong Jun dan berjalan mendekat pada siluman singa bersayap legendaris itu.
"Lihatlah Huizhong, sangat mudah bukan? Hanya dua ekor ayam hutan tak akan membuatku kesusahan!" Ucapnya dengan sombong.
Menganggukkan kepalanya pelan.
"Ya, kau luar biasa Xio." Huizhong Jun yang masih tak percaya melihat bagaimana tuannya menangkap buruannya, ia merasa takjub akan kemampuan dari tuan barunya itu.
"Tentu saja, ayo kita akan mempersiapkan api untuk memasak kedua ayam hutan ini. Aku sudah tidak sabar untuk memakan ayam bakar yang lezat." Ucap permaisuri Xio Lu dengan air liur yang sudah hampir menetes.
Kemudian mereka berdua pergi dari sana mencari sungai untuk membersihkan terlebih dahulu ayam hutan yang permaisuri Xio Lu dapatkan, lalu mereka mencari kayu atau ranting kering untuk persiapan memasak ayam bakar nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments