Zalan menjelaskan alasan nya satu-persatu pada Azeela. "Pertama Bram. Seorang polisi di salah satu unit kepolisian Kedoya Utara. Sebelum Amelda meninggal, gadis itu terakhir bertemu dengan Bram. Ia mewawancarai Bram terkait kasus penggelapan dana pembangunan untuk bikin unit baru kepolisian di Kedoya Utara.
Kedua Mandra. Dia adalah kakak Marlina dari keluarga yang cukup kaya. Mandra adalah pelaku yang salah tangkap sama polisi. Selama 17 tahun pria itu mendekam di penjara atas hukuman yang sama sekali tidak di lakukan nya. Itu kesalahan polisi yang bertugas waktu itu. Mereka belum begitu teliti dalam menangani kasus pembunuhan berantai itu.
Kali ini saya tidak akan membiarkan hal seperti itu terulang kembali. Saya tidak ingin ada korban apa pun. Saya harus bisa menangkap pelakunya sebelum memakan korban. Ketiga Rashilah, gadis yang baru memasuki umur 18 tahun ini sangat susah di tebak. Saya mencurigai nya karena waktu itu saya pernah melihat dia membully teman sekolahnya dengan cara cukup sadis.
Saya juga pernah melihat dia membeli kotak merah mirip dengan kotak yang ada pada jasad setiap pelaku. Setelah dia membeli kotak itu, dia pergi diam-diam ke loker teman yang ingin di bully nya. Setelah Rashilah pergi dari tempat itu, saya membobol loker temannya itu untuk melihat apa isi kotaknya. Pintu lokernya terbuka, dan saya segera membuka kotak merah itu.
Ketika saya buka, ternyata ada surat yang isinya tentang ancaman akan membunuh jika teman yang ia bully itu tidak menuruti perintahnya. Karena hal itu lah saya mencurigai Rashilah. Saya butuh menyelidiki semua tersangka lebih lanjut". Jelas Zalan panjang kali lebar.
Azeela menjadi pendengar yang baik. Gadis itu sudah mengerti dengan semua yang terjadi. Azeela kembali mengamati foto tersangka. Tiga foto tersangka dipajang di papan penyidik. Ada dua foto lagi ditaruh di meja. Foto yang di taruh pada meja itu adalah foto Sutomo dan Marlina.
Dalam hati Azeela berkata ketika melihat dua foto yang ada di atas meja. "Bukankah ini foto ayah dan Buk Marlina?. Kenapa Zalan menaruhnya di sini?". Karena Azeela penasaran akhirnya gadis itu buka mulut soal foto tersebut. Iya bertanya kepada Zalan kenapa foto ini ada di sini tapi tidak ditempel di papan penyidik.
"Orang di foto itu saya curiga terlibat dalam pembunuhan berantai yang akan terjadi. Tapi kenapa belum saya tempel di papan penyidik, itu karena saya masih ragu dan saya harus mengumpulkan banyak bukti dulu. Jika nanti ada bukti bahwa mereka terlibat, baru saya akan tempel di papan penyidik.
Mendengar ucapan dari Zalan, Azeela hanya diam. Gadis itu hanya berucap dalam hatinya "Saya yakin Ayah tidak mungkin pelaku dari pembuhunan berantai itu. Kalau memang Ayah pelaku dari pembunuhan berantai itu, ibu tidak mungkin meninggal. Saya sangat yakin kalau Ibu tidak bunuh diri tapi di bunuh oleh pelaku yang sama dengan kasus pembunuhan berantai tahun 2005. Ayah bukan pelaku pembunuhan berantai itu. Karena Ayah lebih dulu meninggal dibanding ibu. Saya yakin pasti ada orang lain yang terdekat dan berkuasa yang melakukan pembunuhan ini".
Zalan bertanya kepada Azeela apa dia sudah paham kondisi saat ini, jika sudah paham dan mengerti besok mereka akan mulai menyelidiki kasus pembunuhan berantai ini karena waktu mereka tinggal seminggu lagi untuk mencari pelaku yang sebenarnya sebelum pembunuhan pertama di lakukan.
"Besok kita mulai dari kampus dulu, kita akan mengawasi gerak-gerik Amelda. Mungkin saja sekarang Amelda lagi di teror oleh pembunuh asli. Jika Amelda benar-benar diteror, besok kita pasti bisa memastikannya dengan cara mengikuti Amelda pergi dan dengan cara itu juga, kita bakal bisa membantu gadis itu selamat hari kematian. Semoga besok rencana kita berjalan lancar". Ucap Zalan sambil menatap ke papan penyidik.
