Azeela hanya melempar senyuman manisnya dan kembali memejamkan matanya. Tak berselang waktu lama, ambulans sampai rumah sakit. Azeela segera di tangani dokter. Dokter dan suster menghentikan pendarahan di kepala Azeela. Setelah berhasil, mereka menjahitnya. Tak butuh waktu lama, dokter dan suster itu keluar dari ruangan Azeela.
Youna dan Zalan yang baru datang menghampiri sang dokter untuk bertanya bagaimana keadaan pasien. "Bagaimana kondisinya dokter?". Tanya Youna dan Zalan serempak.
"Alhamdulillah kondisi pasien sudah stabil. Tubuh pasien bisa dibilang kuat. Meski kehilangan banyak darah, tubuh pasien cepat pulih dan bahkan tidak memerlukan transfusi darah. Mungkin hal yang mustahil seperti ini sudah jadi rahasia sang ilahi. Ini kuasa Allah". Jelas dokter.
Youna sangat bersyukur Azeela selamat. Setelah menjelaskan kondisi pasien, dokter pamit pergi. Zalan ikut lega karena Azeela baik-baik saja dan tidak memerlukan transfusi darah. Karena kalau sampai Azeela membutuhkan tranfusi darah, Zalan tidak tahu harus mencari kemana jika stok darah di rumah sakit habis.
Ia sama sekali tidak tahu dengan keluarga Azeela. Zalan juga kepikiran ucapan dokter tadi. Tubuh azeela cepat melakukan pemulihan. "Apa jangan-jangan kita yang dari masa depan tidak bisa terluka jika berada di masa lampau?". Suara hati Zalan.
Selepas dokter pergi, Youna masuk ruangan Azeela untuk mengecek kondisi gadis malang itu. Sementara Zalan pergi mengurus administrasi. Sambil berjalan perlahan wanita lemah lembut itu duduk di samping kasur dan menggenggam lembut tangan Azeela.
"Rasa apa yang aku miliki pada gadis yang baru ku kenal ini. Kenapa aku seperti sangat dekat dengannya. Hati ku ikut sakit saat dia lemah tak berdaya seperti ini. Siapa kamu sebenarnya?". Ucap Youna di dalam hati sambil mengelus pelan ramput Azeela.
Azeela yang merasakan ada tangan halus dan lembut yang sedang membelai rambutnya merasa nyaman dengan belaiyan itu. "Aku rindu belayan mu seperti ini bu. Ternyata dari dulu sampai aku besar, belayan lembut mu tidak pernah berubah bu". Gumam Azeela dalam hati sambil tersenyum tipis dengan mata masih tertutup rapat.
Youna yang menyadari Azeela baru saja tersenyum, ia pun kaget. Ia melepaskan tangannya dari rambut Azeela. "Kamu sudah siuman?". Tanya Youna dengan perasaan campur aduk.
Azeela membuka matanya berlahan dan kembali tersenyum manis pada wanita yang di depannya. "Berhenti menatap ku dengan ekspresi mu yang seperti itu. Aku merasa risih!. Kenapa kamu selalu tersenyum ketika melihat ku". Tutur lembut Youna sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia tidak sanggup menatap senyuman Azeela yang begitu hangat dan menyejukan hati.
"Enta kenapa, hati ku begitu nyaman ketika gadis ini manja dan tersenyum seperti itu pada ku". Suara hati Youna.
Azeela bilang kalau dia tidak akan pernah berhenti untuk memperlihatkan senyuman manis nya pada Youna. Baik di masa kini maupun dimasa depan. "Baik lah. Kamu begitu keras kepala. Sama seperti suami ku". Ujar Youna sambil menghelah napas pendek.
"Benarkah?. Kalau boleh saya tahu, kamu kenal dengan suami mu dimana?". Tanya Azeela tiba-tiba.
Youna berpikir sebentar, kemudian baru menjawab pertanyaan dari gadis kepo di dekatnya. "Kita kenal waktu aku kelas dua SMK. Kala itu ada acara thor ke pantai. Dia pria yang hangat dan sangat perhatian pada keluarganya. Kita hanya butuh enam bulan untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Ia pria yang sangat berdedikasi dan bertanggung jawab. Ia tidak pernah meminta ku untuk berpacaran dengannya.
