11. Kasus

Cukup lama Azeela berdiam diri tanpa suara. Ia bingung harus bersikap seperti apa pada sang ayah. Youna dan Sutomo yang melihat Azeela hanya berdiam diri dari tadi mencoba untuk menghentikan lamunan Azeela.

Sutomo mencoba memegang bahu Azeela perlahan, dan berkata "Apa kamu baik-baik saja?". Azeela terkejut tangan sang ayah menyentuh bahu nya. Gadis itu langsung mempelintir tangan sang ayah ke belakang punggung ayahnya. Seolah-olah ayahnya ingin melecehkannya.

Youna melihat suaminya kesakitan, langsung menghentikan tindakan Azeela. "Apa yang kamu lakukan?". Teriak lembut youna. Azeela yang menyadari tindakan refleksnya itu, melepas tangan sang ayah perlahan. Ayahnya merinti sedikit kesakitan dan pria itu perlahan mengayun-ayunkan tangannya agar tidak merasakan sakit.

"Aku minta maaf". Ucap Azeela setelah itu langsung meninggalkan toko buku Ayah Youna. Setelah Azeela meninggalkan toko buku, Sutomo kembali berbicara pada sang istri. "Ada apa dengan gadis tadi sayang?. Apa dia lagi sakit?. Dia terlihat seperti wanita aneh!. Kenapa kamu bisa-bisanya berteman dengan gadis aneh seperti itu". Ucap Sutomo sambil geleng-geleng, dan sedikit ketawa. Karena sang istri mendapatkan teman baru yang cukup gila pikir Sutomo.

"Sebenarnya aku juga heran kenapa Gadis itu selalu membuntuti ku. Padahal kita baru bertemu beberapa kali. Tapi gadis itu bilang kalau dia menyukai ku dan ingin melindungi ku. Aku juga merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Jadi secara tidak langsung sekarang kita jadi berteman". Tutur Youna dengan raut wajah bahagia.

Azeela baru sampai di rumah si dosen muda. Gadis itu berjalan perlahan dengan lemas sambil mencoba untuk duduk di sofa ruang tamu. Gadis itu mengacak-acak rambutnya. "Ya ampun Azeelaaaa!. Kejadian memalukan apa yang kamu lakukan tadi!. Tidak seharusnya gue bersikap kasar seperti itu pada ayah muda. Jangan sampai nanti ayah melarang ibu berteman dengan gue". Ucap Azeela sambil memaki dirinya sendiri.

"Kacauuuu". Teriak gadis itu sambil mengambil boneka squishy di atas meja dan mengunyel-unyel squishy itu untuk melampiaskan amarahnya. Zalan yang baru saja datang mendengar ucapan Azeela. "Apa nya yang kacau?". Tanya pria itu dengan santai sambil membawa beberapa kotak bersamanya.

Azeela yang menyadari kedatangan Zalan menghentikan aktifitasnya. Dan menjawab pertanyaan spontan dari Zalan. "Bukan apa-apa". Ucap Azeela sambil ngengir.

Pria itu tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Zalan langsung saja to the point. "Ini buat kamu. Tadi saya lewat toko baju dan saya kepikiran kamu tidak memiliki baju di sini. Jadi saya membeli beberapa. Silakan kamu coba. Semoga pas dengan ukuran badan mu". Setelah mengatakan itu, Zalan menaruh baju itu di atas meja. Kemudian pria tampan itu duduk di sofa depan Azeela.

Azeela sangat bersemangat untuk segera membuka kotak baju itu. Ketika membuka kotak baju itu, secara alami terukir senyum manis dari bibir Azeela. Pria yang di depan Azeela terkesima melihat senyum manis Azeela. Zalan tersadar dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Terima kasih bajunya. Gue mau coba baju ini dulu". Ucap Azeela, kemudian berjalan menuju toilet untuk berganti baju. Tidak berselang waktu lama, Azeela selesai mencoba bajunya dan memperlihatkannya ke ruang tamu pada Zalan. "Bagaimana bajunya?". Tanya Azeela sambil tersenyum.

"Bagus. Sekarang kamu simpan aja bajunya". Ucap Zalan dengan begitu santai tanpa ekspresi.

Setelah Azeela mengganti bajunya kembali. Gadis itu duduk di sofa depan Zalan. Zalan baru ingat kalau tadi dia telah menyuruh orang untuk membersihkan kemar tamu. Jadi untuk nanti malam, Azeela sudah bisa tidur di kamar.

Azeela mengangguk tanda mengerti ucapan Zalan. "Oh iya.., kalau boleh tahu kamu kenapa sering bolak-balik ke tahun ini". Tanya Azeela tiba-tiba.

Zalan terdiam cukup lama. Kemudian pria cool itu menjawab "Saya lagi menyelidiki kasus pembunuhan berantai di Desa ini". Ucap Zalan singkat padat jelas.

