Bab 7.

Eiser datang ke istana bukan semata-mata untuk menjawab panggilan kaisar namun dia harus menyadarkan orang tua itu untuk tidak terlibat terlalu dalam karena sudah pasti dia tidak akan tinggal diam jika raja ikut campur dalam urusan hidupnya.

Terlepas dari kaisar atau raja yang tidak ikut campur dengan  urusan pribadinya ada sekian banyak orang yang hendak melenyapkan-nya di antaranya adalah saudaranya, saudara beda ibu namun satu ayah. Eiser terlahir dengan darah Gallbaro yang kuat itu sebabnya saudara-saudaranya sangat takut tahta kerajaan akan di wariskan kepada Eiser yang merupakan keturunan Gallbaro.

Permaisuri pertama kaisar yang merupakan ibu dari Eiser Gallbaro adalah putri mahkota tunggal kerajaan Kalavera. namun karena cinta dia memutuskan untuk menjadi Permaisuri dan mengangkat rakyat biasa menjadi Raja.

Kaisar Kalaverahanya diam, dia melihat punggung Eiser yang mulai lenyap dibalik pintu, "Maafkan aku Eiser, andai aku lebih tegas. Mungkin saat ini kamu tidak akan menderita,"

Setelah mengucapkan itu Kaisar mulai memanggil beberapa bawahannya yang terpercaya, dia juga mengumpulkan anak-anaknya yang lain.

"Hari ini aku akan menurunkan mandat pernikahan untuk Belinda Carlisle dan Eiser Gallbaro, turunkan Dekrit kekaisaran,"

"Ayah Bukannya keluarga Carlisle sangat berpengaruh apakah ini tidak akan menimbulkan masalah kedepannya?" seorang pangeran dengan topeng perak di wajahnya bertanya dia adalah Bastian, pangeran sekaligus putra mahkota saat ini. Dia adalah pangeran kedua dari kaisar dan permaisuri saat ini

"Betul," Sahut yang lain dan begitulah seterusnya.

Raja mengerenyitkan dahi, orang-orang yang ada di depannya sudah takut dengan Eiser bagaiamana jika ditambah dengan pasukan dari kediaman Carlisle, Eiser pasti akan lebih sulit untuk dihadapi.

"Jika salah satu diantara kalian ingin mendapatkan kekuasaan dari keluarga itu. Nikahi Arcia Carlise, bukankah kalian tau? Belinda bukan calon pewaris!"

Namun sayangnya orang-orang licik itu tidak tau, jika Arcia Carlisle belum tentu bisa menjadi pewaris keluarga karena darahnya adalah rakyat biasa.

Itulah tujuan utama dari sang Kaisar, dia ingin melihat betapa mengerikannya anak-anaknya itu. Mereka yang haus akan tahta dan kedudukan pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini.

"Kenapa kakak tidak menikahi Arcia ayah?"

"Kamu harus berpikir secara bijak Bastian. Bukankah kamu paling tau kakakmu adalah orang yang mementingkan harga dirinya,"

Mendengar hal itu Bastian tersenyum, putra mahkota Kerajaan saat ini tersebut merasa puas jika dia bisa menikahi Arcia. Karena tentu saja kekuatan pasukan keluarga Carlisle tidak bisa diragukan lagi.

"Jadi apa masih ada yang menentang Dekrit kekaisaran ini? Jika tidak mari bubuhkan tanda tangan masing-masing,"

Suasana menjadi sangat hening tidak ada orang yang berani bersuara walaupun di tempat itu ada puluhan orang. Menurut mereka benar sekali untuk menyingkirkan tikus seseorang pelu menebar umpan, namun apakah umpan tersebut harus dari golongan yang kuat.

Semua membubuhkan tanda tangan dengan sangat baik, walaupun pertanyaan-pertanyaan konyol masih terngiang-ngiang di otak mereka , tidak ada orang yang menolak titah kaisar tersebut.

Setidaknya orang-orang sombong ini bisa ditekan dengan sedikit paksaan dari mereka yang menduduki tempat tertinggi.

Sementara itu Eiser tengah dalam perjalanan kembali ke rumah sakit, tidak banyak hal yang bisa dia pikirkan untuk saat ini selain melihat kondisi Belle secara langsung.

Terlalu ambigu untuknya mengatakan pernikahan tanpa menanyakan pendapat dari pihak wanita. Namun saat ini tidak ada alasan yang lebih tepat karena kedatangan ke rumah Carlisle pasti sudah terdengar kemana-mana.

