Azeela berdiri di dekat jembatan yang biasa ia singgahi untuk melepas penatnya. Gadis itu menangis histeris di jembatan sambil memanjat jembatan itu dan berdiri di atasnya. Ia sangat terpukul dan merasa bersalah atas apa yang menimpa ayahnya. Karena sebelum ayahnya tiada, ia begitu marah pada ayahnya. Dan menyumpahi sang ayah lebih baik tiada saja.
'Kilas Balik'
Azeela juga ikut keluar dari bar setelah ayahnya meninggalkan tempat itu. Azeela melihat sang ayah dari jauh. Sang ayah yang berjalan sempoyongan terus saja berjalan sampai pria itu hampir ketabrak mobil karena ingin melintasi jalan. Untungnya Azeela datang tepat waktu untuk menyelamatkan pria mabuk itu.
Azeela menarik sang ayah ke pinggir jalan. "Ayah..., (dengan nada lembut tapi geram)". Sang ayah menepis tangan sang putri dari bahunya. Sutomo perlahan ingin berjalan pergi meninggalkan Azeela. Namun Azeela menghentikan langkah ayahnya itu. "Ayah mau pergi kemana lagi. Ayo kita pulang". Pinta Azeela sambil kembali memegang bahu sang ayah untuk ia bantu papah sampai rumah.
Lagi-lagi lelaki itu kembali menepis tangan putrinya. "Tidak perlu. Saya masih ada urusan. Kau saja yang pulang". Ucap Ayah Azeela.
"Ayah...!. Kenapa ayah selalu saja bersikap seperti ini. Apa aku dan ibu setidak berarti itu di hidup ayah?". Ucap Azeela kesal.
Ayah Azeela tidak menjawab pertanyaan sang putri. Karena tidak ada jawaban dari sang ayah, Azeela kembali bersuara. "Aku benci ayah!. Dan aku juga benci sama bibi!. Ayah tahu, kenapa aku sangat membenci bibi!. Itu karena aku sangat iri pada bibi yah!. Ayah lebih sayang sama adik ayah dibanding anak ayah sendiri!. Salah aku dan ibu apa sih yah!". Ucap Azeela sambil menggigit sebagian bibirnya untuk menahan tangisnya.
Ayah Azeela tetap diam seribu bahasa. Pria itu berjalan perlahan meninggalkan putrinya. Melihat tidak ada respon dari ayahnya, Azeela jadi emosi. "Oke. Kalau itu mau ayah. Sekalian ajah ayah nggak usah pulang selamanya. Lebih baik aku nggak punya ayah. Dari pada punya ayah seperti ayah!. Mulai hari ini, ayah aku udah nggak ada!". Teriak Azeela dari jauh.
Kemudian gadis malang itu pergi sambil derai tangis air mata membasahi pipinya. Sang ayah yang mendengar ucapan sang putri terus berjalan tanpa menoleh ke belakang dengan matanya yang penuh akan butiran butiran kecil bening. Pria itu menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi bumi sambil terus saja berjalan tanpa arah.
'Kilas balik selesai'
Sekarang ayahnya benar-benar tiada, ia jadi merasa bersalah. Karena ternyata tuhan sangat cepat mengabulkan doanya. Dan sekarang ia baru menyadari kalau ia masih sangat menyayangi ayahnya.
"Ayah, maafin azel yah. Selama ini Azel selalu marah dan membentak ayah. Tapi itu karena ayah juga yang selalu memancing emosi aku yah. Ayah selalu saja mabuk dan menganggap aku sama ibu seperti tak terlihat. Seperti bukan bagian terpenting dalam hidup ayah. Ayah juga selalu beralasan sibuk bekerja.
Entah kerja apa yang ayah lakukan!. Aku bahkan tidak mengetahuinya yah!. Entah ayah benar-benar bekerja selama ini atau hanya sekedar beralasan bekerja saja. Yang aku lihat ayah setiap pulang ke rumah selalu dalam keadaan mabuk dan sampai di rumah selalu ribut dengan ibu.
Kalau tidak mabuk, pasti ayah selalu langsung ke kamar bibi untuk merawatnya. Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran ayah. Dan bagaimana cara kerja otak ayah sampai ayah setidak peduli itu dengan keluarganya sendiri. Yang aku tidak bisa pikir dan terima.
Kenapa ayah lebih menyayangi adik perempuan mu yah!. Aku tahu, bibi merupakan satu-satunya saudari yang ayah punya sebelum ada aku dan ibu dalam hidup ayah. Tapi meski sudah ada aku dan ibu di hidup ayah, hal itu tidak bisa membuat ayah berpaling dari bibi.
