MoD #10 - Sortin

“Mendekatlah sedikit padaku, Ra.” Azel berbisik pelan.

Aku yang mendengarnya, melakukan apa yang diminta. Satu langkah lebih dekat dengannya. Walaupun di sekitarnya diselimuti aura sihir es yang pekat, tapi aku tidak merasa kedinginan sama sekali. Justru sebaliknya, rasanya begitu hangat.

Aku pernah dengar dari Ratu Resha. Kalau sihir asli penyihir akan menunjukkan isi hati pemiliknya. Sekalipun kepribadian penyihir dan sihirnya bertolak belakang, tapi inti sihir yang tertanam di hati penyihir akan menunjukkan karakter asli penyihir itu. Ada juga penyihir beratribut api yang akan menghantarkan aura dingin lebih dingin daripada pemilik sihir es. Begitu juga sebaliknya.

Keinginan untuk melindungi orang-orang yang disayanginya. Aku penasaran, berapa banyak orang sepertinya? Aku mengenal beberapa dari mereka, masih ada Darwin atau Master Gensha, juga Master Ellen.

Teriakan monster yang mengerikan di belakangku terdengar begitu keras. Mereka menerjang maju bersamaan. Di saat yang sama, Seluku atau harus aku sebut Ghalag membuka mulutnya lebar-lebar tepat di atas tubuh teman-temanku.

“Terrreno.”

Es beku merambat dengan cepat di sekelilingku dan begitu menyentuh target, dia bisa membekukan target hanya dengan sekali sentuh. Bahkan Azel tidak perlu melangkah dari tempatnya.

Tiga monster yang bersiap menyerang kami seketika membeku. Azel mengangkat pedangnya lebih tinggi kemudian menebas udara di depannya yang membuat hancur tiga monster yang membeku.

Sihir tingkat tinggi, menghancurkan tanpa harus menyentuh, mereka memberinya nama Destruction Magic. Ada beberapa tingkatan di sihir tingkat tinggi dan yang dilakukan Azel masih ditingkat yang pertama.

Alasan dia memintaku mendekat adalah karena dua langkah darinya, semua yang dilewati es miliknya akan membeku. Dia hanya bisa melindungi satu hal ketika sihirnya dieksekusi, jadi dia memilih melindungi teman-temannya yang ada di seberang kami. Lalu, melindungiku dengan punggungnya sendiri.

“Apa kau bisa menggunakan sihir penyembuh, Ra?” Azel memudarkan pedang di tangannya dan secara bersamaan es yang menyelimuti sekitar kami pun menghilang.

“Ya—” Aku merasa seperti melihat sesuatu yang gelap melintas di depan mataku dan saat itulah aku merasakan sakit yang luar biasa di punggungku.

Saat aku sadar, aku sudah muntah darah dan orang yang membuatku seperti ini berdiri di depanku.

Iblis kelima, Sortin, penguasa kegelapan tingkat kelima. Laki-laki dengan rambut setengah ungu dan setengahnya lagi hitam, pupil mata ungu dan anting permata ruby di telinga kanannya.

Sedikit yang aku ketahui tentangnya, dia berada di wilayah sisi barat, ribuan kilometer dari Imperillium Faith. Dialah yang menjaga perbatasan Pulau Violent. Gerbang pertama menuju kastil iblis dan harus menghadapi Sortin.

“Kau jauh lebih lemah dari yang diberitakan. Apa kau benar-benar pemilik sihir cahaya itu? Rasanya malah seperti manusia biasa.”

“Apa yang kau lakukan di sini?” Azel mengangkat tangan kirinya. Kali ini bukan pedang es yang muncul, melainkan dagger atau belati yang mengambang di sekitarnya.

Sortin menoleh, menatap Azel yang berada di seberangnya. “Memeriksa sesuatu. Kau tidak mungkin bisa melukaiku. Masih mau mencobanya?”

“Jadi, apa kau orang yang menyuruh bawahanmu untuk membunuhnya waktu itu?”

Aku tidak bisa bergerak. Sepertinya butuh waktu lama bagiku untuk menyembuhkan diriku sendiri. Tapi, situasi saat ini sangatlah genting. Tidak ada yang bisa menandingi iblis tingkat kelima. Ditambah lagi hanya ada Azel yang masih sanggup bertarung.

Haruskah aku…

“Jadi, aku harus mengalahkanmu lebih dulu sebelum membawa gadis ini?” Sortin mengangkat kaki kanannya dan melangkah beberapa langkah mendekati Azel.

Aku tidak bisa mendengar suara langkah kakinya. Jadi, itu alasan kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaannya.

Iblis memang biasanya bersemayam di dalam kegelapan, karena mereka sendiri memang tercipta dari dasar kegelapan.

