17. Kejanggalan

"Emang luka saya separah itu?. Saya merasa baik-baik saja". Ucap Azeela dengan polosnyo.

Zalan sedikit kesal dengan respon Azeela yang datar itu. Pria itu malas melanjutkan pembicaraannya di rumah sakit. "Kita bahas ini di rumah saja nanti". Ujar Zalan.

"Umm... oke". Ucap gadis ayu itu dengan santai. Azeela berganti pakaian dulu di toilet. Setelah selesai ganti pakaian, gadis itu ingin membuka perban yang ada di kepalanya. Ia merasa kepalanya baik-baik saja. Zalan menghentikan tindakan bodoh Azeela itu.

"Apa yang kamu lakukan?". Tegas Zalan sambil menghentikan tangan Azeela membuka perban.

"Buka perbannya. Emangnya kenapa sih?". Ucap gadis itu lembut.

Zalan bilang pada Azeela kalau tindakan ia yang sangat gegabah itu bisa menimbulkan masalah besar. Orang pasti akan bertanya-tanya dan curiga. Kenapa kamu cepat sekali pulih dari luka yang cukup dalam dan banyak kehabisan darah.

Mereka pasti akan merasa hal itu tidak wajar. Dan posisi Zalan dan Azeela di masa ini akan terbongkar. Zalan tidak ingin hal itu terjadi. Mendengar ucapan dari Zalan, Azeela menyadari keteledorannya. Ia minta maaf pada Zalan. Pria tampan itu memaklumi Azeela. "Lain kali harus lebih hati-hati". Ujar Zalan jutek.

Azeela hanya mendaham dan senyum sinis pada pria tampan disampingnya. Gadis itu masih kesal dengan sikap pria itu. "Kenapa ia selalu berlagak so cool seperti itu". Batin Azeela.

"Duduk di kursi roda ini". Ujar Zalan sambil menyodorkan kursi roda pada Azeela.

"Harus bangat kayak gini?". Sinis Azeela.

Zalan meminta Azeela untuk tidak banyak tanya. Azeela dengan jengkel menuruti perintah Zalan untuk duduk di kursi roda dan pura-pura masih belum terlalu pulih. "Jangan lupa wajah lesuhnya di pasang. Nanti dokter nggak percaya lagi". Ucap Zalan. Azeela hanya mendaham.

Mereka berdua menuju resepsionis. Pria itu mengurus ke pulangan Azeela. Setelah semuanya selesai, Zalan mendorong kursi roda Azeela sampai ke mobilnya. Sampai depan mobil ia memapa Azeela untuk masuk. Setelah itu menaruh kursi roda di begasi. Mobil Zalan pun berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.

Dalam perjalanan pulang mereka berdua hanya diam. Azeela mengelus-elus sendiri tangannya karena merasa kedinginan. Zalan yang melihat itu tiba-tiba menghentikan mobilnya. Pria itu keluar dari mobilnya menuju bagasi. Azeela bingung dengan sikap dosen muda itu. Zalan kembali masuk ke mobil dan memberikan jaket pada Azeela.

"Pakai ini". Ujar Zalan datar. Kemudian pria itu kembali mengemudi. Azeela memakai jaket itu dengan perasaan campur aduk. Gadis itu memalingkan muka nya ke kiri sambil tersenyum tipis. Setelah itu kembali memasang ekspresi datar lagi. Ia tidak ingin Zalan tahu bahwa perhatian kecil dari Zalan bikin dia nyaman.

Tak berselang waktu lama, mereka sampai di rumah dengan suasana malam yang sudah mulai larut. Zalan dan Azeela tidak bertegur sapa. Mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih. Selesai mandi Azeela bersiap-siap untuk segera istirahat. Gadis ayu itu berbaring dengan nyaman di kasur nya. Ia kembali teringat cerita ibunya sewaktu di rumah sakit.

"Ibu begitu mencintai ayah. Gue bisa lihat dari sorot mata ibu yang sangat berbinar-binar penuh cinta ketika menceritakan awal ia bisa sama ayah. Tapi yang sampai sekarang tidak gue mengerti kenapa di masa depan keluarga ibu jadi berantakan. Bahkan ayah tidak sama dengan apa yang diceritakan ibu tadi siang. Sifat ayah jauh berbeda di masa depan. Apa yang membuat ayah yang penyayang menjadi dingin seperti itu pada gue dan ibu dimasa depan. Pasti terjadi sesuatu di tahun ini. Pasti ada yang ayah tutupi dari gue. Bahkan juga dari ibu. Gue harus cari tahu kejadian apa yang bikin ayah jadi berubah". Gumam Azeela dalam hati.