Asal ayah tahu, aku benci bibi karena ayah begitu sayang dengannya melebihi anak dan istri ayah sendiri. Aku sangat iri sama bibi. Bibi dapat semua curahan kasih sayang dari ayah. Kasih sayang yang juga sangat aku inginkan dari seorang ayah pada putrinya.
Tapi semua itu hanya hayalan belaka. Setiap saat ayah hanya peduli dengan bibi. Makan bibi, minum bibi, kesehatan bibi dan bahkan kebahagiaan bibi!. Semuanya ayah yang mengurusnya. Sedangkan aku dan ibu, ayah anggap seperti beban bagi ayah.
Mungkin aku juga bisa dibilang jahat. Tidak seharusnya aku membenci bibi. Karena aku tahu bibi benar-benar lebih butuh perhatian dari kakaknya di bandingkan aku dan ibu yang masih sehat. Bibi tidak bisa apa-apa jika tidak ada yang membantunya. Karena bibi lumpuh dan mengalami gangguan mental.
Wajar saja jika seorang kakak mengkhawirkan adiknya. Dimana sang adik tidak sehat fisik maupun mental nya. Ayah tetap jahat dimata aku yah!. Ayah tidak bersikap adil!. Ayah tidak pernah memperhatikan tumbuh kembang ku selama ini. Ayah tidak pernah bertanya apakah aku makan dengan baik, belajar dengan baik. Apa aku cukup tidur. Apa aku disekolah punya teman. Apa aku ada uang jajan. Atau apakah aku belakangan ini ada masalah.
Ayah tidak pernah bertanya itu pada aku yah!. Hal itu membuat aku sangat sedih dan membuat aku jadi makin membenci ayah. Tapi sebenci apa pun aku sama ayah. Dihati kecil ku, aku tetap merasakan sakit saat kehilangan ayah di hidup ku. Apa mungkin itu karena ikatan batin antara ayah dan anak.
Walaupun selama 18 tahun belakangan aku tidak pernah yang namanya merasakan kasih sayang seorang ayah, tapi entah kenapa, mengetahui ayah sudah tidak adalah didunia ini, tidak bisa aku lihat dan aku marahi lagi, hati ku begitu sakit menerima kenyataan itu yah!". Suara lirih hati Azeela di sertai air bening yang mengalir deras membasahi pipinya yang merona.
Gadis cantik itu masih berdiri di atas jembatan itu. Ia berteriak sekuat tenaganya "Why...........!. Aku sangat benci hidup kuuu!".
Gadis Malang itu masih menangis di jembatan. Sementara di rumah sakit, ayahnya sudah siap-siap untuk diantarkan ke rumah duka. Ibu Azeela yang menyadari putrinya tidak ada bersamanya di rumah sakit, ia pun mencari putrinya keluar rumah sakit. Sebelum keluar dari rumah sakit, dia meminta kepada petugas Untuk mengantarkan jenazah suaminya pulang, karena ia harus mencari putrinya terlebih dahulu.
Wanita usia 38 tahun itu berjalan perlahan menyusuri Jalan Raya sambil melihat-lihat sekitarnya. Saat Youna keluar dari rumah sakit, seseorang terus mengikuti kemana Youna pergi. Youna tidak menyadari ada yang membuntuti nya. Di tengah perjalanan untuk mencari Sang Putri, Ibunya baru teringat tempat favorit sang putri jika sedang bersedih, atau ada masalah.
Youna mempercepat langkahnya menuju suatu tempat. Youna sampai di tepi danau yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Tapi sampai disitu, ia tidak melihat seorang pun di dekat danau. Karena waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, ibu Azeela memutuskan untuk pulang ke rumah. "Mungkin saja Azel sudah di rumah". Gumam Youna dalam kesendiriannya.
Perempuan satu-anak itu, baru saja ingin berbalik untuk menuju rumahnya, tapi seseorang berdiri di depannya. Orang itu mencoba untuk mencelakai Youna. Youna bilang kepada orang itu, "Kamu mau apa!". Bentak Youna sambil melangkah demi selangkah ke belakang.
"Jangan mendekat!". Bentak ibu Azeela sambil mengambil kayu yang ada di dekatnya. "Jangaaaaaaaaaaaan!!". Youna berteriak dan terjatuh ke dalam danau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
auliasiamatir
berat banget beban hidup azzel
2023-10-13
0
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
nexs, aku dah mampir ya thor😀👍
2023-10-11
0
ⁱˡˢ ᵈʸᵈᶻᵘ💻💐
Jadi Istrinya mampir Thor ❤️
2023-10-05
1