“Aku sangat kesal dengan bawahanmu. Jadi—”

Barrier otomatis milik Azel ketika jarak musuh mencapai titik satu meter seketika terbentuk saat Sortin dengan keheningannya menerjang maju. Situasinya mulai serius sekarang. Azel yang mencoba mengenai lawannya hanya dengan dagger es miliknya. Juga, Sortin dengan kombinasi petir ungunya, mengacak-acak sekitarnya.

Aku yang berada di dalam kondisi tidak memungkinkan untuk membantu hanya bisa berusaha untuk menyembuhkan diriku sendiri. Aku juga harus membantu teman-temanku yang masih tidak sadarkan diri. Hanya mereka yang mungkin bisa membantu Azel. Karena dari awal mereka adalah tim.

Petir dibalas dengan es. Azel yang pada awalnya hanya ingin menjaga jarak, kini mulai serius untuk memusnahkan musuh yang ada di depannya.

Jadi orang yang waktu itu menyerangku adalah bawahan Sortin? Jadi apa mungkin dia tahu terkait penyerang di rumahku waktu itu? Tapi, dia bahkan mengenal Master Gensha lebih lama dariku, jadi mungkin saja dia juga mendapatkan informasi itu darinya.

Tebasan pedang membekukan apa yang dilewatinya. Tangan kanan untuk mengendalikan pedangnya dan tangan kiri untuk menciptakan apapun yang diinginkannya. Azel membuat dinding es yang tinggi untuk memerangkap Sortin kemudian menghujaninya dengan bongkahan es yang tebal.

Aku pikir itu cara yang cukup efektif jika lawannya iblis tingkat rendah. Lain cerita kalau yang dihadapinya iblis tingkat tinggi yang bahkan sanggup menghancurkan semua kungkungan es yang memerangkapnya. Pecahan es yang berhamburan membekukan apapun yang dihantamnya.

Aku yang sudah setengah pulih segera beranjak untuk menyembuhkan teman-temanku yang lainnya.

Azel membawa Sortin sedikit lebih jauh dari tujuanku. Mungkin dia bermaksud untuk mengulur waktu hingga aku berhasil menyadarkan kembali mereka.

Aku berlari mendekati teman-temanku kemudian berdiri di samping mereka. Aku tahu cara paling cepat untuk menyembuhkan semua luka. Aku bisa merasakan mana yang mulai mengalir di tempat ini. Ghalag yang dikabarkan sudah menghilang namun musuh yang lebih merepotkan kini ada di hadapan kami.

“Sylvatica. Pijamkan aku sedikit kekuatanmu.”

Kesiur angin hangat menyelimutiku. Gelombang partikel berwarna hijauh terlihat kontras dengan gelapnya malam. Sebuah akar tanaman merambat di atas kepalaku, saling mengikat hingga membentuk sebuah mahkota dengan beberapa bunga Gerbera mekar diantara akar-akar tersebut.

“Jangan harap kau bisa menyembuhkan mereka!”

Sedikit menoleh aku sudah dikejutkan dengan sebuah dinding es yang tiba-tiba muncul di depan mataku. Dinding yang berhasil menghancurkan petir yang mengarah padaku.

“Lawanmu sebelah sini.” Azel berdiri tepat di belakang Sortin, menebaskan pedangnya ke arah Sortin namun berhasil dihindarinya dengan cepat.

Pertarungan kecepatan dan akurasi. Aku rasa Azel tidak akan kalah dengan hal itu. Karena itu, untuk mewujudkan kemenangannya dia akan membutuhkan bantuan.

Gelombang partikel kini menyelimuti tubuh kelima teman-temanku, bersinar redup, kemudian menghilang begitu saja. Aku rasa ini sudah cukup. Mereka telah mendapatkan kesadaran mereka kembali.

Satu persatu dari mereka mulai beranjak duduk sambil memegang kepala mereka. Gideon yang terluka paling parah kini kulitnya kembali utuh seperti semula. Begitu juga dengan yang lainnya.

“Kiara?!” pekik Rissa dengan tangan menutup mulutnya.

“Rasanya aku melihat seorang dryad,” imbuh Olin.

Pada dasarnya, kekuatan ini memang aku pinjam dari dryad. Tapi aku tidak bisa mengatakannya, setidaknya untuk sekarang aku harus membantu Azel.

Kuturunkan tanganku dan perlahan partikel sihir menghilang. Satu persatu aku menatap mereka yang masih mencoba menghadapi kenyataan kalau di sekitar kami sudah membeku.

“Tidak ada waktu untuk bicara panjang, teman-teman. Situasinya sudah mulai rumit sejak tadi. Aku butuh kalian untuk membantu Azel.”

