20. Saling Rawat

Tak lama setelah Zalan dan Azeela menginggalkan TKP, Rashilah dan Timsar sampai di tepi jurang. Gadis muda itu menunjuk tubuh Tamil yang tergeletak di balik pohon pinus. Salah satu timsar memeriksa kondisi Tamil. "Syukurlah ia masih bernapas. Cepat bawa ke rumah sakit". Ucap salah satu timsar.

Semua timsar menginggalkan TKP. Kejadian hari ini benar-benar telah berubah. Pria paru baya itu selamat. Ia tidak jadi jatuh ke jurang. Pria itu hanya pingsan di tepi jurang. Kesimpulan dari polisi terkait kasus ini, karena Tamil kelelahan melakukan pendakian, di tambah hari hujan deras, akhirnya pingsan. Rashilah juga memberikan kesaksian yang demikian.

Gadis itu sedang asik mendengarkan lagu di tengah derasnya hujan. Ketika ia terus berjalan, ia mendengar suara orang yang sedang kesakitan, ia menuju sumber suara. Sampai di sumber suara, gadis itu melihat Tamil sudah terkapar tak berdaya. Ia pun bergegas mencari bantuan sampai ia tergelincir karena terlalu terburu-buru. Kata Rahsilah ia tidak melihat orang lain di situ. Ia hanya melihat pria tua itu yang sudah pingsan.

Zalan dan Azeela sampai di mobil. Melihat kondisi Zalan yang begitu lemah, akhirnya Azeela putuskan untuk menyetir mobil itu. Saat perjalanan menuju rumah, Zalan pingsan. Azeela yang melihat itu sangat khawatir dengan kondisi pria di sampingnya.

Gadis ayu itu mempercepat mengendarai mobilnya. Akhirnya sampai rumah dengan kondisi basah kuyup. Keluar dari mobil, Azeela memapah Zalan untuk masuk ke rumah mereka dengan mengecek situasi di sekitar dulu. Karena Azeela tidak ingin ada yang melihat kondisi Zalan yang berlumur darah dan basah kuyup. Takutnya jika ada yang melihat nantinya akan timbul masalah baru.

Sampai dalam rumah, Azeela menidurkan Zalan di sofa ruang tamu. Setelah itu ia berjalan ke kamar Zalan untuk mengambil handuk. Gadis ayu itu mengeringkan badan Zalan. Pria tampan itu masih dalam keadaan pingsan. Setelah selesai mengeringkan badan Zalan, Azeela mengambil kotak P3K, ia mengobati luka di perut Zalan.

Ketika Azeela membersihkan bekas darah di perut Zalan, gadis itu kaget melihat sudah tidak ada luka bekas tusukan kayu di perut pria itu. Yang ada sekarang hanya bekas darahnya saja. "Apa yang dikatakan Zalan waktu itu benar-benar nyata". Gumam Azeela.

"Sepertinya bentar lagi Zalan akan bangung. Mungkin tubuhnya butuh istirahat sebentar". Ujar Azeela sambil berjalan menuju kamar mandi untuk merendam handuk, dan sapu tangan yang sebelumnya ia gunakan untuk membersihkan darah di perut Zalan. Setelah itu Azeela juga mengeringkan badannya di kamar mandi.

Selesai berganti pakaian, Azeela berjalan perlahan menuju kamarnya untuk mengeringkan rambut. Namun tiba-tiba kepala gandis ayu itu pusing. Tak begitu jauh dari pintu kamar mandi, Azeela pingsan.

Tubuh gadis ayu itu tergeletak di lantai. Bibir gadis malang itu begitu pucat. Sepertinya Azeela sangat kelelahan dan kedinginan. Wajar saja mereka berdua begitu kelelahan karena hari ini melewati perjalanan yang begitu panjang disertai hujan yang begitu lebat.

Lima belas menit kemudian, Zalan tersadar. Pria itu duduk sambil meregangkan otot-otot tangannya dan merilexkan tubuhnya. Zalan mengedarkan pandangannya ke segala arah. Sepertinya dosen muda itu sedang mencari dimana keberadaan Azeela.

Zalan berjalan ke dapur untuk minum air panas agar tubuhnya sedikit lebih hangat. Setelah itu ia masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Selesai ganti pakaian, Zalan mengetuk pintu kamar Azeela. Namun tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban, Zalan membuka perlahan pintu kamar gadis ayu itu.

"Tidak ada siapa-siapa. Kemana perginya gadis itu?". Gumam Zalan. Kemudian meninggalkan kamar Azeela. Pria itu berjalan ke arah kamar mandi yang tidak jauh dari ruang tamu. Ketika sampai, ia melihat seorang gadis yang tergeletak lemas di lantai.

