Acara Marlina di 'Orang Gabut Jadi Milyader' udah selesai. Azeela masih ikut Marlina untuk membantu Marlina membawa barang-barang belanjaan Marlina yang sebelumnya untuk di masukin ke mobil Marlina.
Sampai di mobil, Marlina bilang sama Azeela untuk besok pagi jangan lupa barang yang ia suruh beli harus sudah ada. Karena barang itu sangat perlu bagi Marlina untuk syuting besok. Azeela mengangguk paham. Kemudian mobil Marlina berlalu pergi meninggalkan stasiun tv. Setelah mobil Marlina pergi, Azeela pun pergi untuk membeli barang yang diminta Marlina sebelum ia pulang ke rumah.
Sinar matahari sudah tak terlihat lagi di pelupuk mata. Peran matahari sudah digantikan oleh bulan yang bersinar tidak seterang matahari tapi mampu menerangi malam yang begitu kelam di temani oleh indahnya bintang yang mampu membuat hati tentram dan damai.
Azeela naik taksi untuk pulang kerumahnya yang berada di Kedoya Utara, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Azeela baru sampai di rumah jam delapan malam. Rumah yang sederhana, dari depan rumah sampai ruang tamu sudah dibangun dengan batu bata tapi dari ruang makan sampai dapur dan kamar mandi, masih kayu berlantai kasar belum di pelicin karena minim biaya.
Sampai di rumah ia langsung mandi dan beres-beres. Setelah beres-beres Azeela belum bisa rebahan. Karena ia masih harus mengerjakan tugas kuliahnya yang akan di kumpulkan besok. Jadi mau tidak mau gadis ayu itu harus tetap mengerjakannya di saat badannya leti sekali pun. Itu udah resiko yang harus ia tempuh karena kuliah sambil kerja.
Jangan kan rebahan atau tidur cepat, untuk makan malam pun dia belum sempat. Karena Azeela itu orangnya suka kepikiran. Jadi kalau ada kegiatan atau tugasnya belum selesai, dia pasti akan menyelesaikan hal itu terlebih dahulu ketimbang keperluan yang lain. Setelah ia selesai mengerjakannya, baru ia bisa lebih enjoy dan tenang untuk aktivitas selanjutnya.
Hari sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Azeela masih belum selesai mengerjakan tugasnya. Karena tugas ia kali ini cukup rumit. Ia harus membuat penemuan baru. Dan hasil itu akan di presentasikan besok.
Menjadi mahasiswa sekaligus pekerja memang tidak muda. Apalagi Azeela kuliah di universitas Indonesia (UI) yang notabennya merupakan sekolah negeri bergensi dan banyak diminati orang. Dan juga Azeela mengambil jurusan sains yang notabennya memang harus lebih banyak praktek dan melakukan penelitian untuk riset dan menciptakan penemuan baru.
Walaupun kadang Azeela keteteran untuk membagi waktu belajar dan kerjanya, tapi ia tidak pernah sedikitpun mengeluh dan menyesali keputusan yang udah ia ambil dalam hidupnya. Karena jurusan sains yang Azeela ambil itu sudah menjadi bagian dari hal yang ia gemari dan menjadi impiannya sewaktu kecil.
Dari kecil ia ingin sekali jadi ilmuan. Jadi untuk membuat apa yang ia cita-cita kan itu bisa tercapai, ia harus bekerja sambil kuliah untuk membayar uang semester yang cukup besar jika di tanggung oleh orang tuanya saja. Karena keluarga Azeela saat ini hanya hidup berkecukupan.
Kalau pun mampu, orang tua Azeela juga belum tentu membantunya. Karena dari kecil Azeela udah berusaha bertahan hidup sendiri dan berjuang sendiri meski ia punya orang tua. Bertahan sejauh ini bagi anak yang berasal dari keluarga broken home itu udah sangat luar biasa. Azeela termasuk anak yang kuat mentalnya untuk hal itu. Meskipun batin nya terasa begitu sakit ketika orang tuanya selalu bertengkar dan tidak kenal tempat jika berdebat.
Malam semakin larut. Azeela pun masih saja berusaha untuk menyelesaikan tugasnya. Tak berselang waktu lama, "Akhirnya kelar juga". Ucap Azeela dengan lega. Setelah mengucapkan kalimat itu ia menghempaskan tubuhnya untuk berbaring di atas kasur.
