12. Tersangka

Zalan menjelaskan alasan nya satu-persatu pada Azeela. "Pertama Bram. Seorang polisi di salah satu unit kepolisian Kedoya Utara. Sebelum Amelda meninggal, gadis itu terakhir bertemu dengan Bram. Ia mewawancarai Bram terkait kasus penggelapan dana pembangunan untuk bikin unit baru kepolisian di Kedoya Utara.

Kedua Mandra. Dia adalah kakak Marlina dari keluarga yang cukup kaya. Mandra adalah pelaku yang salah tangkap sama polisi. Selama 17 tahun pria itu mendekam di penjara atas hukuman yang sama sekali tidak di lakukan nya. Itu kesalahan polisi yang bertugas waktu itu. Mereka belum begitu teliti dalam menangani kasus pembunuhan berantai itu.

Kali ini saya tidak akan membiarkan hal seperti itu terulang kembali. Saya tidak ingin ada korban apa pun. Saya harus bisa menangkap pelakunya sebelum memakan korban. Ketiga Rashilah, gadis yang baru memasuki umur 18 tahun ini sangat susah di tebak. Saya mencurigai nya karena waktu itu saya pernah melihat dia membully teman sekolahnya dengan cara cukup sadis.

Saya juga pernah melihat dia membeli kotak merah mirip dengan kotak yang ada pada jasad setiap pelaku. Setelah dia membeli kotak itu, dia pergi diam-diam ke loker teman yang ingin di bully nya. Setelah Rashilah pergi dari tempat itu, saya membobol loker temannya itu untuk melihat apa isi kotaknya. Pintu lokernya terbuka, dan saya segera membuka kotak merah itu.

Ketika saya buka, ternyata ada surat yang isinya tentang ancaman akan membunuh jika teman yang ia bully itu tidak menuruti perintahnya. Karena hal itu lah saya mencurigai Rashilah. Saya butuh menyelidiki semua tersangka lebih lanjut". Jelas Zalan panjang kali lebar.

Azeela menjadi pendengar yang baik. Gadis itu sudah mengerti dengan semua yang terjadi. Azeela kembali mengamati foto tersangka. Tiga foto tersangka dipajang di papan penyidik. Ada dua foto lagi ditaruh di meja. Foto yang di taruh pada meja itu adalah foto Sutomo dan Marlina.

Dalam hati Azeela berkata ketika melihat dua foto yang ada di atas meja. "Bukankah ini foto ayah dan Buk Marlina?. Kenapa Zalan menaruhnya di sini?". Karena Azeela penasaran akhirnya gadis itu buka mulut soal foto tersebut. Iya bertanya kepada Zalan kenapa foto ini ada di sini tapi tidak ditempel di papan penyidik.

"Orang di foto itu saya curiga terlibat dalam pembunuhan berantai yang akan terjadi. Tapi kenapa belum saya tempel di papan penyidik, itu karena saya masih ragu dan saya harus mengumpulkan banyak bukti dulu. Jika nanti ada bukti bahwa mereka terlibat, baru saya akan tempel di papan penyidik.

Mendengar ucapan dari Zalan, Azeela hanya diam. Gadis itu hanya berucap dalam hatinya "Saya yakin Ayah tidak mungkin pelaku dari pembuhunan berantai itu. Kalau memang Ayah pelaku dari pembunuhan berantai itu, ibu tidak mungkin meninggal. Saya sangat yakin kalau Ibu tidak bunuh diri tapi di bunuh oleh pelaku yang sama dengan kasus pembunuhan berantai tahun 2005. Ayah bukan pelaku pembunuhan berantai itu. Karena Ayah lebih dulu meninggal dibanding ibu. Saya yakin pasti ada orang lain yang terdekat dan berkuasa yang melakukan pembunuhan ini".

Zalan bertanya kepada Azeela apa dia sudah paham kondisi saat ini, jika sudah paham dan mengerti besok mereka akan mulai menyelidiki kasus pembunuhan berantai ini karena waktu mereka tinggal seminggu lagi untuk mencari pelaku yang sebenarnya sebelum pembunuhan pertama di lakukan.

"Besok kita mulai dari kampus dulu, kita akan mengawasi gerak-gerik Amelda. Mungkin saja sekarang Amelda lagi di teror oleh pembunuh asli. Jika Amelda benar-benar diteror, besok kita pasti bisa memastikannya dengan cara mengikuti Amelda pergi dan dengan cara itu juga, kita bakal bisa membantu gadis itu selamat hari kematian. Semoga besok rencana kita berjalan lancar". Ucap Zalan sambil menatap ke papan penyidik.

