18

Di pagi hari yang cerah, terlihat seorang wanita cantik sedang duduk bersantai di gazebo paviliun teratai kediaman miliknya.

"Ah... Nikmat di pagi hari." Ucap permaisuri Xio Lu saat ia menyesap teh yang tersedia di atas mejanya sambil menikmati pemandangan di pagi hari.

Namun tiba-tiba ia mendengar suara pelayan Mei-yin memanggilnya dan berlari.

"Yang mulia!" Pekik heboh pelayan Mei-yin berlari menghampiri junjungannya itu.

"Ada apa, kenapa kau berlari tergesa-gesa seperti itu Mei-yin?" Tanya permaisuri Xio Lu.

Hos

Hos

"Di istana kedatangan seorang gadis, kabarnya gadis itu akan menikah dengan kaisar karena alasan politik. Bagaimana ini yang mulia?" Ucap pelayan Mei-yin ngos-ngosan karena tadi ia berlari saat datang ke tempat permaisuri Xio Lu.

Mendengar ucapan Mei-yin, permaisuri Xio Lu malah tersenyum miring.

"Tak apa, biarkan saja seperti itu. Tidak perlu kau pikirkan soal itu." Ucap permaisuri Xio Lu santai tanpa rasa khawatir sedikit pun.

"Ta-tapi Xio..." Ucap Mei-yin mendesah pasrah mendengar jawaban junjungannya itu.

"Tenang saja, biar aku yang urus soal itu nanti." Ucap permaisuri Xio Lu tenang.

Pelayan Mei-yin hanya diam saja, ia sudah tidak tau harus berbuat apa sekarang, jika junjungannya saja bersikap tenang tanpa beraksi apapun, jadi yasudahlah pikirnya.

"Aku pikir itu justru sangat bagus jika kaisar itu punya istri yang lain, dengan begitu aku dapat dengan mudah bisa pergi dari sini." Batin permaisuri Xio Lu tersenyum senang.

"Sekarang tugasku adalah membuat mereka bisa saling jatuh cinta. Dengan begitu disaat aku meminta dekrit perceraian, kaisar Zhaoyang akan dengan senang hati mengabulkannya." Batinnya lagi sambil senyum-senyum sendiri.

Melihat ekspresi wajah bahagia dari junjungannya membuat pelayan Mei-yin mengerutkan keningnya bingung.

"Ada apa dengan permaisuri Xio Lu? Kenapa dia senyum-senyum sendiri seperti itu?" Batin pelayan Mei-yin heran.

Sadar dari lamunannya gilanya, permaisuri Xio Lu beranjak dari duduknya.

"Aku ingin melihat siapa gadis yang akan menjadi selir kaisar Zhaoyang." Ucap permaisuri Xio Lu kepada pelayan Mei-yin.

"Ba-baiklah Xio. Mari menuju aula istana, disana sedang ada pertemuan antara keluarga gadis itu dan yang mulia kaisar Zhaoyang." Ucap pelayan Mei-yin.

"Ayo kita kesana Mei-yin." Ucap permaisuri Xio Lu.

Lalu mereka berdua pergi menuju aula istana, tempat dimana pertemuan antara keluarga calon selir dan kaisar Zhaoyang bertemu dan membicarakan perihal pernikahan yang akan segera di laksanakan.

Sesampainya permaisuri Xio Lu dan pelayan Mei-yin di depan pintu aula istana.

"Yang mulia permaisuri Xio Lu datang memasuki ruangan aula istana." Teriak seorang Kasim yang bertugas untuk memberitahu siapa orang yang datang.

Kriet

Pintu ruangan aula di buka lebar, semua orang yang ada di dalam menoleh untuk melihat orang yang di umumkan datang memasuki aula istana.

Melihat kedatangan permaisuri Xio Lu membuat kaisar Zhaoyang melotot, tetapi secepat mungkin ia merubah raut wajahnya.

"Bagaimana ini, Xio Lu pasti akan kecewa padaku." Batin kaisar Zhaoyang merasa khawatir kalau istrinya akan marah dan kecewa kepadanya.

"Itukah permaisuri itu? Kenapa dia mengenakan penutup wajah, apa wajahnya buruk rupa sehingga ia memilih untuk menutupinya." Batin seorang gadis yang akan menjadi calon selir untuk kaisar Zhaoyang.

Sedangkan yang lainnya hanya diam dan saling membatin. Entah apa yang ada di pikiran mereka semua.

Berjalan dengan anggunnya, permaisuri Xio Lu terlihat sangat tenang.

"Salam yang mulia kaisar, semoga selalu di berkahi oleh dewa kehidupan dan di beri umur panjang." Ucap permaisuri Xio Lu memberi salam.

"Salam mu di terima permaisuri." Balas kaisar Zhaoyang.

"Maaf yang mulia, permaisuri ini hanya ingin melihat siapa gadis yang akan menjadi calon selir di istana ini." Ucap permaisuri Xio Lu dengan lembut.

Melirik sebentar kearah dimana gadis yang akan menjadi selir itu berada.

