Pelajaran pun dimulai. Buk Kirana menerangkan materi pelajarannya. Setelah menerangkan pelajarannya, buk Kirana minta pada Azeela untuk meminjam catatan temannya untuk pelajaran sebelumnya. Azeela sudah sangat jauh ketinggalan pelajaran karena Azeela mahasiswa pindahan di semester 4. Azeela menganguk tanda mengerti ucapan buk Kirana.
Azeela menyenggol lembut sang ibu. "Nanti pinjam aku catatan pelajarannya ya!". Ucap gadis ayu itu sambil tersenyum.
Youna menganguk pelan kemudian kembali menyimak pelajaran. Azeela sangat senang hari ini. Ia tidak menyangka akan satu kelas dengan ibunya. Ia tidak menyangka akan bisa belajar bareng sama ibunya.
"Ternyata ide dosen resek itu tidak buruk-buruk amat. Gue senang banget bisa selalu dekat dengan ibu. Gue akan menjaganya selagi gue berada di tahun ini. (Azeela menatap ibunya). Aku janji bu!. Aku bakal berusaha buat merubah takdir yang terjadi di masa depan bu. Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi Bu. Baik di masa kini maupun di masa depan nanti." Gumam Azeela dalam hatinya.
Youna menyadari gadis di sampingnya dari tadi hanya menatapnya dan tidak menyimak pelajaran. Tapi wanita itu tidak berani melihat ke samping karena grogi dengan Azeela. Ia tetap memilih fokus untuk menyimak pelajaran.
Mata kuliah bahasa Inggris telah berakhir. Buk Kirana berlalu pergi meninggalkan kelas. Sekarang saatnya belajar mata kuliah berikutnya. Semua mahasiswa merasa lega karena satu makul telah berakhir. Mereka semua begitu gaduh sampai dosen tampan memasuki kelas mereka.
Semua mahasiswa terdiam. "Saatnya menikmati surga selama 5 detik". Ucap Youna sambil tersenyum menatap dosen tampan di depan. Para mahasiswi lainnya juga menatap dosen tampan itu. Azeela yang melihat semua mahasiswi begitu berbinar-binar melihat si dosen merasa jengkel. "Ada apa dengan orang-orang ini. Apa yang menarik dari pria dingin itu!". Kesal Azeela sambil memiringkan bibirnya.
Azeela ingin bertanya alasannya pada sang ibu. Tapi youna meminta Azeela untuk diam sebentar dan nikmati saja 5 detik pertama pelajaran karena di waktu itu mereka bisa menikmati ketampanan si dosen muda. Waktu lima detik telah berakhir.
Semua wajah mahasiswi mulai memalingkan muka nya dari si dosen tampan. Azeela yang melihat itu kembali merasa aneh. Zalan si dosen favorit para ledis dikampus itu berjalan perlahan ke bangku-bangku para muridnya sambil mengomel.
"Sebelum kita mulai pelajarannya, saya mau mengingatkan kalian kembali untuk tidak keluar di atas jam 10 malam. Tidak ke bar. Belajar yang rajin. Jangan keluyuran nggak jelas. Lakukan hal-hal yang bermanfaat. Saya tahu kalian sudah pada dewasa. Rata-rata umur kalian disini sudah memasuki usia 20 tahun. Tapi hal itu tidak bisa jadi alasan kalian boleh main ke klap, keluar di atas jam 10 malam. Selama saya jadi ketua prodi (Program Studi) kalian, saya tidak mengizinkan hal seperti itu terjadi. Jika masih ingin berada di jurusan ini, di kelas ini, kalian harus patuhi semua peraturan yang telah saya tetap kan. Saya tidak mau kejadian di bar waktu itu terulang kembali. Paham?". Tegas Zalan dengan tetap terlihat cool.
Azeela yang melihat Zalan mengomel seperti emak-emak yang lagi marahin anak-anaknya menaikan satu alisnya karena merasa ilfil dengan tingkah si Zalan. "Dasar pria aneh. Wajah tampan dan selalu berlagak cool. Pas di kelas, jadi kang omel. Tapi kalau di lihat-lihat ia masih tetap cool. Iii bicara apa gue. Ngak-ngak (menggeleng pelan)". Ucap Azeela dalam hati.