Zalan menggendong Azeela ke kamar tamu. Sampai di kamar pria itu membaringkan tubuh Azeela di kasur. Zalan mengecek suhu tubuh Azeela. "Tinggi sekali panas nya". Ujar Zalan sambil berjalan meninggalkan kamar Azeela menuju dapur. Pria itu mengambil air panas dan kompresan untuk menurunkan panas pada tubuh Azeela.

Sambil menunggu Azeela untuk siuman, Zalan kembali ke dapur membuat teh tawar panas untuk Azeela jika gadis itu telah sadar nanti. Azeela mulai bangun. Gadis itu perlahan mencoba untuk duduk di kasurnya.

Zalan yang baru sampai di kamar dengan membawa secangkir teh di tangannya melihat Azeela dalam keadaan masih pusing memaksakan dirinya untuk duduk, Zalan bergerak cepat menarok cangkir yang di bawahnya ke atas meja dan membantu Azeela untuk duduk.

"Masih pusing?". Tanya Zalan sambil berjalan mengambil secangkir air teh. "Minum ini. Biar tubuh kamu sedikit lebih hangat". Ucap Zalan sambil memberikan teh itu pada Azeela. Tanpa penolakan Azeela langsung meminum habis teh itu.

"Gimana?. Udah sedikit mendingan?". Pria itu kembali melontarkan pertanyaan.

"Udah lumayan". Ucap Azeela dengan datar. Mendengar itu Zalan meminta Azeela lanjut istirahat. "Apa yang sebenarnya terjadi tadi lan?". Ujar Azeela sambil menatap Zalan dengan ekspresi butuh jawaban.

"Kita bahas itu besok aja ya!". Pinta Zalan dengan nada bicara yang pelan.

"Pliss! (Menyatukan kedua telapak tangannya). Saya nggak bakal bisa istirahat kalau nggak dengar ceritanya sekarang juga". Ujar Azeela.

Zalan menghela napas pendek. "Ummm... baik lah". Ucap Zalan. Azeela tersenyum mendengar jawaban dari Zalan. Pria tampan itu menceritakan bagaimana kejadian setelah mereka berdua memutuskan untuk berpisah arah agar cepat menemukan pak Tamil.

Kata Zalan sewaktu ia bertemu kembali dengan pak Tamil, pria paru baya itu sudah bergelantungan di akar dekat jurang. Ia meminta tolong untuk di bantu naik. Zalan yang melihat itu berusaha membantu pak Tamil untuk naik kembali ke atas. Zalan mencari sesuatu untuk membantu Pak Tamil naik. Dan dosen muda itu berhasil menyelamatkan Pak Tamil untuk tidak jatuh ke jurang.

Sampai di atas, seseorang dengan jas hujan hitam dan pakai topeng datang ingin menusuk Pak Tamil. Zalan yang melihat itu berusaha melindungi pria paru baya itu. Alhasil perut Zalan tertusuk kayu runcing yang awalnya di arahkan orang bertopeng itu pada Pak Tamil justru mengenai Zalan karena ia melindungi pria paru baya itu.

Pak Tamil berusaha untuk menghentikan tindakan orang bertopeng itu, namun pria paru baya itu terlempar cukup jauh dari posisi Zalan tertusuk. Melihat Zalan sudah sekarat, orang bertopeng itu berlalu pergi. Zalan yang setengah sadar masih berusaha untuk mengejar orang itu. Namun di tengah pengejaran, tubuh Zalan ambruk ke tanah. Zalan sudah tidak sadarkan diri lagi. "Dan saat saya bangun, kamu udah ada di depan saya". Tutur Zalan.

"Kira-kira siap orang itu!. Apa mungkin dia pelaku yang sama dengan kasus pembunuhan berantai yang akan terjadi bentar lagi?. Tapi apa tujuannya. Kenapa ia juga mengincar kakek!". Gumam Azeela sambil berpikir.

"Entah lah!. Tidak usah terlalu dipikirkan. Sekarang istirahat lah. Saya juga mau istirahat". Ujar Zalan sambil berdiri dari kursi di meja kamar Azeela.

Gadis ayu itu mengangguk pelan. "Makasih". Ucap Azeela sambil sedikit tersenyum.

"Ya sama-sama. Saya juga mau bilang makasih. Karena tadi kamu juga udah rawat saya. Jadi sekarang kita impas". Ujar Zalan dengan ekspresi datar.

"Oke". Ucap Azeela singkat. Zalan pun berlalu pergi meninggalkan kamar Azeela. Setelah Zalan pergi, gadis ayu itu kembali berbaring dan mencoba untuk istirahat.

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

orang yg sama kh

2023-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!