Suara ketukan pintu menghentikan lamunan Azeela. "Ya?". Sahut Azeela sambil berjalan untuk membuka pintu. Zalan berdiri di depan pintu kamar Azeela.

"Sebelum tidur makan dulu. Saya tidak mau makanan yang saya beli tadi mubazir". Ujar Zalan datar sambil berlalu pergi.

Azeela benar-benar bingung dengan tingkah pria itu. "Mubazirrrr! Alasan. Bilang aja khawatir sama gue karena tadi siang belum sempat makan". Dumel Azeela sambil menaikan satu alisnya.

Azeela sampai di meja makan. Gadis itu langsung memakan sup ayam yang sudah di panas kan kembali oleh Zalan. Ketika sedang makan, Azeela baru teringat dengan kejadian yang menimpa Amelda di kampus. "Ada yang ingin saya bicara kan sama kamu soal Amelda". Ucap Azeela sambil masih melahap sup.

"Habis kan saja makanan nya dulu. Setelah itu baru bicara". Ujar Zalan sambil kembali melanjutkan cuci piring nya. Azeela hanya mendaham tanda mengerti.

Setelah selesai makan Azeela menaruh piring kotor di wastafel. "Kalau selesai makan piringnya jangan lupa di cuci. Anak gadis tapi suka berantakan". Ujar Zalan kemudian berlalu pergi membaca buku di ruang tamu.

Azeela meledek Zalan dari belakang. Gadis itu memerengkan bibirnya. "Sok bersih bangat tu orang". Batin Azeela sambil mencuci piringnya. Selesai cuci piring Azeela hendak pergi istirahat ke kamarnya.

"Apa yang kamu ketahui tentang Amelda?". Ucap Zalan pada Azeela tapi matanya tetap fokus baca buku.

Mendengar suara Zalan gadis ayu itu memutar arah dan duduk di sofa depan Zalan. "Oo soal itu. Ternyata Amelda benar di teror. Saya lihat sendiri gadis itu di teror dengan kotak merah". Tutur Azeela sambil memasakan wajah khawatir pada Amelda.

"Apa isi kotak itu?". Tanya Zalan dengan spontan menutup buku bacaannya. Azeela menceritakan semua yang di lihatnya di kampus. Sampai kejadian bagaimana ia bisa terjatuh dari tangga. "Kulit pisang?". Ucap Zalan sambil berpikir.

"Kamu yakin yang bikin kamu tergelincir itu kulit pisang?". Tanya Zalan untuk memastikan.

"Ia. Saya sangat yakin". Jawab Azeela dengan penuh percaya diri.

Zalan merasa kejadian yang menimpa Azeela sudah di rencana kan. Zalan bilang pada Azeela sewaktu Azeela di larikan ke rumah sakit, Zalan menyelidiki kejadian itu. Ia memeriksa CCTV tapi tidak menemukan apa-apa. Bahkan tidak ada kulit pisang di tangga itu. Seolah-olah seseorang sudah membersihkan jejak. Azeela pun jadi bingung. "Kenapa orang itu mengincarku?". Gumam Azeela.

"Kamu yakin tidak ada yang melihat mu sewaktu mengikuti Amelda?". Tanya Zalan.

"Entah lah. Seingat saya hanya ada kami berdua di gerbang belakang itu". Ucap Azeela sambil kembali mengingat saat ia mengawasi Amelda.

"Jangan bilang....,". Ucapan Zalan terhenti.

Azeela seolah paham dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Zalan. "Bisa jadi si. Pelakunya lihat aku mengawasi Amelda. Ia merasa terancam kemudian bikin aku celaka". Ujar Azeela.

"Artinya pelakunya ada di kampus Itu. Kita harus lebih hati-hati dalam bertindak. Bisa jadi pelakunya tidak sendiri". Tutur Zalan. Azeela mengangguk tanda setuju dengan ucapan Zalan.

"Seperti nya ada sesuatu yang terlewat!". Ucap Zalan tiba-tiba. Pria itu bergegas menuju ruang rahasia mereka. Mereka mendiskusikan hal tersebut cukup lama. Zalan dan Azeela membaca semua dokumen terkait khasus-khasus yang akan terjadi di tahun 2005.

"Pasti ada hal yang terlewatkan oleh saya". Gumam Zalan dengan tetap fokus menbaca berkas-berkas yang telah ia kumpulkan selama ini.

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

muara cinta kita mampir thor

2023-10-31

1

Putra Al - Bantani

Putra Al - Bantani

sifat yang bagus

2023-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!