15. Misi di mulai

Setelah perkelahian selesai, Zalan mengkode Azeela untuk keluar ikut bersamanya. Pria itu pergi ke gedung kampus lantai atas. Sampai di atas, Zalan memarahi Azeela. Azeela tidak seharusnya mencari masalah. Karena jika sampai masalah itu jadi besar, akan bahaya bagi mereka berdua. Karena mereka tidak memiliki identitas di tahun itu.

"Kenapa kamu bertengkar dengan mereka?. Kamu tidak mikir akan dampaknya?". Tegas Zalan.

"Ya sorry. Aku hanya mau membela ib...(ucapan Azeela terhenti. Ia hampir saja panggil ibu) Youna". Tutur Azeela dengan sedikit gugup. Namun masih stay cool.

"Sekarang fokus saja pada misi. Kamu ikut saya". Ujar Zalan sambil berlalu pergi meninggalkan Azeela lebih dulu.

Dengan wajah malas dan menghelah napas pendek, gadis ayu itu pun berjalan perlahan mengikuti pria tampan itu. Mereka berdua mengamati kelas Amelda dari jauh. Amelda membawa baju olahraga sambil berjalan ke lokernya.

Sampai di loker, gadis itu membuka loker dan menaruh baju olahraganya. Setelah selesai, gadis itu pun berjalan menuju perpustakaan. Zalan dan Azeela masih mengikutinya. "Kayaknya dia nggak di teror. Buktinya gadis itu terlihat seperti tidak ada masalah". Gumam Azeela.

Zalan hanya diam. Pria itu pergi berlawanan arah dengan Amelda. Azeela yang melihat itu jadi bingung. "Kita udah selesai?. Kamu mau kemana?". Teriak Azeela yang melihat Zalan pergi begitu saja.

Pria dingin itu sama sekali tidak menghiraukan panggilan gadis di belakangnya. Azeela sangat kesal dengan sikap zalan yang seperti itu. "Dasar pria aneh!". Azeela memilih tetap mengawasi Amelda. Ia mengikuti Amelda ke perpus dengan santai.

Sampai di perpus, Azeela pura-pura membaca buku untuk tetap bisa mengawasi Amelda. Amelda menerima telpon dari seseorang. Setelah menerima telpon itu, raut wajah gadis itu berubah. Azeela mulai curiga dengan Amelda.

"Sepertinya gadis itu lagi di teror. Tapi ia cukup bisa juga menyimpan rasa takut dan masalahnya. Jago juga ni anak akting". Gumam Azeela dalam hati.

Amelda keluar dari perpus dengan tetap berlagak santai. Padahal ia sedang di chat nomor yang tidak di kenal. Kalau ia akan dibunuh seseorang. Tapi gadis itu benar-benar pintar menyembunyikan perasaannya. Azeela mengikuti kemana Amelda pergi.

Amelda sampai di gerbang belakang kampus. Gadis itu diam-diam mengambil kotak merah di sudut gedung gerbang belakang. Ia membuka kotak merahnya dengan ekspresi ketakutan. Azeela ikut terkejut sambil menutup mulutnya rapat-rapat agar suaranya tidak terdengar Amelda.

Amelda membuang kotak itu. Ada kepala anjing di dalamnya. Entah siapa yang melakukan hal keji seperti itu. Untuk meneror orang, sampai ia tega membunuh binatang yang tidak berdosa dengan sadis seperti tu. Amelda meninggalkan tempat itu. Gadis itu berlari ke toilet. Sampai dalam toilet, ia menangis histeris.

Azeela mendengarkan isak tangis amelda dari luar. Gadis ayu itu merasa iba dengan apa yang sedang di alami Amelda. Namun dibalik semua masalah yang sedang di hadapi Amelda, Azeela salut karena gadis itu masih tetap berusaha kuat di depan orang-orang seolah olah tidak ada yang terjadi dalam hidupnya. Padahal saat ini nyawanya sedang terancam.

Azeela pergi meninggalkan tempat itu. Ia terus kepikiran Amelda saat menuju kelasnya. Azeela harus membahas apa yang baru di lihatnya pada Zalan. Mereka harus segera bertindak. Sebelum semuanya jadi terlambat dan kejadian itu bakal terjadi lagi.

Semua mahasiswa jurusan Seni berkumpul di ruang teater. Hari ini mereka ada kegiatan latihan untuk pertunjukan lima hari lagi. Azeela yang baru sampai di kelas bingung karena tidak ada mahasiswa lain di kelasnya. "Kemana semua orang?". Gumam Azeela sambil menggaruk pelan kepalanya karena bingung.

