8. Bapak Dosen Tampan

Tiga orang yang mendekati Youna itu adalah satu geng, mereka di kampus memang sering membuli Youna. Gadis Anggun itu membela Youna. "Udah lah Ken. Mending kita kembali lagi ke Bar". Ucap Marlina dengan ekspresi datar. Kemudian berjalan lebih dulu menuju Bar. Kenan meletakkan tangannya di bahu Youna dan membawa youna kembali ke Bar di ikuti Ani juga di belakangnya.

Sampai dalam Bar, Kenan meminta Youna menari bersama dia dan Ani. Sementara Marlina hanya duduk di meja. Gadis Anggun itu hanya menatap ke arah teman-temannya tanpa ekspresi. Gadis yang satu itu tetapannya hanya selalu datar dan jarang tersenyum.

Disisi lain, Azeela tetap mencari dimana keberadaan ibunya. Gadis malang itu berdiri di depan Bar, ia memutuskan untuk memasuki bar itu. Sampai di dalam Bar, ia melihat ibunya sedang jadi pesuru wanita tomboy dan si rambut kuncir. Melihat itu, Azeela naik pitam. Ia langsung saja berjalan ke arah mereka dan langsung menarik rambut ani yang di kuncir. Dan metoyor kepala Kenan.

Setelah memberikan pelajaran kepada si tomboi dan si kuncir, Azeela menarik pelan lengan sang ibu untuk berdiri di sampingnya. Kenan yang tiba-tiba kedatangan tamu tidak diundang marah besar. "Lo siapa? (mentoyor bahu Azeela). Kenapa lo ganggu urusan kita?. Emangnya lo siapanya dia?, berani banget lo ikut campur urusan kita!". Bentak Kenan.

"Nggak penting gue siapa nya dia!. Yang lebih penting sekarang itu, lo jangan pernah ganggu dia lagi. Kalau lo masih ganggu dia juga, lo akan selalu berurusan sama gue!". Tegas Azeela dengan ekspresi menahan amarah.

"Lo......! ". Bentak Kenan sambil ingin memukul gadis menyebalkan yang sedang berdiri dihadapannya namun ia urungkan. Dalam hati Kenan "Siapa gadis ini, dari baju yang ia kenakan, pakai celana jins, baju rajut warna hijau lengan panjang, gue belum pernah lihat desain pakaian yang semoderen ini".

Di tengah kegaduhan mereka, para polisi datang memasuki Bar. Polisi itu minta semua yang hadir untuk mengangkat tangan. Marlina yang sedang duduk langsung berdiri karena melihat polisi berada di situ. Mereka semua mengangkat tangan.

Saat polisi menyandera beberapa mahasiswa di bar itu, seorang pria tampan memasuki bar itu dengan perlahan. Lalu geng Rachel dan youna berlari menghampiri pria tampan itu sambil memanggil "Pak Zalannnn". Pria itu bilang "Ada apa ini!. Kenapa Anda menangkap mahasiswa saya?". Tanya Pria itu pada polisi.

Geng Kenan sudah berlari ke tempat di mana dosen tampan itu berada. Sementara Azeela hanya berdiam diri di tempat semula. Ia tidak mengikuti kemana geng Kenan pergi. Pria itu mengkode Azeela untuk ikut gabung bersama mereka.

Azeela ingin berlari juga sambil memanggil "Pak Zalannn". Namun langkah gadis malang itu di hentikan polisi. "Kenapa kau menghentikannya, dia juga mahasiswa saya!". Tegas Zalan. Petugas polisi yang bernama Bram itu melepaskan genggaman tangan pada lengan Azeela. Sekarang gadis malang itu sudah bergabung bersama dosen, dan Geng Kenan.

Mereka pun keluar dari bar. Sampai di luar Pak Zalan memarahi geng Kenan. "Kalian pulang sekarang!. Sudah larut malam masih saja keluyuran!. Lain kali jangan ke Bar lagi!. Belajar yang fokus!". Meski pria itu marah dan suka mengomel, di mata mahasiswanya, pria itu tetap lah pria tampan, cool dan berkarisma.

Para Geng Kenan menjawab serentak "Baik Pak". Kemudian Marlina bilang "Terima kasih atas bantuannya Pak. Kami Permisi pulang dulu". Geng itu pun berlalu pergi meninggalkan Pak Zalan, dan Azeela. Youna pun pamit pulang. Azeela ingin mengikuti sang ibu namun tangannya di tahan Zalan.

Mereka berdua berada tidak jauh dari Bar tadi. Zalan pun langsung bertanya kepada gadis Malang itu. "Kamu tidak papa?".

"Saya baik-baik saja. Kamu siapa?". Tanya Azeela bingung.

"Saya orang yang menolongmu ketika tenggelam di danau. Dan sekarang bukan saatnya untuk kamu berkeliaran bebas di sini". Ucap Zalan.

