03

Disebuah tempat yang terlihat sangat indah, nampak seperti sebuah taman yang berada di pinggir sebuah danau.

Terlihat seorang gadis yang tergeletak di atas rerumputan.

"Eungghh..." Lenguhnya kemudian perlahan ia membuka kedua matanya.

"Aku dimana? Tempat ini indah sekali!" Ucapnya bingung namun ia merasa takjub dengan apa yang ia lihat saat ini, pemandangan yang ia lihat benar-benar sangat indah seperti di negeri dongeng.

"Hai..." Ucap seorang gadis yang tiba-tiba saja muncul dan mendekat kearah Gabby terduduk.

Dengan kaget Gabby menatap tajam seorang gadis yang tiba-tiba saja muncul itu.

"Siapa kau? Mengagetkan saja!" Ucapnya dengan sebal.

Gadis itu cekikikan karena melihat ekspresi wajah terkejut Gabby yang menurutnya sangat lucu.

"Hihihi... Wajahmu sangat lucu jika terkejut begitu." Ucap Gadis itu.

"Perkenalkan namaku Xin Qian Li, Aku anak dari seorang perdana menteri di kekaisaran Tao. Hanya saja, aku anak yang tidak di inginkan di keluargaku, aku di anggap sebagai anak pembawa sial karena aku adalah alasan yang menyebabkan ibuku meninggal dunia saat melahirkan aku. Karena itulah aku sangat di benci di kediaman perdana menteri Li." Lanjut gadis bernama Xin Qian Li itu.

Mendengar ucapan seorang gadis bernama Xin Qian Li itu membuat Gabby merasakan jengkel karena ia juga mengalami perlakuan buruk dari ayah angkatnya di dunianya sebelum mati terbunuh.

"Malang sekali nasibmu, semoga kau bisa membuktikan kepada mereka kalau kau itu bukanlah pembawa sial." Ucap Gabby merasa iba terhadap gadis di hadapannya saat ini.

Tersenyum lembut, Xin Qian Li menatap wajah Gabby dengan raut wajah bahagianya.

"Bukan aku yang akan membuktikan kepada mereka, tapi kau yang akan menggantikan aku." Ucap Xin Qian Li serius.

Mengerutkan keningnya bingung, Gabby kemudian mendengus.

"Apa maksudmu? Bagaimana bisa aku yang menggantikan mu?" Tanya Gabby. Menurutnya ini sangat tidak masuk akal, bagaimana mungkin seseorang dapat menggantikan peran dan menjadi orang yang sama.

Mendengar pertanyaan Gabby membuat gadis bernama Xin Qian Li terdiam sesaat, lalu kemudian ia berucap.

"Aku adalah seorang gadis yang berasal dari masa lalu, lebih tepatnya di era kekaisaran Tao pada abad ke dua. Kenapa kamu bisa ada disini yaitu karena aku meminta kepada dewa kehidupan untuk mencari jiwa seorang gadis yang akan menggantikan aku di duniaku, oleh karena itu tepat disaat kamu dan aku m*ti, kita bisa bertemu di tempat ini. Kau dan aku ada disini sekarang tapi setelah ini jiwa mu akan masuk kedalam ragaku dan kamu akan menjadi aku saat di dunia ku nanti. Aku harap kamu bisa menerima semuanya. Oh iya... Lagi pula ini semua juga permintaan dari salah satu sahabatmu yang bernama Grace, ia meminta kepada Tuhannya yang kami sebut dengan dewa kehidupan untuk memberikan kalian berempat kehidupan kedua." Ucap Xin Qian Li panjang lebar.

Sesuatu yang membuat Gabby terkejut bukan main dan membuat ia berpikir bahwa apa yang ia alami adalah hal di luar nalar, tetapi benar-benar terjadi pada dirinya saat ini.

