Disebuah gudang yang sangat kotor dan kumuh di kediaman keluarga jendral perang bermarga Tang. Terlihat ada dua orang gadis yang sedang meringkuk di lantai yang kotor dan dingin didalam gudang itu. Terdapat begitu banyak luka berbentuk garis panjang dan lebam di sekujur tubuh mereka berdua. Entah apa yang terjadi sehingga mereka berdua mendapati luka itu.
"Eungghh" Terdengar lenguhan dari salah seorang gadis yang tak lain ialah Gissella.
"Aku dimana?" Gumam Gissella dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling gudang itu.
"Siapa dia? Kenapa di sekujur tubuhnya terdapat banyak sekali luka?" Gumam Gissella saat tidak sengaja menoleh ke arah samping kirinya
Sedangkan seorang gadis satunya yang di tatap pun akhirnya membuka kedua matanya perlahan.
"Siapa kau?" Ucap gadis itu dengan datar dan dingin, gadis itu tak lain ialah Gabriella.
Mengerutkan keningnya.
"Kenapa gadis ini nada bicara dan sikapnya sama seperti saudari kembar ku Ela?" Gumamnya membatin. Namun, ia tak mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan gadis itu.
"Namamu siapa? Kenapa kau bisa berada disini bersama denganku?" Tanya Gissella kepada gadis yang ada di sampingnya itu, ia merasa tidak asing dengannya, gadis itu seperti saudari kembarnya, tapi wajahnya berbeda sekali.
Mendengar ucapan Gissella, orang yang ia anggap berbicara dengannya saat ini, karena di gudang itu hanya ada mereka berdua.
"Gabriella, tidak tau" Ucap Gabriella seperti biasa, datar dan dingin.
Mendengar nama yang di ucapkan oleh gadis di sampingnya membuat Gissella tak terima.
"Hei! Siapa yang kau maksud dengan Gabriella? Itu nama kakak kembarku, kau tau? Jangan mengada-ada, lagipula kakak ku gadis yang sangat cantik, tidak sepertimu yang jelek terlihat seperti pengemis saja!" Omel Gissella pada gadis yang mengaku sebagai pemilik nama yang mirip dengan nama kakak kembarnya itu.
Gabriella merasa jengah mendengar celotehan gadis yang ternyata adiknya itu.
"Kau adikku." Ucap Gabriella lagi dengan nada suara yang sama yaitu datar dan dingin khas miliknya.
Mendengar ucapan singkat itu membuat otak Gissella seketika menjadi error.
"Ha...hah?" Cengonya.
"Dengarkan aku Gissella Ollyxton Dominic, aku adalah Gabriella Ollyxton Dominic saudari kembarmu!" Ucap Gabriella, ia sudah sangat lelah berbicara dengan adik kembarnya yang menurutnya sangat bodoh sekarang ini.
"Hei kau benar kakak ku! Tapi ada apa dengan wajah dan tubuhmu? Maksudku, kenapa tubuh dan wajahmu sangat berbeda Ela?" Ucap Gissella saat ia sadar jika gadis di hadapannya ini adalah kakaknya Gabriella.
"Wajahmu berbeda." Ucap datar Gabriella.
"Hah! Benarkah? Oh tidak! Jika begitu aku harus melakukan perawatan mulai sekarang!" Ucap Gissella lalu ia beranjak dan mengambil sebuah pecahan cermin yang ada di pojok gudang itu.
"Astaga kau benar, wajahku sangat jelek! Tubuhku juga penuh dengan luka." Ucap Gissella lagi dengan meraba seluruh wajahnya.
Sedangkan Gabriella? Ia hanya diam memperhatikan sang adik yang sedang bercermin itu.
Menghela nafas lelah, Gabriella memberitahu apa yang ada dalam pikirannya serta apa yang ia ketahui tentang keadaan mereka saat ini.
