Malam hari
Saat mereka berhenti di sebuah bangunan yang cukup besar bertuliskan 'Rumah Bordil'.
"Kau yakin disini tempatnya?" Tanya Xin Qian kepada Xiu He yang sejak awal memimpin jalan mereka menuju tempat haram itu.
Menganggukkan kepalanya.
"Sebaiknya kita masuk." Jedanya. "Pasang penutup wajah kalian." Ucap Xiu mengintruksi mereka.
Keempat orang yang tak lain Xia, Xiu, Xin dan Bingwen pun masuk kedalam rumah bordil yang terletak jauh di ujung pinggiran kota.
Rumah Bordil (Anggap aja malam hari)
"Tempat ini sangat menjijikan!" Ucap Xia He saat melihat banyaknya pasangan lelaki dan perempuan yang sedang berciuman dan sangat jelas terdengar suara ******* dari dalam ruangan yang tertutup rapat disana.
"Seumur-umur, baru kali ini aku pergi ketempat seperti ini." Ucap Bingwen bergidik ngeri.
"Benarkah? Kau kan laki-laki, mana mungkin kau tidak pernah ketempat haram ini." Ucap Xia He.
"Ck! Aku pemuda baik-baik, lagipula aku kan makhluk legendaris pendamping, mana pantas aku datang ke tempat seperti ini." Ucap Bingwen membela diri.
"Tampang mu tidak meyakinkan!" Ucap Xia He.
"Terserah kau saja, percaya atau tidak itu urusanmu!" Ucap Bingwen kesal.
Jangan tanya Yichen dan Yuchen ada dimana. Saat ini mereka sedang berada di ruang dimensi untuk berkultivasi.
"Wah, disana ada pertunjukan! Ayo kesana." Ucap Xin Qian saat ia melihat segerombolan orang yang duduk menyaksikan sebuah pertunjukan.
Di tengah kerumunan orang, terlihat ada seorang wanita yang sangat menawan sedang memainkan alat musik tradisional Guzheng.
Memetik senar dengan lihai, menciptakan suara yang sangat merdu. Wanita itu bernyanyi dengan indah yang menghipnotis setiap orang yang mendengar suaranya.
"Indah sekali, dia terlihat seperti musisi di jaman modern." Ucap Xia He.
"Sepertinya aku tau siapa dia." Ucap Xin Qian dengan senyum senang.
"Xio Lu." Ucap Xiu He.
Bingwen terdiam menikmati alunan musik dan suara indah yang di nyanyikan oleh wanita di atas panggung.
Saat alunan musik dan nyanyian berhenti semua orang yang ada di sana bertepuk tangan.
Permaisuri Xio Lu yang sedang menyamar pun turun dari atas panggung dan menghampiri Huizhong Jun yang menunggu.
"Kau sangat luar biasa Xio!" Ucap Huizhong Jun yang saat ini sudah berwujud manusia saat ia dan permaisuri Xio Lu pergi ke rumah bordil.
"Terimakasih Huizhong." Balas Permaisuri Xio Lu tersenyum manis.
"Xio!" Ucap Xia He saat ia dan ketiga orang lainnya menghampiri tempat dimana permaisuri Xio Lu berdiri.
Menolehkan kepalanya agar ia dapat melihat siapa yang memanggilnya.
"Xia!" Ucap permaisuri Xio Lu kaget.
"He'em, aku datang bersama ka Xiu, Xin dan Bingwen." Ucap Xia He memberitahu.
"Xin dan Bingwen? Siapa mereka?" Tanya permaisuri Xio Lu bingung.
"Gabby dan makhluk legendaris pendamping." Ucap Xia He menjelaskan.
"Gabby, itu kau?" Ucap Xio Lu tersenyum getir menatap gadis yang datang bersama si kembar.
"Tentu saja ini aku! Panggil aku Xin." Ucap Xin Qian lalu ia memeluk erat tubuh Xio Lu.
"Aku merindukan mu. Kau kemana saja?" Ucap Xin Qian.
"Huh, aku di istana. Jadi, aku tidak bisa keluar masuk dengan bebas." Ucap Xio Lu.
"Sebaiknya kita keluar dari sini, cari tempat yang aman untuk mengobrol. Disini banyak orang, bisa saja mereka menguping pembicaraan kita." Ucap Xiu He.
Mereka berenam pergi dari rumah bordil itu menuju sebuah tempat yaitu hutan kematian.
"Bagaimana keadaan mu selama di istana?" Tanya Xia.
Mereka berenam saat ini berada di bawah pohon besar yang ada di hutan kematian.
