Tiga orang yang mendekati Youna itu adalah satu geng, mereka di kampus memang sering membuli Youna. Gadis Anggun itu membela Youna. "Udah lah Ken. Mending kita kembali lagi ke Bar". Ucap Marlina dengan ekspresi datar. Kemudian berjalan lebih dulu menuju Bar. Kenan meletakkan tangannya di bahu Youna dan membawa youna kembali ke Bar di ikuti Ani juga di belakangnya.
Sampai dalam Bar, Kenan meminta Youna menari bersama dia dan Ani. Sementara Marlina hanya duduk di meja. Gadis Anggun itu hanya menatap ke arah teman-temannya tanpa ekspresi. Gadis yang satu itu tetapannya hanya selalu datar dan jarang tersenyum.
Disisi lain, Azeela tetap mencari dimana keberadaan ibunya. Gadis malang itu berdiri di depan Bar, ia memutuskan untuk memasuki bar itu. Sampai di dalam Bar, ia melihat ibunya sedang jadi pesuru wanita tomboy dan si rambut kuncir. Melihat itu, Azeela naik pitam. Ia langsung saja berjalan ke arah mereka dan langsung menarik rambut ani yang di kuncir. Dan metoyor kepala Kenan.
Setelah memberikan pelajaran kepada si tomboi dan si kuncir, Azeela menarik pelan lengan sang ibu untuk berdiri di sampingnya. Kenan yang tiba-tiba kedatangan tamu tidak diundang marah besar. "Lo siapa? (mentoyor bahu Azeela). Kenapa lo ganggu urusan kita?. Emangnya lo siapanya dia?, berani banget lo ikut campur urusan kita!". Bentak Kenan.
"Nggak penting gue siapa nya dia!. Yang lebih penting sekarang itu, lo jangan pernah ganggu dia lagi. Kalau lo masih ganggu dia juga, lo akan selalu berurusan sama gue!". Tegas Azeela dengan ekspresi menahan amarah.
"Lo......! ". Bentak Kenan sambil ingin memukul gadis menyebalkan yang sedang berdiri dihadapannya namun ia urungkan. Dalam hati Kenan "Siapa gadis ini, dari baju yang ia kenakan, pakai celana jins, baju rajut warna hijau lengan panjang, gue belum pernah lihat desain pakaian yang semoderen ini".
Di tengah kegaduhan mereka, para polisi datang memasuki Bar. Polisi itu minta semua yang hadir untuk mengangkat tangan. Marlina yang sedang duduk langsung berdiri karena melihat polisi berada di situ. Mereka semua mengangkat tangan.
Saat polisi menyandera beberapa mahasiswa di bar itu, seorang pria tampan memasuki bar itu dengan perlahan. Lalu geng Rachel dan youna berlari menghampiri pria tampan itu sambil memanggil "Pak Zalannnn". Pria itu bilang "Ada apa ini!. Kenapa Anda menangkap mahasiswa saya?". Tanya Pria itu pada polisi.
Geng Kenan sudah berlari ke tempat di mana dosen tampan itu berada. Sementara Azeela hanya berdiam diri di tempat semula. Ia tidak mengikuti kemana geng Kenan pergi. Pria itu mengkode Azeela untuk ikut gabung bersama mereka.
Azeela ingin berlari juga sambil memanggil "Pak Zalannn". Namun langkah gadis malang itu di hentikan polisi. "Kenapa kau menghentikannya, dia juga mahasiswa saya!". Tegas Zalan. Petugas polisi yang bernama Bram itu melepaskan genggaman tangan pada lengan Azeela. Sekarang gadis malang itu sudah bergabung bersama dosen, dan Geng Kenan.
Mereka pun keluar dari bar. Sampai di luar Pak Zalan memarahi geng Kenan. "Kalian pulang sekarang!. Sudah larut malam masih saja keluyuran!. Lain kali jangan ke Bar lagi!. Belajar yang fokus!". Meski pria itu marah dan suka mengomel, di mata mahasiswanya, pria itu tetap lah pria tampan, cool dan berkarisma.
Para Geng Kenan menjawab serentak "Baik Pak". Kemudian Marlina bilang "Terima kasih atas bantuannya Pak. Kami Permisi pulang dulu". Geng itu pun berlalu pergi meninggalkan Pak Zalan, dan Azeela. Youna pun pamit pulang. Azeela ingin mengikuti sang ibu namun tangannya di tahan Zalan.
Mereka berdua berada tidak jauh dari Bar tadi. Zalan pun langsung bertanya kepada gadis Malang itu. "Kamu tidak papa?".
"Saya baik-baik saja. Kamu siapa?". Tanya Azeela bingung.
"Saya orang yang menolongmu ketika tenggelam di danau. Dan sekarang bukan saatnya untuk kamu berkeliaran bebas di sini". Ucap Zalan.
