6. Dua Nyawa

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Gadis malang itu masih saja duduk di tepi jembatan. Tanpa rasa takut karena hari sudah larut malam. Rasa sedihnya mengalakan rasa takut berada sendirian di jembatan tengah malam di tempat yang sepih.

Telepon masuk menyadarkan Azeela dari lamunannya. Gadis ayu itu mengangkat telponnya. Setelah menerima telpon, raut wajah Azeela berubah. Antara syok dan marah. Ia kemudian berlari menuju suatu tempat.

Azeela sampai di TKP. Sesampainya di TKP, begitu banyak warga yang berkerumunan di area itu. Gadis malang itu berjalan tertatih-tatih untuk melihat apa yang terjadi. Ketika melihat seseorang yang sedang tergeletak di tepi danau itu, ia pun syok "huuk" (suara cegukkan).

Azeela menutup mulutnya untuk menahan tangis. Gadis itu berlari sambil memanggil "ibuuuuuuu!". Azeela memeluk erat tubuh ibunya yang sudah begitu dingin dan pucat.

Sebagian Polisi telah membawa jenazah Youna ke rumah duka. Sementara Azeela diam dulu sebentar di danau. Iya ingin mengecek sesuatu yang janggal menurutnya. Azeela memutari sekitar danau, namun tidak menemukan apa-apa.

Gadis itu baru kepikiran untuk memeriksa tak ibunya. Azeela segera mengambil tas sang ibu yang masih tergeletak di dekat rerumputan tidak jauh dari danau. Ketika ia memeriksa tas sang ibu, ia menemukan ada kotak merah. Azeela perlahan membuka kotak itu.

Ia menemukan ada selembaran kertas di dalamnya. "Surat bunuh diri?". Gumam Azeela dengan ekspresi terkejut dan bingung. Polisi yang mendengar Azeela bilang bunuh diri, segera menghampiri Azeela. Setelah membaca surat di dekat TKP, polisi langsung menyimpulkan kalau itu kasus bunuh diri. Tapi Azeela menyangkal kalau ibunya tidak mungkin bunuh diri. Itu tidak mungkin surat ibunya.

"Sebaiknya, kamu segera balik ke rumah sekarang. Sudah tidak ada lagi yang perlu diselidiki. Kami akan mengurus kasus ibu mu". Ucap Ardan salah satu polisi yang sedang bertugas.

"Tapi pak...! Ibu saya tidak mungkin bunuh diri!". Tegas Azeela.

Polisi meminta Azeela untuk tetap tenang. Mereka akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Namun untuk kesimpulan sementara, mereka sudah mendapatkan bukti kalau ibu Azeela menulis surat bunuh diri. Jadi besar kemungkinan, ini adalah kasus bunuh diri. Karena mereka tidak menemukan bukti lain selain itu.

Mendengar perkataan dari polisi membuat badan Azeela panas dingin. Ia kesel, dan marah. Gadis malang itu berlalu pergi meninggalkan TKP.

Tak berselang waktu lama, Azeela sampai di rumah kediamannya. Rumah Azeela sudah di penuhi banyak orang untuk melayat. Azeela seperti ragu untuk masuk ke rumah itu. Gadis itu seperti susah sekali untuk melangkahkan kakinya.

Dia tidak sanggup untuk melihat kedua jenazah orang tuanya. Entah dosa apa yang ia pernah lakukan, sampai Tuhan memberikannya cobaan bertubi-tubi. Di usianya yang 20 tahun, ia harus kehilangan kedua orang tuanya dan bersiap-siap untuk hidup sendiri tanpa keluarga.

Ibu Tanti selaku tetangga dekat dari rumah Azeela, Ia melihat Azeela masih berdiri di depan pintu. Kaki gadis itu seperti tengah diikat oleh batu besar, sehingga membuat ia tidak bisa bergerak. Ibu Tanti memanggil Azeela dan membantu gadis malang itu untuk masuk.

Azeela masuk ke kamarnya untuk berganti baju dan mengenakan jilbab. Karena mereka akan melakukan pengajian untuk kedua orang tua Azeela. Setelah selesai semua orang berangsur-angsur pulang. Tinggal Ibu Tanti yang menemani Azeeka di rumah.

Kedua jenazah orang tua Azeela belum dimakamkan karena hari sudah larut malam. Jenazah baru bisa dimakamkan besok pagi. Jadi untuk malam ini sebagian tetangga menemani Azeela untuk menjaga jenazah kedua orang tuanya.

Malam ini terasa sangat lama bagi Azeela. Gadis itu sepanjang malam tidak bisa tidur. Ia hanya melamun di depan jenazah kedua orang tuanya. Mentari pagi telah datang untuk menggantikan malam yang begitu gelap. Orang-orang telah kembali datang ke rumah Azeela untuk segera mengkafani, menyolatkan dan mengantarkan kedua jenazah ke pemakaman.

