Setelah selesai belajar, Youna langsung membereskan buku pelajarannya. Ia mengemas langsung buku-buku ke dalam tas. Setelah itu, menggulung tikar, dan berjalan perlahan meninggalkan area persawahan. Azeela tetap membuntutinya dari belakang.
Gadis itu tidak menyerah untuk mendapatkan perhatian sang ibu. "Ibu habis ini Ibu mau ke manaa?". Suara lembut Azeela. Sambil memegang tali tasnya, Youna tetap berjalan perlahan melewati area persawahan. "Ibu..... Ooo.. ibuuu...". Ucap Azeela menggoda sang ibu.
Karena Youna sudah tidak tahan lagi dan sangat risih, akhirnya dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang menghadap Azeela. "Kenapa kamu selalu mengukuti ku?". Tanya Youna lemah lembut.
"Karena aku menyukaimu, merindukan mu, dan sangat peduli dengan mu bu". Ucap Azeela sambil tersenyum.
Mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis di depannya itu membuat youna makin geli dan takut. Ia kembali berjalan perlahan melawati sawah itu. Tapi baru beberapa langkah youna melangkah, ia kembali menghentikan langkah kakinya dan menatap Azeela.
"Sebelumnya saya mau minta maaf, apa ibu mu sudah meninggal?. Itu makanya kamu pindah ke daerah ini dan tinggal disini bersama kerabat mu?". Tanya Youna tiba-tiba pada Azeela.
Gadis malang itu menatap area persawahan yang hijau di depannya, sambil menghela napas pendek, dengan ekspresi sedikit murung. Youna kembali bicara "Okee...(nada rendah). Aku tahu kamu pasti sangat merindukan ibu mu yang mungkin mirip dengan ku. Tapi aku minta, jangan panggil aku dengan sebutan ibu. Aku berasa tua dan risih. Panggil aku Youna saja". Pinta Youna tegas, namun tetap lembut. Setelah mengucapkan kalimat itu, wanita itu kembali berjalan perlahan sambil sedikit menunduk.
Mendengar permintaan dari sang Ibu, Azeela senyum, kemudian kembali mengejar ibunya. "Baiklah aku akan memanggil sesuai permintaan mu. Yoounaaaa..... Younaaa yaaaa.... Aku cinta kamu.....!". Godaa Azeela sambil tertawa kecil.
Youna yang mendengar panggilan azeela makin mempercepat langkah kakinya. Ia merasa geli dengan panggilan manja gadis itu padanya. Namun tak tahu apa yang ia rasakan, ia risih tapi hatinya merasa nyaman saat Azeela memanggilnya seperti itu. Seuntai senyuman terukir alami dibibirnya sewaktu azeela bilang sangat mencintainya.
Tak berselang waktu lama Youna sampai ditempat tujuan berikutnya. Mereka sampai disebuah rumah kecil, wanita lemah lembut itu memasuki rumah itu. Sesampainya di dalam rumah itu, banyak buku-buku di dalamnya. Youna duduk di meja sambil mengeluarkan satu buku di lacinya. Iya menulis di buku itu. Azeela yang melihat itu sedikit terkejut dengan kebiasaan sang ibu karena sebelumnya dia tidak pernah melihat ibunya menulis.
"Ternyata Ibu sangat suka menulis dan membaca ya". Ujar Azeela spontan. Youna melihat ke arah Azeela sebentar, kemudian ia melanjutkan tulisannya kembali. Wanita satu anak itu menulis buku cerita untuk pertama kali bisa menulis cerita. Gadis itu pun lanjut mengambil satu buku lagi dalam lacinya. Itu buku khusus untuk menciptakan lagu baru.
Youna memang sangat berbakat dalam segala hal mungkin karena kepintarannya juga iya disukai, dan banyak juga yang membencinya di kampus. Manusia terkadang memang seperti itu. Kita bodoh salah, pintar juga salah. Jadi memang serba Salah.
Gadis ayu itu bersuara dalam hati. "Ternyata, selain di bawa pohon rindang tepi sawah, tempat ini juga merupakan tempat favorit ibu. Selama 20 tahun aku mengenal ibuku, tapi aku tidak pernah begitu terlalu memahaminya. Mungkin benar kata pepatah orang tua akan lebih tahu bagaimana kehidupan anaknya. Tetapi, seorang anak tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupan orang tuanya di masa lampau.
