10.Bersama ibu muda

Setelah selesai belajar, Youna langsung membereskan buku pelajarannya. Ia mengemas langsung buku-buku ke dalam tas. Setelah itu, menggulung tikar, dan berjalan perlahan meninggalkan area persawahan. Azeela tetap membuntutinya dari belakang.

Gadis itu tidak menyerah untuk mendapatkan perhatian sang ibu. "Ibu habis ini Ibu mau ke manaa?". Suara lembut Azeela. Sambil memegang tali tasnya, Youna tetap berjalan perlahan melewati area persawahan. "Ibu..... Ooo.. ibuuu...". Ucap Azeela menggoda sang ibu.

Karena Youna sudah tidak tahan lagi dan sangat risih, akhirnya dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang menghadap Azeela. "Kenapa kamu selalu mengukuti ku?". Tanya Youna lemah lembut.

"Karena aku menyukaimu, merindukan mu, dan sangat peduli dengan mu bu". Ucap Azeela sambil tersenyum.

Mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis di depannya itu membuat youna makin geli dan takut. Ia kembali berjalan perlahan melawati sawah itu. Tapi baru beberapa langkah youna melangkah, ia kembali menghentikan langkah kakinya dan menatap Azeela.

"Sebelumnya saya mau minta maaf, apa ibu mu sudah meninggal?. Itu makanya kamu pindah ke daerah ini dan tinggal disini bersama kerabat mu?". Tanya Youna tiba-tiba pada Azeela.

Gadis malang itu menatap area persawahan yang hijau di depannya, sambil menghela napas pendek, dengan ekspresi sedikit murung. Youna kembali bicara "Okee...(nada rendah). Aku tahu kamu pasti sangat merindukan ibu mu yang mungkin mirip dengan ku. Tapi aku minta, jangan panggil aku dengan sebutan ibu. Aku berasa tua dan risih. Panggil aku Youna saja". Pinta Youna tegas, namun tetap lembut. Setelah mengucapkan kalimat itu, wanita itu kembali berjalan perlahan sambil sedikit menunduk.

Mendengar permintaan dari sang Ibu, Azeela senyum, kemudian kembali mengejar ibunya. "Baiklah aku akan memanggil sesuai permintaan mu. Yoounaaaa..... Younaaa yaaaa.... Aku cinta kamu.....!". Godaa Azeela sambil tertawa kecil.

Youna yang mendengar panggilan azeela makin mempercepat langkah kakinya. Ia merasa geli dengan panggilan manja gadis itu padanya. Namun tak tahu apa yang ia rasakan, ia risih tapi hatinya merasa nyaman saat Azeela memanggilnya seperti itu. Seuntai senyuman terukir alami dibibirnya sewaktu azeela bilang sangat mencintainya.

Tak berselang waktu lama Youna sampai ditempat tujuan berikutnya. Mereka sampai disebuah rumah kecil, wanita lemah lembut itu memasuki rumah itu. Sesampainya di dalam rumah itu, banyak buku-buku di dalamnya. Youna duduk di meja sambil mengeluarkan satu buku di lacinya. Iya menulis di buku itu. Azeela yang melihat itu sedikit terkejut dengan kebiasaan sang ibu karena sebelumnya dia tidak pernah melihat ibunya menulis.

"Ternyata Ibu sangat suka menulis dan membaca ya". Ujar Azeela spontan. Youna melihat ke arah Azeela sebentar, kemudian ia melanjutkan tulisannya kembali. Wanita satu anak itu menulis buku cerita untuk pertama kali bisa menulis cerita. Gadis itu pun lanjut mengambil satu buku lagi dalam lacinya. Itu buku khusus untuk menciptakan lagu baru.

Youna memang sangat berbakat dalam segala hal mungkin karena kepintarannya juga iya disukai, dan banyak juga yang membencinya di kampus. Manusia terkadang memang seperti itu. Kita bodoh salah, pintar juga salah. Jadi memang serba Salah.

Gadis ayu itu bersuara dalam hati. "Ternyata, selain di bawa pohon rindang tepi sawah, tempat ini juga merupakan tempat favorit ibu. Selama 20 tahun aku mengenal ibuku, tapi aku tidak pernah begitu terlalu memahaminya. Mungkin benar kata pepatah orang tua akan lebih tahu bagaimana kehidupan anaknya. Tetapi, seorang anak tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupan orang tuanya di masa lampau.