"Amin mudah-mudahan berjalan lancar". Ucap Azeela sambil menarik napas pendek

"Ya sudah, sekarang sudah larut malam. Kamu boleh istirahat saja lebih dulu. Saya masih mau di sini, karena masih ada yang harus saya kerjakan". Ujar zalan sambil membolak balik satu buku perlahan.

Azeela menggangguk pelan sambil tersenyum manis yang mematikan. Kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang rahasia Zalan. Selepas kepergian Azeela dari ruang rahasia itu, Zalan setelah selesai membaca buku, ia lanjut untuk memperbaiki jam nya. Cukup lama Zalan mencoba untuk memperbaiki jam itu.

Pria tampan itu membongkar mesin jam nya untuk memeriksa apa kerusakannya. Ia melihat tidak ada yang rusak. Iya kembali memasang tutup mesin jamnya. Ia mengecek kembali fitur-fitur yang ada di jam itu. Semua fitur bisa berfungsi dan Zalan mencoba untuk membuka fitur lintas waktu.

Pria itu sangat berharap fitur lintas waktu itu sekarang berfungsi. Tapi raut wajah Zalan seketika berubah saat menekan fitur lintas waktu. Harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Fitur itu masih juga belum berfungsi. Apa yang tadi ia kerjakan jadi sia-sia. Karena tidak ada hasilnya. Zalan langsung kembali menyimpan jamnya.

Lain kali ia akan mencari cara lagi untuk bisa memperbaiki fitur lintas waktu itu. Setelah menyimpan jam nya, pria tampan itu meninggalkan ruang rahasia itu, dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat. Karena hari ini kegiatannya cukup padat dan ia merasa lelah.

Belum sampai Zalan menuju kamarnya, seorang gadis kembali memanggilnya. "Bentar!. Aku boleh minta tolong nggak?". Ucap Azeela santai.

"Kamu masih belum istirahat?. Hari sudah larut mau minta tolong apa emangnya?". Tanya Zalan dengan ekspresi datar.

Azeela tersenyum terlebih dahulu, kemudian baru berkata, "Aku tiba-tiba sangat lapar. Jadi tidak bisa tidur. Tadi aku sudah melihat ke dapur, tapi tidak ada makanan. Aku minta tolong sama kamu boleh belikan makanan di luar?. Itu kalau kamu nggak keberatan sih. Tapi kalau nggak bisa juga nggak papa kok. Aku coba untuk tidur aja". Ujar Azeela dengan sedikit gerogi karena takut permintaannya di tolak dan merepotkan tuan rumah.

Gadis itu pun perlahan ingin melangkah menuju kamarnya. Tapi Zalan menghentikannya. Pria tampan itu menggenggam legan tangan Azeela untuk menghentikannya.

"Baiklah saya akan membelinya. Kamu tunggu saja di ruang tamu sebentar. Saya tidak akan lama". Ucap Zalan kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah kediamannya.

Pria itu pergi membeli makanan yang dipesan oleh Azeela. Tak berselang waktu lama, Zalan telah kembali dengan membawa dua kotak nasi goreng. Ketika sampai di rumah, ia melihat gadis yang telah terlelap di sofa ruang tamu.

Melihat itu Zalan berbicara dalam hati "Apa aku pergi membeli makannya terlalu lama sehingga gadis ini tertidur saat menunggu ku pulang. Apakah harus aku bangunkan?". Zalan bingung, ia harus membangunkan Azeela atau tidak. Tapi Zalan teringat kalau tadi Azeela sangat lapar, sehingga tidak bisa tidur.

"Kata gadis ini tadi ia sangat lapar sehingga tidak bisa tidur tapi sekarang lihatlah dia bisa tidur". Gumam Zalan pelan.

Cukup lama Zalan berpikir sambil memandang Azeela yang sedang tidur. Karena hibah, akhirnya ia tidak jadi membangunkan Azeela. Pria tampan itu menuju kamarnya. Keluar dari kamar, ia membawa selimut dan menyelimuti selimut yang dibawanya pada Azeela, kemudian berlalu pergi meninggalkan Azeela di ruang tamu menuju kamarnya.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

makin penasaran aku

2023-11-15

0

anggita

anggita

👍👍👏👏👌👌.,

2023-10-05

0

Nasir

Nasir

Paragrafnya di rampingkan lagi bisa Thor, mungkin bisa lima kalimat paling banyak.

2023-10-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!