"Hah, andai nya ditempat ini dipimpin oleh presiden bukan seorang kaisar,"

Eiser memukul kemudi mobilnya kemudian melaju dengan kencang menuju ke arah rumah sakit tempat Belle di rawat.

"Bagaimana kondisinya tuan?," tanya Rain harap-harap cemas karena biasanya tidak ada hal baik ketika Eiser pergi ke istana raja.

"Orang tua itu benar-benar sangat cerdas, dia tau apa yang akan ku lakukan."

Setelah mengatakan itu Eiser melempar jas yang dia pakai dan Rain dengan sigap menangkap pakaian berwarna hitam tersebut.

"Nona Belinda masih lemah, dokter bilang harusnya dia tidak terlalu lelah terlebih dahulu,"

Mendengar hal itu wajah Eiser terasa panas, dia teringat kejadian berapa saat lalu saat Belle memaksanya melakukan itu. Namun sepertinya dia juga menikmati hal itu.

"Tuan apakah ada yang salah? Mengapa anda bertingkah seperti itu,"

Eiser sedikit terkejut ketika Rain menyadarkan dia dari lamunan yang seperti itu. Namun dia selalu bersikap biasa saja seakan-akan tidak ada yang terjadi pada hari ini.

Tanpa menjawab perkataan Rain dia menerobos masuk ke ruang rawat Belle, kebetulan sekali di sana ada perawatan yang sedang menjalankan tugasnya juga mengantarkan makanan untuk Belle.

"Mengapa makanan yang kamu berikan kepadanya seperti itu? Apakah rumah sakit ini sudah tidak memiliki makanan yang layak untuk seorang pasien,"

Eiser berkata dengan ketus melihat makanan yang tersaji di depan Belle tersebut. Perawat tersebut hanya bergidik ngeri menatap Eiser yang berdiri tepat di ambang pintu.

Dokter Brown yang sedang bertugas hanya menghela nafas, sejak kapan Eiser peduli pada pasien yang dibawa ke hadapannya jika bukan hari ini.

"Eiser Gallbaro, kamu menakuti perawatku. Kamu harus tau perut manusia biasa tidak sekuat perutmu,"

Dengan sedikit menghela nafas dokter Brown mengatakan itu kepada Eiser, namun sesuai dengan namanya dokter Brown memiliki kulit sawo matang.

"Apa kamu ingin mengatakan perutku bukan perut manusia? Kelihatannya masa kerjamu terlalu panjang Brown Alexander,"

Alexander adalah keluarga dokter yang sudah bekerja secara turun temurun untuk keluarga kekaisaran, karena ayahnya masih bekerja sebagai dokter pribadi Kaisar maka Brown Alexander harus melayani orang-orang penting Kaisar tak terkecuali adalah pangeran mahkota Bastian, Pangeran kedua Kaiser atau Pangeran tak di akui Eiser.

"Aku ingin mengatakan perutmu terbuat dari baja. Nona Belle lemah karena kurang nutrisi, sebaiknya saat pulang nanti kamu memberinya berbagai sup nutrisi dan juga bubur seperti ini. Kalau kamu terlalu menghidangkan makanan yang terlalu keras maka pencernaan nya bisa terluka,"

Mendengar hal itu Eiser sedikit tertegun bagaimana bisa Belinda Carlisle bisa menderita kekurangan nutrisi, ini jauh lebih buruk daripada kelihatannya. Eiser hanya menghela nafas tidak ada yang bisa dia lakukan selain mengatakan iya kepada dokter.

"Dokter maaf! Apakah masalahku berkaitan dengan roti kering yang biasa saya makan?"

Belle bertanya dengan sedikit khawatir dia tidak tau jika akhirnya menjadi seserius ini.

"Makan roti kering tidak akan menjadi masalah nona, jika kamu tidak memakannya terlalu banyak. Namun jika anda memakannya terlalu sering dan tidak mendapat asupan lain. Itu sebabnya anda merasa sakit di perut saat ini,"

Belle menatap bubur cair yang ada di depannya, kemudian dia menatap perawat yang membawakan itu untuknya.

"Terima kasih untuk ini nona,"

"Dengan senang hati, aku akan melakukannya sesuai dengan tugasku,"

Jawaban yang sangat sederhana namun menusuk hati Belle. Mengapa hanya dia yang terpuruk untuk saat ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!