Hembusan angin dingin menerpa kami dengan kuat. Dua orang yang bertarung saling beradu kekuatan mereka hingga menimbulkan guncangan sihir yang dahsyat.

Pertarungan mereka diiringi kepanikan yang tiba-tiba melanda seisi kota. Tanaman, pagar rumah, jalanan, hingga atap rumah warga terkena imbas dari sihir milik Azel.

“Siapa yang dihadapi Azel? Aku tidak pernah melihat sihir itu sebelumnya?” Gideon berdiri dengan cepat, menggertakkan jari jemarinya, seakan bersiap untuk meluncur kapan pun.

“Bagaimana dengan Ghalagg? Apa dia itu monster?” Rissa melangkah mendekatiku, berdiri tepat di depanku.

“Ghalagg sudah tidak ada. Mana di tempat ini juga sudah kembali. Lalu, orang itu bukan monster. Melainkan iblis tingkat lima. Bisakah kalian membantu Azel? Karena aku harus membantu evakuasi warga.”

“Aku duluan!!” Gideon dengan kecepatannya menyusul Azel. Jarang pandangnya terlalu jauh, aku tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Claud menyimpan kacamatanya yang pecah kemudian menatap teman-temannya yang tersisa. “Baiklah kita bagi tugas. Aku dan Kiara akan menyelamatkan warga. Olin, Rissa, dan Inggrid akan membantu Azel. Utamakan keselamatan warga.”

Rissa menggeleng tidak setuju. “Kalian hanya berdua? Itu terlalu berbahaya!”

“Tidak ada waktu untuk protes. Azel akan sangat membutuhkan kalian di sana. Lagi pula, Kiara juga bisa melakukan penyembuhan. Jadi, ini keputusan yang efektif.” Claud beralih menatapku, kemudian mengangguk. “Kita pergi sekarang.”

“Kita berpisah di sini. Jaga diri kalian baik-baik.” Olin lebih dulu berlari menyusul Gideon, disusul dengan Rissa dan Inggrid.

Aku dan Claud pun segera melakukan tugas kami, meminimalisir korban jiwa akibat pertarungan Azel dan Sortin.

“Aku rasa aku sedikit mengerti, kenapa Azel memilihmu.” Claud memulai pembicaraan di sela lari kami mendekat ke teriakan warga.

“Aku bahkan tidak mengatakan apapun, Kak,” tawaku canggung.

Apa yang diketahuinya? Apa dia tahu sihirku? Bagaimana jika dia menyimpulkan—

“Kau bisa memakai sihir penyembuh, dengan kata lain, kau bisa menyembuhkan Azel atau bahkan kami yang terluka parah ketika Inggrid tidak bisa melakukannya. Azel cukup mengesankan, ya.”

Aku tersenyum canggung. “Apa kak Azel itu gampang terluka?”

“Kalau menyangkut orang-orang yang disayanginya, jawabannya iya. Dia tidak akan menahan diri untuk pelaku yang sudah melukainya.” Claud berhenti dan segera mengulurkan tangannya untuk membantu warga.

Karena pertarungannya sedikit lebih jauh, aku dan Claud bisa dengan mudah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih luas. Beberapa warga lainnya berbondong-bondong berkumpul bersama warga yang sudah mengungsi.

“Aku juga kepikiran sesuatu, kalau sepertinya Azel itu menyukaimu.”