"Amin mudah-mudahan berjalan lancar". Ucap Azeela sambil menarik napas pendek
"Ya sudah, sekarang sudah larut malam. Kamu boleh istirahat saja lebih dulu. Saya masih mau di sini, karena masih ada yang harus saya kerjakan". Ujar zalan sambil membolak balik satu buku perlahan.
Azeela menggangguk pelan sambil tersenyum manis yang mematikan. Kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang rahasia Zalan. Selepas kepergian Azeela dari ruang rahasia itu, Zalan setelah selesai membaca buku, ia lanjut untuk memperbaiki jam nya. Cukup lama Zalan mencoba untuk memperbaiki jam itu.
Pria tampan itu membongkar mesin jam nya untuk memeriksa apa kerusakannya. Ia melihat tidak ada yang rusak. Iya kembali memasang tutup mesin jamnya. Ia mengecek kembali fitur-fitur yang ada di jam itu. Semua fitur bisa berfungsi dan Zalan mencoba untuk membuka fitur lintas waktu.
Pria itu sangat berharap fitur lintas waktu itu sekarang berfungsi. Tapi raut wajah Zalan seketika berubah saat menekan fitur lintas waktu. Harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Fitur itu masih juga belum berfungsi. Apa yang tadi ia kerjakan jadi sia-sia. Karena tidak ada hasilnya. Zalan langsung kembali menyimpan jamnya.
Lain kali ia akan mencari cara lagi untuk bisa memperbaiki fitur lintas waktu itu. Setelah menyimpan jam nya, pria tampan itu meninggalkan ruang rahasia itu, dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat. Karena hari ini kegiatannya cukup padat dan ia merasa lelah.
Belum sampai Zalan menuju kamarnya, seorang gadis kembali memanggilnya. "Bentar!. Aku boleh minta tolong nggak?". Ucap Azeela santai.
"Kamu masih belum istirahat?. Hari sudah larut mau minta tolong apa emangnya?". Tanya Zalan dengan ekspresi datar.
Azeela tersenyum terlebih dahulu, kemudian baru berkata, "Aku tiba-tiba sangat lapar. Jadi tidak bisa tidur. Tadi aku sudah melihat ke dapur, tapi tidak ada makanan. Aku minta tolong sama kamu boleh belikan makanan di luar?. Itu kalau kamu nggak keberatan sih. Tapi kalau nggak bisa juga nggak papa kok. Aku coba untuk tidur aja". Ujar Azeela dengan sedikit gerogi karena takut permintaannya di tolak dan merepotkan tuan rumah.
Gadis itu pun perlahan ingin melangkah menuju kamarnya. Tapi Zalan menghentikannya. Pria tampan itu menggenggam legan tangan Azeela untuk menghentikannya.
"Baiklah saya akan membelinya. Kamu tunggu saja di ruang tamu sebentar. Saya tidak akan lama". Ucap Zalan kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah kediamannya.
Pria itu pergi membeli makanan yang dipesan oleh Azeela. Tak berselang waktu lama, Zalan telah kembali dengan membawa dua kotak nasi goreng. Ketika sampai di rumah, ia melihat gadis yang telah terlelap di sofa ruang tamu.
Melihat itu Zalan berbicara dalam hati "Apa aku pergi membeli makannya terlalu lama sehingga gadis ini tertidur saat menunggu ku pulang. Apakah harus aku bangunkan?". Zalan bingung, ia harus membangunkan Azeela atau tidak. Tapi Zalan teringat kalau tadi Azeela sangat lapar, sehingga tidak bisa tidur.
"Kata gadis ini tadi ia sangat lapar sehingga tidak bisa tidur tapi sekarang lihatlah dia bisa tidur". Gumam Zalan pelan.
Cukup lama Zalan berpikir sambil memandang Azeela yang sedang tidur. Karena hibah, akhirnya ia tidak jadi membangunkan Azeela. Pria tampan itu menuju kamarnya. Keluar dari kamar, ia membawa selimut dan menyelimuti selimut yang dibawanya pada Azeela, kemudian berlalu pergi meninggalkan Azeela di ruang tamu menuju kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
auliasiamatir
makin penasaran aku
2023-11-15
0
anggita
👍👍👏👏👌👌.,
2023-10-05
0
Nasir
Paragrafnya di rampingkan lagi bisa Thor, mungkin bisa lima kalimat paling banyak.
2023-10-05
1