16. Rumah Sakit

Azeela hanya melempar senyuman manisnya dan kembali memejamkan matanya. Tak berselang waktu lama, ambulans sampai rumah sakit. Azeela segera di tangani dokter. Dokter dan suster menghentikan pendarahan di kepala Azeela. Setelah berhasil, mereka menjahitnya. Tak butuh waktu lama, dokter dan suster itu keluar dari ruangan Azeela.

Youna dan Zalan yang baru datang menghampiri sang dokter untuk bertanya bagaimana keadaan pasien. "Bagaimana kondisinya dokter?". Tanya Youna dan Zalan serempak.

"Alhamdulillah kondisi pasien sudah stabil. Tubuh pasien bisa dibilang kuat. Meski kehilangan banyak darah, tubuh pasien cepat pulih dan bahkan tidak memerlukan transfusi darah. Mungkin hal yang mustahil seperti ini sudah jadi rahasia sang ilahi. Ini kuasa Allah". Jelas dokter.

Youna sangat bersyukur Azeela selamat. Setelah menjelaskan kondisi pasien, dokter pamit pergi. Zalan ikut lega karena Azeela baik-baik saja dan tidak memerlukan transfusi darah. Karena kalau sampai Azeela membutuhkan tranfusi darah, Zalan tidak tahu harus mencari kemana jika stok darah di rumah sakit habis.

Ia sama sekali tidak tahu dengan keluarga Azeela. Zalan juga kepikiran ucapan dokter tadi. Tubuh azeela cepat melakukan pemulihan. "Apa jangan-jangan kita yang dari masa depan tidak bisa terluka jika berada di masa lampau?". Suara hati Zalan.

Selepas dokter pergi, Youna masuk ruangan Azeela untuk mengecek kondisi gadis malang itu. Sementara Zalan pergi mengurus administrasi. Sambil berjalan perlahan wanita lemah lembut itu duduk di samping kasur dan menggenggam lembut tangan Azeela.

"Rasa apa yang aku miliki pada gadis yang baru ku kenal ini. Kenapa aku seperti sangat dekat dengannya. Hati ku ikut sakit saat dia lemah tak berdaya seperti ini. Siapa kamu sebenarnya?". Ucap Youna di dalam hati sambil mengelus pelan ramput Azeela.

Azeela yang merasakan ada tangan halus dan lembut yang sedang membelai rambutnya merasa nyaman dengan belaiyan itu. "Aku rindu belayan mu seperti ini bu. Ternyata dari dulu sampai aku besar, belayan lembut mu tidak pernah berubah bu". Gumam Azeela dalam hati sambil tersenyum tipis dengan mata masih tertutup rapat.

Youna yang menyadari Azeela baru saja tersenyum, ia pun kaget. Ia melepaskan tangannya dari rambut Azeela. "Kamu sudah siuman?". Tanya Youna dengan perasaan campur aduk.

Azeela membuka matanya berlahan dan kembali tersenyum manis pada wanita yang di depannya. "Berhenti menatap ku dengan ekspresi mu yang seperti itu. Aku merasa risih!. Kenapa kamu selalu tersenyum ketika melihat ku". Tutur lembut Youna sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia tidak sanggup menatap senyuman Azeela yang begitu hangat dan menyejukan hati.

"Enta kenapa, hati ku begitu nyaman ketika gadis ini manja dan tersenyum seperti itu pada ku". Suara hati Youna.

Azeela bilang kalau dia tidak akan pernah berhenti untuk memperlihatkan senyuman manis nya pada Youna. Baik di masa kini maupun dimasa depan. "Baik lah. Kamu begitu keras kepala. Sama seperti suami ku". Ujar Youna sambil menghelah napas pendek.

"Benarkah?. Kalau boleh saya tahu, kamu kenal dengan suami mu dimana?". Tanya Azeela tiba-tiba.

Youna berpikir sebentar, kemudian baru menjawab pertanyaan dari gadis kepo di dekatnya. "Kita kenal waktu aku kelas dua SMK. Kala itu ada acara thor ke pantai. Dia pria yang hangat dan sangat perhatian pada keluarganya. Kita hanya butuh enam bulan untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Ia pria yang sangat berdedikasi dan bertanggung jawab. Ia tidak pernah meminta ku untuk berpacaran dengannya.

