9. Cerita Mesin waktu

Mereka telah sampai di suatu rumah. Azeela berdiri depan pagar rumah itu, kemudian melontarkan kalimat. "Jadi disini tempat persembunyian nya kalau datang ke tahun ini". Gumam Azeela pelan.

Zalan yang sudah memasuki pagar rumahnya, menoleh ke belakang dan melihat gadis yang ia bantu, masih berdiri tegap di depan pagar rumahnya. "Apa yang kamu lihat. Hari sudah larut. Segera lah masuk". Ucap pria tampan dan berkarisma itu.

Azeela memancarkan senyuman manisnya. Kemudian melangkahkan kakinya perlahan untuk memasuki rumah pria yang baru dikenalnya itu. Tidak ada pilihan bagi Azeela. Satu-satunya orang yang bisa membantunya di saat seperti ini, ya hanyalah pria yang membantunya dan mengaku punya alat untuk melintasi waktu yang bisa di pakai kapanpun ia ingin bolak balik ke masa yang di inginkan. Yang terpenting sekarang, Azeela punya tempat tinggal sementara sampai ia menyelesaikan misinya, setelah itu baru balik ke masa depan.

Sampai di dalam rumah, Azeela di suruh tunggu dulu di ruang tamu. Pria itu pergi ke kamarnya untuk mengambilkan selimut dan bantal buat gadis yang ditolongnya. Sambil menunggu Zalan datang ke ruang tamu, Azeela melihat-lihat rumah milik dosen muda itu. Tidak ada foto keluarga. Di dinding rumah pria itu hanya ada lukisan-lukisan lama.

Tak berselang waktu lama, pria itu keluar juga dari kamarnya sambil membawa selimut, bantal dan satu kantong ke ruang tamu. "Ini buat kamu pakai tidur nanti (memberikan selimut dan bantal). Dan ini baju buat ganti baju kamu yang lembab".

Azeela mengucapkan terima kasih pada Zalan. Gadis malang itu mengambil baju kaus hitam lengan pendek dan celana training yang di kasih dosen muda itu padanya. Zalan menenjukan arah toilet pada Azeela buat ganti pakaian. Setelah selesai ganti pakaian, Azeela keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di sofa ruang tamu.

Zalan yang masih menunggu di ruang tamu, melihat penampilan baru Azeela. Rambut lurus, memiliki tinggi, dan tubuh yang bagus, membuat baju itu kelihatan cocok di pakai Azeela. Walaupun baju itu milik Zalan, Gadis ayu itu pun sangat cocok memakainya.

"Apa kamu nyaman mengenakan kaus itu?". Tanya Zalan dengan santai.

"Lumayan nyaman. Meskipun sedikit kebesaran baju dan celana nya. Untuk aku tinggi, jadi masih kelihatan bagus aku kenakan". Ucap Azeela sambil melihat dirinya di cermin dekat ruang tamu.

"Syukurlah kalau cocok. Saya mau istirahat dulu". Ucap Zalan sambil perlahan melangkah menuju kamarnya.

Langkah kaki Zalan dihentikan Azeela. Gadis itu memegang lengan tangan Zalan untuk menghentikannya. "Maaf". Ucap Azeela kemudian melepaskan tangannya dari lengan Zalan.

"Ada apa?". Ucap Zalan dengan wajah datar.

Azeela meminta Zalan untuk duduk lagi di sofa yang berada di depan Azeela. Mereka duduk berhadap-hadapan. "Kapan kamu ingin kembali lagi ke tahun 2023?". Tanya Azeela tiba-tiba.

"Secepatnya". Ucap Zalan santai.

"Ia. Tapi kapan?". Tanya Azeela lagi.

"Uhmm (mendaham). Yang pasti nggak dalam waktu dekat ini. Karena jam lintas waktunya rusak!". Tutur Zalan.

"Rusak?. Kenapa bisa rusak?. Apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya". Tanya Azeela bertubi-tubi.

"Jam ini rusak semenjak kejadian nolong kamu waktu itu. Sampai sekarang fitur mesin waktunya tidak bisa di gunakan". Ketus Zalan.

"Kenapa bisa gitu ya". Gumam Azeela sambil berpikir keras.

"Tidak tahu penyebab pastinya. Yang pasti sekarang, saya mau istirahat dulu. Capek". Ucap Zalan kemudian berlalu pergi meninggalkan Azeela sendiri di ruang tamu.

"Jutek amat jadi orang. Kalau di kampus pasti terkenal dosen kiler dan kang omel". Grutu Azeela.