Aku sangat beruntung sekali takdir membawaku ke masa lalu orang tuaku dengan begitu aku bisa melihat sisi lain dari ibuku. Ternyata Ibuku sangat gemar menulis dan menciptakan lagu, dia sangat jenius. Aku sangat bangga padanya.
Terima kasih Tuhan, karena engkau telah mempertemukan aku lagi dengan nya. Pokoknya aku akan memanfaatkan momen ini untuk kembali membuat keluarga ku utuh, dan mencari penyebab apa yang membuat keluargaku berantakan. Semoga apa yang ingin aku capai, bisa terwujud!".
Youna masih begitu risih dengan kehadiran Azeela di dekatnya. Sejenak Youna menetup buku tulisnya dan perlahan menghadap Azeela. "Apa kamu akan duduk di situ selamanya. Saya akan mulai bekerja. Supaya kamu tidak merasa bosan, kamu boleh baca buku yang ada disini. Khusus hari ini untuk mu gratis". Ucap Youna sambil sedikit tersenyum.
"Aku akan pergi dulu melihat daerah sekitaran sininl". Ucap gadis malang itu sambil berdiri dari tempat duduknya kemudian berlalu pergi. Youna kembali melanjutkan pekerjaannya. Toko yang ditempati Youna sekarang itu adalah toko buku ayahnya ia memang sering menghabiskan waktu di situ sambil menjaga toko, dan sesekali jika tidak ada pelanggan, ia melanjutkan menulis lagu barunya dan buat buku cerita.
Tidak lama setelah kepergian Azeela dari toko buku Ayah Youna, seorang pria mengumpat di belakang jendela untuk mengejutkan Youna dari dalam. Youna pun terkejut dengan kedatangan pria itu. Saking terkejutnya Youna, wanita itu hampir jatuh.
Melihat itu, pria yang menjahili youna pun langsung berlari masuk ke dalam toko buku. "Kamu tidak apa-apa?". Tanya pria itu pada Youna. Youna mengangguk pelan. "Ya Mas aku tidak apa-apa. Lagian mas tomo sih, pakai acara ngagetin segala. Kan aku terkejut Mas. Untung gak jatuh beneran". Ucap Youna sambil usil mencubit tangan Sutomo.
"Sekarang kamu duduk dulu di sini, Aku punya sesuatu buat kamu". Ucap Sutomo sambil mengeluarkan sesuatu dari belakangnya. "Satu kantong yang berisi martabak manis keju kesukaan istriku tercinta". Ucap Sutomo dengan bersemangat.
"Wah.. enak banget sayang. Ayo kita makan!. Aku sudah tidak sabar". Ucap ibu satu anak itu dengab sangat bersemangat. Youna sudah tidak sabar untuk memakan martabak itu, dan segera menyantapnya. Karena terlalu bersemangat makan martabaknya, mata Youna sampai kelilipan karena tadi ada butiran halus mengenai mata Youna.
Sutomo langsung bergerak cepat meniup perlahan mata sang istri agar perihnya redah. Azeela yang telah selesai keliling di daerah sekitar toko buku Youna. Gadis itu dari luar melihat Youna sedang bersama seorang pria. Azeela salah paham dengan pria itu. "Siapa pria itu. Beraninya dia ingin menyakiti ibuku". Ucap Azeela sambil berlari memasuki toko buku.
Sampai di dalam toko buku, ia langsung menghempas tubuh pria itu dari dekat ibunya. Melihat tingkah Azeela seperti itu, Youna dan Sutomo pun terkejut. "Sayang dia siapa?". Tanya Sutomo lembut pada sang istri dengan ekspresi sedikit syok. Youna menjelaskan kalau itu adalah teman barunya.
"Kamu siapa apa yang ingin kamu lakukan kepada Youna" Bentak Azeela pada Sutomo. Youna memegang pelan bahu Azeela untuk menghentikan aksi kejerasaan yang akan dilakukan Azeela selanjutnya pada sang suami. "Kamu salah paham. Dia tidak berniat menyakitiku. Dia bukan orang lain tapi dia suamiku". Jelas Youna dengan nada lembut.
"Suami....?". Ucap Azeela sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena kaget. Dalam hati Azeela berkata "Jadi ini tampang Ayah waktu muda. Tampan juga ayah. Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan, minta maaf ke ayah? atau enggak?".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Noviyanti
semangat azeela
2023-10-27
1
Sena judifa
kasihan km azelaa
2023-10-23
1