"Benarkah? Luar biasa sekali jika semua itu benar!". Ucap Gabby dengan perasaan senang. "Baiklah, bagaimana caranya supaya aku bisa masuk kedalam ragamu?" Lanjutnya mengajukan pertanyaan kepada Xin Qian Li yang sedang menatapnya dengan raut wajah bahagia.

"Itu mudah, kamu hanya perlu memejamkan matamu, lalu kamu akan langsung masuk kedalam ragaku." Ucap Xin Qian Li dengan tersenyum lembut.

"Baiklah, aku akan memejamkan mata secepatnya, aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana dunia yang akan aku tinggali sebentar lagi." Ucap Gabby dengan antusias.

"Semoga kamu dapat melanjutkan hidup dengan baik dan bahagia Gabby. Temui para sahabatmu, mereka juga akan ada di dunia yang sama denganmu, kenali mereka maka kamu akan tau berada di raga gadis mana saja mereka bertiga." Ucap Xin Qian Li dengan tersenyum.

"Selamat tinggal." Ucapnya dengan melambaikan tangan. Kemudian ia ikut menghilang bersama sebuah cahaya yang juga menghilang.

"Selamat tinggal Xin Qian Li." Gumam Gabby dengan tersenyum tulus, kemudian ia memejamkan matanya seperti yang sudah di beritahukan oleh gadis bernama Xin Qian Li.

Disebuah kandang kuda yang bau dan kotor, terlihat seorang gadis terbaring di atas tumpukan jerami.

"Eungghh" Lenguhnya saat perlahan ia mulai tersadar. Dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia mengerutkan kening bingung.

"Kenapa aku bisa ada di kandang kuda? Bukankah seharusnya aku berada di kediaman keluarga perdana menteri? Atau jangan-jangan... Aku memang tinggal disini, di kandang kuda!" Ucap Gabby dengan membelalakkan matanya.

Menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan fakta yang baru saja ia ketahui bahwa gadis bernama Xin Qian Li itu tinggal di sebuah kandang kuda.

"Seberapa tersiksanya gadis ini? Sampai-sampain ia harus tinggal di kandang kuda seperti ini!" Gumam Gabby yang saat ini menempati raga seorang gadis bernama Xin Qian Li.

"Aku akan mencari tahu semuanya dan akan membalas setiap perlakuan orang-orang yang sudah berani memperlakukan Xin Qian Li dulu dengan semena-mena! Mulai sekarang akulah Xin Qian Li, seorang gadis mematikan dari dunia modern." Monolognya seorang diri dengan bertekad untuk merubah hidupnya.

Kemudian ia bangun, dan berjalan keluar dari kandang kuda itu.

"Sebaiknya aku keluar dari kediaman keluarga perdana menteri ini, aku harus mencari sungai untuk mandi." Gumamnya sambil melangkahkan kakinya.

Saat sudah berada di luar, ia melihat terdapat sebuah tembok tinggi yang mengelilingi kediaman keluarga perdana menteri ini.

"Huh! Astaga, sepertinya aku harus mulai berlatih sekarang. Tubuhku ini kecil sekarang, aku tak mungkin bisa dengan mudah memanjat tembok tinggi ini, kalau tubuh lama ku mungkin saja akan sangat mudah, tapi sekarang sudah berbeda dan aku harus mulai terbiasa dengan tubuhku yang kecil ini." Gumamnya hampir frustasi saat sadar jika tubuhnya saat ini sangat kecil, jauh berbeda dengan tubuh atletisnya dulu yang tingginya sekitar 180 cm.

"Baiklah, mari kita coba!" Gumamnya dengan bertekad, lalu dengan cepat ia melompati tembok tinggi itu dengan sekali hentakan.

Hap

"Kemampuanku memang tidak di ragukan lagi! Hehehe" Ucap Gabby yang saat ini sudah menjadi Xin Qian Li dengan sombongnya.

Hap

Melompat kebawah dengan gaya anggun, Xin Qian Li mendarat di tanah dengan sempurna.

