19. Menjalankan misi

Sampai di kamar mereka berdua sama-sama tidak bisa tidur. Zalan mengambil buku dan mengambar rute susuai dengan keterangan Rashilah. Setelah selesai ia mengamati gambar itu.

"Benar-benar tanpa celah. Sepertinya keterangan yang di berikan Rahsilah benar adanya. Apa saya hanya salah mengartikan senyuman tipis gadis itu". Gumam Zalan dalam kesendiriannya.

Azeela juga tidak bisa tidur. Ia masih kepikiran dengan kasus sang kakek. Gadis malang itu mondar mandir udah seperti strikaan. Karena sama-sama kelelahan, Azeela tidur di kasur. Sementara Zalan tertidur di kursi dekat kamarnya.

Cahaya matahari pagi membangunkan Azeela dari tidurnya. "Pukul 6 pagi". Ucap Azeela kemudian berjalan ke kamar mandi. Ia sholat setelah itu keluar dari kamar menuju kamar Zalan.

"Mau kemana?". Tanya Zalan yang berdiri tepat di belakangnya Azeela. Azeela kaget Zalan tiba-tiba sudah berada di belakangnya. "Udah bangun ternyata". Ujar Azeela datar.

Tanpa membuang-buang waktu, Azeela dan Zalan langsung memulai misinya. Mereka menunggu sampai pak Tamil keluar dari rumahnya. Karena sekitar jam 7 pagi dini hari pak Tamil akan memulai pendakian nya ke puncak bukit dekat hutan pinus tidak jauh dari Kedoya Utara.

Tak berselang waktu lama, pak Tamil pergi dengan motornya menuju hutan pinus. Sampai disana, pria paru baya itu bertemu dengan teman-teman pendakian lainnya. Ia memakir motornya dekat posko jaga.

Sekitar 10 orang pendaki termasuk pak Tamil, mereka mulai mendaki ke puncak bukit melewati rerimbunan pohon pinus. Azeela dan Zalan juga ikut melakukan pendakian mengikuti pak Tamil dari belakang. Sudah sekitar satu jam mereka berjalan. Azeela mulai kelelahan.

"Sekitar 30 menit lagi kita sampai. Kamu masih sanggup kan?". Tanya Zalan yang berdiri di sampingnya. "Ya. Saya masih sanggup". Ucap Azeela sambil terus melangkah melewati rimbunnya pohon pinus.

Para rombongan pak Tamil berhenti sebentar. Zalan dan Azeela juga berhenti melakukan pendakian. Lima menit telah berlalu. Para rombongan kembali berjalan. "Lo harus kuat Zel!. Ini demi ibu!". Batin Azeela.

Akhirnya mereka sampai di puncak bukit. Sampai di atas Azeela menghirup udara segar. Pemandangannya begitu indah. Dari atas bukit bisa melihat bentangngan sawah luas yang hijau menyejukan mata di sisi kanannya. Sedangkan disisi kirinya kita bisa melihat indahnya wilayah perkotaan dan disisi lainnya, ada jurang dalam di kerumuni semak belukar di dalamnya.

Tamil dan para pendaki yang sebaya dengannya mulai mengeluarkan pemanas untuk memasak air. Mereka duduk santai sambil minum kopi dan menikmati indahnya pemandangan. Pak Tamil memang suka melakukan pendakian dari muda sampai usianya sudah memasuki 60 tahun. Tubuhnya masih sehat bugar. Hal itu karena ia suka sekali berolahraga.

Azeela dan Zalan juga mengeluarkan beberapa cemilan dan minuman yang mereka beli. Mereka pura-pura asik ngemil agar tidak ada yang curiga padanya. Sambil ngemil, Azeela selalu memantau gerak-gerik sang kakek. Sudah cukup lama mereka menghabiskan waktu bersama di puncak bukit. Para rombongan Tamil bersiap-siap untuk turun. "Hari udah mulai mendung!" Ucap Azeela dengan wajah mulai cemas.

Teman-teman pak Tamil sudah berjalan lebih dulu. Sementara pak Tamil mau memetik tanaman langkah dulu buat di tanam di rumahnya. Zalan dan Azeela masih mengamati Pak Tamil. Hujan pun mulai turun.

Para pendaki sebelumnya sudah memasang mantel hujan. Karena mereka melihat langit tadi sudah mendung. Pak Tamil pun telah mengenakan mantelnya. Pria paru baya itu telah berhasil mengambil beberapa tanaman langkah itu. Ia mulai menuruni puncak bukit perlahan.

Zalan dan Azeela tidak sempat membeli jas hujan. Mereka berdua mengikuti Pak Tamil dari belakang sambil hujan-hujanan. Sekitar 40 menit mereka terus turun di bawa hujan. Lama kelamaan hujan makin deras.