"Baik-baik saja, karena aku berhasil membuat kaisar Zhaoyang percaya padaku dan membongkar kebusukan ibu suri." Jelas permaisuri Xio Lu.
"Saat ini ibu suri Mei-mei berada di dalam penjara bawah tanah istana. Aku akan membuat wanita tua itu merasakan penderitaannya, setelah itu aku akan membuatnya mati karena ulahku." Ucap permaisuri Xio Lu tanpa beban.
"Sejak kapan kau berubah menjadi gadis ular Xio? Hahahaha..." Ucap Xia He tertawa terbahak-bahak.
"Aku hanya membalas perbuatannya dahulu terhadap permaisuri Xio Lu yang asli. Dengan begitu dia akan jera sampai mati." Ucap permaisuri Xio Lu membela dirinya.
"Ya, tapi berapa lama lagi kau akan keluar dari istana itu?" Tanya Xin Qian.
"Secepatnya! Aku sudah muak hidup di istana yang penuh dengan kekangan, aku tidak bisa bebas dengan hidup ku."Ucap permaisuri Xio Lu dengan kesal.
"Baguslah. Aku dan si kembar ingin memulai hidup baru dengan menempati kediaman yang baru saja Bingwen beli, soal marga nanti kita urus." Ucap Xin Qian.
"Itu ide yang bagus! Tunggu sampai aku keluar dari istana, aku akan ikut bersama kalian." Ucpa permaisuri Xio Lu.
Sedangkan kedua pemuda yang merupakan makhluk legendaris pendamping itu duduk mengobrol di sisi pohon besar yang ada di seberang.
"Singa jelek, akhirnya kau punya tuan." Ucap Bingwen dengan senyum mengejek.
"Kau juga kuda bodoh, akhirnya kau juga punya tuan." Balas Huizhong Jun mengejek.
Di ketahui bahwa kedua makhluk legendaris pendamping itu bersahabat. Meskipun berbeda bentuk dan ras, mereka berdua tetap bersahabat.
"Xin Qian adalah gadis yang spesial. Karena aura positif yang ia keluarkan membuat rasa ketertarikan ku padanya untuk menjadikannya sebagai tuan ku." Ucap Bingwen.
"Aku juga merasa begitu saat pertama kali aku bertemu dengan Xio Lu. Dia gadis yang menarik, tak kenal takut dan kuat." Ucap Huizhong Jun tak mau kalah.
"Tapi aku merasa heran dengan salah satu dari keempat gadis itu. Xiu He, sahabat kembarnya Xio sangat aneh! Gadis itu bisa tau apa yang akan terjadi dan dia juga sepertinya tau banyak hal tentang dunia ini. Padahal yang aku dengar dari Xio Lu, mereka berempat bukanlah berasal dari dunia ini." Lanjut Huizhong Jun sambil menatap kearah dimana Xiu He berada.
"Kau benar, aku juga memikirkan hal itu. Gadis bernama Xiu He itu seperti peramal masa depan. Dia juga ahli dalam berbagai hal, bahkan yang mengajarkan sihir elemen dan mantra-mantra pun gadis itu. Aku jadi penasaran siapa sebenarnya gadis itu." Ucap Bingwen menimpali.
Kembali ke 4X
"Aku rasa malam sudah semakin larut, sebaiknya aku pulang dulu. Kalau ketahuan aku keluar istana bisa gawat." Ucap permaisuri Xio Lu.
"Ya, aku juga sudah mulai merasa ngantuk." Ucap Xia He.
"Sebaiknya kita semua segera kembali." Ucap Xin Qian yang di setujui oleh mereka semua.
"Huizhong, ayo kita kembali." Teriak permaisuri Xio Lu kepada Huizhong Jun yang sedang bersama dengan Bingwen.
"Baiklah." Balas Huizhong Jun berteriak.
Kedua makhluk legendaris itu beranjak dari bawah pohon besar itu, kemudian berjalan menghampiri tuannya masing-masing.
Istana
Berjalan dan melompat tembok tinggi yang ada di kediaman keluarga istana kerajaan.
Hap
Mengendap-endap seperti seorang ninja, permaisuri Xio Lu berhasil masuk kedalam istana tanpa ketahuan.
Berjalan masuk ke paviliun teratai miliknya.
"Untung saja para penjaga tidak berkeliling di jam tengah malam seperti ini." Gumam permaisuri Xio Lu pelan.
Kriet
Masuk kedalam kamar dengan pelan.
"Huh... Akhirnya sampai juga." Ucapnya menghela nafas lega.
Permaisuri Xio Lu dengan cepat mengganti pakaiannya dan ia memejamkan matanya tertidur dengan pulas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Ibuk'e Denia
lanjut thor
2023-09-04
1