Mereka telah sampai di suatu rumah. Azeela berdiri depan pagar rumah itu, kemudian melontarkan kalimat. "Jadi disini tempat persembunyian nya kalau datang ke tahun ini". Gumam Azeela pelan.
Zalan yang sudah memasuki pagar rumahnya, menoleh ke belakang dan melihat gadis yang ia bantu, masih berdiri tegap di depan pagar rumahnya. "Apa yang kamu lihat. Hari sudah larut. Segera lah masuk". Ucap pria tampan dan berkarisma itu.
Azeela memancarkan senyuman manisnya. Kemudian melangkahkan kakinya perlahan untuk memasuki rumah pria yang baru dikenalnya itu. Tidak ada pilihan bagi Azeela. Satu-satunya orang yang bisa membantunya di saat seperti ini, ya hanyalah pria yang membantunya dan mengaku punya alat untuk melintasi waktu yang bisa di pakai kapanpun ia ingin bolak balik ke masa yang di inginkan. Yang terpenting sekarang, Azeela punya tempat tinggal sementara sampai ia menyelesaikan misinya, setelah itu baru balik ke masa depan.
Sampai di dalam rumah, Azeela di suruh tunggu dulu di ruang tamu. Pria itu pergi ke kamarnya untuk mengambilkan selimut dan bantal buat gadis yang ditolongnya. Sambil menunggu Zalan datang ke ruang tamu, Azeela melihat-lihat rumah milik dosen muda itu. Tidak ada foto keluarga. Di dinding rumah pria itu hanya ada lukisan-lukisan lama.
Tak berselang waktu lama, pria itu keluar juga dari kamarnya sambil membawa selimut, bantal dan satu kantong ke ruang tamu. "Ini buat kamu pakai tidur nanti (memberikan selimut dan bantal). Dan ini baju buat ganti baju kamu yang lembab".
Azeela mengucapkan terima kasih pada Zalan. Gadis malang itu mengambil baju kaus hitam lengan pendek dan celana training yang di kasih dosen muda itu padanya. Zalan menenjukan arah toilet pada Azeela buat ganti pakaian. Setelah selesai ganti pakaian, Azeela keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di sofa ruang tamu.
Zalan yang masih menunggu di ruang tamu, melihat penampilan baru Azeela. Rambut lurus, memiliki tinggi, dan tubuh yang bagus, membuat baju itu kelihatan cocok di pakai Azeela. Walaupun baju itu milik Zalan, Gadis ayu itu pun sangat cocok memakainya.
"Apa kamu nyaman mengenakan kaus itu?". Tanya Zalan dengan santai.
"Lumayan nyaman. Meskipun sedikit kebesaran baju dan celana nya. Untuk aku tinggi, jadi masih kelihatan bagus aku kenakan". Ucap Azeela sambil melihat dirinya di cermin dekat ruang tamu.
"Syukurlah kalau cocok. Saya mau istirahat dulu". Ucap Zalan sambil perlahan melangkah menuju kamarnya.
Langkah kaki Zalan dihentikan Azeela. Gadis itu memegang lengan tangan Zalan untuk menghentikannya. "Maaf". Ucap Azeela kemudian melepaskan tangannya dari lengan Zalan.
"Ada apa?". Ucap Zalan dengan wajah datar.
Azeela meminta Zalan untuk duduk lagi di sofa yang berada di depan Azeela. Mereka duduk berhadap-hadapan. "Kapan kamu ingin kembali lagi ke tahun 2023?". Tanya Azeela tiba-tiba.
"Secepatnya". Ucap Zalan santai.
"Ia. Tapi kapan?". Tanya Azeela lagi.
"Uhmm (mendaham). Yang pasti nggak dalam waktu dekat ini. Karena jam lintas waktunya rusak!". Tutur Zalan.
"Rusak?. Kenapa bisa rusak?. Apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya". Tanya Azeela bertubi-tubi.
"Jam ini rusak semenjak kejadian nolong kamu waktu itu. Sampai sekarang fitur mesin waktunya tidak bisa di gunakan". Ketus Zalan.
"Kenapa bisa gitu ya". Gumam Azeela sambil berpikir keras.
"Tidak tahu penyebab pastinya. Yang pasti sekarang, saya mau istirahat dulu. Capek". Ucap Zalan kemudian berlalu pergi meninggalkan Azeela sendiri di ruang tamu.
"Jutek amat jadi orang. Kalau di kampus pasti terkenal dosen kiler dan kang omel". Grutu Azeela.