"Emang nya kenapa?". Tanya Azeela sambil mengngerutkan kening nya.
"Karena ini bukan tahun di mana kamu tinggal. Ini tahun 2005 dan identitas kamu di sini belum ada, jadi kamu harus berhati-hati". Tutur dosen muda itu.
"Apa ini benar tahun 2005?". Tanya Azeela lagi.
"Iya". Ucap dosen muda itu sambil melihat-lihat sekitar.
Gadis malang itu menutup mulutnya. Matanya timbul butir air bening. Azeela menangis. Zalan merasa bersalah, karena melihat gadis yang ia tolong menangis. Suara azeela terdengar seperti menahan tangis, namun perlahan-lahan suara gadis itu seperti tertawa. Zalan penasaran, pria itu membuka dekapan tangan azeela dari mulutnya. "Kamu tertawa?". Tanya Zalan dengan heran.
Azeela terus tertawa sambil berbicara "Ini luar biasa. Bagaimana cerita di dongeng seperti ini bisa nyata". Ucap gadis malang itu dengan tangis bahagia.
"Kenapa kamu awal menangis tiba-tiba tertawa. Bukannya kamu sedih telah berada di 2005?. Apa kepala kamu terbentur sewaktu di danau?". Tanya Zalan sambil menempelkan tangannya di jidat gadis malang itu.
"Aku baik-baik saja. Jadi kamu tahu bagaimana kita bisa sampai disini?". Tanya Azeela penasaran.
"Nanti saya jelaskan. Sekarang kamu ikut saya". Ucap Zalan lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Azeela di belakangnya.
"Kamu mau bawa saya ke mana?. Jangan bilang kamu udah punya tempat tinggal di tahun 2005 ini?". Teriak Azeela sambil berlari mengejar Zalan yang sudah lebih dulu berjalan mendahuluinya.
Pria itu terus saja berjalan tanpa menghiraukan ucapan Azeela. Mereka sekarang jalan bertampingan sambil melewati jembatan kayu. Sambil ngemil permen, Azeela kembali bertanya pada pria di sampingnya. "Kenapa gadis-gadis di Bar tadi memanggil mu pak?. Apa kamu seorang dosen muda disini?". Tanya Azeela sambil terus berjalan perlahan.
"Ya. Saya dosen bahasa". Ucap pria itu santai sambil mencoba memakan permen yang Azeela kasih padanya. Wajah Zalan sedikit mengkerut ketika memakan permen itu. "Permennya asam ya?". Tanya Azeela sambil tertawa kecil.
Zalan hanya mendaham. Pria itu menatap arah sekitar jembatan dengan mata berbinar. "Malam yang indah".
Azeela juga ikut menikmati malam yang indah itu. Keindahan malam, tidak membuat rasa penasaran Azeela teralihkan. Ia masih penasaran, kenapa mereka bisa melintasi waktu ke tahun 2005.
"Sekarang kamu bisa jelaskan kenapa kita bisa sampai di tahun 2005?. Kamu bisa menjelaskannya karena tidak ada orang yang lewati dekat sini". Ucap Azeela.
Zalan pun menjelaskan kronologis kejadiannya. Dosen muda itu mengeluarkan sesuatu dari kantong celanan nya. "Kamu tahu ini apa?". Tanya Zalan.
"Jam?". Ucap Azeela dengan santai.
"Iya ini jam. Dari jam ini lah semua kejadian itu bermula. Jam ini bukan jam sembarangan. Ini jam khusus untuk melintasi waktu. Ketahun mana pun kamu ingin pergi, kamu bisa menggunakan jam ini. Tapi yang saya tidak mengerti, ketika saya mencoba untuk menyelamatkan kamu, kenapa jam ini berfungsi sendiri, tanpa saya aktifkan fitur untuk melintasi waktunya. Itu sangat aneh". Tutur Zalan.
"Jadi maksud kamu, jam ini di buat khusus untuk melintasi waktu. Kalau mau melakukan pelintasan waktu, kamu harus aktifkan fitur lintas waktu dulu. Tapi ketika kamu nolong aku, jam nya berfungsi sendiri. Dan portal lintas waktu kebuka, dan menarik kita ke tahun 2005?. Gitu?". Ucap Azeela sambil mencoba mencerna penjelasan dari Zalan.
"Ia. Tapi saya rasa ada faktor lain yang bikin fitur lintas waktu itu terbuka. Namun saya belum menemukan apa penyebab pastinya". Balas Zalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
auliasiamatir
ouuuuu begitu
2023-10-18
0
Sena judifa
berarti nt bs ketemu orang tuax lg dong thor
2023-10-17
0
Sena judifa
tetsedot kemana Azella
2023-10-17
0