Tubuh Azeela terbaring lemas di tepi danau dengan kondisi badannya basah kuyup. Perlahan-lahan tangan Azeela mulai bergerak dan mulai membuka matanya. Gadis itu pun mencoba untuk duduk. Iya sangat bingung dan berucap "Apa yang terjadi?. Kenapa aku ada di sini? Siapa yang menolong ku!. Bukannya tadi aku terpeleset dan tenggelam dalam danau". Gumam Azeela dalam kesendirian.
Malam begitu dingin ditambah lagi sekujur tubuh Azeela basah kuyup. Gadis itu pun mencoba berdiri, dan berjalan perlahan-lahan. Azeela melihat ada rumah di dekat danau. "Bukannya rumah ini sudah tidak ada?. Kenapa sekarang tiba-tiba ada kembali?". Gumam Azeela dengan ekspresi bingung.
Azeela terus berjalan memasuki area perkotaan. Gadis itu berhenti di sebuah toko buku. Ia duduk di meja depan toko buku sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. "Untung ponsel gue nggak rusak. Ada bagusnya juga beli hanphone anti air". Ucap Azeela sambil membersihkan ponselnya.
Di sisi lain seorang pria baru terbangun di tepi Danau sebelah kiri. Pria yang menolong Azeela itu, tidak sempat bertemu dengan gadis yang ditolongnya. Karena terlempar di tempat berbeda.
Azeela di sisi kanan danau, pria itu di sisi kiri Danau. Jadi Azeela tidak terlalu memperhatikan sekitar danau. Setelah sadar Azeela langsung saja berjalan menuju perkotaan. "Saya di mana?. Dan di mana perempuan itu. Aku harus segera mencarinya". Ucap pria itu sambil mencoba untuk berdiri.
Pria tampan dengan tinggi 175 cm itu berjalan perlahan menuju wilayah perkotaan untuk mencari perempuan yang sudah ia tolong. Sementara Azeela masih di depan toko buku sambil mencari sinyal. Karena jaringan susah, gadis malang itu sampai menengadakan handphone nya ke atas langit. Namun ia tetap tidak mendapatkan sinyal yang bagus.
Seorang pria berambut kriting, bertubuh sedikit cungkring dan memakai baju warna-warni mengkilat. Kayak baju habis jadi badut. Tapi hidung nya tidak merah kayak badut. Hanya warna bajunya yang sama kayak baju yang biasa di pakai badut. Azeela menghentikan orang itu.
"Permisi mas, boleh saya pinjam handphonenya bentar mas. Saya lagi perlu bangat mas". Pinta gadis malang itu sambil memegang bahu pria itu dengan satu tangannya. Pria itu berpikir sebentar, kemudian mengeluarkan handphone dari kantong celananya dan memberikannya kepada Azeela sambil berucap sedikit mendayu kayak banci say. "Ini handphone saya. Jangan lama-lama ya!. Pulsanya sekarat".
Saat pria itu menyodorkan handphonenya kepada Azeela, gadis itu sontak terkejut melihat handphone itu. Pasalnya, Azeela belum pernah melihat bentukan handphone yang seperti itu. Mungkin karena di waktu 2005 dulu masih umur 2 tahun jadi ia pas sudah umur 20 tahun tidak mengenal bentuk handphone yang seperti itu.
Soalnya Azeela baru mengenal teknologi seperti handphone sewaktu dia memasuki perkuliahan. Sebelum itu, dia belum pernah mengenal teknologi seperti handphone. Jadi dia tidak banyak tahu tentang jenis handphone, yang dia tahu hanya handphone yang ia beli dan Ia miliki sekarang.
"Nokia (Azeela membaca merek yang terterah di handphone itu) di zaman sekarang, masih ada yang memakai handphone seperti ini mas?. Apa nggak ketinggalan zaman mas. Sekarangkan udah 2023 mas. Zaman makin canggih dan banyak handphone yang lebih bagus, menarik dan jaringannya udah lebih bagus lagi mas". Tutur Azeela sambil membolak-balik handphone itu.
Mendengar ucapan dari Azeela, pria itu merasa sedikit terhina. Pria itu langsung merebut handphone nya dari tangan Azeela. "Hai neng!..... Kalau minjam itu jangan jelek-jelekin handphone orang. Emang sekarang orang lagi musim pakai handphone ini kok. 2023?, dah stress ya, sekarang kan masih 2005 neng!. Lagian habis dari mana sih!. Badan masih basa kuyup gitu, bukan nya pulang, tapi mala keluyuran. Dasar tidak tahu terima kasih!". Ucup pria itu lalu pergi meninggalkan Azeela dengan wajah kesal.