"Biasa saja, penampilannya seperti wanita penghibur saja. Terlihat sekali kalau dia itu gadis yang sangat manja." Batin permaisuri Xio Lu, ia menampilkan wajah pura-pura tersenyum.

"Oh tentu saja, perkenalkan ini adalah putri Tingting dari kerajaan bulan." Jedanya. "Dan ini kaisar Xiou Bao dan permaisuri Yi Yie kerajaan bulan." Ucap kaisar Zhaoyang memperkenalkan ketiga orang yang ada disana.

"Salam kaisar, salam permaisuri dan salam putri. Semoga dewa kehidupan selalu memberkahi kalian." Ucap permaisuri Xio Lu dengan lembut dan tersenyum manis di balik cadarnya.

"Salam permaisuri." Ucap ketiga orang itu berbarengan.

"Mari lanjutkan pembicaraan kita." Ucap putri Tingting.

"Baiklah." Ucap kaisar Zhaoyang.

"Rencana pernikahan kaisar Zhaoyang dan putri Tingting akan di laksanakan besok pagi." Ucap kaisar Xiou Bao.

Kaisar Zhaoyang melirik permaisuri Xio Lu untuk melihat bagaimana kreaksi permaisurinya itu saat mendengar bahwa ia akan menikahi seorang gadis karena politik.

"Baiklah, saya akan mengurus semua keperluan untuk besok." Ucap kaisar Zhaoyang tanpa pikir panjang saat melihat wajah permaisuri Xio Lu tanpa reaksi apapun.

"Tanpa bicara atau meminta ijin padaku langsung bilang iya! Dasar pria si*lan! Bilang saja kalau kau pria mata keranjang yang ingin punya banyak istri. Untung saja aku belum pernah di celap celup oleh kaisar b*jingan ini!" Batin permaisuri Xio Lu mengumpati kaisar Zhaoyang.

"Baiklah, kalau begitu kami akan menginap di istana ini beberapa hari, sampai acara pernikahan selesai di selenggarakan baru saya dan permaisuri Yi Yie akan kembali ke kerajaan bulan." Ucap kaisar Xiou Bao.

"Baiklah silahkan kaisar." Ucap kaisar Zhaoyang mempersilahkan mereka untuk tinggal di istana sementara waktu.

Kemudian mereka semua beranjak pergi dari aula menuju kediaman yang sudah di siapkan oleh kaisar Zhaoyang untuk kaisar Xiou Bao dan permaisuri Yi Yie serta putri Tingting untuk tinggal.

"Xio Lu, maaf karena aku tidak memberitahu mu terlebih dahulu tentang pernikahan yang di dasari oleh politik ini." Ucap kaisar Zhaoyang saat ia dan permaisuri Xio Lu sedang berjalan di lorong kediaman.

"Tidak masalah, lagipula bukankah wajar jika seorang kaisar memiliki istri yang banyak. Selagi itu tidak merugikan aku, aku tak apa." ucap permaisuri Xio Lu tenang.

"Apa benar tak masalah? Aku takut kalau kau tiba-tiba kecewa padaku karena pernikahan ini." Ucap kaisar Zhaoyang.

"Tenang saja, aku merestui pernikahan kalian." Ucap permaisuri Xio Lu tersenyum manis.

"Baiklah, terimakasih Xio Lu. Aku akan berlaku adil terhadap kalian." Ucap kaisar Zhaoyang.

Menganggukkan kepalanya dan tersenyum sebagai tanggapan dari apa yang kaisar Zhaoyang ucapkan.

"Berlaku adil? Hah, aku tidak percaya dengan pria yang memiliki banyak istri." Batin permaisuri Xio Lu diam-diam mengutuk kaisar Zhaoyang.

"Ah, sebaiknya aku meminta pada kaisar untuk mengundang Xia, Xiu dan Xin ke acara pernikahan mereka berdua besok." Batin permaisuri Xio Lu.

Menghentikan langkahnya tiba-tiba yang diikuti juga oleh kaisar Zhaoyang.

"Yang mulia kaisar, apakah aku boleh meminta sesuatu?" Ucap permaisuri Xio Lu.

"Beritahu aku apa yang kau inginkan." Ucap kaisar Zhaoyang.

"Yang mulia, bolehkah aku meminta untuk mengundang para sahabatku untuk datang besok di acara pernikahan yang mulia kaisar dan putri Tingting?" Tanya permaisuri Xio Lu.

"Tentu saja boleh, kau boleh mengundang mereka." Ucap kaisar Zhaoyang mengabulkan permintaan permaisuri Xio Lu.

"Terimakasih yang mulia kaisar." Ucap permaisuri Xio Lu senang.

"Kalau begitu aku pamit lebih dahulu yang mulia, sampai nanti." Ucap permaisuri Xio Lu meminta ijin untuk pergi dari sana.

"Baiklah, sampai nanti permaisuri." Ucap kaisar Zhaoyang mempersilahkan permaisuri Xio Lu untuk beranjak dari hadapannya.

Permaisuri Xio Lu pergi menuju paviliun teratai miliknya dan segera menulis surat untuk ia kirim kepada para sahabatnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!