"Emang nya kenapa?". Tanya Azeela sambil mengngerutkan kening nya.

"Karena ini bukan tahun di mana kamu tinggal. Ini tahun 2005 dan identitas kamu di sini belum ada, jadi kamu harus berhati-hati". Tutur dosen muda itu.

"Apa ini benar tahun 2005?". Tanya Azeela lagi.

"Iya". Ucap dosen muda itu sambil melihat-lihat sekitar.

Gadis malang itu menutup mulutnya. Matanya timbul butir air bening. Azeela menangis. Zalan merasa bersalah, karena melihat gadis yang ia tolong menangis. Suara azeela terdengar seperti menahan tangis, namun perlahan-lahan suara gadis itu seperti tertawa. Zalan penasaran, pria itu membuka dekapan tangan azeela dari mulutnya. "Kamu tertawa?". Tanya Zalan dengan heran.

Azeela terus tertawa sambil berbicara "Ini luar biasa. Bagaimana cerita di dongeng seperti ini bisa nyata". Ucap gadis malang itu dengan tangis bahagia.

"Kenapa kamu awal menangis tiba-tiba tertawa. Bukannya kamu sedih telah berada di 2005?. Apa kepala kamu terbentur sewaktu di danau?". Tanya Zalan sambil menempelkan tangannya di jidat gadis malang itu.

"Aku baik-baik saja. Jadi kamu tahu bagaimana kita bisa sampai disini?". Tanya Azeela penasaran.

"Nanti saya jelaskan. Sekarang kamu ikut saya". Ucap Zalan lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Azeela di belakangnya.

"Kamu mau bawa saya ke mana?. Jangan bilang kamu udah punya tempat tinggal di tahun 2005 ini?". Teriak Azeela sambil berlari mengejar Zalan yang sudah lebih dulu berjalan mendahuluinya.

Pria itu terus saja berjalan tanpa menghiraukan ucapan Azeela. Mereka sekarang jalan bertampingan sambil melewati jembatan kayu. Sambil ngemil permen, Azeela kembali bertanya pada pria di sampingnya. "Kenapa gadis-gadis di Bar tadi memanggil mu pak?. Apa kamu seorang dosen muda disini?". Tanya Azeela sambil terus berjalan perlahan.

"Ya. Saya dosen bahasa". Ucap pria itu santai sambil mencoba memakan permen yang Azeela kasih padanya. Wajah Zalan sedikit mengkerut ketika memakan permen itu. "Permennya asam ya?". Tanya Azeela sambil tertawa kecil.

Zalan hanya mendaham. Pria itu menatap arah sekitar jembatan dengan mata berbinar. "Malam yang indah".

Azeela juga ikut menikmati malam yang indah itu. Keindahan malam, tidak membuat rasa penasaran Azeela teralihkan. Ia masih penasaran, kenapa mereka bisa melintasi waktu ke tahun 2005.

"Sekarang kamu bisa jelaskan kenapa kita bisa sampai di tahun 2005?. Kamu bisa menjelaskannya karena tidak ada orang yang lewati dekat sini". Ucap Azeela.

Zalan pun menjelaskan kronologis kejadiannya. Dosen muda itu mengeluarkan sesuatu dari kantong celanan nya. "Kamu tahu ini apa?". Tanya Zalan.

"Jam?". Ucap Azeela dengan santai.

"Iya ini jam. Dari jam ini lah semua kejadian itu bermula. Jam ini bukan jam sembarangan. Ini jam khusus untuk melintasi waktu. Ketahun mana pun kamu ingin pergi, kamu bisa menggunakan jam ini. Tapi yang saya tidak mengerti, ketika saya mencoba untuk menyelamatkan kamu, kenapa jam ini berfungsi sendiri, tanpa saya aktifkan fitur untuk melintasi waktunya. Itu sangat aneh". Tutur Zalan.

"Jadi maksud kamu, jam ini di buat khusus untuk melintasi waktu. Kalau mau melakukan pelintasan waktu, kamu harus aktifkan fitur lintas waktu dulu. Tapi ketika kamu nolong aku, jam nya berfungsi sendiri. Dan portal lintas waktu kebuka, dan menarik kita ke tahun 2005?. Gitu?". Ucap Azeela sambil mencoba mencerna penjelasan dari Zalan.

