4. Hanya bisa menangis

Cahaya bulan telah masuk menyinari malam yang begitu kelam. Azeela baru selesai kuliah sekitar jam delapan malam dini hari. Hari ini ia selesai kuliah lebih awal. Gadis itu berjalan perlahan menyusuri setiap area jalan raya sambil melihat-lihat suasana disekitarnya. Ia terus berjalan perlahan sampai suatu hal menghentikan langkah Azeela.

Gadis malang itu berhenti tepat di depan Bar yang berada tidak terlalu jauh dari rumah kediamannya. Ia memasuki Bar itu perlahan. Dari Gerak gerik dan gestur tubuh yang diperlihatkan oleh Azeela, seperti nya gadis itu sedang mencari seseorang. Dan benar saja, Azeela berjalan ke satu meja.

Sesampai ia dimeja itu, gadis itu langsung saja membalik meja itu sambil berteriak "Ayah....!". Dengan marah bercampur tangis. "Kenapa ayah selalu duduk disini!". Ucap Azeela dengan Isak tangis yang tidak terbendung lagi.

Ayah Azeela yang melihat sang putri marah dan menangis perlahan berjalan pergi meninggalkan Bar itu dengan sempoyongan. Azeela juga ikut meninggalkan Bar itu. Gadis itu berlari ke arah jembatan kemudian berteriak histeris untuk melepaskan kekecewaannya.

Setelah ia merasa amarahnya sudah mulai reda, gadis itu berjalan perlahan untuk menuju rumahnya. Sampai di rumah, azeela melihat kamar ibunya. Gadis itu melihat sang ibu sedang tertidur dengan nyaman di kasur batangan yang hanya beralaskan tikar di dekat lantai tanpa ada sofa (tempat tidur). Air mata mengalir begitu saja membasahi pipinya tanpa suara.

Azeela yang menyadari air mata itu mulai membasahi pipinya, ia menyeka air itu perlahan dengan lengan bajunya. Setelah itu ia berjalan perlahan menaiki tangga kayu di lantai dua, untuk masuk kamar. Kamar yang sederhana yang hanya dibaluti kayu dari dinding sampai lantainya.

Kamar yang bukan hanya sekedar tempat tidur bagi Azeela tapi juga sebagai tempat persembunyian dari hiruk pikuk kehidupan yang menyeramkan diluar kamarnya. Sampai dikamar gadis itu duduk di sudut kasurnya sambil menangis tanpa suara. Saking terluka batinnya, gadis itu sampai tidak bisa mengeluarkan suara di selah tangisnya.

Hanya air mata yang mengalir deras membasahi pipinya yang manis dan merona. Ibu Azeela terbangun dari tidurnya karena mendengar sang suami berteriak untuk dibukakan pintu utama. Seperti nya Azeela sengaja mengunci pintu itu agar sang ayah tidak bisa masuk kedalam rumah.

Ibu Azeela membuka pintu dan syok melihat keadaan sang suami dalam keadaan penuh luka dan darah. Kaki sang suami yang sudah pincang dari dulu, tambah susah ia gerakan karena ada luka di lututnya seperti luka ditebas benda tajam. Kulit lutut kakinya terbuka dengan luka cukup dalam. Kepalanya di aliri darah. Entah apa yang terjadi dengan ayah Azeela selepas mereka bertemu tadi. Ibu Azeela berteriak histeris di sertai tangis.

"Yaaa tuhann... Ada apa ini masss!. Apa yang terjadi dengan mu mass?". Ucap Youna lirih.

Youna ibunya Azeela bergegas mengambil kotak P3K untuk segera mengobati luka sang suami. Azeela yang mendengar ibunya berteriak, ia tersadar dari lamunannya. Ia menyeka air mata yang masih tersisa di pipinya. Kemudian segera turun menuju sumber suara.

Sampai di ruang tamu Azeela juga terkejut sambil menutup rapat mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. Air mata pun kembali membasahi pipinya. Gadis malang itu berlari menghampiri ibu dan ayahnya. "Buu, ayah kenapa buk?". Tanya Azeela lirih.

"Ibu juga tidak tahu nak. Cepat kamu telepon ambulans zel. Kondisi ayah kamu sangat buruk nak!". Ucap Youna ibunya Azeela dengan pelan dan terbata-bata. Azeela langsung menghubungi ambulans. Ayah Azeela sangat lemas dan wajahnya mulai pucat. Seperti nya pria itu sudah banyak kekurangan darah.

Darah terus mengalir di kaki maupun di kepala Sutomo ayahnya Azeela. Ayah Azeela mulai bersuara perlahan "maafkan saya Youna". Ucap Sutomo sambil melihat kearah Youna. "Maafkan ayah nak". Ucap Sutomo pada Azeela sambil memegang perlahan pipi sang anak dan Sutomo kembali tak sadarkan diri.