"Transmigrasi, kita berada di dunia yang berbeda dari dunia kita sebelumnya. Kita hidup kembali dengan jiwa yang masuk kedalam raga seorang gadis. Ini semua karena permintaan Gabby kepada dewa kehidupan. Gabby dan Grace juga mengalaminya. Namun, mereka berada di tempat yang berbeda." Selesai mengucapkan kalimat yang panjang, Gabriella kembali diam.
"Kalau begitu aku akan merasa tenang, karena kamu tau semuanya jadi kita tak akan semudah itu mati di dunia yang aneh ini." Ucap Gissella santai tanpa beban.
Menganggukkan kepalanya sekali.
"Sebaiknya kita menemui Grace dan Gabby dalam waktu dekat ini." Ucap Gabriella memberitahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
"He'em, baiklah ka. Aku akan ikut saja apa katamu." Ucap Gissella mengangguk dengan semangat.
"Oh iya, daripada kita berdua berada di gudang jelek ini, lebih baik kita pergi saja dari sini." Ucap Gissella pada sang kakak meminta persetujuan.
Menganggukkan kepalanya lagi, Gabriella melangkahkan kakinya menuju pintu gudang.
"Kita akan kehutan kematian." Ucap Gabriella dengan datar.
Meraba rambutnya yang panjang, Gabriella mencari sesuatu yang ia perlukan untuk membuka gembok yang di gunakan untuk mengunci mereka di gudang itu.
Gotcha!
Dengan jepit rambut yang ia dapatkan dari rambutnya, Gabriella membuka gembok itu dengan sangat mudah.
Ceklek
Yah terbuka!
"Ayo." Ucap Gabriella dengan segera ia membawa pergi Gissella dari sana. Dengan kecepatan seperti bayangan, mereka berdua dengan mudah pergi dari gudang itu tanpa ketahuan sedikit pun.
"Gelap dan tidak ada kehidupan sama sekali hutan ini, pantas saja di beri nama hutan kematian." Ucap Gissella di saat ia dan saudari kembarnya berjalan memasuki hutan kematian.
Saat berada di hutan kematian, hanya Gissella yang terus saja berceloteh di sepanjang jalan, sedangkan Gabriella ia hanya sesekali saja menjawab ucapan adik kembarnya.
"Kita akan bertemu dengan Grace di hutan ini." Ucap Gabriella dengan datar.
"Benarkah? Memangnya Grace ada disini, apa yang di lakukannya di hutan kematian ini?" Tanya Gissella dengan perasaan bingung.
"Grace sedang menjalani hukuman di hutan ini." Ucap Gabriella masih dengan nada yang datar khas miliknya.
Mendengar apa yang di katakan oleh kakak kembarnya, Gissella hanya membulatkan bibirnya ber' oh ria.
"Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana jeleknya wajah Grace di dunia ini. Hehehe..." Ucap Gissella cengengesan.
Saat asik mengobrol, tiba-tiba saja Gabriella menarik tangan adiknya, kemudian ia membawa tubuh Gissella kesebuah pohon besar untuk bersembunyi.
"Ssssttt..." Kode Gabriella pada sang adik yang hanya di balas sebuah anggukan kepala dari Gissella, saat ini mereka berdua sudah berada di balik pohon.
Dari balik pohon besar itu, Mereka berdua bisa melihat kalau dalam jarak sekitar empat meter di depan mereka saat ini terdapat hewan buas, singa yang mempunyai sepasang sayap dan anehnya singa itu sedang membawa kayu bakar di atas tubuhnya? Dunia seperti apa ini sehingga ada makhluk yang sangat aneh.
Dari kejauhan terdengar suara teriakan dari seorang gadis.
"Huizhong, apa kau sudah mendapatkan kayu bakarnya? Cepatlah, aku sudah sangat lapar!" Teriak gadis itu sangat nyaring.
"Iya Xio, sabarlah sebentar, aku akan kembali." Balas teriak Huizhong si singa bersayap itu.
Saat Huizhong berbalik dan berjalan kembali menuju tuannya, kedua gadis kembar yang tadi bersembunyi di balik pohon itu saling berpandangan.
"Kita ikuti." Ucap Gabriella pada sang adik yang di balas anggukan kepala olehnya.