"Kenapa mesin waktu itu bisa rusak dan fiturnya tidak berfungsi. Jam itu tadi terlihat baik-baik saja. Tidak pecah, maupun masuk air". Gumam Azeela dalam kesendirian. Lelah berpikir, gadis malang itu pun terlelap.

Mentari pagi telah datang menyinari bumi. Azeela telah bangun dari tidurnya, begitupun juga dengan Zalan. "Saya ada urusan sebentar. Kamu boleh kemana kamu pergi, tapi tetap waspada". Ucap Zalan lalu berlalu pergi meninggalkan Azeela sendirian di rumah.

Selepas kepergian Zalan, Azeela pun bersiap-siap keluar rumah dengan mengenakan celana jins panjang, dan baju rajut warna putih lengan panjang. Selesai siap-siap, gadis itu menghirup udara segar di depan pagar rumah si dosen muda itu. Ketika gadis itu sedang asik menikmati indahnya mentari pagi, gadis malang itu tidak sengaja mengarahkan pandangannya ke arah rumah tetangga di samping rumah kediaman Zalan.

Ia melihat seorang wanita sedang bermain dengan seorang gadis kecil di halaman rumahnya. Ibu dan gadis kecil itu terlihat amat bahagia. Gelak tawa mengisi rumah kediaman wanita itu. Azeela begitu fokus melihat momen indah itu. Sampai ia tidak menyadari butiran bening telah jatuh membasahi pipinya yang merona.

Sambil tetap mengamati keindahan pemandangan ibu dan anak di depan nya, Azeela mengusap perlahan air yang mengalir membasahi pipinya. Kemudian berbalik membelakangi rumah kediaman tetangga dosen muda itu.

Wanita satu anak itu berpamitan pada putri kecilnya sambil mencium dan memeluk erat sang anak sebentar, setelah itu baru menyerahkan sang putri pada ibunya. "Bu, aku berangkat dulu ya bu". Ucap wanita itu sambil menyalami sang ibu kemudian berlalu keluar rumah.

Sewaktu wanita itu membuka pintu pagar rumah nya, seorang gadis cantik sudah melambaikan tangan padanya dengan tersenyum bahagia. "Pagi buu". Ucap Azeela sambil tersenyum..

Youna sedikit kaget dengan tingkah gadis yang sedang berdiri di depannya. Yang bisa wanita lemah lembut itu lakukan hanya sedikit menunduk dan sesekali mengelus rambut lurusnya, agar kecemasannya sedikit reda.

"Ternyata ibu tinggal disini sebelum aku besar. Emang kita sudah ditakdirkan untuk bertemu kembali bu. Dunia begitu sempit. Dan kebetulan bangat rumah dosen muda itu bersebelahan dengan tempat tinggal ibu". Tutur Azeela dengan sangat gembira.

Youna si lemah lembut dan bisa dibilang kutu buku. Wanita itu sangat pintar di kelasnya. Nggak diragukan lagi anaknya Azeela, mendapatkan warisan kepintarannya. Walaupun juara di banyak hal, ia tetap di bully karena culun.

Wanita anak satu itu, tidak mengacukan keberadaan Azeela di depannya. Ia terus saja melangkah perlahan menuju area persawahan luas. Sampai disana, Youna membentang tikar yang dibawanya untuk belajar di bawah pohon rimbun tepi sawah yang sangat hijau. Bikin hati begitu tenang dan sejuk melihat memandangan luas dan akan lebih cocok untuk belajar agar pikiran fres dan cepat nangkapnya.

"Ibu emang suka belajar sendiri disini ya?". Tanya Azeela ikut duduk di samping Youna yang sedang mengeluarkan buku bawaannya untuk belajar. Wanita lemah lembut itu masih tidak menghiraukan keberadaan Azeela di dekatnya. Azeela pantang menyerah. Ia terus berusaha untuk mendapatkan perhatian ibu mudanya itu.

Gadis ayu itu hanya mengoce sendirian tampah ada balasan dari sang ibu muda. Youna terus melanjutkan belajarnya dan terkadang dia merasa bersalah telah mengabaikan gadis di sampingnya sedari tadi. Tapi ia harus melakukan itu, agar gadis di sampingnya itu tidak mengganggunya lagi.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

jadi merasa lucu aja, sama kelakuan azeela, jalas mak nya bingung lah di panggil ibuk 🤣

2023-11-01

1

Noviyanti

Noviyanti

bunga mendarat

2023-10-27

1

Sena judifa

Sena judifa

muara cinta kita hadir thor

2023-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!