Kelas dengan Bapak dosen tampan telah berakhir Sekarang waktunya istirahat di saat jam istirahat Azeela ingin berbicara dengan Youna. Youna lebih dulu berdiri dari tempat duduknya. Gadis itu ingin melangkah meninggalkan kelas menuju kantin. Azeela pun hendak mengikutinya namun Kenan kembali berulah.
Gadis tomboy itu mengalang Youna dengan kakinya. Wanita ayu itu pun terjatuh. Azeela yang melihat itu sangat marah. Ia langsung mendorong Kenan sampai terbentur ke dinding. "Sialan ni anak satu!". Bentak Kenan sambil berdiri dan berjalan ke hadapan Azeela.
Ani berada di samping Kenan untuk membantunya membalas perbuatan Azeela. Sementara Marlina hanya duduk dan melihat kegaduhan yang terjadi di depannya. Gadis dingin dan anggun itu memasang handset di telinganya untuk mendengarkan musik favoritnya. Setelah itu memalingkan wajahnya ke arah lain tanpa memperdulikan apa yang terjadi di kelasnya.
Kenan dan Azeela sudah saling tatap-tatapan seperti ingin saling memakan satu sama lain. "Berani lo sama gue!". Ucap Kenan sambil memegang kerah baju Azeela. Azeela melepaskan tangan Kenan dari kra bajunya. Emang lo siapa?. Sampai gue nggak berani melawan lo!". Tegas Azeela tetap dengan lagak coolnya.
Youna berusaha membujuk Azeela untuk tidak memperpanjang masalah. Youna bilang ia tidak apa-apa. Tidak ada yang lecet maupun luka. Tapi Azeela tidak menuruti permintaan Azeela. Ia tidak terima sang ibu di bully terang-terangan di hadapannya. "Aku akan melindungi mu selagi aku berada disini". Ucap Azeela sambil menggenggam tangan youna.
"Ni anak ngeselin bangat ya!". Kesal Kenan. Kenan memberikan aba-aba pada Ani. Melihat Kenan akan melakukan sesuatu padanya, Azeela meminta Youna untuk berdiri di belakangnya. Kenan menghitung sampai tiga. Dan mereka memulai aksinya. Ketiga wanita itu saling jambak rambut. Ani memulai jambak rambut lebih dulu.
Kemudian di sambung Kenan. Azeela juga menjambak rambut Ani dan Kenan dan berusaha untuk melepaskan diri dan meminta ibunya keluar dari kelas. Youna berlari dari kelas menuju ruang prodi. Ia memanggil Pak Zalan. Zalan yang mengetahui ada pertengkaran itu bergegas pergi menuju kelas di ikuti satu lagi guru mtk yang kebetulan tadi bersamanya di ruang prodi.
Tiga gadis itu masih saja gelut. Marlina dan dua orang teman kelasnya hanya melihat aksi gelut Kenan, Ani dan Azeela. Mereka tidak berusaha melerainya.
Zalan dan dosen mtk itu sampai di kelas dan memarahi mereka. "Apa yang kalian lakukan!". Tegas Zalan. Tiga gadis itu melirik ke arah pintu masuk, kemudian menghentikan aksi mereka. Dosen mtk juga memarahi mereka. Dosen mtk itu meminta mereka bertiga segera menghadap dekan. Tapi Zalan menghentikannya. Kata Zalan, biar dia yang akan menghukum mahasiswinya karena itu bagian dari tanggung jawab Zalan sebagai Ketua prodi mereka.
Dosen mtk itu pun setuju, kemudian meninggalkan kelas lebih dulu. Setelah dosen mtk itu pergi, Zalan meminta ketiga gadis itu untuk berdiri tegap di hadapannya. Setelah itu juga meninta Marlina dan 2 mahasiswi lainnya untuk ikut berdiri di depannya. Keenam mahasiswa itu di hukum. Marlina dan dua lainnya juga di hukum karena tidak melerai temannya yang berkelahi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Noviyanti
semangat terus thor,
2023-10-30
1