Mereka berdua pun perlahan mengikuti singa itu dari belakang dengan sangat hati-hati, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun mereka berdua berhasil tanpa ketahuan sama sekali.
Ternyata di depan sana, di pinggir sungai ada seorang gadis yang sedang duduk sambil menusuk dua ekor ayam hutan kesebuah ranting kayu yang berfungsi sebagai penahan ayam supaya tidak jatuh kedalam api.
"Cepatlah Huizhong, aku sudah sangat lapar." Ucap gadis itu yang tak lain adalah Grace yang ada di dalam raga seorang permaisuri Xio Lu.
Melihat siapa yang bersama dengan singa bersayap itu, membuat kening Gissella mengerut bingung. "Siapa gadis itu? Kenapa dia bisa berada di hutan kematian ini?" Bisik Gissella pada kakak kembarnya.
Gabriella yang di tanya pun menjawab tanpa menoleh pada Gissella.
"Grace." Ucap Gabriella singkat.
Mendengar itu Gissella langsung berbinar, lalu ia bersuara dengan bersemangat. "GRACE!" Seru Gissella berteriak.
Saat suara keras seorang gadis terdengar di telinganya, Grace menoleh ke asal suara.
"Siapa kalian? Kenapa kau bisa tau namaku di dunia modern?" Tanya Grace bingung dengan mengarahkan telunjuknya pada seorang gadis yang tak lain adalah Gissella yang tadi meneriaki namanya.
Si kembar berjalan mendekat kearah Grace.
"Grace, apa kau lupa dengan kami sahabatmu? Oh tidak ka Ela, Grace menjadi lupa ingatan saat berada di dunia aneh ini. Huhuhu..." Ucap Gissella dengan dramatis.
Mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya, membuat Grace seolah sangat mengenali nada bicara dan sikap gadis itu. Membelalakkan matanya terkejut, Grace langsung saja menubruk tubuhnya memeluk gadis yang sangat ia kenali itu.
"Gissella! Apakah ini kau? Dan kau adalah Gabriella sahabatku." Ucap Grace sangat bahagia ketika ia mengetahui jika kedua sahabat kembarnya ada di dunia yang sama dengannya saat ini.
"Ya ya, ini memang kami!" Balas Gissella tak kalah bahagianya dengan Grace.
"Syukurlah, ternyata aku tidak sendirian disini." Ucap Grace senang.
Mendengar ucapan Grace membuat Huizhong Jun merasa tidak terima.
"Ehem... Xio apakah kau lupa kalau disini masih ada aku?" Ucap Huizhong Jun dengan kesal.
"Astaga aku jadi lupa! Huizhong, mana kayu bakarnya? Cepat nyalakan api untuk memasak ayam hutan itu. Ayo duduklah bersamaku para gadis nakal." Ucap Grace dengan mengajak kedua sahabatnya untuk ikut duduk dan menyantap makanan yang akan mereka masak terlebih dahulu itu.
Meletakkan kayu bakar ke tanah dan menyusunnya sehingga menjadi tempat untuk membakar ayam hutan.
Menyalakan apa menggunakan kekuatan sihir yang ia miliki, memasak ayam hutan dengan cepat dan di nikmati dengan sangat lahap oleh mereka berempat.
"Ayam bakarnya sangat enak!" Ucap Gissella dengan mengusap perutnya karena merasa sangat kenyang.
"Hem... Baru kali ini aku menemukan ayam hutan yang gemuk-gemuk." Ucap Grace senang karena ia merasakan sangat kenyang.
"Ya, untung saja itu ayam hutan yang di jadikan santapan, kalau saja itu adalah dagingku yang di jadikan santapan? Aku tidak bisa membayangkannya." Ucap Huizhong Jun bergidik ngeri membayangkan kalau dagingnya yang di masak dan di makan.
"Itu ide yang bagus." Ucap Gabriella tiba-tiba dengan tersenyum mencurigakan.
Huizhong Jun membelalakkan matanya, ia segera bangun dari duduknya lalu berjalan mundur perlahan kebelakang.