Azeela yang melihat pria itu pergi dengan kesal, merasa bersalah karena maksud dia tadi tidak bermaksud menjelekkan seperti itu. Ia hanya terkejut melihat handphone itu karena sebelumnya dia benar-benar belum pernah melihat handphone seperti yang dipakai pria itu.
"Apa maksud orang tadi. Sekarang bukan 2023?. Tapi 2005?. Apa yang sebenarnya terjadi. Gue harus cari tahu soal ini". Gumam Azeela dalam kesendiriannya di depan toko buku dengan raut wajah sulit diarti kan. Karena menyimpan 1000 makna yang tersirat di dalamnya.
Untuk mencari tahu kepastian dari ucapan pria tadi, Azeela masuk ke toko buku dan bertanya kepada penjaga toko buku itu. Azeela bertanya, sekarang tahun berapa. Penjaga toko buku itu menjawab kalau sekarang tahun 2005.
Azeela sedikit menggerakkan lehernya. Ia seperti tidak paham dengan apa yang terjadi. Azeela berpikir, apa mental nya lagi tidak stabil. Apakah sekarang dia udah seperti bibinya. Sama-sama kena gangguan mental karena sudah tidak sanggup menanggung masalah yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya.
Waktu Azeela sudah mendapatkan jawaban dari penjaga toko buku itu, Azeela jalan perlahan meninggalkan tokoh buku itu. Ia ingin memastikan kebenaran yang dibilang orang-orang yang ia temui sebelumnya. Ia harus membuktikan itu dengan secepatnya pulang ke rumah. Jika benar sekarang tahun 2005, berarti ia masih punya kesempatan untuk bertemu kembali dengan ibu dan ayahnya.
Di tengah perjalanan, gadis itu tidak sengaja melihat sosok wanita yang baru keluar dari sebuah Bar. Gadis malang itu menatap lama wanita itu. Wanita itu seperti tidak asing di mata Azeela. Dia seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Setelah mengingatnya, Azeela langsung mengikuti wanita itu sampai wanita itu masuk ke dalam toilet.
Sewaktu dalam toilet, wanita dengan baju merah, dihiasi gambar bunga warna hitam. Wanita itu sedang bercermin dan membenarkan rambutnya yang ikal. Azeela menatap dengan mata berkaca-kaca sambil langsung memeluk wanita itu erat dan penuh haru.
"Ibuuuuu... Aku sangat merindukan mu bu!". Ucap Azeela lirih. Wanita itu kaget. "ada apa dengan gadis ini, kenapa dia memeluk ku. Dan memanggil ku ibu?". Suara hati wanita itu.
Azeela melepas pelukannya dari wanita itu dan setelah melepaskan pelukannya, Azeela, tidak henti-hentinya menatap wajah perempuan yang sedang berdiri di depannya itu. Wanita itu merasa risih lalu pergi meninggalkan Azeela dengan melangkah lebih cepat.
"Buuuu.... Kamu mau ke mana. Tunggu Aku". Panggil Azeela. Gadis itu merasa takut, dan risih. Ia terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Azeela. Karena Wanita itu berjalan sangat cepat, Azeela kehilangan jejaknya.
Wanita itu pun berjalan perlahan-lahan sambil terus memikirkan ucapan gadis tadi. "Kenapa dia memanggilku Ibu?. Bukannya kita seumuran?. Lagian anak ku kan masih kecil. Ya sudah lah. Mungkin gadis tadi merindukan ibunya. Mungkin saja ibunya mirip dengan ku". Gumam Wanita itu dalam kesendiriannya.
Di tengah lamunan wanita itu, seseorang memanggilnya. "Younaaa... (Gadis itu menoleh ke belakang). Tiga orang gadis menghampiri Youna. Satu kelihatan tomboy, satu berpenampilan anggun, dan yang satunya rambutnya di kuncir. Gadis tomboy itu menggertak ingin memukul Youna.
"Lain kali, kalau orang panggil itu cepat di respon!". Ucap Kenan. Si rambut kuncir hanya tertawa melihat Youna dimarahi Kenan. Sedangkan gadis anggun itu hanya menatap tanpa ekspresi. Youna hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani melawan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
auliasiamatir
Azeela di perlihatkan pada masa lalu ibunya
2023-10-18
1
ⁱˡˢ ᵈʸᵈᶻᵘ💻💐
aku mampir lagi nih Thor 😁
2023-10-15
0