"Ia. Tapi saya rasa ada faktor lain yang bikin fitur lintas waktu itu terbuka. Namun saya belum menemukan apa penyebab pastinya". Balas Zalan.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

ouuuuu begitu

2023-10-18

0

Sena judifa

Sena judifa

berarti nt bs ketemu orang tuax lg dong thor

2023-10-17

0

Sena judifa

Sena judifa

tetsedot kemana Azella

2023-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 1. Azeela
2 2. Rumah
3 3. Rutinitas Yang Padat
4 4. Hanya bisa menangis
5 5. Youna
6 6. Dua Nyawa
7 7.Tahun 2005
8 8. Bapak Dosen Tampan
9 9. Cerita Mesin waktu
10 10.Bersama ibu muda
11 11. Kasus
12 12. Tersangka
13 13. Kampus
14 14. Sekelas
15 15. Misi di mulai
16 16. Rumah Sakit
17 17. Kejanggalan
18 18. Tamil Amolta
19 19. Menjalankan misi
20 20. Saling Rawat
21 21. Bertemu diri sendiri
22 22. Larangan
23 23. Tekanan Batin
24 24. Perubahan waktu
25 25. 10 Maret 2005
26 26. Berdebat
27 27. Sungai
28 28. Mencurigakan
29 29. Barbeque
30 30. Janggal
31 31. Acara perpisahan
32 32. Kacau
33 33. Duka
34 34. Disiksa
35 35. Jadi kambing hitam
36 36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37 37. Kasus di ambil alih
38 38. Bersembunyi
39 39. Mengandung bawang
40 40. Masa kelam
41 41. Memahami
42 42. Beraksi
43 43. Masuk penjara.
44 44. Kebakaran
45 45. Baru mengetahui
46 46. Kesal
47 47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48 48. Bertemu papa
49 49. Semobil
50 50. Perubahan
51 51. Flash disk
52 52. Salah paham
53 53. Latihan
54 54. Kepincut Gadis Ayu
55 55. Depresi
56 56. Mulai perhatian
57 57. Bertamu
58 58. Makan malam
59 59. Pergelaran seni
60 60. Marlina Tekan kontrak
61 61. Tumben bersikap baik
62 62. Merebut kembali
63 63. Bertemu Produser
64 64. Ibu yang kejam
65 65. Kecelakaan
66 66. Akhirnya Azeela tahu
67 67. Melihatnya untuk pertama kali
68 68. Ibu Zalan
69 69. Insiden
70 70. Di rawat
71 71. Kali pertama
72 72. Mengungkapkan
73 73. Mengetahui
74 74. Diculik
75 75. Salah tangkap
76 76. Percaya
77 77. Kehangatan
78 78. Kalung
79 79. Pasang perangkap
80 80. Termakan umpan
81 81. Introgasi
82 82. Ditahan
83 83. Nginap
84 84. Pamit
85 85. Kembali
86 86. Bertemu Kembali
87 87. End
Episodes

Updated 87 Episodes

1
1. Azeela
2
2. Rumah
3
3. Rutinitas Yang Padat
4
4. Hanya bisa menangis
5
5. Youna
6
6. Dua Nyawa
7
7.Tahun 2005
8
8. Bapak Dosen Tampan
9
9. Cerita Mesin waktu
10
10.Bersama ibu muda
11
11. Kasus
12
12. Tersangka
13
13. Kampus
14
14. Sekelas
15
15. Misi di mulai
16
16. Rumah Sakit
17
17. Kejanggalan
18
18. Tamil Amolta
19
19. Menjalankan misi
20
20. Saling Rawat
21
21. Bertemu diri sendiri
22
22. Larangan
23
23. Tekanan Batin
24
24. Perubahan waktu
25
25. 10 Maret 2005
26
26. Berdebat
27
27. Sungai
28
28. Mencurigakan
29
29. Barbeque
30
30. Janggal
31
31. Acara perpisahan
32
32. Kacau
33
33. Duka
34
34. Disiksa
35
35. Jadi kambing hitam
36
36. Tumbuhnya benih-benih cinta
37
37. Kasus di ambil alih
38
38. Bersembunyi
39
39. Mengandung bawang
40
40. Masa kelam
41
41. Memahami
42
42. Beraksi
43
43. Masuk penjara.
44
44. Kebakaran
45
45. Baru mengetahui
46
46. Kesal
47
47. Si yang tidak pernah akur kalau ketemu
48
48. Bertemu papa
49
49. Semobil
50
50. Perubahan
51
51. Flash disk
52
52. Salah paham
53
53. Latihan
54
54. Kepincut Gadis Ayu
55
55. Depresi
56
56. Mulai perhatian
57
57. Bertamu
58
58. Makan malam
59
59. Pergelaran seni
60
60. Marlina Tekan kontrak
61
61. Tumben bersikap baik
62
62. Merebut kembali
63
63. Bertemu Produser
64
64. Ibu yang kejam
65
65. Kecelakaan
66
66. Akhirnya Azeela tahu
67
67. Melihatnya untuk pertama kali
68
68. Ibu Zalan
69
69. Insiden
70
70. Di rawat
71
71. Kali pertama
72
72. Mengungkapkan
73
73. Mengetahui
74
74. Diculik
75
75. Salah tangkap
76
76. Percaya
77
77. Kehangatan
78
78. Kalung
79
79. Pasang perangkap
80
80. Termakan umpan
81
81. Introgasi
82
82. Ditahan
83
83. Nginap
84
84. Pamit
85
85. Kembali
86
86. Bertemu Kembali
87
87. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!