Bibi Azeela yang dari semalam tidak mengetahui apa-apa, Ia baru keluar dari kamarnya dan melihat banyak orang di ruang tamu. Sang Bibi hendak menghampiri kalayak ramai di ruang tamu. Azeela yang menyadari bibinya keluar dari kamar dengan kursi roda, gadis itu berlari menghampiri bibinya dan meminta bibinya untuk masuk kembali.

Bibi Azeela bersikeras untuk pergi ke ruang tamu. Namun Azeela tidak mengizinkannya. Gadis malang itu mendorong kursi roda bibinya untuk masuk ke dalam kamar. Setelah memasukkan bibinya ke dalam kamar, ia kembali ke depan jenazah kedua orang tuanya.

Alasan Azeela tidak mengizinkan Bibi untuk mengetahui apa yang terjadi, karena ia tidak ingin bibinya membuat kegaduhan. Mental bibi yang tidak stabil itu akan menambah masalah baru bagi Azeela. Jadi untuk membuat proses pemakaman kedua orang tuanya berjalan lancar, Azeela mengambil keputusan untuk tidak memberi tahu bibinya.

Jenazah kedua orang tua Azeela selesai disholatkan. Sekarang saatnya para rombongan dan Azeela mengantarkan kedua jenazah ke pemakaman. Tak berselang waktu lama kedua jenazah sampai di pemakaman orang tua Azeela telah selesai dimakamkan para rombongan pun berlalu pergi, meninggalkan pemakaman. Namun Azeela masih stay di pemakaman kedua orang tuanya gadis itu bangun sambil memegang nisan ibunya dan berkata.

"Bu, Azel nggak percaya kalau ibu bunuh diri. Aku sangat mengenal ibu. Seberat apa-pun masalah yang sedang ibu hadapi, ibu pasti bisa melewatinya. Azel akan buktikan kalau ibu nggak bunuh diri!. Itu pasti bakal azel buktikan bu!. Ibu dan ayah yang tenang disana ya bu!. Aku pamit pergi dulu bu". Tutur gadis malang itu dengan tetap tersenyum manis dan menahan air matanya agar tidak membasahi nisan sang ibu.

Azeela berlalu pergi meninggalkan pemakaman kedua orang tuanya. Si cantik Azeela berjalan perlahan-lahan meninggalkan pemakaman. Langkah kakinya begitu lambat. Ia melamun sepanjang jalan. Gadis Malang itu sudah tidak tahu arah. Ia tidak tahu tujuan mau ke mana.

Azeela juga tidak mau pulang ke rumah, dia terus saja berjalan sampai ia teringat akan sesuatu. Gadis itu berlari untuk kembali ke danau. Ia harus kembali mengecek TKP. Azeela harus mengumpulkan banyak bukti untuk membuktikan kalau ibunya tidak bunuh diri. Ia sangat yakin kematian ibunya sudah direncanakan.

Sudah hampir setengah jam Azeela mondar-mandir sekitar danau. Gadis malang itu sama sekali tidak mementingkan gimana kondisi tubuhnya. Wajah Azeela sedikit pucat dan kondisi tubunya mulai melemah. Azeela terlalu larut dalam kesediannya sampai tidak makan seharian. Ia masih memaksakan untuk mencari bukti itu. Azeela tidak menemukan bukti yang bisa membantu ibunya. Gadis itu pun berteriak histeris.

Karena sangat frustasi, Azeela hilang kesadarannya. Kepalanya begitu pusing. Menyadari tubuhnya tidak fit, Azeela mencoba melangkah sedikit menjauh dari tepi danau. Belum sempat gadis itu beranjak dari tepi danau, gadis malang itu Mala terpeleset dan jatuh dalam danau yang dalam. Tubuh gadis itu perlahan lahan tambah tenggelam. Dan hampir sampai ke dasar danau. Ketika tenggelam, kalung Azeela tiba-tiba bersinar sangat terang.

Seorang pria perlahan berusaha menggenggam tangan Azeela. Ketika berhasil menggenggam tangan Azeela, tiba-tiba cahaya putih menelan mereka berdua. Setelah cahaya itu hilang, Azeela dan pria itu pun sudah tidak terlihat di dalam air danau yang jernih itu. Seolah-olah mereka terlempar ke dimensi lain. Benar-benar hilang tanpa jejak.

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

muara cinta kita mampir thor

2023-10-15

0

auliasiamatir

auliasiamatir

berati ibu mu di dorong sama orang itu...???
tapi siapa yab orang nya .., penasaran ?

2023-10-13

0

auliasiamatir

auliasiamatir

ya Allah mak mya juga tiada sekarang

2023-10-13

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!