"Kenapa mesin waktu itu bisa rusak dan fiturnya tidak berfungsi. Jam itu tadi terlihat baik-baik saja. Tidak pecah, maupun masuk air". Gumam Azeela dalam kesendirian. Lelah berpikir, gadis malang itu pun terlelap.
Mentari pagi telah datang menyinari bumi. Azeela telah bangun dari tidurnya, begitupun juga dengan Zalan. "Saya ada urusan sebentar. Kamu boleh kemana kamu pergi, tapi tetap waspada". Ucap Zalan lalu berlalu pergi meninggalkan Azeela sendirian di rumah.
Selepas kepergian Zalan, Azeela pun bersiap-siap keluar rumah dengan mengenakan celana jins panjang, dan baju rajut warna putih lengan panjang. Selesai siap-siap, gadis itu menghirup udara segar di depan pagar rumah si dosen muda itu. Ketika gadis itu sedang asik menikmati indahnya mentari pagi, gadis malang itu tidak sengaja mengarahkan pandangannya ke arah rumah tetangga di samping rumah kediaman Zalan.
Ia melihat seorang wanita sedang bermain dengan seorang gadis kecil di halaman rumahnya. Ibu dan gadis kecil itu terlihat amat bahagia. Gelak tawa mengisi rumah kediaman wanita itu. Azeela begitu fokus melihat momen indah itu. Sampai ia tidak menyadari butiran bening telah jatuh membasahi pipinya yang merona.
Sambil tetap mengamati keindahan pemandangan ibu dan anak di depan nya, Azeela mengusap perlahan air yang mengalir membasahi pipinya. Kemudian berbalik membelakangi rumah kediaman tetangga dosen muda itu.
Wanita satu anak itu berpamitan pada putri kecilnya sambil mencium dan memeluk erat sang anak sebentar, setelah itu baru menyerahkan sang putri pada ibunya. "Bu, aku berangkat dulu ya bu". Ucap wanita itu sambil menyalami sang ibu kemudian berlalu keluar rumah.
Sewaktu wanita itu membuka pintu pagar rumah nya, seorang gadis cantik sudah melambaikan tangan padanya dengan tersenyum bahagia. "Pagi buu". Ucap Azeela sambil tersenyum..
Youna sedikit kaget dengan tingkah gadis yang sedang berdiri di depannya. Yang bisa wanita lemah lembut itu lakukan hanya sedikit menunduk dan sesekali mengelus rambut lurusnya, agar kecemasannya sedikit reda.
"Ternyata ibu tinggal disini sebelum aku besar. Emang kita sudah ditakdirkan untuk bertemu kembali bu. Dunia begitu sempit. Dan kebetulan bangat rumah dosen muda itu bersebelahan dengan tempat tinggal ibu". Tutur Azeela dengan sangat gembira.
Youna si lemah lembut dan bisa dibilang kutu buku. Wanita itu sangat pintar di kelasnya. Nggak diragukan lagi anaknya Azeela, mendapatkan warisan kepintarannya. Walaupun juara di banyak hal, ia tetap di bully karena culun.
Wanita anak satu itu, tidak mengacukan keberadaan Azeela di depannya. Ia terus saja melangkah perlahan menuju area persawahan luas. Sampai disana, Youna membentang tikar yang dibawanya untuk belajar di bawah pohon rimbun tepi sawah yang sangat hijau. Bikin hati begitu tenang dan sejuk melihat memandangan luas dan akan lebih cocok untuk belajar agar pikiran fres dan cepat nangkapnya.
"Ibu emang suka belajar sendiri disini ya?". Tanya Azeela ikut duduk di samping Youna yang sedang mengeluarkan buku bawaannya untuk belajar. Wanita lemah lembut itu masih tidak menghiraukan keberadaan Azeela di dekatnya. Azeela pantang menyerah. Ia terus berusaha untuk mendapatkan perhatian ibu mudanya itu.
Gadis ayu itu hanya mengoce sendirian tampah ada balasan dari sang ibu muda. Youna terus melanjutkan belajarnya dan terkadang dia merasa bersalah telah mengabaikan gadis di sampingnya sedari tadi. Tapi ia harus melakukan itu, agar gadis di sampingnya itu tidak mengganggunya lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
auliasiamatir
jadi merasa lucu aja, sama kelakuan azeela, jalas mak nya bingung lah di panggil ibuk 🤣
2023-11-01
1
Noviyanti
bunga mendarat
2023-10-27
1
Sena judifa
muara cinta kita hadir thor
2023-10-17
0