"Pembunuhan berantai?". Ucap Azeela dengan nada kaget.

"Sekarang kamu ikut saya. Saya ingin menunjukkan sesuatu pada mu". Ucap Zalan sambil berjalan menuju suatu ruangan. Ruangan itu adalah ruang rahasia Zalan. Azeela mengikuti Zalan ke ruangan itu. Sesampainya di ruangan itu, Azeela... cukup kaget dengan isi ruangan itu. Semuanya tentang penyelidikan kasus pembunuhan berantai yang akan terjadi. Zalan menaro beberapa foto tersangka yang ia curigai sebagai pelaku nya.

"Tanggal korban pembunuhan pertama 10 Maret 2005. Satu minggu lagi dari sekarang?". Ucap Azeela kaget saat membaca catatan para korban yang sudah di bikin list sama Zalan.

"Pembunuhan pertama yaitu seorang wanita berprestasi di kampus Sriwijaya Kedoya Utara yang bernama Amelda. Wanita itu banyak menang lomba-lomba. Apa pun itu lombanya. Sebelum Amelda ini terbunuh, ia sempat menyelidiki satu kasus untuk tugas kuliahnya karena jurusannya hukum. Kasus itu adalah tentang penggelapan dana pembangunan untuk pemerluasan kantor cabang kepolisian di Kedoya Utara.

Beberapa hari kemudian, Tubuh gadis itu di temukan di tepi sungai dengan terdapat kotak merah yang berisi surat bunuh diri di dalamnya. Kotak merah itu di temukan disetiap TKP pada setiap korban. Makanya ini bisa disimpulkan pembunuhan berantai". Jelas Zalan sambil menunjukkan beberapa koran yang memuat kejadian pembunuhan berantai pada tahun 2005.

"Saya akan merubah takdir itu. Kita harus menghentikan pembunuhan itu. Sebelum korban pertama terbunuh. Kita punya waktu seminggu untuk mencari pelaku". Tutur Zalan.

"Kotak merah?. Boleh saya lihat kotak merahnya itu?. Seperti apa bentukannya?". Ujar Azeela sambil menggigit jari telunjuknya karena merasa cemas dengan apa yang sedang terlintas dipikirkannya.

Zalan mengambil kotak itu di sebuah laci kemudian memberikannya pada Azeela. Ketika melihat kotak itu, ingatan Azeela kembali flashback waktu kejadian menimpa ibunya. Dalam hati gadis ayu itu bergumam "Kotak ini sangat mirip dengan kotak yang di temukan di tempat ibu meninggal. Apa pelakunya sama dengan kasus pembunuhan berantai yang terjadi di tahun 2005 ini?".

Zalan yang menyadari gadis yang didepannya hanya diam, pria itu pun menghentikan lamunan Azeela. "Apa yang kamu pikirkan?". Ucap Zalan sambil menulis di kertas kecil warna kuning dan setelah selesai, pria tampan itu menempelkannya di papa penyelidikan.

"Aku tidak papa". Ucap Azeela santai sambil menarok kotak itu di atas meja.

"Jadi dari semua bukti yang sudah kamu kumpulkan ini, kasus terkait pelaku pembunuhan berantai di tahun 2005 di simpulkan belum selesai karena para polisi menangkap pelaku yang salah. Pelaku aslinya belum ketangkap. Karena kesalahan polisi menangkap pelaku yang salah, akhirnya di masa depan timbul lagi korban baru. Jika kita berhasil menangkap pelaku aslinya, maka tidak akan ada korban berikutnya di masa depan. Begitukan Lan?". Tutur Azeela pada Zalan.

"Ya. Karena itu kita harus segera tangkap pelakunya. Agar dimasa depan tidak ada korban lagi". Ucap Zalan.

Zalan meminta Azeela untuk mengamati papan urutan tersangka. "Sekarang kamu bisa amati para tersangka ini. Mereka sangat berpotensi untuk melakukan itu dan gerak-gerik mereka mencurigakan". Tutur Zalan.

Azeela membaca tiga nama tersangka di dekat papan tulis itu dan melihat foto mereka. "Bram, Rashilah (Azeela terkejut saat nama bibi nya ikut jadi list dari pembunuhan berantai) dan Mandra (fotonya sudah di silang pakai pena merah). Apa bukti dan alasan kamu bisa yakin kalau mereka bisa jadi tersangka pembunuhan berantai itu?". Tanya Azeela dengan ekspresi butuh jawaban pasti.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

makin seru, jangan jangan yang bunuh yuana juga bibi azeela

2023-11-15

0

Noviyanti

Noviyanti

semangat thor

2023-10-28

1

Sena judifa

Sena judifa

muara cinta kita mampir thor

2023-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!