Melihat Sutomo yang sudah tidak sadarkan diri lagi, Youna menangis histeris sambil memeluk tubuh sang suami. Azeela yang melihat sang ayah sudah tak sadarkan diri. Juga ikut menangis sambil menggigit lengan tangannya agar Isak tangisnya tak terdengar oleh ibunya.

Ambulans sudah datang di depan rumah Azeela. Sutomo segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis. Azeela dan ibunya juga ikut menemani Sutomo dalam mobil ambulan menuju rumah sakit. Tak berselang waktu lama, ambulans yang membawa Sutomo sampai di rumah sakit.

Sutomo langsung dilarikan ke ruang UGD untuk segera mendapatkan penanganan medis. Azeela dan ibunya menunggu di luar ruangan. Gadis malang itu menghapus air matanya dan berusaha tegar demi ibunya. Ia memeluk dan berusaha menenangkan ibunya.

"Azel yakin, ayah pasti baik-baik aja Bu". Ucap Azeela sambil perlahan menghapus air mata sang ibu. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD. "Keluarga pasien?". Tanya dokter pada Youna dan Azeela yang sedang duduk di kursi samping ruang UGD.

"Ya dok. Saya istrinya. Bagaimana kondisi suami saya dok?". Tanya ibunya Azeela pada dokter.

"Baik, saya akan menjelaskan pada ibu kalau sewaktu saya memeriksa pasien, kondisi pasien sudah dalam fase yang bisa dibilang sangat kritis. Suami ibu mengalami pendarahan dimana-mana. Pertama, kepala pasien sebelah kiri, terdapat luka robek yang cukup dalam sehingga sangat banyak mengeluarkan darah meski sebelumnya sudah ibuk bantu perban juga tapi hal itu tidak cukup membantu untuk menghentikan perdarahan karena lukanya sangat fatal. Kedua, Suami ibu juga memiliki luka yang dalam di kaki kanannya. Dan hal itu juga mengakibatkan pendarahan. Kami sudah menjahit setiap luka dan melakukan upaya sebaik mungkin untuk menyelamatkan pasien. Tapi... (Dokter menghentikan ucapannya. Dan Ibu Azeela mulai sedikit oleng. Azeela menahan agar ibunya tidak jatuh kelantai)".

"Tapi apa dok?". Tanya ibu dan anak itu serempak.

"Tapi... Mohon maaf.., nyawa suami ibuk sudah tidak dapat terselamat kan. Karena sebelum kami sempat melakukan transfusi darah pada pasien, pasien sudah lebih dulu menghembuskan napas terakhirnya. Saya dan tim sudah berusaha semaksimal mungkin namun takdir berkehendak lain. Saya turut berduka cita untuk ibuk dan keluarga". Jelas dokter itu.

Mendengar ucapan dokter itu, Youna lemas dan terjatuh kelantai. Azeela menahan tangis nya. Ia berusaha menguatkan diri dan membantu ibunya untuk kembali berdiri. Dokter yang menangani Sutomo pamit pergi untuk memeriksa pasien berikutnya.

Jenazah Sutomo sudah di tutup dengan kain putih dan petugas segera memindahkannya keruang jenazah. Youna dan Azeela yang melihat orang yang mereka sayang dibawa petugas ke ruang jenazah berlari mengejar petugas itu dan menghentikannya. "Kalian mau bawa suami saya kemana?". Bentak ibu Azeela.

Petugas itu pun berhenti. Youna dan Azeela berdiri di depan jenazah Sutomo. Youra perlahan membuka kain putih yang menutupi sang suami. Ia ingin melihat wajah suaminya untuk terakhir kalinya. Kain yang menutupi Sutomo telah terbuka.

Terlihat wajah Sutomo yang sudah pucat tanpa darah dan sekujur tubuhnya sudah terasa dingin dan kaku. Ibu Azeela meraba perlahan wajah sang suami dan kemudian memeluk erat tubuh sang suami sambil tidak hentinya menangis.

Melihat isak tangis sang ibu, gadis malang itu sudah tidak sanggup lagi untuk membendung air matanya. Azeela pergi berlari meninggalkan ibu dan jenazah ayahnya. Ia keluar dari rumah sakit itu dengan sedikit sempoyongan. Tubuhnya terasa lemas dan tak berdaya karena habis menyaksikan kejadian pahit yang terjadi hari ini di dalam keluarga nya.

Terpopuler

Comments

mom mimu

mom mimu

mampir nyicil, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻 dua iklan mendarat...

2023-10-31

1

auliasiamatir

auliasiamatir

sabar ya zeela

2023-10-09

0

Sena judifa

Sena judifa

siapa sh pelakunya? muara cinta kita hadir

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!