Azeela sudah mulai menggigil. Melihat itu Zalan membuka jaketnya dan meminta Azeela untuk mengenakannya. Saat Azeela berhenti sebentar untuk memakai jaket itu, saat itu juga mereka kehilangan jejak Pak Tamil. "Kita kehilangan jejak kakek". Ucap Azeela mulai panik.

"Kamu tenang dulu". Ucap Zalan sambil mengamati sekitar. Kata Azeela mereka harus berpencar. Awalnya Zalan tidak setuju, namun Azeela terus meyakinkan nya. Akhirnya mereka berpencar. Zalan membiarkan tubuhnya meluncur bebas ke bawah agar lebih cepat turun dari bukit.

Sementara Azeela tetap berjalan perlahan sambil memanggil "Pak Tamilll. Pak...". Teriak Azeela. Gadis ayu itu berjalan tanpa arah. Ia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Azeela teringat pada koran yang dibaca nya semalam.

Sekitar 30 meter sebelum sampai di posko ada rumah pohon yang tidak jauh dari tempat Azeela berdiri. Gadis itu menemukan rumah pohon itu. Ia melihat seorang gadis lagi duduk melamun di rumah pohon itu.

"Bibi". Gumam Azeela. Gadis itu bersembunyi di balik pohon pinus. Rashilah mulai mengenakan jas hujannya. Azeela melihat jam ditangannya. "Jam 17.30?. Sebentar lagi magrib". Ujar Azeela semakin panik.

Rashilah berjalan perlahan menuruni bukit. Gadis muda itu berjalan dalam kesendirian sambil bernyanyi. Azeela terus mengikutinya. Waktu terus berjalan. Azeela begitu buru-buru mengikuti Rahsilah sampai ia tersandung batu.

"Aww". Desis Azeela. Rahsilah yang mendengar seperti ada suara kesakitan menoleh ke belakang namun tidak ada siapapun. Azeela cepat bersembunyi di balik pohon pinus.

Ketika Azeela keluar dari persembunyiannya, gadis itu kehilangan jejak Rashilah. "Kemana dia pergi". Gumam Azeela sambil memeriksa sekitarnya.

Hujan makin lebat dan sesekali kilat menyambar. Azeela sudah kelelahan. Bibirnya juga sudah mulai pucat karena kedinginan. Gadis ayu itu terus berjalan perlahan menuruni bukit. Langkah kakinya terhenti saat mendengar suara teriakan.

"Itu suara bibik". Ucap Azeela. Ia meluncur begitu saja ke bawah agar cepat sampai. Ketika sampai, bibi Azeela telah jatuh dan guling-guling sampai di bawa bukit. Tidak jauh dari posko jaga. Gadis muda itu berusaha berjalan dengan pincang menuju telepon umum. Ia melapor pada polisi terkait dengan apa yang baru saja ia lihat.

Azeela sangat terkejut dengan apa yang di lihat. "Zalan!". Tegas Azeela. Gadis itu melihat perut Zalan tertusuk kayu. Ia berusaha membangunkan Zalan. 10 meter dari tubuh Zalan ada kakek Azeela. Pria paru baya itu sepertinya hanya pingsan. "Keadaan berubah sekarang". Gumam Azeela.

"Sepertinya Zalan berhasil menolong kakek. Tapi kenapa perut Zalan tertusuk kayu?". Pikir Azeela.

Ditengah hujan yang semakin deras, gadis itu tetap burusaha menyadarkan Zalan. "Zalan pasti selamat. Gue yakin". Gumam Azeela. Gadis ayu itu memberanikan dirinya untuk mencabut kayu yang tertancam di perut Zalan. Ketika kayu itu di cabut, Zalan pun tersadar dengan darah yang keluar dari mulutnya.

"Kamu nggak papa?". Tanya Azeela. Zalan berusaha untuk berdiri. Azeela membantu pria tampan itu untuk berdiri. "Kita harus segera meninggalkan tempat ini. Sebentar lagi polisi akan datang untuk memeriksa TKP". Ujar Zalan sambil ingin melangkah pergi. Namun Azeela menghentikan langkahnya. "Kamu mau kemana?. Bagaimana dengan kakek?". Ucap Azeela.

"Pak Tamil bakal baik-baik saja. Sebentar lagi timsar juga akan segera datang". Ucap Zalan sambil melangkah pergi di ikuti Azeela di sampingnya.

Terpopuler

Comments

Noviyanti

Noviyanti

semangat terus, bunga mendarat

2024-01-05

1

Sena judifa

Sena judifa

muara cimta kita mampir thor

2023-11-03

0

Putra Al - Bantani

Putra Al - Bantani

nyicil kak bacanya

2023-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!