Aku sangat beruntung sekali takdir membawaku ke masa lalu orang tuaku dengan begitu aku bisa melihat sisi lain dari ibuku. Ternyata Ibuku sangat gemar menulis dan menciptakan lagu, dia sangat jenius. Aku sangat bangga padanya.

Terima kasih Tuhan, karena engkau telah mempertemukan aku lagi dengan nya. Pokoknya aku akan memanfaatkan momen ini untuk kembali membuat keluarga ku utuh, dan mencari penyebab apa yang membuat keluargaku berantakan. Semoga apa yang ingin aku capai, bisa terwujud!".

Youna masih begitu risih dengan kehadiran Azeela di dekatnya. Sejenak Youna menetup buku tulisnya dan perlahan menghadap Azeela. "Apa kamu akan duduk di situ selamanya. Saya akan mulai bekerja. Supaya kamu tidak merasa bosan, kamu boleh baca buku yang ada disini. Khusus hari ini untuk mu gratis". Ucap Youna sambil sedikit tersenyum.

"Aku akan pergi dulu melihat daerah sekitaran sininl". Ucap gadis malang itu sambil berdiri dari tempat duduknya kemudian berlalu pergi. Youna kembali melanjutkan pekerjaannya. Toko yang ditempati Youna sekarang itu adalah toko buku ayahnya ia memang sering menghabiskan waktu di situ sambil menjaga toko, dan sesekali jika tidak ada pelanggan, ia melanjutkan menulis lagu barunya dan buat buku cerita.

Tidak lama setelah kepergian Azeela dari toko buku Ayah Youna, seorang pria mengumpat di belakang jendela untuk mengejutkan Youna dari dalam. Youna pun terkejut dengan kedatangan pria itu. Saking terkejutnya Youna, wanita itu hampir jatuh.

Melihat itu, pria yang menjahili youna pun langsung berlari masuk ke dalam toko buku. "Kamu tidak apa-apa?". Tanya pria itu pada Youna. Youna mengangguk pelan. "Ya Mas aku tidak apa-apa. Lagian mas tomo sih, pakai acara ngagetin segala. Kan aku terkejut Mas. Untung gak jatuh beneran". Ucap Youna sambil usil mencubit tangan Sutomo.

"Sekarang kamu duduk dulu di sini, Aku punya sesuatu buat kamu". Ucap Sutomo sambil mengeluarkan sesuatu dari belakangnya. "Satu kantong yang berisi martabak manis keju kesukaan istriku tercinta". Ucap Sutomo dengan bersemangat.

"Wah.. enak banget sayang. Ayo kita makan!. Aku sudah tidak sabar". Ucap ibu satu anak itu dengab sangat bersemangat. Youna sudah tidak sabar untuk memakan martabak itu, dan segera menyantapnya. Karena terlalu bersemangat makan martabaknya, mata Youna sampai kelilipan karena tadi ada butiran halus mengenai mata Youna.

Sutomo langsung bergerak cepat meniup perlahan mata sang istri agar perihnya redah. Azeela yang telah selesai keliling di daerah sekitar toko buku Youna. Gadis itu dari luar melihat Youna sedang bersama seorang pria. Azeela salah paham dengan pria itu. "Siapa pria itu. Beraninya dia ingin menyakiti ibuku". Ucap Azeela sambil berlari memasuki toko buku.

Sampai di dalam toko buku, ia langsung menghempas tubuh pria itu dari dekat ibunya. Melihat tingkah Azeela seperti itu, Youna dan Sutomo pun terkejut. "Sayang dia siapa?". Tanya Sutomo lembut pada sang istri dengan ekspresi sedikit syok. Youna menjelaskan kalau itu adalah teman barunya.

"Kamu siapa apa yang ingin kamu lakukan kepada Youna" Bentak Azeela pada Sutomo. Youna memegang pelan bahu Azeela untuk menghentikan aksi kejerasaan yang akan dilakukan Azeela selanjutnya pada sang suami. "Kamu salah paham. Dia tidak berniat menyakitiku. Dia bukan orang lain tapi dia suamiku". Jelas Youna dengan nada lembut.

"Suami....?". Ucap Azeela sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena kaget. Dalam hati Azeela berkata "Jadi ini tampang Ayah waktu muda. Tampan juga ayah. Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan, minta maaf ke ayah? atau enggak?".

Terpopuler

Comments

Noviyanti

Noviyanti

semangat azeela

2023-10-27

1

Sena judifa

Sena judifa

kasihan km azelaa

2023-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!