Terpopuler

Comments

Panthom

Panthom

kayaknya emang gitu deh

2023-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 MoD #1 - Aku
2 MoD #2 - Gramgramillo
3 MoD #3 - Pertemuan pertama
4 MoD #4 - Master Gensha
5 MoD #5 - Azel
6 MoD #6 - Tim Azel
7 MoD #7 - Manis
8 MoD #8 - Pulau Domase
9 MoD #9 - Ghalagg
10 MoD #10 - Sortin
11 MoD #11 - Bolehkah..?
12 MoD #12 - Mimpi yang aneh
13 MoD #13 - Ratu Resha
14 MoD #14 - Misi berikutnya
15 MoD #15 - Dia juga Darwin (?)
16 MoD #16 - Kontrak Baru
17 MoD #17 - Maaf
18 MoD #18 - Thandazani
19 MoD #19 - Kisah itu
20 MoD #20 - Si Kembar
21 MoD #21 - Hubungan
22 MoD #22 - Wind Breaker
23 MoD #23 - Awal
24 MoD #24 - Emosi
25 MoD #25 - Zukol
26 MoD #26 - Pertarungan (1)
27 MoD #27 - Pertarungan (2)
28 MoD #28 - Pertarungan (3)
29 MoD #29 - Dia yang dirindukan
30 MoD #30 - Iblis ketiga, Darzi
31 MoD #31 - Pertemuan itu
32 MoD #32 - Pertemuan kedua
33 MoD #33 - Memantau
34 MoD #34 - Ellen
35 MoD #35 - Saat itu
36 MoD #36 - Rencana berikutnya
37 MoD #37 - Jalan-jalan
38 MoD #38 - Menyambut sejarah
39 MoD #39 - Pengorbanan
40 MoD #40 - Sejarah Baru
41 MoD #41 - Selamat tinggal, Luna
42 MoD #42 - Bagaimana Jika(?)
43 MoD #43 - Codename 'Ota'
44 MoD #44 - Koloseum
45 MoD #45 - Tamu
46 MoD #46 - Siapa kau?
47 MoD #47 - Kesepakatan
48 MoD #48 - Guncangan emosi
49 MoD #49 - Kondisi Warga
50 MoD #50 - Wind of Heal
51 MoD #51 - Dunia yang kau inginkan
52 MoD #52 - Desa Yafga
53 MoD #53 - Kondisi ratu
54 MoD #54 - Jarak
55 MoD #55 - Bagaimana caraku menghiburmu?
56 MoD #56 - Bukankah kita sama?
57 MoD #57 - Suasana Mencekik
58 MoD #58 - Jangan mendekat
59 MoD #59 - Suho
60 MoD #60 - Berkumpul
61 MoD #61 - Tolong dia
62 MoD #62 - Di luar perkiraan
63 MoD #63 - Keluarga
64 MoD #64 - Rumit
65 MoD #65 - Laporan
66 MoD #66 - Curhat
67 MoD #67 - Hari yang seperti biasa
Episodes

Updated 67 Episodes

1
MoD #1 - Aku
2
MoD #2 - Gramgramillo
3
MoD #3 - Pertemuan pertama
4
MoD #4 - Master Gensha
5
MoD #5 - Azel
6
MoD #6 - Tim Azel
7
MoD #7 - Manis
8
MoD #8 - Pulau Domase
9
MoD #9 - Ghalagg
10
MoD #10 - Sortin
11
MoD #11 - Bolehkah..?
12
MoD #12 - Mimpi yang aneh
13
MoD #13 - Ratu Resha
14
MoD #14 - Misi berikutnya
15
MoD #15 - Dia juga Darwin (?)
16
MoD #16 - Kontrak Baru
17
MoD #17 - Maaf
18
MoD #18 - Thandazani
19
MoD #19 - Kisah itu
20
MoD #20 - Si Kembar
21
MoD #21 - Hubungan
22
MoD #22 - Wind Breaker
23
MoD #23 - Awal
24
MoD #24 - Emosi
25
MoD #25 - Zukol
26
MoD #26 - Pertarungan (1)
27
MoD #27 - Pertarungan (2)
28
MoD #28 - Pertarungan (3)
29
MoD #29 - Dia yang dirindukan
30
MoD #30 - Iblis ketiga, Darzi
31
MoD #31 - Pertemuan itu
32
MoD #32 - Pertemuan kedua
33
MoD #33 - Memantau
34
MoD #34 - Ellen
35
MoD #35 - Saat itu
36
MoD #36 - Rencana berikutnya
37
MoD #37 - Jalan-jalan
38
MoD #38 - Menyambut sejarah
39
MoD #39 - Pengorbanan
40
MoD #40 - Sejarah Baru
41
MoD #41 - Selamat tinggal, Luna
42
MoD #42 - Bagaimana Jika(?)
43
MoD #43 - Codename 'Ota'
44
MoD #44 - Koloseum
45
MoD #45 - Tamu
46
MoD #46 - Siapa kau?
47
MoD #47 - Kesepakatan
48
MoD #48 - Guncangan emosi
49
MoD #49 - Kondisi Warga
50
MoD #50 - Wind of Heal
51
MoD #51 - Dunia yang kau inginkan
52
MoD #52 - Desa Yafga
53
MoD #53 - Kondisi ratu
54
MoD #54 - Jarak
55
MoD #55 - Bagaimana caraku menghiburmu?
56
MoD #56 - Bukankah kita sama?
57
MoD #57 - Suasana Mencekik
58
MoD #58 - Jangan mendekat
59
MoD #59 - Suho
60
MoD #60 - Berkumpul
61
MoD #61 - Tolong dia
62
MoD #62 - Di luar perkiraan
63
MoD #63 - Keluarga
64
MoD #64 - Rumit
65
MoD #65 - Laporan
66
MoD #66 - Curhat
67
MoD #67 - Hari yang seperti biasa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!