Awalnya aku merasa ia sedang mempermainkan ku dengan hubungan tanpa status. Ternyata dugaan ku salah. Dia melamar ku awal semester dua kelas tiga. Awalnya aku pikir pria itu bercanda. Kami masih sekolah jadi tidak mungkin langsung menikah begitu saja. Aku minta padanya untuk tunggu beberapa bulan lagi sampai hari kelulusan kita. Tapi pria itu dengan berani besoknya ke rumah buat melamar ku di depan kedua orang tua ku langsung.

Ayah dan ibu kaget, ia meminta waktu untuk bicara empat mata dengan ku. Aku meminta mereka untuk mendengarkan alasan kenapa Sutomo ngotot ingin menikahi ku sebelum kelulusan kami. Ayah dan ibu pun setuju untuk mendengarkan alasan Sutomo. Pria pemberani itu berhasil menyakinkan kedua orang tua ku.

Katanya waktu itu ia bisa melihat tanggungjawab dan kesungguhan hati Sutomo. Lagian di usia Sutomo yang masih muda, ia sudah perpersiapkan matang untuk kehidupan di masa depan. Ia ada tabungan, dan pekerjaan untuk menjamin kehidupan ku di masa depan. Jadi ayah mengizinkan nya.

Karena tujuan Sutomo juga baik, ia ingin menghindari zina. Dan ia tidak ingin mencurahkan kasih sayangnya pada ku, pada saat kita belum terikat ikatan pernikahan. Jadi ia tidak ingin berlama-lama dalam balutan dosa. Lebih baik cepat halal.

Jika sudah halal, apa pun hal baik yang kami lakukan akan menjadi pahala di mata Allah. Dan akhirnya kami menikah secara agama dulu, setelah lulus baru di resmikan. Sampai sekarang kami alhamdulilah selalu bahagia dan baik-baik saja". Tutur Youna dengan mata yang berbinar-binar sambil tersenyum lebar.

Azeela cegukan usai Youna menceritakan kisah awal mula kedua orang tuanya bisa saling kenal dan menyayangi. Youna mengambilkan air untuk Azeela agar cegukannya reda. "Kamu tidak apa-apa?". Tanya Youna khawatir.

Azeela minum setelah itu baru menjawab "Aku nggak papa". Sambil mengeliat untuk merilexkan tubuhnya.

Zalan memasuki ruangan Azeela. "Kamu sudah sadar?. Maaf ya saya sedikit lama. Saya beli makanan buat kalian. Silakan makan". Ucap Zalan sambil mengeluarkan makanan itu dari kantongnya dan menaruh di atas meja.

Youna mengambil makanan buat Azeela. Ia ingin menyuapi Azeela makan. Tapi ketika Youna akan menyuapi gadis ayu itu, ponselnya berdering. "Bentar ya". Ucap Youna. Azeela mengangguk pelan.

Youna mengangkat telpon dari sang suami. "Ya mas?. Ada apa?". Ucap Youna.

Sutomo meminta Youna untuk segera pulang karena putrinya dari tadi mencarinya. Mendengar itu Youna menutup telpon, setelah itu berpamitan dengan Azeela dan Zalan.

"Sepertinya saya harus pulang sekarang". Ujar Youna.

"Kenapa?". Tanya Azeela dengan perasaan tidak rela.

"Putri ku rewel. Ia mencari ku dari tadi. Jadi saya harus pulang sekarang. Nggak papa kan Azel?". Ujar Youna sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Umm... ya udah nggak papa". Ucap Azeela dengan senyuman manisnya.

"Cepat sembuh ya (mengelus lembut tangan Azeela. Azeela kembali tersenyum dan menganguk pelan). Kalau begitu saya permisi". Ucap Youna sambil berlalu pergi meninggalkan ruang rawat Azeela.

Setelah Youna pergi, gadis ayu itu mencopot infus nya. Setelah itu Azeela turun dari tempat tidurnya. Gadis itu sudah berdiri dengan tegap layaknya orang sehat bugar. "Yuk kita pulang". Ucap gadis ayu itu tiba-tiba.

Meski Zalan sudah tahu alasannya, tapi pria itu masih saja terkejut dengan kepulihan Azeela. "Sepertinya dugaan saya benar". Gumam Zalan.

"Soal apa?. Tanya Azeela bingung.

"Kamu pulih begitu cepat setelah kejadian jatuh dari tangga dengan kondisi yang sangat parah. Itu berarti tubuh kita benar-benar tidak bisa terluka di sini". Ujar Zalan dengan tetap cool sambil melihat ke jendela rumah sakit.

Terpopuler

Comments

Noviyanti

Noviyanti

semangat thor

2023-12-10

0

Putra Al - Bantani

Putra Al - Bantani

hadir kak....
semanagat

2023-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!