"Selamat tinggal neraka kedua!" Ucap Xin Qian Li dengan tampang jenaka saat melambaikan tangannya seolah tanda perpisahan kearah tembok tinggi kediaman keluarga perdana menteri itu.

Ia pun pergi dari sana dengan berjalan kaki menuju sebuah hutan.

"Si*l! Alas kaki sekalipun aku tak punya! Mana baju yang aku pakai ini terlihat seperti gembel, sangat lusuh dan sobek dimana-mana." Keluh kesah Xin Qian Li saat melihat keadaannya yang sangat memprihatinkan.

"Bagaimana bisa, seorang gadis yang berstatus sebagai putri dari seorang perdana menteri di perlakukan tidak layak seperti ini! Menyebalkan sekali mereka semua, awas saja kalau aku bertemu mereka, akan aku buat perhitungan!" Gumamnya terus sepanjang jalan.

Saat Xin Qian Li sedang mengomel di sepanjang perjalanannya, tiba-tiba semak-semak belukar yang berada di sampingnya bergerak seperti ada sesuatu disana.

Dengan menghentikan langkahnya, Xin Qian Li mulai waspada terhadap semak yang bergerak-gerak itu. Muncul perasaan tak enak, ia melihat sekeliling tempatnya berdiri guna mencari sesuatu untuk ia gunakan melawan jika itu orang jahat atau hewan buas.

Saat ia sudah mendapatkan sebuah bambu yang berbentuk runcing, ia perlahan mendekat kearah semak-semak belukar yang sedang bergerak-gerak itu.

"Kena kau!" Pekiknya saat tangannya sudah menyentuh dan membuka semak yang bergerak.

Saat itu juga terdengar suara seekor kuda pegasus meringkik dengan kencangnya.

Saking terkejutnya, Xin Qian Li terjungkal kebelakang dengan mata terbelalak lebar.

Ia segera bangun dari terjatuhnya, Xin Qian Li mengumpati kuda bersayap yang sudah mengagetkannya itu.

"Kuda si*lan! Kau mengagetkan ku bodoh!" Ucapnya dengan marah.

Kuda bersayap (pegasus) itu terdiam mendengar umpatan gadis di hadapannya.

"Apa yang di katakan gadis ini? Berani sekali dia mengumpatiku! Dia yang sudah mengagetkan aku, malah dia yang marah padaku. Dasar gadis gila!" Gumam didalam hati kuda itu dengan kesal pada gadis di hadapannya.

Melihat makhluk yang ada di hadapannya hanya diam saja membuat Xin Qian Li merasa kesal.

"Sudahlah, percuma juga aku berbicara dengan hewan! Mana mungkin dia mengerti apa yang aku katakan, dasar bodoh sekali!" Rutuknya pada diri sendiri karena sudah seperti orang gila yang berbicara dengan seekor kuda bersayap.

"Lebih baik aku melanjutkan berjalan untuk mencari sungai di sekitar sini, aku rasa aku sudah mulai tidak waras sekarang dan ingin cepat-cepat berendam." Monolognya pada diri sendiri. Lalu ia melangkah pergi dari sana begitu saja.

Mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya saat ini membuat siluman kuda bersayap itu terkikik geli didalam hatinya. Mengapa bisa ada gadis yang aneh seperti gadis di hadapannya ini.

"Aku rasa dia mempunyai daya tarik yang luar biasa, aku tidak merasakan adanya rasa kewaspadaan dan rasa terancam saat di dekatnya. Sepertinya dia bukan gadis biasa, hanya saja dia sedikit aneh." Gumamnya didalam hati. Kemudian entah apa yang merasukinya, ia malah mengikuti kemanapun gadis itu pergi.

Saat sudah hampir 20 menit berjalan, Xin Qian Li pun akhirnya menemukan sebuah sungai untuk ia mandi.

"Ah... Akhirnya aku menemukan sungai untuk mandi. Airnya sangat jernih, sepertinya mandi di sungai ini akan sangat menyegarkan!" Ucapnya senang kemudian ia langsung saja turun ke sungai untuk mandi.

