15

"Ka, menurutmu apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Tanya Xia He Tang kepada Xiu He Tang saat mereka sedang berjalan menyusuri jalanan ibu kota.

"Kita kembali ke kediaman jenderal Jiazhen Tang." Ucap Xiu He Tang.

Menoleh menatap wajah kakak kembarnya itu dengan tampang serius.

"Kau yakin? Apa tidak ada tempat lain, aku sangat malas berhadapan dengan mereka semua." Keluh Xia He Tang.

"Hanya sebentar." Ucap Xiu He Tang

"Huh... Baiklah, aku ikut saja denganmu ka." Menghela nafas lelah, Xia He Tang hanya pasrah dengan keputusan sang kakak.

Saat mereka di perjalanan, tiba-tiba saja terdengar suara.

"Xiu, aku merasakan ada aura kegelapan di sekitar sini." Ucap Yichen sang naga hitam melalui telepati.

"Kau benar, aku juga merasakannya." Balas Xiu yang juga lewat telepati.

Xiu He Tang menghentikan langkahnya yang membuat Xia He Tang ikut menghentikan langkahnya dengan bingung.

"Apa apa ka, kenapa berhenti?" Ucap Xia bingung.

"Disekitar sini ada aura kegelapan, sebaiknya kita tetap harus berhati-hati." Ucap Xiu memberitahu adik kembarnya itu.

"Aura kegelapan? Apakah itu artinya di sekitar sini ada seseorang yang menjadi bagian dari dewa iblis?" Tanya Xia He Tang penasaran.

"Orang yang ada sangkutannya dengan dewa iblis atau orang itu adalah keturunannya." Ucap Xiu He Tang.

"Benarkah? Kalau begitu kita harus waspada!" Ucap Xia dengan wajah serius.

"Yuchen, apa kau juga bisa merasakannya?" Tanya Xia bertelepati kepada naga putih miliknya.

"Tentu saja bisa Xia." Balas Yuchen lewat telepati.

"Hebat sekali!" Ucap Xia He Tang kagum.

Sampai di kediaman keluarga Jenderal besar Jiazhen Tang.

"Wah ada apa ini, kenapa ramai sekali?" Ucap Xia He Tang saat ia sampai kediaman jendaral Jiazhen Tang sudah ada banyak sekali orang yang datang.

"Acara pemakaman bibi Lien-hua." Ucap Xiu He Tang.

"Astaga! aku sampai lupa soal itu." Ucap Xia He Tang tanpa beban.

Mereka berdua masuk kedalam tanpa takut sedikitpun.

"Berani sekali kalian menginjakkan kaki di kediaman ini setelah membunuh istriku!" Teriak marah tiba-tiba seorang pria paruh baya bernama Chyou yang merupakan suami dari bibi Lien-hua.

"Aku akan membunuh kalian!" Ucap seorang gadis yang merupakan anak dari bibi Lien-hua.

"Sampah! kalian harus mati menyusul ibuku!" Ucap seorang pemuda dengan menggeram marah, ia juga adalah anak dari bibi Lien-hua.

Ketiga orang itu menyerang si kembar dengan membabi buta.

Wus

Wus

Wus

Berbagai serangan di lancarkan, tetapi tidak satupun yang berhasil mengenai si kembar.

Dengan lihai si kembar menghindari semua serangan dan juga mulai melesatkan serangan balik.

Wus

brak

Wus

Brak

Wus

Brak

Ketiga serangan yang menghantam keras tubuh ketiga orang yang sudah dengan berani menyerang si kembar.

"Minta maaflah, atau kalian akan aku habisi!" Ucap lantang Xiu He Tang menatap dengan dingin ketiga manusia itu.

"Cuih! aku tidak sudi, mati saja kalian berdua!" Ucap Paman Chyou meludah ke tanah.

Melihat sikap pria paruh baya itu membuat Xiu meradang.

Menarik keluar pedang miliknya dan dengan gerakan yang sangat cepat, ia mengayunkan pedang di tangannya kemudian menebas leher pria paruh baya itu tanpa ampun.

kepala pria paruh baya itu menggelinding dengan darah yang mengalir membasahi tanah.

"Giliran kalian!" Jedanya. "Minta maaf atau mati?" Ucap Xiu He Tang dingin dengan beralih menodongkan pedangnya ke leher pemuda yang merupakan anak dari bibi Lien-hua itu.

