Rendi mengerang begitu hentakan terakhir ia berikan di dalam tubuh Airin. Sudah satu jam lebih mereka bergulat di atas ranjang hotel tempat cowok itu beristirahat selama berada di Jakarta.
Ia merebahkan tubuhnya yang penuh dengan keringat di sebelah tubuh molek Airin. Dipandanginya lekat-lekat wajah berpeluh yang sudah sejam lebih ia nikmati itu.
"Capek?"
Airin menoleh, mendapati sepasang mata yang sedang memandangnya penuh puja. "Sedikit." Balasnya sembari menegakan tubuh dan menarik satu puntung rokok yang sudah dinyalahkan terselip di bibirnya. Ia menghembuskan asap bernikotin itu ke udara, lalu kembali menatap Rendi di sebelahnya. "Kamu gak bosen?"
Dahi Rendi mengkerut. "Bosen? Untuk?"
"Semua yang kita lakuin."
"Aku selalu suka ngelakuin ini sama kamu. Gak pernah sekalipun ada rasa bosan di hidup aku saat berdua dengan kamu." Rendi tersenyum, mengusap pipi Airin dengan punggung jari tangannya.
Tentu saja. Semua laki-laki memujanya, menatapnya seolah ia adalah makhluk yang sulit ditemukan. Tak ada satupun laki-laki yang tidak bisa ia taklukan. Semua seolah berlomba-lomba untuk medapatkannya.
Kecuali Kai. Laki-laki itu benar-benar membuat Airin kehilangan akal, sudah banyak cara yang ia lakukan untuk mendapatkan hati Kai, tapi laki-laki itu seolah acuh dan menganggap jika semua perempuan sama saja di hatinya, tidak akan ada ruang.
"Aku masih takut Krystal bakalan ngomong sama Kai tentang hubungan kita." Airin kembali menghembuskan asap rokok itu ke udara. "Mereka semakin deket semenjak Krystal kerja di tempat Kai."
"Dia gak akan berani." Rendi beringsut, duduk sambil bersandar pada kepala ranjang. "Krystal terlalu polos untuk hal semacam itu."
"... dan dia bisa lebih kejam dari yang kamu duga." Tambah Airin.
Rendi menarik dagu Airin ke atas untuk menatapnya, lalu mengecup bibir plum itu dengan lembut. "Kamu gak usah takut, aku bakalan buat Krystal gak akan bicara sama Kai tentang hubungan kita."
Lalu Airin tertawa dalam hati. Dan lo terlalu mudah untuk gue bodohi. "Makasih." Bisiknya tepat di depan bibir Rendi.
Bibir itu kembali menyatu. Berbagi kenikmatan satu sama lain. Mereka saling menjelajah, saling mendamba sampai gairah itu kembali datang.
Tangan Rendi terangkat untuk menelusuri wajah, leher, dada, dan berhenti tepat di perut cewek itu. Ia mengelus bagian itu lembut hingga Airin mengerang.
Sore itu, Rendi kembali mendapatkan kepuasannya dari perempuan yang ia puja. Perempuan yang mati-matian ia kejar sejak dulu. Perempuan dingin dengan segala macam pesona.
Namun Airin, ia tidak peduli dengan apapun selain mendapatkan Kai di pelukannya. Sekalipun harus membodohi cowok yang sedang bercumbu dengannya saat ini.
***
Krystal malu setengah mati saat seluruh penghuni gedung menatap ke arah mereka dengan senyum meledek. Ia menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Kai sambil mengeratkan pelukannya di leher cowok itu.
"Kak, turunin aku. Malu ih dilihatin orang." Bisik Krystal di telinga Kai.
Cowok itu hanya tersenyum lalu memandangi semua orang yang menatap mereka saat di dalam lift. Sesekali ia sengaja menggoda Krystal dengan kata-kata gombalnya, yang justru lebih menyulut perhatian semua orang untuk menatap ke arahnya.
Kai menikmati permainannya ini, sementara Krystal menahan malu dengan wajah merah seperti kepiting rebus.
"Lagi manja, bu. Minta digendong." Ujar Kai pada ibu-ibu yang sedang memperhatikan mereka. Krystal seketika membelalak, lalu menggigit pundak Kai keras.
"Aww.." ringisnya, "jangan di sini, Krys. Nanti aja gigit-gigitannya, di kamar."
Krystal semakin blingsatan mendengar ucapan santai dari Kai di tengah-tengah gerombolan orang-orang di dalam lift.
"Kak!!!" Geramnya tertahan.
"Baru nikah ya?" Ibu-ibu di sebelah Kai terkekeh. "Pantes, masih anget-angetnya. Lagi seneng manja-manjaan."
"Biar cepet dapet anak ya, mas." Sahut ibu-ibu yang satunya lagi.
Kai hanya menanggapinya dengan senyuman, sedangkan Krystal semakin menenggelamkan wajahnya pada pundak Kai.
"Semoga cepet dapet momongan ya."
"Amin.. Makasih, bu, udah di doain." Kai lalu menggoyangkan pundaknya pelan. "Krys, bilang apa sama ibunya."
Krystal benar-benar akan memukul kepala Kai jika saja mereka tidak sedang berada di ruang publik. Tidak tahukah cowok itu jika ia sudah setengah mati menahan malu dengan menyembunyikan wajahnya. Apalagi begitu ia menoleh dan mendapati seorang ibu menatapnya sambil tersenyum meledek.
Krystal tidak bisa berbuat banyak selain menanggapi dengan pura-pura tersenyum, dan berkata, "Makasih, bu."
Begitu pintu lift terbuka, Kai segera melangkah keluar dengan tangan yang masih menggendong tubuh Krystal. Sebelum benar-benar keluar, Kai dan Krystal berpamitan sebentar pada ibu tadi. Lalu setelah pintu lift tertutup, Krystal langsung memukul pundak Kai kencang hingga membuat cowok itu meringis kecil namun tetap dengan tawa geli.
"Turunin, kak! Gak lucu tau!" Kesal Krystal yang masih dalam gendongan Kai. "Turun ihh!" Paksanya lagi.
"Diem, nanti kita berdua bisa jatoh kalo lo gerak-gerak." Balas kai yang membuat Krystal seketika berhenti.
Kai melanjutkan langkahnya hingga berhenti tepat di depan pintu apartemennya.
"Buka pintunya." Pinta Kai.
Krystal merengut. "Kakak aja."
"Lo gak lihat tangan gue lagi apa?" Keluh Kai sambil berdecak.
"Makanya turunin aku!" Protes Krystal.
"Udah lo aja yang pencet passcode-nya."
"Kamu aja, aku mau turun."
"Tanggung... nanti di dalem baru gue turunin. Buruan, lo mau kita di depan kayak gini terus?"
"Ish!!" Sambil berdecak kesal, Krystal membuka tutup panel kunci, lalu kembali menatap Kai karena tidak tahu passcode-nya. "Berapa nih?"
"Sama kayak apartemen lo."
Krystal mengerutkan keningnya. "Kok bisa? Kenapa sama?"
"Gak usah ditanya bisa gak? Lo tuh berat! Buruan!" Keluh Kai yang di balas decakan dari gadis itu.
***
berikan cinta kalian untuk penulis dengan menekan vote, like, dan memberikan komentar ❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
⋆.˚mytha🦋
wkwkwkwk.. kai kaya lagi ngajarin anaknya "ayo krys bilang apa ke ibu?" 🤣🤣🤣
2024-05-12
1
hasna asthyna
cuek banget ya ini KAI hahahaha
2023-10-01
1
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
mereka berdua menyenangkan 🤣
2022-08-25
0