"Ahhh... Segar sekali!" Pekiknya sangat senang.

Saat sedang bersantai berendam di dalam air, Xin Qian Li pun merasa aneh saat ada sesuatu yang juga ikut masuk kedalam air tak jauh darjnya. Menoleh ke belakang, Xin Qian Li melihat di belakangnya ada seekor kuda bersayap yang tadi. Apakah kuda itu mengikutinya, pikirnya.

Namun, ia tak ambil pusing, toh apa salahnya membiarkan kuda itu ikut berendam di sana.

Melihat reaksi yang di tunjukkan gadis yang tadi ia ikuti hanya diam, membuat kuda bersayap itu merasa heran. Namun, tak ayal ia merasa senang kalau keberadaan dirinya dapat di terima dengan baik oleh gadis itu.

"Ehem... Hai nona, perkenalkan namaku Bingwen, aku adalah makhluk legendaris atau bisa di sebut sebagai siluman pendamping." Ucap Bingwen tiba-tiba saja ia merasakan ingin memperkenalkan dirinya.

Lagi-lagi Xin Qian Li di buat terkejut saat melihat dan mendengar ucapan dari kuda bersayap itu.

"Ha...hah?! Ka...kau! Yang benar saja, kenapa dunia ini sangat aneh!" Pekik Xin Qian Li dengan tampang cengonya.

Melihat reaksi berlebihan itu membuat Bingwen tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha... Kau sangat lucu nona, hahaha... Wajahmu sangat jelek saat terkejut." Ucap Bingwen di sela tawanya.

Mendengar ucapan Bingwen membuat wajah Xin Qian Li menjadi sangat muram.

"Dunia ini gila!" Ucap Xin Qian Li dengan datar.

Menghentikan tawanya saat melihat wajah muram dari gadis di hadapannya. "Em... Apakah nona sudah memiliki makhluk pendamping atau siluman pendamping?" Tanya Bingwen tiba-tiba.

"Entahlah, aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan. Aku tidak tau tentang makhluk legendaris pendamping atau siluman pendamping itu." Balas Xin Qian Li jujur.

Mendengar itu membuat Bingwen sedikit bingung. Namun, ia tak mau banyak berpikir.

"Emm... Bagaimana kalau nona menjadikan aku sebagai makhluk legendaris pendamping milik nona, kita bisa melakukan kontrak darah untuk saling terhubung." Ucap Bingwen sangat yakin dengan keputusannya untuk menjadikan gadis di hadapannya itu sebagai tuannya.

"Baiklah, sepertinya tidak buruk. Mari lakukan!" Ucap Xin Qian Li yang berubah menjadi bersemangat.

Terlihat ketara sekali dari raut wajahnya jika saat ini Bingwen merasa sangat senang akan tanggapan dari calon tuannya itu.

"Baiklah nona, teteskan darah nona di atas kepalaku, setelah itu kontrak darah sudah selesai di lakukan." Ucap Bingwen memberi tahu cara untuk melakukan kontrak darah.

Mendengar penuturan dari Bingwen, langsung saja Xin Qian Li melukai tangannya dengan cara menggigit jari telunjuknya kemudian ia meneteskan darahnya di atas kepala Bingwen.

Tiba-tiba saat darah menetes, cahaya kekuningan muncul kemudian menghilang.

"Namaku Xin Qian Li, kau boleh memanggilku Xin. Jangan pakai embel-embel nona, anggap saja kita teman bukan sebagai tuan dan bawahan. Ya, anggap saja begitu, karena aku tak gila hormat seperti para bangsawan lainnya." Ucap Xin Qian Li memperkenalkan dirinya.

Mendengar ucapan dari tuannya membuat bibir Bingwen menampilkan lengkungan senyum tulus disana.

"Baiklah Xin, senang bertemu denganmu." Ucap Bingwen kemudian mereka berdua melanjutkan untuk berendam di air sungai yang jernih dan menyenangkan itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!