Bab 19.

"Jika mereka ingin aku membayar semua biaya yang mereka keluarkan untuk mendanai saya, sebaiknya mereka berfikir untuk memberikan saya ganti rugi selama saya ada di samping kaisar, dan juga ganti rugi karena aku lahir sebagai anak kaisar. Aku selalu mengalah bukan?,"

Eiser mengatakan itu dengan nada yang mendominasi, seberapa banyak rasa sakit yang dia derita sebelum akhirnya dia ditarik kembali menjadi pewaris Gallbaro. Bahkan sebelum dia bertemu Rain dia harus maju dalam peperangan melawan kerajaan musuh.

Sebanyak apa luka yang menempel pada tubuh kekar Eiser, orang lain tidak ada yang tau. Namun Dr. Brown dan Rain selalu tau.

"Raja itu tidak pantas di sebut ayah!"

Eiser tidak perlu lagi melanjutkan percakapan diantara merek, saat ini mereka masih harus bekerja dengan baik agar tidak di eksekusi. Pasukan yang berada di bawah kendali Eiser juga sangat banyak, mereka pasti mengincar pasukan itu jika mereka menginginkan kudeta.

"Rain, tarik balik pasukan dari keluarga Carlisle!"

Mendengar hal itu Rain cukup terkejut, keluarga Carlisle adalah keluarga Belle jika pasukan itu di tarik sama artinya menginginkan kehancuran keluarga Carlisle.

“Tuan, nona Belinda akan marah jika mengetahui hal ini!”

“Lakukan saja, bahkan selama ini mereka tidak ikut membantu mencari tahu keberadaan Belle. Apakah mereka pantas di sebut sebagai keluarga? Lagian Huang tidak butuh kita,”

Rain memahami ucapan Eiser, itu adalah salah satu peringatan kepada orang yang mengusik dia. Dan juga kesempatan untuk mendapatkan kembali apa yang di miliki oleh Eiser. 3000 pasukan bukanlah apa-apa bagi Eiser karena dia manis memimpin 100 ribu lebih prajurit pemberani, namun berbeda dengan Huang Carlisle, istri dan anak tirinya mereka sudah pasti akan gelagapan jika kehilangan prajurit -prajurit itu.

"Ambil surat ini dan antarkan ke rumah mertuaku,"

Eiser menyerahkan sebuah surat kepada Rain, Rain menerima itu dengan tatapan bertanya-tanya. Bertanya-tanya apakah Eiser sudah memikirkan kembali keputusan itu, setelah tidak ada jawaban dari Eiser. Rain akhirnya berbalik kemudian pergi meninggalkan pria itu sendiri di ruang kerjanya.

Dalam perjalanan singkat dia bertemu Dr. Brown yang hendak menemui Eiser, "Mau kemana kamu Rain?"

Dr. Brown menyapa dan bertanya kepada seseorang di depannya itu,

"Mengantarkan surat dari tuan," hanya itu jawaban yang di dapat Dr. Brown.

Surat apa sepenting itu sampai Eiser memerintahkan Rain mengirimkan secara langsung. Dia ingin ikut dengan Rain, namun identitas sebagai seorang dokter pribadi Eiser membuat dirinya tidak bisa ikut campur dalam hal itu.

"Pergilah, aku akan menemui Eiser dan bertanya!"

Setelah mengatakan itu Dr. Brown dan Rain berpisah, Dr Brown menemui Eiser sementara Rain tentu saja bergegas untuk pergi ke rumah keluarga Carlisle.

"Surat apa yang dikirim Rain? Kenapa itu sangat misterius. Bukan surat cinta kan?"

Mendengar hal itu Eiser menatap pria yang seumuran dengannya itu, pria itu sangat antusias dengan apapun yang berkaitan dengan Rain.

"Perintah menarik balik pasukan,"

Mendengar hal itu Dr. Brown kaget sama kagetnya dengan Rain saat baru pertama kali mendengar hal itu.

"Pasukan siapa yang kamu tarik?"