Azeela keluar dari kelasnya sambil melamun. Karena tidak begitu fokus melihat area sekitarnya, gadis ayu itu terpeleset kulit pisang di tepi tangga. Tubuh Azeela guling-guling menjatuhi satu persatu anak tangga dan sampai di anak tangga terakhir. Aliran darah membasahi lantai di dekat Azeela jatuh. Gadis malang itu berlumuran darah.

Ibu petugas kebersihan berteriak histeris. Wanita umur 40 tahun itu menghampiri dimana tubuh Azeela berada. Ia mencari pertolongan sambil berteriak. Teriakan Ibuk itu menggemparkan satu fakultas Kesenian. Anak-anak dari kelas teater berlarian menuju sumber suara. Ketika mereka sampai, para mahasiswa itu juga ikutan kaget.

Beberapa dosen dari fakultas lain yang melihat kejadian itu juga ikut menghampirinya. "Apa yang kalian lihat!. Cepat telpon ambulans!". Ucap salah satu dosen. Salah satu mahasiswa menelpon ambulans.

Youna yang baru saya selesai makan dari kantin, ia melihat ada ramai-ramai dekat tangga menuju kelasnya. Wanita itu pun perlahan melihat apa yang ada di balik keramaian itu. Ketika Youna berhasil menerobos masuk, wanita itu terbujur lemas melihat kondisi gadis yang selalu perhatian padanya.

"Azeell". Ucap Youna pelan sambil menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak kedengaran. Ia langsung mendekap Azeela dalam pelukannya. Tangan Youna pun ikut berlumuran darah. Air mata Youna mengalir deras membasahi pipinya. Hatinya begitu sakit ketika melihat gadis yang di dekapnya sedang berjuang untuk hidup. Ia juga tidak tahu kenapa air mata itu keluar begitu saja membasahi pipinya.

Zalan yang baru keluar dari ruang prodi berjalan perlahan menuju kelas seni di lantai dua. Ketika sampai tidak jauh dari depan tangga, ia melihat banyak mahasiswa yang berkerumunan. "Ada apa disana?". Tanya Zalan pada salah satu mahasiswi.

"Ada yang jatuh dari tangga pak". Ucap mahasiswi itu.

Zalan berjalan perlahan mendekati kerumunan, ia sangat kesulitan untuk melihat siapa yang terjatuh karena begitu banyak mahasiswa yang melihat kejadian itu. Termasuk geng Kenan. Karena tidak bisa menerobos, pria tampan itu perlahan menyerah dan meninggalkan area kejadian.

Langkah kaki Zalan terhenti saat melihat sepatu yang gadis itu kenakan. "Sepatu itu?". Gumam Zalan sambil berpikir. "Setttt". Desis Zalan sambil menerobos paksa kerumunan mahasiswa itu. Setelah berhasil menerobos, pria itu melihat tubuh Azeela sudah berlumuran darah di pangkuan Youna. "Pak, tolong Azeel pak". Ucap Youna dengan terbata-bata.

Zalan mengambil alih tubuh Azeela dari dekapan Youna. Pria itu dengan cepat menggendong Azeela sampai di gerbang kampus. Ambulans sampai. Azeela di bawa menuju rumah sakit di temani Youna. Sementara Zalan ada yang harus ia urus dulu. Secepatnya ia akan menyusul Azeela ke rumah sakit.

Di dalam ambulans, Youna menggenggam erat tangan Azeela. Azeela sedikit tersadar dari pingsannya. Penglihatan gadis itu sedikit kabur. "Ibuu". Ucap Azeela pelan. Youna yang mendengar Azeela bersuara sedikit lega. "Kamu udah siuman?. Jangan banyak bergerak ya. Kepala kamu masih berdarah". Ujar Youna sambil mengelus lembut tangan Azeela.

Azeela tersenyum tipis pada Youna. "Terima kasih karena selalu ada di dekat ku. Baik di masa sekarang maupun di masa depan". Ujar Azeela terbata-bata.

"Kamu bicara apa sih. Jangan banyak bicara. Bentar lagi kita sampai. Tetap terjaga yah!". Ucap Youna khawatir.

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

biasax berbuat duluan lh Zalan nt akibatx br dipikir belakangan

2023-10-31

1

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!