Awalnya aku merasa ia sedang mempermainkan ku dengan hubungan tanpa status. Ternyata dugaan ku salah. Dia melamar ku awal semester dua kelas tiga. Awalnya aku pikir pria itu bercanda. Kami masih sekolah jadi tidak mungkin langsung menikah begitu saja. Aku minta padanya untuk tunggu beberapa bulan lagi sampai hari kelulusan kita. Tapi pria itu dengan berani besoknya ke rumah buat melamar ku di depan kedua orang tua ku langsung.
Ayah dan ibu kaget, ia meminta waktu untuk bicara empat mata dengan ku. Aku meminta mereka untuk mendengarkan alasan kenapa Sutomo ngotot ingin menikahi ku sebelum kelulusan kami. Ayah dan ibu pun setuju untuk mendengarkan alasan Sutomo. Pria pemberani itu berhasil menyakinkan kedua orang tua ku.
Katanya waktu itu ia bisa melihat tanggungjawab dan kesungguhan hati Sutomo. Lagian di usia Sutomo yang masih muda, ia sudah perpersiapkan matang untuk kehidupan di masa depan. Ia ada tabungan, dan pekerjaan untuk menjamin kehidupan ku di masa depan. Jadi ayah mengizinkan nya.
Karena tujuan Sutomo juga baik, ia ingin menghindari zina. Dan ia tidak ingin mencurahkan kasih sayangnya pada ku, pada saat kita belum terikat ikatan pernikahan. Jadi ia tidak ingin berlama-lama dalam balutan dosa. Lebih baik cepat halal.
Jika sudah halal, apa pun hal baik yang kami lakukan akan menjadi pahala di mata Allah. Dan akhirnya kami menikah secara agama dulu, setelah lulus baru di resmikan. Sampai sekarang kami alhamdulilah selalu bahagia dan baik-baik saja". Tutur Youna dengan mata yang berbinar-binar sambil tersenyum lebar.
Azeela cegukan usai Youna menceritakan kisah awal mula kedua orang tuanya bisa saling kenal dan menyayangi. Youna mengambilkan air untuk Azeela agar cegukannya reda. "Kamu tidak apa-apa?". Tanya Youna khawatir.
Azeela minum setelah itu baru menjawab "Aku nggak papa". Sambil mengeliat untuk merilexkan tubuhnya.
Zalan memasuki ruangan Azeela. "Kamu sudah sadar?. Maaf ya saya sedikit lama. Saya beli makanan buat kalian. Silakan makan". Ucap Zalan sambil mengeluarkan makanan itu dari kantongnya dan menaruh di atas meja.
Youna mengambil makanan buat Azeela. Ia ingin menyuapi Azeela makan. Tapi ketika Youna akan menyuapi gadis ayu itu, ponselnya berdering. "Bentar ya". Ucap Youna. Azeela mengangguk pelan.
Youna mengangkat telpon dari sang suami. "Ya mas?. Ada apa?". Ucap Youna.
Sutomo meminta Youna untuk segera pulang karena putrinya dari tadi mencarinya. Mendengar itu Youna menutup telpon, setelah itu berpamitan dengan Azeela dan Zalan.
"Sepertinya saya harus pulang sekarang". Ujar Youna.
"Kenapa?". Tanya Azeela dengan perasaan tidak rela.
"Putri ku rewel. Ia mencari ku dari tadi. Jadi saya harus pulang sekarang. Nggak papa kan Azel?". Ujar Youna sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Umm... ya udah nggak papa". Ucap Azeela dengan senyuman manisnya.
"Cepat sembuh ya (mengelus lembut tangan Azeela. Azeela kembali tersenyum dan menganguk pelan). Kalau begitu saya permisi". Ucap Youna sambil berlalu pergi meninggalkan ruang rawat Azeela.
Setelah Youna pergi, gadis ayu itu mencopot infus nya. Setelah itu Azeela turun dari tempat tidurnya. Gadis itu sudah berdiri dengan tegap layaknya orang sehat bugar. "Yuk kita pulang". Ucap gadis ayu itu tiba-tiba.
Meski Zalan sudah tahu alasannya, tapi pria itu masih saja terkejut dengan kepulihan Azeela. "Sepertinya dugaan saya benar". Gumam Zalan.
"Soal apa?. Tanya Azeela bingung.
"Kamu pulih begitu cepat setelah kejadian jatuh dari tangga dengan kondisi yang sangat parah. Itu berarti tubuh kita benar-benar tidak bisa terluka di sini". Ujar Zalan dengan tetap cool sambil melihat ke jendela rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Noviyanti
semangat thor
2023-12-10
0
Putra Al - Bantani
hadir kak....
semanagat
2023-10-18
0