“Tentu saja tidak ada yang lebih menarik daripada

menghancurkan keluarga Carlisle, jika kamu ingin melihat pertunjukan bagus cukup kejar saja Rain. Bukankah ada mobil atau kuda ,kamu bisa mengambil salah satunya,”

“Tidak-tidak, bahan bakar di sini sangat sulit di dapat. Aku akan mendengarkan Rain kembali dan bercerita dengan antusias,”

Eiser mengernyitkan dahi, sejak kapan Dr. Brown memikirkan bahan bakar biasanya dia akan memakai sesuka hatinya.

"Betapa sial nya keluarga Carlisle yang sudah menyinggungmu," lanjut Dr. Brown.

Eiser menggelengkan kepala, seorang pria yang sedang jatuh cinta dia tahu rasanya, jika dulu mungkin dia akan membentak atau mengusir Dr.

Brown namun sekarang di memilih untuk diam dan kembali bekerja. Namun Eiser tidak pernah toleran kepada orang-orang yang mempermainkan dirinya, benar sekali nasib apes untuk Huang Carlisle.

Apakah hampir semua dokter menganggur seperti Dr. Brown ini, mungkin tidak namun Dr. Brown hanya menerima Rain atau Eiser sebagai pasiennya

dan selebihnya hanya memeriksa orang yang di tunjuk oleh Eiser saja,. Berbeda dengan ayahnya, ayah Dr. Brown hampir memeriksa seluruh anggota kerajaan sehingga dia sangat sibuk karena pasiennya selalu datang silih berganti.

Sementara itu kini Rain telah sampai di depan rumah Carlisle, papan nama yang sangat indah terpampang jelas di depan matanya. Dia mengatakan kepada penjaga untuk memberitahu jika ada utusan dari Eiser Gallbaro untuk menyerahkan surat secara pribadi, tentu saja pengawal itu tidak berani menolak

karena mereka sangat tahu siapa yang tengah berdiri di depan mata mereka. Mereka tidak akan berani menentang perintah orang itu.

Tak lama kemudian Huang , Xian dan Arcia mengikuti pengawal itu ke depan. Keringat dingin bercucuran di kening Huang namun dia masih harus memastikan apa tujuan Rain datang.

Rain adalah orang kepercayaan Eiser, jika dia datang pasti ada hal yang sangat penting, jika utusan lain yang datang mungkin saja Huang masih sangat santai. namun berbeda jika Rain yang datang.

"Tuan Huang, aku datang dengan surat perintah penarikan pasukan dari keluarga Carlisle,"

Tanpa basa basi Rain mengatakan itu, selembar surat di tangannya di serahkan kepada pria paruh baya itu. Sekujur tubuh Huang gemetar bahkan Rain bisa melihat itu dengan jelas.

“Tuan bukankah dulu setuju menukar pasukan dengan putriku Belinda Carlisle?”

“tuan Anda tidak benar-benar lupa kan? Nona Belinda sudah menghilang selama enam tahun. Bahkan anda tidak pernah mengerahkan bantuan untuk mencarinya, apakah itu pantas untuk di ungkit?,”

“Namun masih ada putri kedua saya yang tidak kalah cantiknya dengan kakaknya,”

“Tuan mungkin Anda sudah pikun ya. Putri haram keluargamu tidak pantas untuk tuanku,”

Mendengar hal itu Huang merasa gelagapan ,kehancurannya sudah berada di depan mata, mungkin sekarang saatnya dia memberitahu kaisar untuk menyelamatkan keluarganya. Namun bukan itu yang di pikirkan Cia, Arcia gadis itu menggigit bibirnya dia selalu menganggap bagian mana darinya yang tidak sebaik Belinda. Bahkan saat ibunya sudah menjadi istri resmi Huang Carlisle masih ada yang menganggap dia adalah anak haram.

"Tuan ibuku sudah menikah dengan ayah, mengapa anda tidak mengubah sedikit saja penglihatan anda terhadap saja,"

Arcia berbicara dengan keras, padahal saat itu bukan waktu yang tepat untuk membuat masalah namun dia justru menambah masalah.

"Orang buta juga tau nona, kamu bukan dari garis keturunan yang baik,"

Mendengar hal itu Arcia naik pitam, namun ibunya berusaha dengan keras melarangnya membuat masalah.

"Tuan Huang, serahkan segel prajurit!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!