"Huuh...(menarik napas pendek)". Kemudian melihat jam di hpnya. "Udah pukul dua pagi aja. Cepat bangat waktu berjalan tuhan". Rinti Azeela lirih. Suara perut Azeela berbunyi dan ia baru ingat kalau dia belum makan dari siang.
Azeela hendak berjalan keluar kamarnya. Tapi ketika ia ingin membuka pintu, suara gelas pecah terdengar dari luar kamarnya. Mendengar itu Azeela mengurungkan niatnya untuk keluar. Ia berjalan ke meja belajar untuk mengambil handset dan memutar lagu dengan volume cukup keras.
Setelah memasang handset, ia berbaring di kasurnya sambil berusaha santai seperti tidak terjadi apa-apa dan berusaha untuk tidur dengan nyaman karena hal itu bukan menjadi pengalaman pertama baginya. Tapi udah menjadi aktivitas lumrah di rumah azeela. Jadi gadis berambut lurus sedikit pirang, berbadan mulus, dan bagus itu tidak terlalu memperdulikan hal itu.
Diluar kamar Azeela, ayah dan ibunya berdebat. Mereka saling adu argumen. Ibu Azeela marah karena ayah Azeela pulang tengah malam dalam keadaan mabuk dan tidak sengaja memecahkan barang-barang yang ada di meja makan karena oleng tak sadarkan diri.
"Mau kamu apa si mas!. Dari dulu tidak pernah berubah. Hidup tidak ada aturannya. Selalu pulang malam, dan dalam keadaan mabuk. Anak Istri di terlantarkan". Bentak ibu Azeela.
"Udah lah sayang. Jangan marah terus. Aku cuman cari hiburan doang. Pelepas penat habis kerja dari pagi sampai malam. Pulang kerja ya apa salahnya aku minum dikit". Ucap Ayah Azeela sambil masih seliweran dan separuh sadar.
"Terserah kamu aja mas. Capek aku sama kamu!". Kesal ibu Azeela kemudian masuk kamar dan mengunci pintu kamarnya.
Ayah Azeela dalam keadaan separoh sadar berusaha berjalan ke arah kamarnya dan menggedor gedor pintu dengan tenaga yang masih tersisa padanya. Sambil terus memanggil sayang pada istrinya. Ibu Azeela tidak menghiraukan panggilan sang suami. Ia hanya bisa menangis di dalam kamar meratapi nasibnya yang begitu malang.
Karena sudah begitu lelah menggedor pintu, ayah Azeela hilang kesadarannya. Ia tertidur begitu saja di depan pintu kamarnya. Mendengar sudah tidak ada lagi suara ketukan pintu, ibu Azeela membuka pintu itu untuk melihat keadaan suaminya.
Meskipun dalam keadaan kesal dan marah pada sang suami, ia tetap tidak tega melihat suaminya dalam keadaan mabuk, dan tidur di lantai depan pintu kamarnya. Wanita kelahiran tahun 1985 yang saat ini hampir memasuki usia 38 tahun itu berusaha memapah sang suami untuk tidur di kasur.
Setelah suami nya berhasil ia naikan di atas kasur, ia melepas perlahan sepatu sang suami satu bersatu. Setelah selesai ibu Azeela baru ikut berbaring di kasur tetapi membelakangi sang suami dan menutup matanya agar bis tidur.
Begitu lah setiap hari kehidupan yang di lalui Azeela sejak ia berusia 3 tahun sampai sekarang usianya sudah memasuki genap 20 tahun. Selama 18 tahun penderitaan itu di alami ibunya. Azeela sangat menyayangi sang ibu.
Tapi terkadang ia dan ibunya juga sering berdebat. Karena Azeela minta pada ibunya untuk berpisah saja dengan ayahnya jika itu membuat sang ibu menderita. Tapi ibunya tidak mau bercerai dengan ayah nya. Hal itu membuat Azeela tidak habis pikir dengan cara berpikir sang ibu. Makanya untuk sekarang Azeela memilih untuk menutup mata dan tidak mau terlalu terlibat dengan apa yang dilakukan orang tuanya. Ia memilih fokus untuk mencapai cita-cita nya. Agar di masa depan ia bisa hidup dengan bahagia dan tenang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
elll.saaaprill
thor maaf nih kasih saran klo 'udah' diganti jadi 'sudah'
jadi agak menganggu karna menggunakan bahasa baku.
2024-02-04
1
Putra Al - Bantani
ciri khas istri jika marah terhadap suami, TERLANTARKAN...😁☺️😁
2023-10-10
0
Sena judifa
like fav dan rate mendarat thor muara cinta kita hadir
2023-10-05
0