Melihat kejadian yang berlangsung di depan mata, semua orang yang berasal dari kalangan bangsawan itu mundur. Mereka ketakutan saat melihat dengan mata mereka sendiri bagaimana kekejaman kedua gadis kembar di hadapan mereka saat ini.

Sedangkan Jenderal besar Jiazhen Tang yang berada di tempat hanya berdiri terdiam dengan kaku.

"Apa ini? Kedua gadis kembar itu lagi? Apa mereka benar-benar gadis kembar yang selama ini aku abaikan? Tapi itu tidak mungkin!" Gumamnya didalam hati.

"Terabaikan oleh keluarga sampah ini tidak membuat kami berdua terlihat menyedihkan. Siksaan, cacian dan perlakuan semua orang terhadap kami akan kami balas dengan setimpal! menghilangkan nyawanya sekalipun tidak sulit." Ucap Xia He Tang dingin.

Mendengar ucapan gadis itu membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri.

"Mulai sekarang, aku Xia He dan kakak kembar ku Xiu He memutuskan untuk tidak menganggap keluarga sampah ini lagi!" Ucap lantang Xia dengan menatap tajam kepada Jenderal besar Jiazhen Tang yang saat ini hanya dapat berdiri kaku di tempat.

Setelah mengucapkan kalimatnya, Xia He langsung saja menghunus pedangnya ke dada pemuda yang merupakan anak dari bibi Lien-hua itu. Kemudian, ia mencabut pedangnya dengan kasar dan menancapkan pedangnya lagi ke dada seorang gadis yang juga merupakan anak dari bibi Lien-hua.

"Akhh..." pekik tertahan keduanya saat rasa sakit di dadanya menjalar keseluruhan tubuh.

Semua orang menganga lebar menyaksikan secara langsung kesadisan kedua gadis kembar itu.

"Tidak ada pilihan untukmu pria tua! kau harus mati, karena aku sudah muak melihat mu di dunia ini!" Ucap Xiu He kemudian setelah itu ia bergerak secepat kilat dan langsung menebas leher pria paruh baya itu.

"Sudah tidak ada lagi keluarga Jenderal Tang! semua sudah mati, jangan anggap kami salah satu keluarga yang tersisa karena kami tidak akan mengakuinya!" Ucap Xiu He dengan dingin kemudian mereka berdua pergi dari sana tanpa perasaan takut sedikitpun.

"Bukankah putri kembar Jenderal Tang sudah lama tidak pernah terlihat, kenapa mereka tiba-tiba muncul dan membantai semua anggota keluarga?" Bisik seorang wanita yang ada di sana, ia juga melihat betapa sadisnya kedua gadis kembar itu.

"Jelas saja mereka membalas dendam karena sudah di perlakukan sangat buruk. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika aku di posisi mereka." Ucap gadis lain.

"Kita akan pergi ke sebuah penginapan." Ucap Xiu He.

"Baiklah ka, aku juga sudah sangat lelah." Ucap Xia He.

Di penginapan

"Nyaman sekali!" Ucap Xia He saat tubuhnya berbaring di atas peraduan.

"Aku akan mandi terlebih dahulu." Ucap Xiu He berlalu masuk kedalam kamar mandi yang ada di penginapan itu.

"Semoga setelah ini, aku dan kakak bisa hidup dengan tenang. Tidak di dunia modern atau di dunia kuno yang aneh ini, selalu saja kami mengalami hal yang menyusahkan seperti ini." Gumam Xia He lalu ia memejamkan matanya.

Di dalam kamar mandi

Xiu yang berendam sedang berbicara dengan naga hitam miliknya.

"Apa kau tau Yichen, aku sekarang sangat bingung dengan diriku sendiri." Ucap Xiu He.

"Memangnya apa yang membuatmu bingung Xiu?" Tanya Yichen yang saat ini keluar dari ruang dimensi.

"Entahlah, aku hanya merasakan bahwa suatu saat nanti aku akan mengalami hal yang tak terduga." Ucap Xiu He.

"Mungkin itu hanya perasaanmu saja Xiu, tak usah di pikirkan." Ucap Yichen.

"Aku juga merasakan hal yang sama Xiu, tapi aku tidak bisa mengatakannya padamu." ucap Yichen didalam hatinya.

Setelah selesai berendam, Xiu He keluar membangunkan Xia He pergi ke rumah makan, untuk pergi mengisi perut yang sudah keroncongan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!