"Tidak, kau tidak boleh memakan dagingku, dagingku pahit dan tidak enak. Ah... Kalian sama saja! Gadis gila!" Ucap Huizhong Jun dengan histeris.
"Hahaha..." Pecah sudah tawa Gissella dan Grace saat melihat wajah panik Huizhong Jun yang menurut mereka sangat lucu. Pandai sekali pikir mereka berdua Gabriella menggoda siluman singa bersayap itu.
"Bodoh! Siapa juga yang akan memakan dagingmu yang keras itu." Ucap Gabriella dengan mengejek.
Mendengar itu Huizhong Jun mendengus dengan kasar. "Ya, anggap saja begitu dan jangan pernah berpikir untuk memakan ku." Ucap Huizhong Jun sedikit lega.
Mereka kembali tertawa terbahak-bahak melihat wajah Huizhong Jun yang pias saat sempat di goda oleh Gabriella.
Menghentikan tawanya, Grace memperkenalkan siluman pendamping miliknya itu.
"Perkenalkan namanya Huizhong Jun, dia adalah siluman pendamping milikku. Aku bertemu dengannya saat aku keluar dari sebuah gubuk reyot tempat dimana ibu suri mengurung dan menghukum ku." Ucap Grace menjelaskan kepada para sahabatnya.
"Jadi benar kau berada di dalam raga seorang permaisuri?" Ucap Gabriella tiba-tiba.
"Ya, aku sekarang ini menjalani kehidupan sebagai seorang permaisuri Xio Lu yang di buang karena ibu suri yang tidak menyukainya." Ucap Grace dengan tawa yang terdengar hambar.
"Malang sekali nasibmu Grace. Huhuhu..." Ucap Gissella dengan sedih lalu ia langsung memeluk tubuh Grace.
"Kita berdua juga sama." Ucap Gabriella singkat, membuat Gissella bingung dengan ucapannya.
"Maksudmu kak?" Tanya Gissella pada kakak kembarnya itu.
"Aku dan kau saat ini berada di dalam tubuh anak kembar dari seorang jenderal perang bernama Jiazhen Tang. Gadis kembar yang terlahir dari rahim seorang putri bangsawan bernama Nuwa Peiyu. Gadis kembar yang kita tempati raganya saat ini merupakan anak kembar yang di anggap sebagai pembawa sial karena ibu mereka mati disaat hari melahirkan mereka, di siksa dan di caci maki sudah biasa mereka dapatkan, karena mereka di anggap juga sebagai si kembar tidak berguna. Di dunia ini setiap orang mempunyai kekuatan sihir elemen dari sejak lahir. Jadi, jika ada orang yang tidak memiliki sihir elemen satupun akan di anggap tidak berguna. Karenanya kedua gadis itu tidak memiliki sihir elemen, semua orang bebas merundungnya." Ucap Gabriella panjang lebar.
"Hanya karena itu mereka di benci oleh keluarganya sendiri?" Ucap Gissella terkejut.
"Ya, begitulah kehidupan di dunia ini, yang lemah akan di tindas dan yang kuat menjadi pemimpin dan yang menindas." Ucap Gabriella.
"Aku senang, setidaknya di dunia ini Gabriella mau bicara panjang lebar, tidak seperti di dunia kita dulu. Meskipun dia selalu bersikap dingin dan nada bicaranya yang datar, aku dan Gabby selalu merasa nyaman bersahabat dengannya." Ucap Grace senang.
Menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Ya, kau benar Grace! Kakakku di dunia ini sedikit berbeda." Ucap Gissella dengan senyuman manisnya.
Mendengar ucapan kedua gadis di hadapannya membuat Gabriella tersenyum tipis dan itu dapat di lihat dengan jelas oleh Huizhong Jun yang dari tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka bertiga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Daniela Whu
kok dia lansung tau kl temanx ada dihutan kematian kan gk ada yg ksih tau sebelum x kyk di ksih ingatan gitu
2023-09-20
1